NovelToon NovelToon
Bukan Penggoda

Bukan Penggoda

Status: tamat
Genre:Pelakor / Cintapertama / Cinta Terlarang / Romansa / Tamat
Popularitas:104.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sisca Nasty

Siapa sangka. Hidup bahagia bersama pria yang sangat dicintai Lala kandas begitu saja hingga akhirnya dia dijuluki sebagai pelakor. Kesabarannya telah habis hingga ia memutuskan menikah dengan pria lain. Sayangnya, Rama tidak membiarkan Lala bahagia. Dia terus mengusik hidup Lala karena baginya Lala adalah miliknya.
Bukan hanya itu saja. Pria yang dinikahi Lala juga memiliki segudang rahasia. Lala merasa frustasi melihat takdir hidupnya yang tidak pernah memihak kepadanya.
Akankah Lala bisa meraih kebahagiaan yang selama ini ia impikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sisca Nasty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BP. Bab 31

Waktu terus saja berputar. Maya tiba di rumah sakit ketika langit sudah hampir gelap. Dia gagal bertemu dengan Robi tadi siang. Ketika di telepon, Robi ternyata sudah ada di dalam pesawat. Pria itu harus pergi keluar negeri secara mendadak karena ada urusan penting di sana. Maya sudah berusaha untuk mencari keberadaan Lala seharian ini. Namun, hasilnya nihil. Tidak banyak petunjuk yang ia miliki untuk bisa menemukan Lala.

Sambil membawa makan malam untuk mertuanya, Maya berjalan dengan wajah yang lelah. Seharian tidak memberi kabar kepada Ny. Asri, jelas saja itu akan memunculkan masalah baru. Maya hanya mendapat informasi dari perawat yang ada di lantai bawah kalau Rama sudah dipindahkan ke ruang VVIP. Sisanya ia tidak tahu. Bagaimana keadaan suaminya. Apa sudah sadar atau belum. Maya sama sekali tidak tahu.

“Semoga saja mama tidak marah,” gumam Maya penuh harap.

Maya melihat nomor kamar yang menjadi tempat suaminya di rawat. Wanita itu memegang handle pintu sebelum mendorongnya secara perlahan. Kedua kakinya tertahan ketika ingin melangkah masuk. Suara yang ia dengar adalah suara Rama. Itu menandakan kalau memang Rama sudah sadar.

“Ma, Rama cinta sama Lala. Apapun alasannya, Rama hanya mau kembali bersama Lala. Rama mohon, Ma. Jangan paksa Rama untuk mencintai Maya,” pinta Rama.

“Rama, mama sekarang tidak tahu harus bagaimana. Kalau kau bercerai. Maka nama baik perusahaan kita akan jelek di mata investor. Belum lagi kedua orang tua maya akan menarik modal yang sempat mereka berikan. Kita akan benar-benar miskin!”

Rasanya Maya belum siap mendengar kalimat seperti itu untuk saat ini. Namun, mau bagaimana lagi? Nasi sudah menjadi bubur. Maya sudah terlanjur jatuh cinta dan menikah dengan Rama. Sekali maju maka dia bertekad tidak akan mundur lagi. Walau dia tahu, tujuan pernikahan ini karena harta. Mengorbankan harta sama sekali tidak jadi masalah bagi Maya asal Rama bisa tetap bersama dengannya.

Maya mengetuk pintu agar Rama dan Ny. Asri tahu kalau dia telah tiba. Mendengar suara ketukan pintu membuat Ny. Asri menjauh dari tempat tidur Rama. Wanita paruh baya itu memandang wajah Maya sekilas sebelum duduk di sofa.

Rama terlihat jijik melihat Maya. Pria itu memalingkan wajahnya ke arah lain. Bahkan untuk menyapa istrinya itu saja dia merasa enggan.

“Mas, bagaimana keadaan Mas? Apa sudah jauh lebih baik?” tanya Maya dengan nada yang sangat lembut. “Mas sudah makan?”

“Rama baru saja sadar. Dia masih lemah, May,” sahut Ny. Asri. Nadanya sudah tidak lagi bersahabat. Maya hanya tersenyum menanggani jawaban mertuanya. Wanita itu membawa makanan yang tadi ia beli ke sofa.

“Ma, ini Maya bawain makanan. Mama pasti belum makan kan?” bujuk Maya agar mertuanya itu kembali menyayanginya seperti biasa.

“Maya, mama tidak selera makan.” Ny. Asri memandang Rama sebelum mendekati Maya. Ia seperti ingin membisikkan sesuatu. “Bagaimana? Apa kau berhasil menemukan wanita itu?”

“Lala, Ma?” tanya Maya untuk memastikan kebenarannya.

“Ya. Siapa lagi?” sahut Ny. Asri.

Maya menggeleng kepalanya. “Maya tidak berhasil menemukan Lala, Ma. Sepertinya dia sudah tidak tinggal di kota ini,” sahut Maya asal saja.

“Apa?” Ny. Asri terlihat kaget. Wajahnya kebingungan setelah mendengar jawaban dari Maya. “Bagaimana ini?”

“Bagaimana apanya, Ma?” Maya terlihat bingung. “Bukannya bagus ya? Kalau begitu Mas Rama tidak lagi bertemu dengan wanita itu. Siapa tahu Mas Rama bisa membuka hatinya untuk mulai mencintai Maya, Ma.”

“Itu tidak mungkin, Maya!” sahut Ny. Asri.

Maya yang tadinya ingin menata makanan di meja kini menahan tangannya. Wanita itu syok berat mendengar respon mertuanya. Terlihat jelas kalau kini wanita paruh baya itu tidak lagi ada di pihaknya.

“Lala harus segera menemui Rama agar Rama cepat sembuh. Rama tidak mau makan dan tidak mau minum obat. Ia terus saja bersih keras untuk pergi meninggalkan rumah sakit dan mencari Lala. Jika kita tidak berhasil menemukan Lala, maka keadaan Rama akan semakin buruk.”

Kali ini Maya di hadapkan dengan pilihan yang sangat sulit. Dia mengatur napasnya agar kembali tenang sebelum menarik sudut bibirnya ke samping. “Maya akan bayar orang untuk mencari Lala ya Ma,” ucap Maya. Seolah-olah dia mendukung ide mertuanya untuk mempertemukan Lala dan Rama.

“Terima kasih ya Maya,” sahut Ny. Asri. “Apa makanan ini untuk mama? Mama lapar sekali karena belum makan.” Ny. Asri mengambil makanan yang masih ada di genggaman Maya. Maya hanya mengangguk sambil tersenyum. Wanita itu memutar tubuhnya dan memandang ke arah Rama lagi. Memang benar yang dikatakan Ny. Asri. Rama terlihat seperti mayat hidup. Pria itu tidak bersemangat.

“Mungkin memang hanya Lala yang bisa membuat keadaan Mas Rama kembali membaik. Sebaiknya aku mengalah saja. Bukannya mengalah bukan berarti kalah?” gumam Maya di dalam hati.

***

Lala dan Rena memakan makanan yang disediakan untuk mereka berdua. Dua wanita itu terlihat tidak selera makan. Mereka menyimpan masalah masing-masing di dalam memori mereka. Lala yang terus saja kepikiran hubungan dirinya dan Rama. Lalu Rena yang terus saja kepikiran dengan pria yang sudah mencelakainya.

Sampai ketika perawat masuk ke dalam kamar, Lala dan Rena di buat kaget. Mereka meletakkan makanan mereka kembali ke meja sebelum memandang perawat tersebut dengan bibir tersenyum.

“Nona, ini obat yang harus anda minum.” Perawat itu memberikan obat kepada Lala.

“Apa obatnya bisa buat orang halusinasi lagi, Sus?” tanya Rena.

“Tidak. Ini hanya vitamin saja,” sahut suster itu. Dia memerika selang infuse dan menyuntikan sebuah obat di sana. Lala memandang Rena dan tersenyum.

“Kapan alat-alat ini di lepas? Walau baru satu hari rasanya aku sudah bosan,” keluh Lala.

Rena mengangkat kedua bahunya. “Anggap saja kita sedang berlibur di kamar hotel. Karena nginapnya gratis, jadi gak bisa gerak bebas dech,” sahut Rena tanpa beban.

Lala memandang ke depan dan membayangkan wajah Rama. “Semakin ke sini aku semakin terus saja kepiikiran Mas Rama. Sekarang dia lagi ngapain ya? Kenapa aku sangat mengkhawatirkannya? Bukankah seharusnya aku berusaha melupakannya?” gumam Lala di dalam hati.

“Sus, saya kan sudah tidak pakai jarum infuse lagi. Apa boleh saya membawa teman saya ini keluar? Sepertinya dia bosan di kamar saja,” pinta Rena.

“Keadaan anda juga belum stabil, Nona. Sebaiknya jangan memaksakan diri keluar kamar,” sahut suster itu. “Saya permisi dulu.”

Rena dan Lala saling memandang. Setelah pintu kembali tertutup, mereka menghela napas kasar karena tidak diizinkan keluar.

“Sebaiknya kita nurut saja. Kalau sakit lagi siapa yang mau nanggung?” ucap Lala.

“La, gue minta maaf ya.”

Lala mengeryitkan dahinya mendengar kalimat maaf dari sahabatnya. “Maaf buat apa?”

“Karena sudah buat Lo kayak gini.”

“Ini sudah takdir. Mungkin memang kita di suruh istirahat,” sahut Lala dengan santai. Dia sama sekali tidak mau menyalahkan Rena atas musibah yang terjadi.

“La, gue serius!”

“Ren, apa lagi? Untuk apa minta maaf? Gue gak marah. Justru gue berterima kasih sama Lo. Berkat Lo, sekarang gue sudah bisa hidup tanpa Mas Rama. Tadinya gue pikir gue gak akan mungkin bisa hidup tanpa Mas Rama,” sahut Lala.

“La, ada yang ingin gue certain ke Lo. Soal pria misterius itu.” Wajah Rena berubah serius.

“Apa Ren?”

“Sebenarnya … sebenarnya ….”

“Sebenarnya apa?” Lala semakin khawatir ketika melihat ekspresi sahabatnya berubah. Bahkan kedua matanya berkaca-kaca. “Gue kehilangan keperawanan gue bukan karena gue di jebak orang. Tetapi, pria itu yang sudah melakukannya.”

Lala membisu. Ia tidak tahu harus jawab apa sekarang. Cerita yang baru saja diucapkan Rena sungguh mengejutkan.

“Seharusnya gue bilang masalah ini sejak awal agar Lo gak terlihat. Tetapi, gue malu La. Dia bukan hanya sekali dua kali. Hampir tiap malam dia datang hanya saja gue selalu berhasil menghindar. Gue malu, La. Malu. Masa depan gue hancur. Gue malu sama Lo. Lo punya pacar yang benar-benar jaga Lo dengan baik. Sedangkan gue? Pacar gak punya mala di rusak orang gak di kenal!”

“Ren, kenapa gak Lo laporin ke polisi aja?”

“Gue takut La. Gue takut.” Rena menutup wajahnya dengan tangan. Lala semakin pilu melihat nasip sahabatnya. Kini dia juga tidak tahu harus berbuat apa. Ingin sekali Lala memeluk Rena. Namun, dia juga belum diperbolehkan turun dari tempat tidur.

“Gue takut kalau sampai hamil, La. Itu aib. Gue belum siap punya anak!” lirih Rena lagi.

“Ren, tenang ya. Tenang. Masih ada gue di sini. Kita cari solusinya sama-sama ya,” bujuk Lala.

Rena mengangguk. Ia menurunkan kedua kakinya ke lantai. “Gue mau keluar sebentar ya La.”

“Mau ke mana? Jangan macem-macem dech!” tolak Lala tidak setuju.

“Gue pengen nenangi diri sebentar aja,” sahut Rena sembari berjalan ke pintu.

“Ren, kembali Ren!” teriak Lala. Namun, Rena sama sekali tidak menghiraukan Lala. Wanita itu terus saja melangkah meninggalkan Lala.

“Bagaimana ini?” Lala menekan tombol yang ada di tempat tidur. “Semoga saja Rena tidak kepikiran yang aneh-aneh.”

1
Surati
bagus
LENY
kok aneh bukan lala
LENY
Nah gitu dong Lala jaga perasaan MAYA SBG SESAMA WANITA JGN EGOIS
LENY
YA RAMA KEBANGETAN LEBAY
LENY
Tuhan jg tdk merestui niat mu RAMA
LENY
Sdh terobsesi sdh gak wajar lagi si Rama ini
LENY
RENA BENAR LALA. KU LEBIH SENANG WATAK NYA RENA
LENY
Tega Lala suruh Rama bercerai ih
LENY
JIJIK LIHAT LALA & RAMA KELAKUANNYA. IH LALA SDH LAH RELAKAN MAYA JGN JD PELAKOR WALAU BGMN MRK SAH SUAMI ISTRI. APA ENAKNYA BAHAGIA DIATAS PENDERITAAN ORANG LAIN.
LENY
ih Aku jadi gak respek sama Lala msh aja mau sama suami orang. kl Rama jaruh miskin nah baru tahu kasihan Maya jg
LENY
Sama aja LALA KAMU JG BUKAN WANITA YG BAIK
LENY
ya diperkosa lala aduh
LENY
DUH LALA PUNYA HARGA DITI SEDIKIT LAH RAMA SDH JD SUAMI ORANG KASIHAN JG MAYA ISTRINYA.
LENY
Lala kamu jgn jd pelakor walau bagaimana Rama sdh menikah
LENY
Sudahlah Lala orangtya Rama gak merestui kamu mereka memandang harta.
LENY
kirain suami istri eh ternyata msh pacaran Lala dan Rama 🤭🙈🙈
gaby
Aq baca dr tengah sampai akhir & aq mengambil kesimpulan bahwa tokoh yg paling menderita dsini adl Rena & Rama. Pas pertengahan bab aq iba sm Maya & Lala. Tp di ending pendapatku brubah, Maya & Lala sama2 sukses mendapatkan kebahagiannya. Hanya Rena yg gadis tp single parent. Dah kasihan jg Rama, dia jadi gila karena kesetiannya pd Lala. Paling bruntung mah Robi, puas nidurin bny wanita bahkan sahabat istrinya di garap jg sampe pendarahan. Tp smua critamu emang bagus Thor, sulit di tebak & slalu ada tokoh yg berakhir sad ending. Aq mau baca lg karyamu yg tamat lainnya, asal babnya ga tll bny
gaby
Aq sih biasa aja pas baca Lala diperkosa Rama. Mungkin ini karma buat Robi karena sering menyewa wanita malam, bahkan sahabat istrinya sendiri pernah dia tiduri. Sadarlah Robi, kau jg bukan perjaka. Pusakamu sudah berkali2 masuk sarang yg berbeda. Jd ga usah marah kalo dpt istri barang bekas. Lagian Lala baru di pakai 1× oleh Rama & itu diperkosa bukan menjual diri seperti wanita2 malam penghangat ranjang Robi.
gaby
Robi penjahat kelamin. Sebelum sm Rena bahkan dia sering menyewa wanita malam utk memuaskan hasratnya. Aq malah lbh respek sm Rama, dia bahkan ga menyentuh maya slama menikah demi cintanya ke Lala. Rama meniduri Maya dlm keadaan mabuk, bukan karena niat
Dewa Nara
mereka sudah tinggal bersama?
Author_Ay: permisi kak

baca juga karya aku (bukan) pernikahan impian karya ayu Andita
jangan lupa like, komen dan rate
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!