NovelToon NovelToon
Kembali 2.000 Tahun Ke Masa Lalu

Kembali 2.000 Tahun Ke Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Trauma masa lalu / Action / Time Travel / Romansa / Sci-Fi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Adam Erlangga

Di masa depan, ketika perang telah membakar Bumi hingga tak tersisa lagi kehidupan, Rudy adalah seorang jenderal perang, pemegang kendali tertinggi kecerdasan buatan dan armada pemusnah umat manusia. Ia menang dalam perang terakhir, namun kehilangan segalanya.

Sebuah insiden ruang-waktu menyeret Rudy ribuan tahun ke masa lalu, ke era ketika dunia belum mengenal teknologi dan keadilan, ia membawa kekuatan yang cukup untuk menaklukkan segalanya, namun ia memilih jalan lain.

Tanpa merebut tahta, Rudy menantang tirani, melindungi yang lemah, dan membentuk dunia agar tak mengulangi kehancuran yang pernah ia lihat. Di tengah konflik dan kekuasaan, ia menemukan cinta, hidup sebagai manusia, lalu menghilang bersama waktu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adam Erlangga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29

Tit.

"Rudy, kau mendengar ku.?"

(Ya aku disini. Ada apa.?)

"Huh, tidak ada apa-apa, aku hanya ingin bicara dengamu."

(Apa kau merindukanku.?)

"Tentu saja, sehari tidak bertemu, rasanya seperti setahun."

(Kalau tidak ada urusan, kau bisa datang kapan saja. Aku tetap menunggu mu)

"Hmm, lebih baik kau tinggal disini saja. Aku bisa lebih tenang."

(Kalau aku tinggal disana, semua orang akan terkejut, apalagi aku tidak bisa meninggal kan ruang kontrol ku.)

"Kenapa kau tidak membangunnya disini.?"

(Apa kau ingin aku menunjukkan robot pada semua orang.? mereka pasti bertanya-tanya dan menyebarkan rumor di mana-mana. Kau sendiri sudah tau, hal seperti itu sangat tabu buat kalian)

"Ya kau benar juga sih, tapi aku merasa kesepian."

(Aku sedang mengobrol denganmu, apa kau merasa kesepian.?)

"Itu rasanya berbeda. Mengobrol tanpa melihat orangnya langsung, rasanya aneh. seakan-akan aku sedang berbicara sendirian."

(Hahaha, kau akan terbiasa nanti)

"Yah, mungkin akan sangat lama"

(Ada apa.? apa ada masalah.? ceritakan padaku.)

"Tidak, ini masalah istana, aku tidak ingin merepotkan mu terus."

(Pacarku sudah dewasa ya, tapi kalau ada apa-apa ceritakan saja padaku. Aku sendiri tidak melakukan apapun disini.)

"Nanti aku akan ceritakan semuanya setelah masalah ini selesai."

(Baiklah, semoga cepat selesai)

"Uhm, kalau gitu, aku tutup telfonnya."

(Oke, tetap jaga diri)

"Uhm."

Tit.

"Huft, aku tidak sanggup menceritakan semua masalah negaraku, apalagi kalau prediksiku benar, aku akan di tertawakan Rudy. Korupsi besar-besaran secara masal. Hmm, dia pasti akan menertawai ku."

Tiba-tiba. Tok tok.

"Yang Mulia" teriak Mona dari balik pintu.

"Hm, apa lagi kali ini."

Clek. Rachel membuka pintu.

"Ada apa.?"

"Ah, Tuan William ingin bertemu dengan Anda. Dia sudah menunggu anda."

"Hm, kenapa dia datang kemari.?"

"Katanya ada sesuatu yang ingin di bicarakan."

"Aku lagi sibuk, lain kali saja."

"Yang Mulia, ini tentang hutang negara."

"Hm.?"

.....

Rachel pun menemui William yang sudah menunggu nya di sebuah taman istana.

Rachel berjalan ke sebuah gazebo yang berdiri di atas tengah danau buatan. William pun berdiri tegak sambil melihat danau itu. Dan Rachel sudah berdiri di belakangnya.

"Ada apa kau mencariku.?"

William hanya tersenyum sambil melihat danau disana. Sikapnya itu bukan antara kaisar dan bawahan, tapi sikap secara pertemanan.

"Aku datang bukan menjadi anak seorang Duke. aku hanya ingin mengenang masa lalu."

"Lancang, sekarang aku sorang kaisar, kau bersikap sombong didepanku." sahut Rachel

Namun, William masih tenang disana. Lalu membalikkan badan dan melihat Rachel, ini pertama kali ia melihat wajah Rachel yang semakin cantik.

"Apa kamu Rachel.?" sahutnya.

"Jaga bicaramu."

William menelan ludah sambil melihat wajah Rachel tanpa berkedip. "Cantik sekali, benar-benar sangat cantik." deg deg

Jantung nya berdebar-debar.

"Ah, maafkan aku, aku sudah lancang di depan Yang Mulia Ratu." katanya sambil menundukkan badan.

"Aku dengar kau ingin membicarakan tentang hutang, apa yang kau tau.?"

William pun melihat Rachel lagi, ia terlihat tidak fokus dan matanya tertuju ke wajah Rachel.

"Jaga matamu, kalau kau hanya datang untuk urusan pribadi, aku tidak ada waktu." kata Rachel dan langsung berjalan dari sana.

"Tunggu Rachel."

Rachel pun menghentikan langkah nya.

"Sebelum aku memberitahumu tentang fakta hutang itu, apa kau bersedia membahas masalah pribadi dulu.?"

"Sudah aku katakan, aku tidak ada waktu untuk urusan pribadi."

"Aku tau semua masalah hutang itu, bahkan jumlah dan dimana uang itu."

"Hm.?" Rachel pun membalikkan badan dan melihat William. tentu William langsung tersenyum bisa melihat wajah Rachel lagi.

"Apa yang kau katakan."

"Aku tau semuanya, aku tau dari ayahku sendiri. Tapi aku tidak akan mengatakan nya sebelum kita membahas masalah pribadi kita."

"Kau benar-benar lancang sudah menyembunyikan sesuatu kepada kaisar."

"Rachel, apapun yang kau lakukan padaku, aku tidak akan memberitahu mu meskipun aku mati."

"Kau sedang mengancamku.?" sahut Rachel kesal.

"Tidak, aku sedang ingin berbicara denganmu. Seperti dulu, bermain dan tertawa bersama. Apa kau tidak ingin kembali ke masa-masa itu, aku tau kau sangat mencintaiku. aku pun sama. Jadi mari kita perbaiki hubungan kita lagi."

"Chik, sekarang aku menjadi kaisar, dan kau ingin mengejarku lagi.? apa yang kau inginkan."

"Rachel, aku hanya ingin bersamamu. Percayalah, aku tidak ingin menyakitimu."

"Percuma kau bilang begitu, bukan satu atau dua kali, tapi berkali-kali. Aku sudah memendam kebencian salama ini padamu. Apa kau tidak ingat, apa yang sudah kau lakukan pada ibundaku.? kenapa kau hanya berdiri saja waktu itu melihat ibundaku jatuh di tanah dan akhirnya meninggal."

"Rachel, aku menjelaskan nya, waktu itu aku tidak tau harus bagaimana. Aku takut, aku bingung, aku tidak bisa bergerak sama sekali."

"Hmm, kau sendiri yang mengajak kami bermain ke kota Ardus, harusnya kau mempersiapkannya dengan matang, didalam kereta itu ada permaisuri. Kenapa kau memaksa nya untuk turun di tengah hutan, hanya untuk melihat bintang. Apa kau tidak tau waktu itu sedang hujan dan ibuku sedang demam.? Apa kau memang sengaja membiarkan ibuku mati disana.?"

"Rachel, bukan itu maksud ku."

"Konyol sekali, kau memanfaatkan kasih sayang ibuku hanya untuk menyenangkan mu.? kenapa juga kau berfikiran seperti itu. Kecuali kau memiliki maksud lain."

"Cukup Rachel. Aku memang tidak tau kondisi ibundamu, dan itu sudah lama terjadi."

"Sudah lama.? itu baru 6 tahun yang lalu, harusnya kau sudah remaja dan bukan anak kecil lagi. Kau sudah berusia 19 tahun waktu itu, masih ingin bermain seperti anak kecil.? Huh, andai saja aku bisa menahan ibuku keluar waktu itu, kejadian malam itu tidak akan terjadi. Sayangnya dia lebih memilih mu dari pada aku."

"Aku tidak punya niatan sama sekali untuk berfikir membunuh ibumu. Kau tau kan, hasil penyelidikan tidak ada sangkut paitnya dengan kondisi hujan.? kau sendiri sudah tau kalau ibundamu di racun di kota Ardus. Kenapa kau membenciku sampai seperti ini.?"

"Ya, kalau kau tidak menahannya di tengah jalan, mungkin ibuku masih terselamatkan. Aku tidak mau berdebat denganmu tentang masalah ini. Pulanglah." sahut Rachel

Ia pun langsung membalikkan badan dan menjauh dari sana.

"Rachel. Chik." sahutnya sambil memukul pagar.

Rachel berjalan dengan raut wajah kebencian. Ia sebenarnya sudah tau semuanya yang terjadi malam itu. "Kau pikir aku tidak tau, apa yang sudah di lakukan keluarga Harrington pada keluargaku. Kalian yang meracuni di Ardus, dan kalian juga yang menunda perjalanan kami. Aku selalu ingat kejadian ini, dan tunggu saja giliran kalian tiba."

....

1
anggita
antara 220 sama 2220...gak jauh selisih 2 tok😉
anggita
mampir like👍, iklan👆saja. moga novelnya lancar.
Adam Erlangga: 🙏terimakasih dukungan nya kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!