NovelToon NovelToon
Pelakor Tak Berdosa

Pelakor Tak Berdosa

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Poligami / Hamil di luar nikah / POV Pelakor / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:531.5k
Nilai: 5
Nama Author: Reski Muchu Kissky

⚠️Novel ini hanya karya fiksi semata ⚠️

Kesuciannya direnggut secara paksa oleh pria tak di kenal dalam semak-semak sepulang sekolah.

Dirinya yang ketahuan berbadan dua tak di terima dalam lapisan masyarakat, hingga ia berhenti sekolah dan di usir dari kampung halamannya.

Kedua orang tuanya yang hanya buruh lepas pemetik teh, terpaksa menikahkannya dengan sang tuan tanah yang telah memiliki istri namun tak punya keturunan.

“Aku hanya mau anak mu, setelah kau melahirkan kau akan ku ceraikan.” ucap Arash sang tuan tanah pengendali masyarakat setempat.

Bagaimana kisah hidup Ruby Maryam selanjutnya?

Akankah ia bahagia? Atau justru menderita?

Instagram : @saya_muchu


Ikuti terus alur novel Pelakor Tak Berdosa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reski Muchu Kissky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan-makan

“Begitu ya dok.” Ruby mengangguk paham.

“Oke, sudah selesai.” Wira pun membersihkan sisa gel yang ada di perut Ruby dengan tisu terlebih dahulu.

Setalah itu Wira kembali ke kursinya, begitu pula dengan Ruby dan Arash.

“Saya akan kasih vitamin ya bu, Ruby.” kemudian Wira menggores penanya ke kertas resep, lalu memberikannya pada Ruby.

“Terimakasih dok,” ucap Ruby.

“Sama-sama, kalau datang lagi bawa suaminya ya bu Ruby.” Wira sangat penasaran dengan sosok suami Ruby yang sebenarnya.

“Iya dok.” sahut Ruby seraya melihat ke arah Arash yang ada di sebelahnya.

”Oke, kami pergi dulu.” Arash pun bangkit dari duduknya. Begitu juga dengan Ruby.

“Oke, hati-hati Arash dan juga bu Ruby.” Wira pun tersenyum pada keduanya.

Kemudian Ruby dan Arash keluar dari ruangan Usg menuju apotik untuk menebus obat.

Setelah menunggu selama 5 menit, sang apoteker memberi obat yang telah di tulis sang dokter, serta hasil photo 4D, janin Ruby.

Selanjutnya mereka menuju mobil. Setelah keduanya berada dalam mobil. Ruby terus memperhatikan photo janinnya.

“Kenapa?” tanya Arash pemasaran.

“Enggak ada apa-apa tuan, aku hanya belum percaya bayi sekecil ini ada di dalam rahim ku.” Ruby mengelus perutnya seraya tersenyum pada Arash.

“Oh, ku pikir apa.” kemudian Arash menoleh ke depan. “Ayo pak, kita cari restoran di sekitar sini,” titah Arash.

“Baik tuan.” Aryo pun melajukan mobil dan keluar dari area parkiran klinik dengan mulus menuju jalan raya.

Setelah 10 menit dalam perjalanan, akhirnya mereka menemukan restoran tradisional Indonesia.

“Kita kesitu saja pak,” ucap Arash.

Atas permintaan sang majikan, Aryo pun memutar arah ke restoran tersebut.

Kemudian ketiganya keluar dari dalam mobil. Arash yang takut Ruby tersandung batu atau terpeleset dengan sigap memegang tangan Ruby kembali.

“Tuan, ada banyak orang.” ternyata Ruby merasa malu dengan sikap suaminya.

“Memangnya kau bisa jalan sendiri?” Arash tak yakin dengan Ruby yang tak bisa berhati-hati melangkah.

“Bisa tuan.” Kemudian Ruby melepaskan tangannya dari genggaman Arash.

“Baiklah kalau begitu, lihat jalan mu dengan benar.” Arash yang ingin tetap melindungi Ruby, berjalan tepat di sebelah istrinya.

Mereka yang telah masuk ke mengambil duduk di salah satu meja yang ada di dalam restoran tersebut.

“Selamat datang bapak dan ibu, bisa saya bantu menulis pesanannya pak, bu?” ucap pramusaji.

Kemudian Arash membuka buku menu yang telah tersedia di atas meja.

“Kau mau apa?” Arash pun menunjukkan photo masakan yang ada dalam buku menu yang ia pegang.

Lalu Ruby melihat ada ikan kakap bakar yang cara penyajiannya begitu menggugah selera.

Gluk!!

Ruby menelan salivanya. “Aku mau yang ini tuan.” Ruby menunjuk ke gambar ikan kakap yang berhasil menggugah seleranya.

“Lalu apa lagi? Lihat-lihat saja dulu.” Arash yang tahu Ruby selera makannya tinggi menawarkan menu lain.

Ruby pun membuka setiap lembar buku menu yang ada di hadapannya.

Ya Tuhan, kenapa semua terlihat enak? batin Ruby.

Ruby menjadi bingung harus pilih yang mana. Karena bila memungkinkan, ia ingin memakan semua makanan yang ada di restoran itu.

Ruby yang lama memilih pun membuat Arash geleng-geleng kepala.

“Ada apa lagi? Apa enggak ada yang enak?”

“Bukan begitu tuan, tapi... aku ingin semuanya.” sikap jujur Ruby membuat Arash ingin tertawa.

“Cepatlah, aku dan Aryo sudah lapar sekali Ruby, ambil saja apa yang kau mau,” ujar Arash.

“Baik tuan. Aku mau ikan kakap bakar, ikan mas goreng, rendang daging sapi, telur balado, kembung panggang, sambal mata dan ayam geprek. Minumnya teh manis dingin. ” Ruby mengatakan apa yang ia ingin makan saat itu.

Dan sang pramusaji pun mencatat semua yang di katakan oleh Ruby.

Sedang Arash dan Aryo tak percaya kalau Ruby memesan sebanyak itu.

“Serius kau bisa menghabiskannya?” tanya Arash memastikan.

“Sepertinya tuan,” jawab Ruby.

“Kalau memang habis sih enggak apa-apa.” kemudian Arash memesan makanan untuknya dan Aryo.

“Ada lagi pak, bu?” tanya sang pramusaji.

“Itu saja,” jawab Arash.

“Baik, di tunggu ya pak, bu.” kemudian sang pramusaji menuju dapur restoran.

Setelah menunggu selama 30 menit makanan yang mereka datang.

2 pramusaji menata satu persatu di hadapan mereka.

Ruby yang melihat banyak makanan lezat di hadapannya pun semakin keroncongan. Arash yang melihat wajah gembira Ruby merasa senang.

Cuma karena makanan dia bisa senyum lebar seperti itu? batin Arash.

Senyuman hangat yang Ruby tunjukkan tak pernah ia lihat di wajah Bunga, kecuali jika Arash membeli barang- barang bermerek.

Mereka memang beda, batin Arash.

“Ayo kita makan,” ujar Arash.

Kemudian ketiganya pun menyantap makanan yang ada di hadapan mereka.

Ruby yang lapar sedari tadi pun melahap satu persatu pesanannya dengan cepat.

Hal itu pun menyita perhatian Arash dan Aryo, keduanya terpaku melihat Ruby yang memasukkan banyak makanan ke mulutnya.

Apa semua ibu hamil selalu makan sebanyak itu? batin Arash.

Gila sih, kalau nyonya porsi makannya segini tiap hari, kayaknya bisa jadi gajah betulan, batin Aryo.

Mereka yang lapar menjadi kenyang melihat Ruby yang tak berhenti memasukkan nasi dan lauk ke dalam mulutnya.

30 menit kemudian, Ruby pun selesai menghabiskan seluruh makanan yang ia pesan.

Ruby pun memberiskan area bibirnya dengan tisu, saat ia menoleh ke arah Arash dan Aryo seketika ia merasa bingung.

“Tuan, pak Aryo, kalian enggak makan?” tanya Ruby.

“Aku kenyang,” jawab Arash.

“Saya juga nyonya,” ujar Aryo.

“Kalian tunggu disini, aku ke kasir dulu.” Arash pun beranjak untuk membayar tagihan makanan mereka.

“Pak, bungkus saja makanannya, sayang kalau di tinggal begitu saja.” Ruby yang selalu merasa lapar tak tega bila melihat makanan terbuang sia-sia.

“Tidak apa-apa nyonya, di rumah para Art juga sering memasak menu yang seperti nyonya makan tadi,” terang Aryo.

“Benarkah?” ucap Ruby seraya melihat ke piring Arash yang memiliki lauk ayam serundeng.

Ruby yang tak ada kenyangnya menelan salivanya, rasanya ia ingin sekali menghabiskan sisa makanan suaminya.

Namun ia takut, kalau itu akan jadi masalah andai ia memakannya.

Aryo yang melihat hal itu merasa resah dengan nafsu makan sang nyonya yang sangat tinggi.

10 menit kemudian Arash kembali, ia pun heran saat melihat Ruby sedang melahap sisa makanannya.

“Hei, apa yang kau lakukan?” tanya Arash.

“Sayang kalau harus di buang tuan, pada hal sudah di bayar,” terang Ruby.

“Ruby, tidak bagus memakan sisa orang lain,” ucap Arash.

“Kata guru ku, memakan makanan suami, dan satu cangkir dengan suami itu berpahala tuan, kalau kita tak mau melakukannya, kita belum termasuk orang yang rendah hati, selain itu juga mubazir, banyak orang di luar sana yang tidak bisa makan teratur seperti kita” terang Ruby.

Ia sendiri pun merasakan hal itu selama masih gadis.

Arash yang mendengar perkataan istrinya merasa tersentuh.

Bunga mana mau melakukannya, makan dengan sendok yang sama dengan ku saja dia tak mau, batin Arash.

“Ya sudah, habiskan lah.” Arash yang mengalah duduk di hadapan Ruby.

Benar-benar perempuan unik, tak ada rasa jijiknya sama sekali, batin Arash.

Tanpa sadar ia mulai membandingkan istri pertama dan keduanya.

Setelah Ruby selesai menghabiskan makanan Arash. Mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah.

...Bersambung......

1
υɐnɾɐnɥ🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
pastinya Arash juga suka dengan gadis yang muda 🤣🤣
υɐnɾɐnɥ🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
awas aja ya Arash jatuh hati kepada Ruby 👊🏻👊🏻
υɐnɾɐnɥ🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
lama² Kesal sama kepseknya ihh.. kok tidak membela muridnya yang menjadi korban asusila 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Evy
Dikira tidak sampai diperkosa Thor...kok begitu sih..
Evy
Jahatnya..gak punya hati..
Evy
Teman teman yang menyesatkan...
Evy
Aku curiga adiknya Arash yg telah memperkosa Ruby....
Evy
kerja diperkebunan Tuan Arash kok gajinya miris banget.Ayah dan ibu Ruby bekerja tapi untuk beli minyak goreng juga tidak mampu.jangan2 orang kepercayaan nya itu korupsi gaji karyawan ya...
Evy
Ibu tirinya kejam banget ya... kenapa sampai tidak diberikan makanan.kasihan...
Ainisha_Shanti
dari awal cik Aini curiga kalau Alvin adalah ayah biologi janin yang d kandung Ruby
Ainisha_Shanti
Astaghfirullah... mulut bu guru ni rasa nak je cik Aini cilikan 😡😡😡.
Ainisha_Shanti
Astaghfirullah... ini buk guru pendidik ka bu guru pem'provokasi? seorang pendidik tak akan pernah mengeluarkan kata2 kesat walau sesalah apa pun muridnya. bu guru akhlak less juga namanya ni😡😡😡
Ainisha_Shanti
bu marisa ada planing jahat ke pada ruby?
Ainisha_Shanti
malangnya nasib mu ruby. sudah jatuh, tertimpa tangga pula
Ainisha_Shanti
Yaa Allah... semoga d luar sana tak ada yang mengalami nasib seperti apa yang ruby alam, semoga hanya ada di dalam novel sahaja. sudah miskin, di dera ibu tiri, dan di nodai lagi. betul2 malang hidupnya.
Ainisha_Shanti
Astagjfirullahalazim... nak membunuh pula rasanya si iblis jantan ni😡😡😡
Puspa Trimulyani
ini seperti jaman apa ya .... sepertinya....semacam desa tertinggal atau apa ya....
Puspa Trimulyani
siapa sebenarnya dia?
Puspa Trimulyani
ibu tiri lucknut 😡
Puspa Trimulyani
mendiang ibumu? berarti ibunya sdh meninggal??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!