Demi mendapatkan biaya operasi sang ayah yang mengidap penyakit jantung, Nabila Kanaya terpaksa menikah dengan Sean Ibrahim, lelaki yang tak lain adalah suami dari sahabatnya.
Sandra Milea, seorang model terkenal yang
namanya sedang naik daun di dunia entertainment, terpaksa meminta sahabatnya untuk menikah dengan suami tercintanya demi mendapatkan seorang anak yang sudah lama didambakan oleh Sean dan juga mertuanya. Bukan karena Sandra tidak bisa mempunyai anak, tetapi, Sandra hanya belum siap kehilangan karirnya di dunia model jika dirinya tiba-tiba hamil dan melahirkan seorang anak.
Lalu, bagaimana nasib pernikahan Kanaya dengan suami sahabatnya itu? Akankah Kanaya menderita karena menikah tanpa cinta dan menjadi istri rahasia dari suami sahabatnya? Ataukah Kanaya justru bahagia saat mengetahui kalau suami dari sahabatnya itu ternyata adalah seseorang yang dulu pernah singgah di hatinya?
Yuk, ikutin kisah mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nazwa talita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 31 MENIKAH TANPA CINTA
Mendengar ucapan Sean, seketika hati Kanaya hancur lebur. Perempuan itu menghembuskan napas panjang mencoba menetralkan perasaannya.
Rasa sakit menjalar ke seluruh ruang hatinya. Memang benar, Kanaya sudah berniat menghapus semua perasaannya terhadap Sean.
Namun, tetap saja, kata-kata yang terucap dari bibir pria itu bagai ribuan jarum yang menusuk-nusuk hatinya. Rasanya sangat sakit. Sakit tetapi tak berdarah.
"Aku pergi dulu. Jangan kemana-mana sebelum aku kembali." Sean menatap Kanaya yang saat ini menunduk tanpa menatapnya sama sekali.
Laki-laki yang sangat dicintai oleh Kanaya itu kemudian keluar kamar hotel. Melangkah dengan pasti tanpa menoleh ke arah Kanaya sama sekali.
Sean keluar dari hotel menuju parkiran di mana Sandra sedang menunggunya di dalam mobil.
Sandra menyambut Sean dengan senyum mengembang di bibirnya.
"Apa kamu sudah mengatakan padanya kalau kamu akan menemui dia sebelum kamu berangkat ke Surabaya?"
"Sudah, Sayang ... aku sudah mengatakan padanya kalau aku akan menemui dia nanti." Sean mengusap wajah Sandra. Pria itu menatap istri pertamanya dengan penuh cinta.
"Terima kasih, Sayang ...."
Sean tersenyum saat Sandra mengecup tangannya dengan mesra. Laki-laki itu mengusap rambut Sandra. Tak berapa lama kemudian, Sean menjalankan mobilnya meninggalkan hotel menuju rumah besar miliknya.
***
Kanaya mengusap air mata yang mengalir di pipinya. Kata-kata yang keluar dari mulut Sean sungguh sangat melukai hatinya yang paling dalam. Pria itu benar-benar tidak punya perasaan!
Kanaya bangkit dari tempat tidur. Ia memutuskan untuk mandi kemudian tidur. Perempuan itu ingin mengistirahatkan tubuh juga hatinya yang terasa lelah.
Perempuan berambut panjang itu membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Memejamkan mata, mencoba menenangkan hatinya yang remuk redam.
Kanaya menghembuskan napas panjang. Kedua netranya masih terpejam. Ia merasa lelah. Bukan hanya tubuhnya saja yang lelah, tetapi hati dan perasaannya pun terasa lelah.
Menikah tanpa cinta dengan pria yang diam-diam dicintainya selama bertahun-tahun adalah hal yang sangat menyakitkan bagi Kanaya. Perempuan cantik itu sungguh tidak menyangka kalau ia akan dipertemukan dengan pria yang dicintainya itu dalam keadaan seperti ini.
Namun, meskipun sangat sakit, perempuan itu mencoba tegar. Bagi Kanaya, bisa melihat sang ayah baik-baik saja setelah operasi adalah kebahagiaan tersendiri untuknya.
Sabar Kanaya. Kalau bukan karena Sandra, mungkin ayahmu tidak akan tertolong saat itu. Tidak ada yang gratis di dunia ini. Sekarang ini, kamu hanya perlu membalas budi kebaikan Sandra yang telah menolongmu.
Menolongmu untuk mendapatkan uang sekaligus memenjarakanmu ke dalam pernikahan yang membuatmu dilema.
Kanaya bermonolog dalam hati. Bayangan saat dirinya dan sang ibu merasa panik saat di rumah sakit karena tidak mempunyai uang untuk membantu biaya operasi ayahnya kembali terlintas.
Kanaya masih ingat dengan jelas bagaimana sang ibu menangis dan menyuruhnya menjual rumah yang sedang mereka tempati, hingga akhirnya, perempuan cantik itu memutuskan menelepon Sandra.
Kanaya mengembuskan napas lelah, tak berapa lama kemudian, perempuan itu pun tertidur dengan rasa sakit yang masih menghujam jantungnya.
Di tempat lain, di sebuah rumah besar milik Sandra dan Sean, kedua sepasang suami istri yang masih saling merindukan itu sedang bertaut bibir.
Sesaat setelah masuk kamar, mereka berdua sudah saling berciuman dan saling mencumbu. Sean menarik tengkuk Sandra untuk memperdalam ciumannya.
Tak selang berapa lama, mereka berdua memadu kasih di atas ranjang yang sudah hampir seminggu lebih tidak mereka pakai untuk saling memuaskan hasrat.
"Aku mencintaimu," bisik Sean di sela-sela kegiatannya.
"Aku juga mencintaimu, Se–an ...." Sandra memeluk tubuh Sean saat gelombang kenikmatan datang menghampirinya.t
***
Setelah puas bercinta berkali-kali dengan Sandra, Sean melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sedangkan Sandra masih tertidur karena kelelahan.
Model cantik itu kelelahan karena Sean berkali-kali menggempurnya tanpa jeda. Laki-laki itu benar-benar sangat hebat saat bermain di atas ranjang.
Sean keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang melekat pada tubuh kekarnya. Pria itu melangkah mendekati Sandra yang sudah terbangun dan menatapnya tak berkedip.
Perempuan cantik itu menelan saliva melihat tubuh Sean yang terlihat segar dan seksi.
"Kenapa Sayang? Apa kamu masih mau lagi? Kamu bermain sangat hebat hari ini." Ucapan Sean membuat wajah cantik Sandra memerah. Perempuan itu menyembunyikan wajah cantiknya ke dalam selimut karena merasa malu ketahuan oleh Sean kalau dia sangat menginginkan pria itu.
Sean membuka selimut dengan paksa, kemudian mengangkat tubuh istrinya ke kamar mandi.
"Kamu bersihkan tubuhmu dulu, setelah itu, kita akan mengulangi permainan kita sampai kamu puas sebelum aku berangkat ke Surabaya," bisik Sean, deru napasnya menggelitik daun telinga Sandra.
BERSAMBUNG ....