Devan Satria Chris dan Ayuni terpaksa menikah karena keduanya tidak mau membantah keinginan orang tuanya.
Ayuni yang bercadar membuat Devan sangat yakin jika gadis yang di pilihkan Mommy nya adalah gadis berwajah buruk rupa.
"Kak, aku harap kakak tidak menyentuh ku karena aku masih menstruasi"
"Siapa yang mau menyentuh mu? bahkan melihat mu saja aku sudah malas"
"Malas?, aku juga malas melihat wajah mu"
Ehk astaghfirullah.. Tuhan maafkan aku yang kurang ajar sama suami sendiri, habisnya dia juga tidak bisa menjaga lisan nya. batin Ayuni.
"Cih, memang wanita jadi-jadian, sudah ku duga cadar itu hanya penutup sifat buruk mu saja"
Aku yakin dia sangat jelek, pasti! batin Devan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nilam nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah sakit
Ayuni dan Devan pergi ke rumah sakit menjelang sore, dan saat ini keduanya baru sampai di rumah sakit.
"Kak" panggil Ayuni.
Radit kakak dari Ayuni melirik ke sumber suara, dan dia melihat adik bungsu nya yang baru datang.
"Kalian datang?" Radit nampak kaget.
Dia tau adiknya akan honeymoon karena itu ia tidak memberitahu Ayuni, dan itu juga adalah permainan Bunda nya.
"Kakak kenapa nggak kasih tahu aku" Ayuni mulai tidak bisa mengontrol emosi nya.
Merasa istrinya akan hilang kendali Devan langsung menenangkan sang istri dengan memeluk Ayuni.
"Jangan buat ayah sedih, tahan air mata mu setidaknya sampai kita di rumah" bisik Devan.
Ayuni langsung membaca istighfar beberapa kali, dia merasa untuk beberapa hari ini hatinya benar-benar kacau, padahal masalah yang selalu membebani pikiran nya sudah menghilang.
"Maaf, kakak tidak bermaksud untuk __" ucap Radit terhenti.
"Tidak kak, jangan minta maaf aku paham, maaf karena aku terlalu berlebihan" Ayuni mendekati kakak nya, dan memeluk Radit.
Kedua adik kakak itu berpelukan cukup lama, Devan yang melihat itu entah kenapa merasa gerah, dia merasa perasaan nya saat ini sangat kesal.
Apa ini? kenapa aku merasa kesal melihat kakak ipar ku memeluk istri ku, astaghfirullah.. apa yang aku pikirkan, dia kakak istri ku. batin Radit yang mencoba menyadarkan dirinya untuk tidak cemburu pada ipar nya.
"Apa bunda ada di dalam?" tanya Ayuni.
"Bunda pulang beberapa menit yang lalu, apa tidak bertemu?" tanya balik Radit.
Ayuni menggelengkan kepalanya, dia sangat merindukan bunda nya dan saat ini dia membutuhkan pelukan hangat wanita yang melahirkan nya.
"Kak, mau masuk?" tanya Ayuni sambil melirik suaminya.
Devan hanya mengangguk sebagai jawaban, Ayuni dan Devan akhirnya masuk ke dalam ruangan intensif Ayah Robert.
Sebelum masuk keduanya tak lupa memakai pakaian khusus yang di sediakan, mengingat kondisi Ayah Robert yang lemah setiap yang masuk pasti harus memakai pakaian yang di sediakan rumah sakit.
Ayuni dan Devan masuk, keduanya langsung melihat ayah Robert yang masih dalam keadaan terbaring lemah, sudah hampir dua hari ayah Robert di rawat dan sampai sekarang Ayah Robert belum membuka matanya.
"Assalamualaikum, Ayah.." panggil Ayuni.
Hening tak ada jawaban, tapi hal itu tidak membuat gadis bercadar itu putus asa dan masih ingin membuat Ayah nya mendengar nya.
"Yuni pulang ayah, Yuni akan menginap di rumah kita akan makan bersama-sama lagi, Ayah..bangun yuk, Yuni rindu Ayah" ucap Ayuni sambil menatap wajah bule sang Ayah.
Meski hampir kepala 6 hal itu tidak membuat ayah nya terlihat tua, Ayah Robert terlihat jauh lebih muda dari usianya dan hal itu yang membuat Ayah nya tak jarang mendapatkan godaan dari wanita-wanita cantik.
Tiba-tiba Ayuni merasa kehilangan keseimbangan nya, yang membuat nya langsung di tahan suaminya.
"Honey" Devan langsung reflek menahan tubuh istrinya.
"Aku mau baca Al Qur'an untuk Ayah" ucap Ayuni sambil membenarkan posisi nya, lalu Devan menarik kursi untuk sang istri.
Ayuni mengambil Al Qur'an yang dia bawa, lalu ia mulai mengaji dengan khusyuk, dia berharap dengan mengaji ayah nya bisa mendengar suaranya, dan mau secepatnya bangun dari tidurnya.
Suara lantunan ayat suci Al Qur'an benar-benar membuat Devan larut ke dalam nya, dia menatap sosok wanita yang sudah menjadi istri nya itu.
Sekarang aku tau kenapa Mommy dan Daddy sangat bersikeras untuk melanjutkan perjodohan ini, banyak sekali hal yang tersembunyi di balik cadar nya yang membuat aku semakin larut ke dalam rasa penasaran, dan tidak perduli seberapa banyak kesalahan di masa lalu nya, dia tetap Ayuni wanita yang Sholeha dan istri ku. batin Devan sambil tersenyum melihat istrinya yang masih mengaji.
Ayuni dan Devan menunggu sampai malam di rumah sakit, hingga menjelang jam 9 malam Willy dan Radit datang, keduanya akan mengganti Ayuni dan Devan untuk menjaga Ayah Robert.
Keduanya langsung pulang, tapi saat di tengah jalan Ayuni merasa ngiler saat melihat gerobak penjual sate, membuat nya menginginkan makanan kuliner itu.
"Berapa tusuk?" tanya Devan.
"160 tusuk" balas Ayuni.
Hah?
Devan melongo mendengar jawaban dari istrinya.
Yang benar saja, bahkan di film Suzanna saja sate nya 100 tusuk, ini 160 tusuk?.
"Apa tidak kebanyakan?" tanya Devan lagi.
Ayuni menggeleng kepalanya pelan.
"Nggak kok, itu pas buat semua orang di rumah, dan tolong mintakan masing-masing di bungkus dua puluh tusuk soalnya biar gampang bagiin nya" jelas Ayuni dan Devan kali ini hanya mangut-mangut karena dia salah mengartikan.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
Beberapa x sy menemukan penerapan cadar yg kyknya slh kaprah..
Ini edukasi dan debatable.. Mari kita Adu argumen yg fair.. Dari mana dasarnya?,apa alasannya?
Dan setelah menikah krn sdh mahramnya istri tdk "lepas" cadar??? Bahkan lepas pakaian pun gpp.. Ini kok msh di pke cadarnya ketika sdh di kamar bareng suami?
itu hanya obsesi
jadi devan bisa bantu kamu