NovelToon NovelToon
Dinikahi Pak Dokter Tampan

Dinikahi Pak Dokter Tampan

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyelamat / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:563.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Hanela cantik

Elisa pikir hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidupnya, karena laki-laki yang dia idamkan akan menikahinya. setelah mereka melakukan ta'aruf sebelumnya. Tapi bak disambar petir adiknya datang dan mengatakan jika calon suaminya mengatakan pernikahannya dibatalkan dulu. Tanpa alasan yang pasti.

Elisa merasa malu dan dikhianati, sampai seorang dokter datang dan mengatakan siap menikah dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12

Arka berdiri di tengah ruang tamu, wajahnya masih merah padam. Ia menatap Lilis dengan tajam, napasnya masih kasar karena emosi.

"Ngapain dia ke sini?" tanya Arka dengan suara dingin.

Lilis menunduk, badannya bergetar. "Aku nggak tahu, Mas. Aku benar-benar nggak tahu tujuan dia apa. Mas dengar sendiri kan tadi dia ngomong apa?"

"Terus kalau seandainya aku nggak ada di sini, kamu bakal terima dia lagi?" tanya Arka lagi. Nadanya penuh curiga.

"Mas! Kenapa Mas ngomongnya gitu?" seru Lilis kaget.

"Aku ini istri Mas Arka! Mana mungkin aku terima laki-laki yang sudah menghancurkan harga diriku dan keluargaku?"

"Laki-laki mana pun akan emosi mendengar istrinya diajak nikah oleh orang lain tepat di depan matanya sendiri! Kamu tahu betapa hinanya aku tadi di depan dia?"

"Aku diam karena aku syok, Mas! Aku kaget dia bisa tahu rumah ini!" bela Lilis, tangannya mengepal di samping tubuh.

"Kenapa Mas malah menyudutkan aku? Harusnya Mas tahu betapa aku membencinya!"

"Membenci atau masih ragu?" tantang Arka.

"Mungkin kamu merasa pernikahan kita ini cuma pelarian karena dia membatalkan pernikahan kalian? Mungkin di dalam hati kecilmu, kamu masih memikirkan alasan dia yang mau 'bertanggung jawab' itu?"

"Cukup, Mas!" Lilis berteriak dengan suara serak, air matanya kini tumpah tak terbendung.

"Demi Allah, aku tidak pernah memikirkan itu. Mas jahat kalau menganggap pernikahan ini cuma pelarian. Aku berusaha jadi istri yang baik buat Mas, tapi kenapa Mas malah meragukan aku hanya karena kedatangan laki-laki gila itu?"

"Karena aku nggak tahu apa-apa tentang masa lalu kalian, Lilis! Aku cuma tahu aku menikahi perempuan yang ditinggal di hari pernikahannya, dan sekarang laki-laki itu datang meminta kamu kembali seolah aku ini nggak ada harganya!"

"Aku juga korban di sini, Mas! Aku malu, aku sakit hati sama dia! Kenapa Mas malah marahin aku?" balas Lilis tak kalah keras.

Arka membalikkan badan tanpa berkata apa-apa lagi. Ia meninggalkan Lilis yang masih berdiri membeku di ruang tamu, lalu melangkah lebar menuju kamar. Begitu sampai di dalam, ia langsung menuju kamar mandi.

Arka membasuh wajahnya berkali-kali. Air dingin itu menyentuh kulitnya, namun panas di hatinya belum juga reda. Ia menatap pantulan dirinya di cermin dengan napas yang masih berat.

"Bodoh," gumamnya pada diri sendiri.

Arka merasa gusar. Ia memukul pinggiran wastafel pelan. Ia sadar kata-katanya tadi sangat keterlaluan. Tidak seharusnya ia meragukan kesetiaan Lilis hanya karena kedatangan laki-laki brengsek itu. Ia tahu Lilis adalah korban, namun rasa cemburu tadi benar-benar menutup logikanya.

Di bawah, suara isak tangis Lilis masih terdengar samar, menyayat hati Arka. Rasa bersalah mulai menghantam dadanya.

Arka mengeringkan wajahnya dengan kasar, lalu keluar kamar dan turun kembali ke bawah. Ia melihat Lilis duduk bersimpuh di sofa, menutup wajahnya, bahunya naik turun karena tangis yang hebat.

Arka mendekat perlahan, lalu berlutut di depan istrinya. Tanpa aba-aba, ia menarik Lilis ke dalam pelukannya. Sangat erat.

"Maaf... Maafkan aku," bisik Arka di telinga Lilis. Suaranya serak dan bergetar.

Lilis sempat memberontak kecil, namun Arka justru makin merapatkan pelukannya.

"Maafkan aku karena sudah membentakmu. Aku... aku kelepasan. Aku cemburu melihat dia berani datang lagi padamu," Arka menghela napas panjang.

"Aku takut, Lis. Aku takut kehilangan kamu. Aku takut kamu masih punya perasaan pada laki-laki itu, padahal aku sudah sangat sayang sama kamu," akunya dengan jujur.

Arka mengusap punggung Lilis dengan lembut, mencoba menenangkan istrinya yang masih sesenggukan.

"Jangan nangis lagi. Aku minta maaf. Aku benar-benar sayang kamu, Lis. Tolong maafkan Mas."

Lilis perlahan melepaskan tangannya yang menutupi wajah. Ia masih terisak di dalam pelukan Arka, namun ia mencoba mengatur napasnya agar bisa bicara.

"Aku takut, Mas... Aku takut sekali kalau Mas marah dan membentakku seperti tadi," ucap Lilis dengan suara serak.

"Mas harus percaya, aku benar-benar tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan Rama. Jangankan perasaan, menyebut namanya saja aku sudah benci. Sejak dia membatalkan pernikahan itu, dia sudah mati bagi aku, Mas."

Mendengar kejujuran itu, Arka merasa hatinya seolah diremas. Ia memejamkan mata sesaat, menyesali sikap kasarnya tadi. Ia membawa tangan Lilis ke pipinya, membiarkan istrinya merasakan betapa menyesalnya dia.

"Maafkan Mas, Sayang. Maaf..." bisik Arka lembut. Ini pertama kalinya ia memanggil Lilis dengan sebutan itu.

"Mas janji tidak akan membentak kamu lagi. Mas cuma terlalu takut kamu diambil orang lain. Mas tidak mau kehilangan kamu, Sayang," lanjut Arka sambil mencium kening Lilis dengan lama dan penuh perasaan.

"Jangan marah lagi ya, Mas?" lirih Lilis.

"Iya, Sayang. Mas janji," jawab Arka sambil mengusap lembut kepala istrinya.

Arka melepaskan pelukannya sedikit, lalu jemarinya bergerak lembut menghapus sisa air mata di pipi Lilis.

"Sudah, jangan menangis lagi. Jelek tahu," goda Arka sambil tersenyum tipis.

Lilis hanya bisa mengerucutkan bibirnya di balik cadar, merasa sedikit kesal sekaligus gemas.

"Mas nggak punya permen sekarang. Dulu waktu kecil, kalau kamu nangis kan suka aku kasih permen," kenang Arka, teringat masa kecil mereka.

"Sekarang aku nggak ada permen, adanya ini."

Arka menunjuk bibirnya sendiri dengan isyarat yang sangat jelas.

Seketika wajah Lilis terasa panas. Ia sangat terkejut dengan keberanian suaminya yang tiba-tiba itu. Dengan cepat, Lilis bangkit dari duduknya untuk menutupi rasa malu yang luar biasa.

"A-aku belum shalat Isya, Mas. Mau wudhu dulu."

Arka tertawa kecil melihat tingkah istrinya yang salah tingkah. Ia pun ikut bangkit dan merapikan bajunya.

"Sama, aku juga belum. Ya sudah, ayok bareng saja. Biar Mas yang jadi imamnya," ucap Arka lembut sambil berjalan di samping Lilis menuju tempat wudhu.

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Tamat juga baca marathon.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Dasar Kakek sama Opanya Gibran ada saja bahan bikin ribut./Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Selamat datang di dunia baru mu baby Gibaran Hafizan.. panggilannya GIBRAN atau HAFIZAN nih.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hihihi pak Yuda lucu sekali kayak bocil lagi merajuk./Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Akhirnya calon Arka - Elisa junior hadir juga.👏👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Inibsebenarnya dokter Gunawan yang salah prediksi apa gimana sih, kok Elisa kebiasaannya menunjukan dan perubahan badan serta moodnya kayak orang lagi hamil.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kamu gantle Elham.👍
Hana buka hati mu untuk Elham suami mu karna dia sudah benar² berjuang keras untuk tanggung jawab dan maaf mu jadi berjuang bareng² saling melengkapi karna kamu sudah melihat sendiri gimana perjuangan dia di depan mu sampe rela melepas semua barang dan jabatan daribAyahnya demi kamu juga
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kok bisa gitu ya, di kirain beneran hamil.🤔
Mungkin belum waktunya... di suruh mantenan dulu.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Aduh Arka kamu dokter sampe ga kedeteksi kalau Elisa lagi hamil, biasanya kan dari gejalanya saja sudah ada ngarah ke situ beda sama Magh... coba kalau tadinya diperiksa denyut nadinya pasti ada yang beda.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Nah Loh bu Tantri dengan bu Marni saling mengenal, kejadian antara Elham dan Hana menjadi penghubung antara bu Tantri dan bu Marni yang mungkin sudah lama ga bertemu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Calon baby sudah hadir nih dari gejalanya.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
pak Yasir ini kayaknya arogan banget, sombong dan lebih mentingin kehormatan dari pada tanya baik² anaknya gimana.
Sudah sepuh harusnya ga pake otot pak takutnya larinya ke stroke.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Terus berjuang Elham, jangan menyerah sampe kamu benar² sudah sampe batas di mana kamu harus terus maju atau mundur untuk berhenti berjuang dan mendapatkan jawaban keputusan dari Hana.💪
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Sebenarnya ga ada yang namanya untung di sini tapi di balik kejadian Hana, hikmahnya adalah dia meskipun kehilangan kehormatan tapi Elham hadir bertanggung jawab dan datang di waktu yang tepat juga di saat bu Marni memerlukan pertolongan plus sosok Elham mungkin yang Allah kirim untuk jadi tempat Hana bersandar plus berbagi beban hidup yang selama ini dia keluhkan.

Jadi Hana dengan bantuan dan hadirnya Elham juga kamu ga kehilangan ibu mu, orang tua yang paling kamu sayangi... tapi masalahnya bukan hanya pada maaf Hana tapi juga ortu'nya Elham gimana nanti.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Betul Arka, meskipun kesalahan Elham berat tapi dia mau tanggung jawab dan ga lari dari kesalahannya begitu juga dia mau berjuang untuk maafnya Hana dan membantu bu Marni biayain operasinya dan menuhin kebutuhan Hana.

Biar waktu yang menjawab gimana nanti keputusan Hana pada Elham entah mau menerima dia atau ngga yang penting Elham sudah berusaha.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Saatnya Elham berjuang maaf pada Hana, untung juga a Elham datang tepat waktu jadi berarti Elham masih punya sisi baik meskipun itu ga bisa mengubah / mengembalikan keadaan Hana seperti dulu tapi kalau Elham haris menebus kesalahannya itu tergantung Hana gimana karna takutnya Hana hamil.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Terus kalau kamu pergi, Ibu mu di rumah barrng siapa dan siapa yang rawat beliau Hana.

Apalagi sakit jantung, kalau sewaktu² kambuh terus kamu ga ada yang ada kamu bakal lebih nyesel seumur hidup... lari dari masalah malah akan dapat cobaan baru
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Waduh apa Hana di perk0sa sama Elham ya karna Elham patah hati dan frustasi saat tau kalau Elisa sudah menikah dan berkahir mabuk terus lampiasin ke si Hana.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ada hubungan apa Hana dengan Elham kok kayak terjadi sesuatu di antara mereka.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Bilang saja kamu keberatan karna kamu sudah menikah dan ga mau bikin salah paham Elisa.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!