(Cerita dewasa🌶️)
Kisah ini, berawal dari kejadian di mana Silvia di kepun dan buru oleh keluarga besar seorang ketua Mafia, lalu mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya....
Kemudian ia diberih kesempatan kedua untuk hidup kembali, merasuki tubuh seorang menantu yang tak diinginkan....
Mau tau kisah selanjutnya?
yuk...silahkan mampir.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon medusa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 19²
...(Siang harinya)...
...Mobil Silvia sedang berhenti di lampu merah. Silvia memanfatkan jam makan siang untuk pergi ke rumah sakit melakukan suntik KB, namun saat berada di lampu merah, mata biru laut Silvia tidak sengaja melihat mobil milik Tamara yang baru saja melintas di hadapannya. Ia terlihat buru-buru dan mencurigakan.......
"Mau kemana dia?" gumam Silvia bertanya pada dirinya sendiri.
...Tak lama, lampu merah berubah menjadi hijau, dan Silvia pun memutuskan untuk mengikuti arah pergi nya Tamara.......
...Mobil yang dikendarai oleh Silvia terus mengekori mobil Tamara menuju sebuah klinik terkenal, membuat Silvia semakin penasaran dan curiga.......
"Ini bukan hal biasa, Tamara apa yang sedang kamu rencanakan?" ucap Silvia menatap Tamara turun dari dalam mobil melalui jarak yang cukup jauh.
...Setelah Tamara masuk ke dalam klinik, Silvia pun bergegas masuk ke dalam perkarangan klinik, lalu memarkirkan mobil miliknya disana.......
...Silvia segera turun dari mobil, berjalan masuk menelusuri lorong klinik mencari keberadaan Tamara, namun ia tidak menemukannya, akhirnya Silvia memutuskan untuk bertanya kepada Perawat klinik yang sedang berjalan ke arahnya, dengan cara menyamar sebagai teman Tamara yang tak sengaja melihat keberadaan Tamara disini.......
"Nyonya Tamara sedang melakukan operasi Nona," jawab Perawat sambil berdiri di hadapan Silvia memegan buku berisi nama para pasien.
"Kira-kira operasi apa ya? kalau boleh tau," ucap Silvia mencoba mengorek informasi.
"Maaf, itu adalah informasi pasien, dan kami tidak bisa membocorkan nya, permisi." Perawat itu menolak untuk memberitahu dan pergi dari sana.
...Silvia mengepal kuat kedua tangannya, lalu mencoba memutar otak, ia sangat ingin tau tujuan dan operasi apa yang sedang dilakukan oleh Tamara.......
"Tidak ada cara lain," gumam Silvia bergegas pergi dari sana.
...Silvia masuk kembali ke dalam mobil miliknya dan mulai mencari detektif terkenal, dan menyewanya untuk menyelidiki Tamara secara diam-diam.......
...🔥🔥🔥🔥🔥...
...(Di mansion utama Antonio)...
...Semalam penuh Antonio tidak pulang ke mansion dengan alasan lembur di perusahaan, dan saat pagi hari nya tiba, Antonio pulang dengan penampilan acak-acakan terdapat beberapa cupan di lehernya, dan aroma parfum wanita di sekujur tubuh Antonio.......
"Dasar wanita jalang, dia sudah mendapatkan putraku, kini dia malah mengincar suamiku," gumam Devian menyalahkan Tamara.
...Deviana bangkit dari duduknya, lalu keluar dari dalam kamar dan pergi meninggalkan mansion. Mobil milik Devian terus melaju memasuki sebuah apartemen mewah, dan Deviana pun turun dari mobil dan berjalan masuk.......
Ting ... Tong.
...Deviana membunyikan bel pintu apartemen, menungu di depan pintu apartemen dengan sabar.......
Celklekkkk.
"Sayang," panggil Devian berhambur memeluk seorang pria muda setelah pintu apartemen tersebut terbuka.
"Hei tunggu dulu, bagaimana kalau ada yang melihat mu," ucap pria usia lebih muda dari Devian menatap sekitar depan apartemen dengan teliti.
"Tidak ada Sayang, ayo kita masuk," pinta Devian meraih wajah pria mudah itu, lalu mencium dan melumat bibirnya dengan rakus.
...Pria muda itu pun segera membawa Devian masuk tanpa melepaskan tautan bibir mereka, lalu menutup pintu apartemen. Kedua saling balas ciuman dengan panas berjalan masuk ke dalam kamar apartemen dan adengan panas pun dimulai.......
...🔥🔥🔥🔥🔥...
...(Di perusahaan Antonio)...
...Silvia sudah selesai mengerjakan berkas yang akan dipakai untuk meeting siang ini, lalu membawa nya ke ruangan Antonio.......
"Tuan, kita ada meeting di luar," ucap Silvia.
"Baik Sayang, ayo kita berangkat sekarang," ajak Antonio bangkit dari duduknya berjalan mendekati Silvia, lalu mengecup kepala Silvia dengan lembut.
...Silvia tersenyum malu, lalu mereka berdua berjalan beriringan menuju pintu lift dan masuk.......
...Drrrtttt ... Tiba-tiba ponsel Silvia berdering notifikasi pesan, dengan cepat Silvia membukanya.......
...Silvia langsung tersenyum bahagia melihat pesan itu. Ternyata yang mengirim pesan tersebut adalah detektif sewaan Silvia yang sudah mendapatkan semua bukti tentang operasi keperawanan yang di lakukan oleh Tamara.......
"Silvia yang mengirim pesan itu?" celetuk Antonio bertanya.
Silvia kemudian tersadar, lalu mendongak menatap Antonio."Apa kamu cemburu?" tanya Silvia.
...Antonio melangkah mendekati Silvia, lalu meraih rahan Silvia mengangkatnya keatas dengan jari telunjuknya, dan mengusap nya lembut dengan jari jempolnya.......
"Jangan bermain api Silviana, karna aku tidak akan segan menghabisi orang yang berani menggoda mu," bisik Antonio penuh penekanan.
"Cih! Kita hanya sebatas partner ranjang, jadi jangan mencoba mengancam ku atau mengunci ku layaknya istri mu Antonio," tegas Silvia mengibas tangan Antonio.
...Antonio tidak terima dengan ucapan Silvia yang mengatakan mereka hanya sekedar partner ranjang, Antonio segera mendorong tubuh mungil Silvia menabrak dinding lift, kemudian mencium dan melumat bibir Silvia hingga terluka.......
Ting!
...Pintu lift terbuka membuat Silvia terkejut dan mendorong Antonio menjauh secara paksa, lalu memperbaiki penampilan nya, kemudian berjalan keluar terlebih dahulu meningalkan Antonio di dalam lift.......
"Cih, kucing betinaku sangat galak," gumam Antonio mengusap sudut bibirnya yang ikut terluka akibat gigitan Silvia.
...Antonio ikut berjalan keluar dari dalam lift, menuju mobil yang sudah menungunya di depan pintu masuk perusahaan, lalu masuk.......
"Jalan," perintah Antonio dingin, kemudian mengulurkan tangan nya menyentuh salah satu paha Silvia yang sedang duduk di samping nya.
...Mobil yang mereka tumpangi bergerak meningalkan perusahaan menuju sebuah gedung mewah, dan berhenti disana.......
"Kita harus meeting, Tuan," ucap Silvia mengeser tangan Antonio, kemudian turun.
...Antonio menghela nafas berat, dan ikut turun dari dalam mobil, lalu mereka berjalan masuk ke dalam gedung.......
"Silvia," panggil suara wanita paru baya yang sangat familiar membuat Silvia menghentikan langka kakinya begitu pun dengan Antonio, diam-diam Silvia mengepalkan tangan dengan kuat.
"Kamu Silvia kan?" tanya wanita paru baya itu berjalan menghampiri Silvia dan Antonio.
"Salam Nyonya Esme," sapa Antonio mengulurkan tangan.
"Salam juga, Tuan Antonio," sambut Esme menjabat uluran tangan Antonio.
...Silvia pun memasan senyuman palsu, lalu menatap ke arah Esme.......
"Nyonya, maaf Anda siapa?" tanya Silvia menahan emosi yang mulai menyelimuti dirinya.
"Kenalkan, namaku Esme Aurelia, mantan mertua Silvia," jawab Esme tersenyum sambil menyodorkan tangan nya ke arah Silvia.
"Salam kenal juga Nyonya Esme, namaku Silviana, dan saya Asisten Tuan Antonio," sahut Silvia menjabat tangan Esme dengan jantung berdetak kencang akibat menahan emosi.
...Saat tangan mereka bersentuhan, tiba-tiba ingatan Silvia membawa nya kembali ke kejadian masa lalu, dimana Silvia yang tenga mengandung dua bulang ia di seret paksa oleh Pedro yang sedang mabuk masuk ke dalam kamar Pedro, dan hendak di rudapaksa. Nyonya Esme yang waktu itu melintas di depan pintu kamar Pedro, hanya menatap kelakuan Pedro dengan tatapan dingin, kemudian pergi meningalkan mereka.......
"Silviana," tegur Antonio menyentuh lembut bahu Silvia.
"Eh, maaf aku malah melamun," ucap Silvia tersadar, kemudian melepaskan jabatan tangan nya.
"Tidak apa-apa, maaf juga karna sudah mengira kamu adalah Silvia mantan menantuku," ujar Esme tersenyum samar.
"Kalau begitu kita masuk, sepertinya meeting sudah di mulai," ajak Antonio dan di balas dengan angukan dari Esme.
...Mereka pun berjalan beriringan masuk ke dalam aula meeting dan meeting pun dimulai. Selama meeting Silvia dengan susah payah mengontrol emosi nya, hingga 3 jam kemudian pun meeting selesai, dan Silvia pun ambruk tak sadarkan diri di dalam ruangan meeting.......
(Bersambung)