NovelToon NovelToon
Terlempar Ke Dunia Kecil

Terlempar Ke Dunia Kecil

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:915
Nilai: 5
Nama Author: Zhu Ge Liang

Xue Yao, murid pertama Sekte Yiyuan, kehilangan segalanya ketika Raja Iblis menghancurkan sektenya. Sebagai satu-satunya yang selamat, ia melarikan diri membawa pusaka sekte, Cincin Zhutian, demi membalas dendam.

Namun saat dikepung musuh, ia menghancurkan kultivasi dan memecah kesadarannya sendiri. Takdir justru membuat seluruh serpihan kesadarannya terserap ke dalam Cincin Zhutian dan tersebar ke berbagai dunia. Setelah hampir seratus tahun tertidur, Xue Yao terbangun dan mendapati setiap serpihan hidup dalam penderitaan akibat keterikatan batin yang dapat melahirkan iblis hati.

Kini, dengan kekuatan Cincin Zhutian, ia harus kembali ke setiap dunia untuk menyelamatkan, mengumpulkan, dan menyatukan kembali seluruh serpihan jiwanya. Namun, mampukah Xue Yao mengembalikan dirinya yang utuh... atau justru kehilangan segalanya untuk kedua kalinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhu Ge Liang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takdir yang Tertukar⁷

    Pada hari Xue Yao keluar dari rumah sakit, Xue Ba dan istrinya datang menjemputnya secara pribadi.

    Meskipun perasaan mereka terhadap putri kandung ini kini sangat kompleks, namun karena kakek jelas-jelas menunjukkan keberpihakan, mereka pun harus memperlihatkan sikap yang semestinya.

    "A Yao, kamarmu sudah Ibu minta orang untuk dibereskan ulang. Kakakmu hari ini ada urusan diperusahaan sehingga tidak bisa menjemputmu. Tetapi beberapa hari lalu, ia secara khusus melelang satu set perhiasan berlian merah muda sebagai hadiah keluarnya kamu dari rumah sakit. Nanti setelah sampai rumah, coba lihat apakah kamu menyukainya?"

    Nyonya Xue menampilkan wajah penuh kasih, seolah-olah gadis dihadapannya adalah permata kesayangan ditelapak tangannya. Sama sekali tidak terlihat lagi ketegasan dingin ketika dulu ia memerintahkan orang untuk memanggil dokter demi memeriksa kondisi kejiwaan Xue Yao.

    "Oh, begitu ya?"

    Xue Yao mengangkat alisnya sedikit, wajah mungilnya menampilkan senyum yang samar namun sulit ditebak.

    Dimana Xue Mo berada saat ini, tidak ada seorangpun yang lebih tahu darinya.

    Setelah ia untuk kedua kalinya keluar dari ruang gawat darurat, Xue Mo dipaksa datang untuk meminta maaf kepadanya. Saat itulah Xue Yao diam-diam menggambar sebuah jimat 'bayangan mengikuti tubuh' pada diri Xue Mo.

    Fungsinya mirip dengan alat pemantau modern, hanya saja jimat itu baru akan aktif ketika Xue Yao sendiri menggerakkannya.

    Selain itu, kondisi keuangannya saat ini juga tidak memungkinkan untuk hal-hal lain. Meski keluarga Xue telah menerimanya kembali, mereka hanya menanggung kebutuhan makan dan pakai. Hal-hal lain sama sekali tidak disediakan.

    Karena itu, Xue Yao yang dahulu pernah mengandalkan kemampuan menggambar jimat hingga kekayaannya menyaingi negara, kini hanyalah seorang gadis tanpa uang sepeserpun, yang hanya bisa bertahan dengan mengandalkan sisa-sisa kesadaran spiritualnya untuk menggambar jimat secara paksa.

    Melalui gambaran yang dipantulkan oleh jimat tersebut, Xue Mo saat ini sedang berada disebuah apartemen mewah milik temannya. Memeluk A Ling yang malang dan menghiburnya dengan penuh kelembutan.

    Meskipun secara terbuka kakek telah melarang keluarga Xue memberikan bantuan finansial apapun kepada Lin Ling, bagaimana mungkin Xue Mo tega membiarkan perempuan yang dicintainya menderita?

    Karena kartu miliknya diawasi, ia mencari bantuan seorang teman, menukar sebuah mobil sport edisi terbatas dengan sebuah kartu bank berisi sepuluh juta. Setelah itu, ia kembali membelikan Lin Ling berbagai pakaian dan perhiasan bermerk. Bersikeras mengganti semua yang dulu direnggut darinya ketika ia dipaksa keluar dari keluarga Xue.

    Dibawah sikap lembut dan penuh pengertian Lin Ling, Xue Mo semakin merasa bahwa A Ling kini hanya bisa bergantung padanya.

    Karena itulah, hari ini meskipun Xue Yao keluar dari rumah sakit, ia tetap menolak datang. Bahkan rela dimarahi Xue Ba.

    Xue Ba sendiri juga khawatir Xue Mo akan mengucapkan sesuatu yang tidak pantas dihadapan Xue Yao. Sehingga akhirnya membiarkannya pergi begitu saja.

    Mengenai ketidakhadiran Xue Mo, Xue Yao tidak menunjukkan reaksi apapun. Ia tetap diam sepanjang perjalanan, hingga mobil memasuki gerbang Kediaman Shanse, barulah ia membuka suara.

    "Kakek mengatakan bahwa Paman kedua dan Bibi kedua telah menyiapkan pesta ulang tahun untukku. Mereka berencana mengadakannya di Xulan Shi, dan kakek sudah menyetujuinya."

    Xulan Shi adalah nama kebun teh tempat kakek Xue saat ini menjalani pemulihan.

    Raut wajah Xue Ba langsung berubah.

    "Kamu juga menyetujuinya?"

    Nada bicaranya samar-samar mengandung ketidakpuasan.

    Xue Yao hanya mengangkat alis sedikit. "Ayah, ini yang disampaikan kakek kepadaku. Apakah aku masih boleh menolaknya?"

    Bahkan anda sendiri tidak berani menolak kakek, tetapi justru mengharapkan seorang gadis muda untuk menolak?

    Xue Ba merasa jengah dan memalingkan wajahnya.

    "Kamu adalah putriku, anak Xue Ba. Jika ingin mengadakan pesta ulang tahun, seharusnya aku dan ibumu yang mengurusnya. Apa urusannya orang lain ikut campur? Sudahlah, nanti aku akan berbicara dengan kakek. Pesta ulang tahun tetap harus diadakan, tetapi lebih cocok jika diselenggarakan di Kediaman Shanse."

    Nyonya Xue yang duduk disamping segera mengangguk.

    "Ayahmu benar. Semua ini seharusnya ditangani oleh orang tua, tidak pantas orang lain mengambil alih."

    Benarkah demikian?

    Menatap gerbang besar Kediaman Shanse yang perlahan terbuka, hati Xue Yao dipenuhi ejekan dingin.

    Jika memang demikian, mengapa ketika ia pertama kali dibawa pulang, mereka tidak pernah terpikir untuk mengadakan jamuan, memperkenalkannya kepada khalayak?

    Sebaliknya, mereka berdalih menjaga perasaan Lin Ling. Menyebut bahwa kasus bayi tertukar adalah aib keluarga, lalu diam-diam mengganti data kependudukan tanpa suara.

    Tindakan Paman kedua keluarga Xue tentu juga mengandung unsur kepentingan. Tetapi dalam taraf tertentu, mereka justru lebih pantas disebut orang tua dibandingkan pasangan ini.

    Setelah kembali ke Kediaman, Xue Yao berdalih kelelahan dan langsung kembali kekamarnya untuk beristirahat.

    Diruang tamu, Xue Ba dan istrinya duduk saling berhadapan dengan wajah muram.

    "Kali ini pesta ulang tahun harus diselenggarakan dengan sungguh-sungguh. Sekalian kita manfaatkan untuk mempererat hubungan dengan keluarga-keluarga lain. Oh ya, hadiah untuknya juga harus kamu siapkan dengan baik. Xue Lan dan keluarganya jelas menyimpan niat tertentu, kita tidak boleh kalah."

    Xue Ba mengetukkan cerutunya di atas meja, sorot matanya dingin.

    Nyonya Xue mengangguk, menerima cerutu dari tangan Xue Ba, memotong ujungnya dengan pemotong cerutu, lalu memanaskannya perlahan diatas api.

    "Tenang saja, aku mengerti. Kali ini, ayah jelas sangat tidak puas dengan kita. Pesta ulang tahun ini juga bisa menjadi kesempatan untuk meredakan ketegangan."

    Menerima cerutu yang telah disiapkan, Xue Ba menyelipkannya ke mulut.

    "Syukurlah kalau kamu paham. Aku masih ada urusan, tidak makan malam dirumah."

    Tanpa menunggu jawaban, ia bangkit dan melangkah keluar.

    "Makan malam sudah siap, apa tidak menunggu makan dulu sebelum pergi?"

    Di wajah Nyonya Xue yang terawat dengan baik, tersirat secercah permohonan yang jarang terlihat.

    Namun Xue Ba tidak menoleh sedikitpun.

    "Urusan perusahaan, kamu tidak mengerti."

    Bersamaan dengan tertutupnya pintu besar, seluruh ekspresi di wajah Nyonya Xue seketika lenyap.

    Ia berdiri disana tanpa ekspresi, bagaikan sebuah patung indah namun dingin.

    Detik berikutnya, ia menyapu kotak cerutu diatas meja hingga terjatuh, lalu menginjak-injak semua cerutu itu dengan penuh amarah.

    Di lantai dua, dibalik pagar balkon, Xue Yao berselimut selendang tipis sambil bersandar malas.

    Ia memandang sikap histeris Nyonya Xue, memandangi kecanggungan pasangan suami istri teladan itu ketika tidak ada orang lain.

    Jari-jarinya digosokkan perlahan.

    Sungguh menarik.

    Entah bagaimana Xue Ba dan istrinya berbicara dengan kakek, tetapi pada akhirnya pesta ulang tahun tetap diputuskan untuk diadakan di Kediaman Shanse.

    Dan keduanya benar-benar mencurahkan banyak tenaga untuk acara tersebut.

    Rekan bisnis, sahabat lama, serta seluruh keluarga kenalan diundang satu persatu. Seluruh pengaturan hari itu dilakukan tanpa memperhitungkan biaya.

    Bahkan untuk hidangan prasmanan, mereka secara khusus mengundang dua pewaris koki istana yang telah pensiun untuk memasak langsung. Merk pribadi Grup Xue, Yue Shaotou, bahkan menghentikan operasional selama dua hari. Seluruh kepala koki dipusatkan di Kediaman Shanse untuk mempersiapkan pesta ulang tahun.

    Sementara itu, Xue Yao justru menikmati masa-masa relatif tenang.

    Setiap dua hari sekali, ia akan pergi ke kebun teh Xulan Shi, tempat kakek tinggal.

    Kadang ia menemani kakek menulis kaligrafi, kadang belajar mencicipi teh, dan bermain catur. Sesekali, mereka pergi bersama ke kebun teh memetik daun, lalu mengolahnya sendiri.

    Hampir semua orang terkejut menyadari bahwa sejak ditemani cucu perempuan ini, kondisi tubuh kakek tampak semakin membaik.

    Dulu, karena terlalu keras bekerja di masa muda, tubuh kakek telah lama mengalami kekosongan dari dalam.

    Meskipun ditangani oleh tim medis terbaik, usia tetap membuat semangatnya menurun dari hari ke hari.

    Namun kini, setiap pagi kakek menantikan kedatangan Xue Yao. Mereka sarapan bersama, lalu menghabiskan waktu seharian mengolah teh, bermain catur, atau memancing.

    Sepanjang hari, kakek tampak bersemangat. Bahkan, porsi makannya bertambah setengah mangkuk.

    Hal ini membuat orang-orang disekitar kakek semakin menghormati Nona Xue Yao, yang sebelumnya nyaris tidak diperhitungkan.

    Kakek adalah pilar penyangga, keluarga Xue.

    Kini ketika kesehatannya berangsur pulih, persoalan siapa yang akan menjadi pewaris sejati keluarga Xue tampaknya kembali menjadi teka-teki yang belum terjawab.

1
xuer jinghao
kak lanjut semangat terus 😍💪💪
xuer jinghao
lanjut
xuer jinghao
lanjut 🤭
xuer jinghao
lanjut💪
xuer jinghao
lanjut wuy💪😍
xuer jinghao
lanjut 💪
anyelin stephania
mantap😍😍😍😍😍😍 seru ceritanya
xuer jinghao
lanjut 💪🥰🥰
xuer jinghao
lanjut 😍
xuer jinghao
lanjut 💪
xuer jinghao
lanjut terus 💪
xuer jinghao
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!