"Rena....,Aku mau minta maaf sebelumnya,tapi jujur ini juga berat untuk aku,tapi aku juga harus jujur sama kamu".
Rena tak memandang curiga saat suaminya berkata seperti itu,tapi setelahnya ucapan kejujuran dari suaminya seperti pisau tajam yang menusuk hatinya.
"Aku mencintai wanita lain yang kutemui 6 bulan terakhir ini,Dia bukan hanya cantik tapi juga pintar memasak,semua yang ada didiri wanita itu aku sangat menyukainya".
Rena diam membeku,tapi Ia juga ingin tau apa yang menjadi alasan suaminya bisa mencintai wanita lain padahal ada istri yang sudah Ia nikahi lebih dari 10 tahun.
"Kenapa Mas...?,Kenapa harus ada wanita lain yang Mas cintai".
"Aku sudah tidak cinta sama kamu Rena,Kamu berubah,Kamu tidak lagi menarik dimataku,Kamu juga selalu mementingkan anak-anak daripada aku suamimu".
Rena kembali diam,Ia ingin meledak tapi teringat ada 2 anaknya yang harus Ia jaga mentalnya.
"Baiklah Mas....,terus apa maumu kalau sudah seperti ini?Kamu mau pisah?".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiwit Kurniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ajakan makan malam romantis
Rena berkali-kali membaca pesan yang suaminya kirimkan,ajakan makan malam romantis disebuah hotel bintang 5 membuat Rena merasa ada yang aneh dengan sikap suaminya itu.
Karena selain akhir-akhir ini suaminya sangat sibuk bekerja,Rena juga lupa kapan mereka punya waktu berdua setelah memiliki 2 orang anak.
Rena memilih pakaian terbaik yang Ia miliki,tapi saat melihat isi lemarinya hampir semua pakaian yang Rena miliki adalah gamis panjang yang sering Ia kenakan setiap harinya.
Rena merasa sangat nyaman dengan yang Ia kenakan,usia yang semakin bertambah membuat Rena merasa malu jika harus mengenakan pakaian yang memperlihatkan lekuk tubuhnya,apalagi sekolah kedua anaknya yang bernuansa sangat islami membuat Rena ingin memberikan contoh kepada kedua anaknya bahwa pakaian yang mereka kenakan sama sekali tidak mengganggu aktivitas kesehariannya.
Rena duduk termenung dimeja riasnya,Ia bingung apa yang harus Ia kenakan,pilihan Rena jatuh pada gamis dengan desain modern yang Ia padu padankan dengan hijab dan tas yang Ia miliki.
Saat Rena telah siap,Ia mendengar klakson mobil dari luar rumahnya,Rena berlari dan melihat suaminya telah tiba.
Rena bergegas turun kelantai bawah rumahnya,Ia ingin memperlihatkan kepada suaminya bahwa Ia siap untuk makan malam romantis.
Saat akhirnya Rena membuka mobil,bukan tatapan kagum yang Ia dapatkan melainkan cibiran halus yang suaminya lontarkan.
"Rena....,Memang kamu nggak punya pakaian yang lebih pantas ya?,Kita ini mau kehotel berbintang 5 bukan mau kepengajian".
Rena melihat lagi pakaian yang Ia kenakan,menurut Rena itu adalah pakaian terbaik karena Ia membelinya disebuah butik ternama dan desaigner terkenal.
"Pakaian ini juga cocok kok Mas buat kehotel,percaya deh sama aku,para wanita berhijab juga bisa menyesuaikan diri dengan pakaian yang Ia kenakan".jawab Rena sambil tersenyum.
Rena sama sekali ngggak sadar bahwa suaminya tidak menyukai apa yang Ia kenakan.
"Yasudah lah terserah",jawab Dion dengan wajah kesalnya.
*
Mobil melaju dengan cepat,Rena duduk dalam diam dan memilih melihat jalanan yang sangat rame.
Rasa bahagia tak bisa lagi dipendam karena Rena benar-benar lupa kapan terakhir mereka melakukan seperti ini.
Dengan senyum yang mengembang diwajahnya,Rena menatap suaminya yang fokus mengemudi dan berbicara apa yang Ia rasakan.
"Mas.....,sepertinya kita harus sering seperti ini,Rasanya aku kembali merasakan saat kita berpacaran dulu,Semenjak ada anak-anak kita lupa meluangkan waktu seperti ini,Apalagi setelah aku berhenti bekerja rasanya duniaku hanya soal rumah dan anak-anak".
Dion hanya diam dan fokus mengemudi,Ia sebenarnya sudah sangat kesal saat pertama kali melihat pakaian yang istrinya kenakan.
Dion berpikir Rena akan mengenakan gaun yang memperlihatkan lekuk tubuhnya dan memperlihatkan rambut panjang lurusnya,Namun nyatanya pakaiannya justru tertutup membuat Dion hilang selera.
Ia memang memperbolehkan Rena untuk mengenakan hijab agar anak perempuan mereka terbiasa mengenakannya,tapi Dion masih menginginkan diwaktu-waktu tertentu istrinya mau membuka hijabnya menyesuaikan tempat mana yang akan mereka datangi.
Tapi nyatanya Rena justru semakin nyaman dengan hijabnya,bahkan pakaian-pakaian sebelum Rena mengenakan hijab sengaja Rena sumbangkan ke panti asuhan terdekat.
Dion semakin tak nyaman dengan pilihan istrinya,apalagi setiap harinya Ia selalu melihat para karyawan dikantor selalu mengenakan pakaian yang memperlihatkan lekuk tubuhnya,bahkan tak jarang buah dada mereka sedikit menyembul dari balik pakaian yang mereka kenakan.
*
Dion memilih terus fokus mengemudi saat Rena begitu bahagia dengan perasaannya,sampai akhirnya mereka tiba dihotel tujuan.
Sapaan ramah dari receptionist hotel membuat Dion mau nggak mau membalasnya dengan senyuman ramah juga.
Rena menatap kagum hotel yang menjadi pilihan suaminya untuk makan malam romantis mereka,Rena dengan sadar menggandeng suaminya dengan erat dan membisikkan sesuatu karena perasaan yang begitu bahagia.
"Mas....,Aku suka banget tempatnya,Mas kok tau tempat seperti ini sih?,Kita harus sering seperti ini ya Mas....".
"Hmmmm....",jawab Dion sambil berjalan dengan cepat.
Rena begitu bahagia dengan jawaban suaminya,Ia semakin mempercepat langkah kakinya karena tak sabar dengan restoran yang akan menjadi tempat mereka makan malam.
Menaiki lift yang melaju cepat keatas,Rena sudah membayangkan bahwa Ia dan suaminya akan makan malam dengan pemandangan langit yang indah digedung tertinggi.
Nyatanya memang benar mereka makan malam romantis dengan suasana outdoor yang begitu mengagumkan,selain pemandangan yang cantik dari tempatnya berdiri,lampu-lampu temaram semakin membuat suasana semakin romantis.
Rena sangat bahagia,Ia tanpa sadar berkeliling dan menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang Ia lihat.
Dion yang sebenarnya sudah sangat muak dengan tingkah istrinya langsung menarik paksa dan duduk ditempat yang telah Ia pesan.
"Dah duduk diem disini,Kamu itu norak banget sih,Kayak dari kampung tau nggak ",ucap Dion dengan ketus.
Rena merasa tersinggung tapi kebahagiaan hatinya mengalahkan segalanya.
Rena duduk diam dan melihat apa yang akan suaminya lakukan,tidak ada obrolan diantara mereka saat menunggu makanan tiba,yang ada justru Dion sibuk dengan ponselnya dan Rena beranggapan bahwa suaminya sibuk dengan pekerjannya.
Karena bukan kali ini saja suaminya lebih mementingkan ponsel dan pekerjaannya,Rena merasakan ada yang berbeda dengan suaminya setelah Ia memutuskan keluar dari pekerjaan demi membersamai tubuh kembang dua anaknya.
Rena berpikir bahwa suaminya memang sibuk bekerja,apalagi semenjak naik jabatan menjadi Manager membuat Rena semakin sadar bahwa tanggungjawab suaminya sangatlah besar.
Nyatanya Rena tidak mengetahui apapun yang suaminya lakukan diluaran sana,kehadiran kedua anaknya sudah menjadi obat untuk Rena dalam menjalani keseharian yang tidak ada berhentinya.
Bahkan Rena sering memendam apa yang Ia rasakan tentang kelakuan anak-anaknya yang berusia 8 tahun dan 5 tahun,Rena kadang ingin didengarkan bagaimana Ia juga lelah kesana kemari membersamai kegiatan kedua anaknya.
Namun Rena hanya bisa menyimpannya dalam hati karena tak ingin mengganggu fokus suaminya dalam bekerja.
Saat akhirnya makanan tiba,Rena dengan sadar mengambil foto-foto atas makanan yang suaminya pesan,Namun tiba-tiba tangannya ditepis dan membuat Rena jadi diam seribu bahasa.
"Bisa nggak sih tinggal makan aja,Jangan malu-maluin deh,jangan keliatan banget gitu loh kalau nggak pernah makan-makanan kayak gini",ucap Dion dengan amarah.
Rena hanya diam karena Ia sadar sedang ada ditempat yang semuanya butuh ketenangan,walaupun hatinya kesal tapi Rena menahannya.
Sampai pada akhirnya Dion yang sudah tidak tahan untuk mengungkapkan semuanya,Ia mengutarakan apa yang sudah Ia pikirkan matang-matang.
Dion menatap Rena yang sudah Ia nikahi 10 tahun lamanya,tidak ada lagi perasaan untuk istrinya itu,perasaan cintanya hilang seiring berjalannya waktu,dan kehadiran Cika yang selama ini menemaninya telah membuat cinta itu habis.
"Rena....,Aku mengajakmu kesini bukan tanpa alasan,ada hal yang ingin aku katakan karena aku sudah nggak tahan untuk menyimpannya lebih lama",ucap Dion memulai semuanya.
Rena tetap diam dan menatap suaminya serius.
"Rena...,Aku mencintai wanita lain,Aku mencintai wanita itu dengan semua yang dia miliki".
Rena hampir terjatuh jika Ia tak cepat berpegangan pada kursi yang Ia duduki,Ia begitu terkejut dengan apa yang suaminya katakan.
Tapi Rena tak ingin lemah,Ia kembali duduk dengan tegap dan menatap suaminya tajam.
"Siapa dia Mas...?,Apa dia bawahanmu dikantor?Sejak kapan Mas selingkuh?Sudah sejauh apa hubungan kalian?".
*
*
*
*
*
Note :Hai Hai....,Kita ketemu lagi,Support aku dinovel ini ya,kirimkan komentar terbaik kalian.hihihi
amit"