Seorang Ratu yang dikenal bengis dan jahat mengalami kekalahan dimana suaminya sang Kaisar memutuskan untuk menceraikannya dan memengal kepalanya dengan tuduhan percobaan pembunuhan terhadap wanita lain milik sang Kaisar
Apalagi sang Kaisar sudah memiliki wanita lain dan memutuskan untuk menikahinya.
Membuat hati Ratu sangat hancur dan di hari eksekusinya dia memohon kepada Tuhan untuk mengubah nasibnya.
Dia tidak bisa meninggalkan putri kecilnya yang besar tanpa seorang ibu...
Apa Tuhan bisa mengabulkan doa dari sang Ratu...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reiza Muthoharah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kegagalan dan Kecurigaan
Setelah perjalanan yang membosankan di dalam kereta kuda. Akhirnya kereta kuda tersebut sampai di tempat pemburuan antara kerajaan di buka Annelise yang masih termenung langsung dibuat tersadar ketika mendengar suara memanggilnya.
" Lady, kita sudah sampai." ucap kusir kuda sambil mengetuk pintu kereta kuda.
Annelise berdecak kesal sebelum membuka pintu kereta dan memandang tajam kusir itu yang tiba-tiba saja bergemetaran takut.
Melihat kusir itu ketakutan Annelise hanya mengacuhkannya dan berjalan keluar dengan langkah anggun. Berjalan menuju tempat perkemahan dimana perburuan akan segera di mulai.
Sampai di sana Annelise melihat para wanita bangsawan yang sedang berbicara sambil tertawa. Tapi Annelise tahu apa yang mereka bicarakan jadi dia terus melangkah kakinya sampai ada seseorang yang memanggilnya.
" Lady Annelise."
Annelise membalikan badannya seketika suasananya semakin memburuk melihat Tania yang datang dengan senyum terbit di wajahnya.
" Ada perlu apa Lady memanggil saya?" tanya Anne penasaran tujuan wanita itu mendekatinya setelah kejadian terakhir di acara minum terakhir kemarin.
" Saya cuma mau meminta maaf atas kesalahan yang telah di perbuat semalam. Saya merasa menyesal karena telah menunduh Lady dengan pembicaraan yang tidak baik." ucap Tania yang sedikit menaikan nada suaranya membuat para wanita bangsawan yang berkumpul tadi mendengar ucapannya.
Annelise yang mendengarnya seketika mengerti ternyata Tania adalah wanita licik selalu mencari kesempatan. Bisa di lihat dari reaksi wanita bangsawan yang sudah berjalan mendekati mereka untuk melihat reaksinya. Jika Annelise tidak memaafkan wanita itu mungkin cap nya akan menjadi buruk sebab tidak memaafkan Lady yang memiliki pangkat lebih tinggi darinya dan pastinya akan merepotkan ketika Annelise merasakan debutnya yang akan dilaksanakan dua bulan lagi sehari sesudah ulang tahunnya.
" Saya memaafkan Lady, Mungkin anda berkata seperti itu kemarin karena merasa tidak nyaman ketika seseorang mendekati Kaisar. Saya senang anda mengakui semua kesalahan anda dan pastinya Kaisar akan mengijinkan anda datang kembali ke istana. Anda juga tidak perlu bersembunyi lagi seperti kemarin." ucap Anne menjawab dengan tampang polos seperti biasa yang dilakukan Tania di masa lalu.
Oh Annelise sangat bersemangat melihat reaksi Tania yang seperti cacing kepanasan. Jangan pernah meremehkan Annelise yang sudah ahli dalam berakting. Apalagi yang membuatnya lebih bersemangat lagi adalah para wanita bangsawan yang memberikan tatapan mencemooh kepada Tania.
Oh lihatlah itu bukannya Lady Tania yang telah membuat keributan di acara minum teh Puteri Maria...
Benar aku dengar Lady Tania menjelekkan teman Puteri Maria...
Lady Tania sebenarnya tidak di undang tapi dia menyembunyikan dirinya untuk bisa masuk ke istana...
Dasar tidak punya tata Krama...
Wajah Tania memerah malu bercampur kesal dan langsung pergi meninggalkan para Lady yang sibuk menertawakan nya.
Annelise yang melihatnya menyeringai licik sebelum membalikan badannya dan pergi. Saat ini dirinya perlu menenangkan diri tentang ingat nya di kehidupan masa depannya yang perlahan menghilang tanpa menyadari sosok yang bikin sakit kepalanya memperhatikannya.
Sedangkan di sisi lain Kaisar Abraxas yang sedang berbicara tanpa sengaja melihat Annelise yang sedang berbicara dengan Tania. Bisa dilihat bahwa Tania sedang berusaha untuk membuat citra Annelise rusak. Kaisar Abraxas sudah biasa dengan sifat Tania yang secara terang-terangan mendekatinya dengan sikap polosnya. Tapi Kaisar Abraxas tahu bahwa wanita itu menyimpan sesuatu yang sama sekali tidak disukainya.
" Aku akan mencari tahu nanti" batin Kaisar Abraxas sambil memperhatikan Tania yang sudah pergi menjauh dari Annelise.
Countine...