NovelToon NovelToon
Because Of You

Because Of You

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: aresss

21+
[Penuh dengan adegan dewasa yang explicit (jelas), pertengkaran, alkohol, kata-kata kasar, dan gaya hidup bebas]

Sebuah cinta segitiga yang menghadapkan Kenny Charlotte Cullen pada sebuah kisah yang penuh amarah, nafsu, cinta, tawa, dan tangis dengan dua pria yang benar-benar mencintainya dengan cara yang berbeda.

-Kau adalah kelemahanku-
~Scout Damian Sharp

-Aku bertahan karena tanpamu aku tidak tau bagaimana caranya hidup-
~Harry Julio Smith

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aresss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesalahan

Happy Reading dukungan untuk author berupa like dan koment, dann coment kamu di pihak siapa, Harry atau Scout.

***

Scout POV

Aku keluar dari mobil, sesaat setelah sampai di rumah dan hampir pukul sebelas malam. Sial, udara malam di musim gugur adalah yang terburuk. Aku menggerakkan kepalaku yang pegal. Aku senang akhirnya bisa pulang. Aku merindukan Kenny. Tidak ada yang istimewa, hanya saja, Kenny mengirimiku pesan beberapa kali menanyakan kabarku dan memberitahukan dirinya sudah memulai kelasnya. Aku sangat berharap itu menjadi terapi untuk jiwa dan hati Kenny.

Aku bahkan sudah membeli grand piano dan beberapa alat musik untuk Kenny karena aku benar-benar mendukungnya. Kuharap hal-hal kecil seperti ini meluluhkan hatinya. Teringat soal piano, di rumah ini dulu ada piano, namun aku menghancurkannya hanya untuk melihat kesedihan Kenny.

Itulah aku yang dulu,seorang monster. Sebenarnya sampai sekarang pun begitu. Dulu aku memperlakukan Kenny secara tidak adil, memaksakan segala kehendakku. Aku mengalami gangguan dalam mengatasi emosi sejak remaja. Aku dulu seorang pengacau.

Aku menyakiti Ken bukan tanpa alasan, ini semua berhubungan dengan kematian orang tuanya dan juga orangtuaku. Mengingat orang tua Kenny,membuatku darahku mendidih. Untung sifat ayahnya yang bren*sek dan ibunya yang congkak tidak menurun padanya. Tapi, itu adalah masa lalu. Yang berlalu biarlah berlalu agar bisa melangkah pada masa depan.

Aku masuk ke dalam rumah yang sepi. Apa Kenny sudah tidur? Aku sudah menaiki beberapa anak tangga, sebelum aku merasakan haus. Well... Aku memang rindu, namun tenggorokanku perlu minum.

Aku berjalan dengan riang, entahlah.. Badanku sangat ringan sekarang. Alat musik itu akan datang besok, aku sangat penasaran dengan wajah Kenny besok. Kuharap dia menyukainya. Saat di dapur, aku melihat Jenn duduk di bar dengan segelas anggur dan botolnya. Wajahnya yang putih sangat merah, menandakan dia sudah minum banyak.

"Hei..." ucapnya.

"Tak seharusnya seorang pasien mabuk-mabuk." ucapku acuh tak acuh seraya membuka lemari pendingan dan mengambil air mineral.

"Tenanglah, aku peminum yang hebat. Aku tidak mabuk."

Aku meneguk airku dan mengabaikannya.

"Beristirahatlah. Kau nampak menyedihkan minum sendirian di sini." ucapku setelah selesai dengan air mineralku.

"Menyedihkan?" dia tertawa kecil, "Sebenarnya, aku ingin mengajak Kenny minum juga, tetapi dia belum pulang." Apa? Aku menatapnya. Jenn selalu berbicara omong kosong. Jadi, aku tidak mau percaya.

"Tidurlah.." aku mulai melangkah menjauh dari dapur.

"Dia belum pulang, Scout. Biasanya, pukul delapan malam aku sudah mengolok-olot isterimu. Tapi,sampai sekarang tidak ada. Aku kesepian jadi kuputuskan minum dulu, menunggunya pulang."

Dia terkekeh senang. Aku memutar tubuhku padanya. Kami saling menatap dan dia meneguk anggurnya tanpa melepas tatapannya.

"Scout yang malang..." Sial. Dia memprovokasiku. Selalu. Dan selalu. Itu membuatku marah. Jantungku berdetak kencang secara tiba-tiba. Ida berhasil memprovokasiku.

"Seluruh dunia tau di mana isterimu sekarang, Scout."

"Persetan, Jenn....." Aku melangkah keluar dari dapur, membuka ponselku dan menyadari itu kumatikan sedari penerbangan enam jam lalu. Sial. Aku menyalakannya seraya berlari menaiki tangga menuju kamar.

Jantungku berpacu cepat. Sial. Ken dan Harry? Aku membuka kamar dan mendapati kamar itu kosong. Sial. Sial. Aku melihat ponselku dan mendapati pesan dari anak buahku. Dia di apartemen Harry.

Br*engsek. Astaga.. Ken? Apa-apaan? Kurang ajar.. Aku ingin mengumpat apa pun sekarang. Sialan Ken. Sialan juga untuk Sarah yang mengiyakannya. Aku menghubungi Ken dan berjalan keluar menuju bawah. Ken tidak mengangkat ponselnya. Adrenalinku berpacu dengan hebat sekarang

Apakah sudah terjadi? Apakah dia dan Harry sudah.... Sial, aku tidak sanggup membayangkannya. Saat berjalan ke bawah, aku menatap Jenn dan mengatakan sesuatu, namun kuhiraukan.

Tepat saat aku masuk ke dalam mobil, Kenny menerima panggilanku. Sial Ken..

"Di mana kau?" aku menggeram marah dan menahan diriku untuk tidak berteriak. Aku harus berpikir rasional.

"Bisakah kau menelpon nanti, aku sibuk dengan Kenny sekarang...." itu suara pria. Harry. Sial. Aku kehilangan kata-kata. Mataku nanar oleh kemarahan dan kekecewaan. Seketika seluruh duniaku serasa aneh. Aku merasakan sakit luar biasa. Seluruh inderaku seolah tidak berfungsi. Ken... Badanku seolah mengambang bak mayat, aku mengingat kembali saat-saat bahagiaku dengan Ken, kupikir... Kupikir aku bisa memulainya. Tanpa sadar, aku meneteskan air mataku. Air mata untuk seorang penghianat.

Ken.. Lihat, kau membuat b*jingan sepertiku menangis. Sial.Sial.... Aku memukul setirku. Aku segera menyadarkan diri dan menyalakan mesim mobil dan memacunya dengan kecepatan tinggi. Persetan. Ken milikku, milikku seorang. Jika dia tidak mau maka satu-satunya cara adalah merampasnya dengan paksa.

***

Harry POV

"Apa yang kau lakukan!" Kenny marah karena aku menerima panggilan dari Scout dan mematikannya secara sepihak. Andai si sialan tu tidak menginterupsi kami, mungkin Ken akan berada di pelukanku sekarang. Sialan. Ini yang kutakuti, melihat Ken berpihak pada Scout.

"Jangan hubungi dia Ken..."

"Sialan Harry... Bukan begini caranya. Berikan ponselku." dia berusaha meraih tangan kiriku yang kuangkat ke atas, tempat ponselnua berada.

"Berhenti. Berhentilah..." geramku.

"Persetan... aku akan pulang." Kenny melangkah tergesa-gesa meninggalkanku dan segera aku memegang tungkai tangannya dengan kuat.

"Jangan pulang. Kumohon. Bukankah kau merindukanku?" aku setengah memohon sekarang. Dia menatapku terkejut.

"Harry.. Please... Ada beberapa hal yang tidak bisa kita paksakan. Scout secara hukum adalah suamiku, dan bagaimanapun ini salah." aku marah dan sakit hati. Jangan membelanya... Kumohon.

Aku segera bersimpu di depan Kenny. Aku memeluk kakinya dan menanamkan kepalaku pada perutnya. Tindakanku sekarang murni karena perasaanku yang rapuh. Aku takut. Aku benar-benar takut bahwa dia akan meninggalkanku lagi. Aku tidak mau lagi. Aku tidak mau kembali ke lobang kesedihan itu. Itu menyakiti selama lebih dua tahun belakangan ini. Aku benar-benar tidak mau lagi kembali ke keadaan itu.

"Harry!!!!" Kenny berteriak dan berusaha melepaskan pelukanku, namun aku tidak mau.Aku menatapnya dari bawah. Dia cantik. Dia selalu cantik. Saat bingung, marah, sedih, ceria, dan segala tentangnya tetap membuat dia cantik, berkilauan, dan bersinar bagiku.. Dia yang kuinginkan melebihi apa pun di dunia ini.

"Aku mencintaimu Kenn.. Aku mencintaimu melebihi apa pun yang ada di dunia ini. Aku tidak tau bagaimana caranya hidup jika tidak bersamamu. Kumohon, mari kita kembali seperti sedia kala, aku akan memberikan seluruh hidupku padamu Ken. Aku akan membahagiakanmu. Aku bersumpah dengan segenap hidupku. Aku tidak mau kembali ke lobang saat aku kehilanganmu lagi karena aku tidak akan sanggup, tidak akan pernah sanggup lagi..." aku memohon dan sepanjang ucapanku, air mataku menetes. Aku mencintainya. Aku tidak mau kehilangannya lagi. Aku tidak mau. Dia segalanya untukku.Kenny..... Kumohon... Kumohon, hiduplah denganku.

*****

Lolita menatap pintu apartemen Harry. Sudah dua jam lebih sejak kedatangan Kenny ke sini. Apakah sudah terjadi? Tentu saja sudah terjadi. Lelaki dan wanita dewasa di satu ruangan yang sama, tentu saja ada yang terjadi dan kita semua tahu apa yang mereka lakukan.Harry pasti senang. Tak apa, hanya semalam,setelah itu Kenny akan memperjelas semuanya. Dia sudah berjanji bukan?

Lolita berpegang pada gagang pintu itu dan menarik napas dengan sekuat tenaga. Dia sakit hati. Ini sebenarnya sangat sakit walau dia berusaha tegar. Saat kau mengetahui orang yang kau cintai bersama yang lain.

Lolita menyadari air matanya jatuh tanpa di undang. Yah ampun... Ini sangat sakit. Ini benar-benar sakit. Sial.Sial. Lolita mengumpat dalam hatinya dan memukul-mukul dadanya, berharap rasa sesak itu hilang. Namun, yang ada malah semakin sakit dan sakit.

Lolita menahan isaknya. Menggigit bibirnya dengan keras. Dia menarik napas dengan kasar, menghapus air matanya, dan menegakkan punggungnya. Kenny akan menyelesaikan apa pun antara mereka. Hanya semalam. Tak apa,dia harus tegar. Semua akan indah padanya waktunya.

Lolita melangkah menjauh dari apartemen itu dan masuk ke dalam lift. Setelah di lantai bawah, dia berjalan keluar dan betapa terkejutnya dia menatap seseorang yang tidak asing baginya keluar dari mobil. Itu suami Kenny. Sial. Bisakah ini menjadi lebih buruk lagi?

Lalu mata mereka bertemu pandang. Lolita merasakan aura gelap memancar dari pria itu. Mata dan wajah memerah oleh amarah. Pria itu melangkah mendekat padanya. Dan lolita berpikir bahwa bukan hanya dia yang tersakiti di sini. Sebuah ironi. Hanya karena seorang wanita, hanya karena Kenny, banyak yang tersakiti di sini.

"Berikan pass lift sialan itu,” geram pria itu pada Lolita. Sejenak Lolita menatap pria itu. Yah ampun... Dia juga menangis dari warna bola matanya. Sialan Kenny. Dia benar-benar wanita b*rengsek. Akan tetapi, Lolita sadar. Ini kesalahannyaa. Sejak awal, ini adalah rencananya. Persetan. Dia tidak peduli konsekuensi jika dia memberitahu pass lift itu.

"Hay, suami Kenny.." Ucap Lolita riang.

"Persetan.... Berikan pass liftnya, sialan..."

Lolita tertawa miris dalam hatinya. Yang terjadi biarlah terjadi.

"223345, lantai 17 kamar 278 dengan kunci kamar 1090." ucap Lolita lengkap. Setelah itu, pria itu segera bergegas meninggalkan Lolita.

Tungkai kaki Lolita seolah kehilangan kekuatannya dan segera terjatuh di lantai basement. Dia menangis lagi dan membayangkan apa yang dia lakukan tadi apakah benar atau tidak?

***

Apakah ini akan jadi puncaknya? wkwkw? Apakah ini akan jadi endinngnya? wkwkkw

MrsFox

1
Reni
Thank you beb, ini keren 👍❤❤
Aini fitri
Bagus sekali, seruuu, bikin terharu
la_vG
luar biasa
Aura Bahagia
karyanya selalu terbaik
Aura Bahagia
lope sekebon
Luh Somenasih
ikut berkeringat thor
Luh Somenasih
jenni sinting
Lusi Amelia
PLISSSS KAK. Aku baru banget tau karya mrs Foxyyyyy. Skh author nulisnya di PF mana yaah? Plissss kasih tauuu. Suka banget sama ke 4 ceritanyaa! 🥹
LittleLie
masih penasaran isi kotak silver ini kaka foxxyyy 😭😭😭
LittleLie
Luar biasa
Syarie Zulkarnaini
keren pakek banget 👍😘
Syarie Zulkarnaini
Thor cerita novel yang THE ONLY ONE .. kenapa gak di tulis d sini aja . masih penasaran Thor . plis 😭
Lusi Amelia: Kakk, author Foxy skg nulis di mana ya?
total 1 replies
bunga cinta
bisa bisa
bunga cinta
membara
bunga cinta
wes mboh lah, karepmu dewe
bunga cinta
seru
bunga cinta
jungkir balik
bunga cinta
sakitnya baru terasa
bunga cinta
sediiiihhhh, cinta datang terlambat
bunga cinta
apa yang akan terjadi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!