NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Aliansi Pernikahan / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Wanita Karir
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Desty Cynthia

"Lepasin...sakit tahu!!!"
Teriak seorang gadis yang di seret paksa oleh seorang pria tampan namun bringas.
Arabella Jenevile Dirgantara terjebak atas kecerobohannya sendiri.
Dia tak sengaja melihat hal yang seharusnya tak dia lihat.

"Jangan coba coba lari dariku gadis nakal. Nyawamu ditanganku!" Seringai pria bernama Dariush Cassano.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Cynthia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sean ~ Natasha

"Wohooo... I'm coming." Teriak Sean dari luar pintu pesawat.

Bella tidak bisa ikut menjemput karena keadaannya yang lemah. Tentunya Dariush pun tak bisa, ia harus menemani istrinya di rumah. Hanya Fabio dan Natasha yang menjemputnya.

"Ayo, Arabella sudah menunggu mu." Ucap Natasha datar.

"Jadi kamu_"

"Natasha, sahabatnya Arabella." Jawab Natasha dengan menyodorkan tangannya.

Sean bukannya bersalaman justru ia memeluk Natasha. "Astaga! Kamu ap_" Natasha di bungkam oleh jemari Sean.

"Ssst nona cantik, di negaraku menyapa wanita cantik sepertimu memang seperti ini. Tidak perlu kaget. Ayo! Aku ingin bertemu kakak ku!" Sahut Sean dengan wajah tanpa doa berjalan melewati Natasha.

Fabio mengulum senyumnya menahan tawanya. Ia membawa koper Sean ke dalam mobil, di ikuti Natasha yang menggerutu karena ulah Sean.

-

-

-

Wanita yang tengah hamil muda ini bersama suaminya, menyambut kedatangan adik iparnya di rumahnya. Dengan malas, Dave pun ikut menyambutnya.

"Silahkan masuk, ayo kita makan malam. Pasti kamu kelelahan." Ucap Lorraine dengan ramah pada Sean.

"Hehehe betul mom. Ayo." Sean dengan seenak jidat merangkul Lorraine begitu saja sampai ke meja makan.

Dave benar benar jengkel di buatnya. Setelah Dariush, kini ia harus berhadapan dengan Sean. "Tenangkan dirimu, dad. Sean merindukan kehangatan seorang ibu." Tutur Dariush pada Dave.

Juga, dengan Bella yang tertawa kecil menertawakan daddy-nya. Mereka pun makan malam bersama, tentunya bersama Natasha dan Fabio juga.

Candaan konyol sesekali keluar dari mulut Sean yang ceplas ceplos pada Natasha. Namun wanita yang kini di incar Sean sepertinya jengkel akan kelakuannya. Sedari tadi Natasha hanya tersenyum kikuk mendengarnya.

Selesai makan malam, Natasha berpamitan pada Bella dan keluarganya. Namun Sean bersikeras ingin mengantar Natasha pulang.

"Kau tidak tahu jalan, Sean!" Ucap Dariush datar.

"Ada pak Roni, aman." Sahut Bella.

Natasha semakin kikuk dibuatnya. Dengan terpaksa ia menerima tawaran Sean. "Ii-iya aku mau diantar." Ucapnya.

Bella tersenyum manis mendengarnya, sepertinya rencananya berhasil. Sean sudah mulai menyukai Natasha.

"Kalian cocok semoga berjodoh." Ucap Lorraine dengan lembut.

"Hmm of course mom, dia tipeku. Cantik dan...s*ksi." Celetuk Sean dengan polosnya dan duluan masuk ke dalam mobil.

GLEG

Sontak Natasha kaget bukan main, ia tak habis pikir jika Sean akan mengatakan hal konyol itu. Bella memberitahukan jika sifat Sean seperti itu, tapi sebetulnya Sean anak yang baik. Sejak orang tua Dariush dan Sean meninggal, Sean jadi kehilangan arah.

"Tolong di maklum." Kata Bella dengan memohon pada Natasha.

"Iya bel, aku mengerti. Aku pamit yah, kamu istirahat dulu jangan bekerja biar nanti butik aku yang urus." Sahut Natasha.

Bella menganggukan kepalanya. Kedua wanita ini berpelukan hangat. Dan Natasha menyusul Sean ke dalam mobil.

"Semoga Sean bisa memperlakukan Natasha dengan baik." Ucap Bella dengan nada khawatir.

"Hmm, jika Sean macam macam pada sahabatmu, aku yang akan meng-eksekusinya, babe." Jawab Dariush sambil merangkul istrinya masuk ke dalam.

-

-

-

"Unit mu dimana nona?" Tanya Sean.

Kini Sean sudah berada di gedung apartment tempat tinggal Natasha. "Ini sudah malam, Sean. Ada di lantai sepuluh tidak terlalu atas. Terima kasih yah." Jawab Natasha dengan malas.

"Ayo, aku antar. Aku harus memastikan kamu aman sampai ke sana." Tangan Sean langsung menggenggam erat jemari Natasha begitu saja.

Sontak Natasha di buat terkejut lagi. Baru beberapa jam mereka bertemu, tapi Sean sudah menunjukkan sikap seorang gentle man di depannya. Berbeda dengan Dylan yang selalu cuek padanya.

Seketika Natasha tersihir detik itu juga, ia membiarkan Sean menggenggamnya sampai ke apartment-nya. Saat masuk ke dalam, Natasha pergi ke dapur untuk membuatkan minuman hangat.

Sedangkan Sean berjalan mengelilingi ruangan ini. Ia melihat beberapa photo Natasha dan Bella. Lalu ada satu photo yang membuat hati Sean berdesir detik itu juga.

Yah! Photo Natasha saat masih kecil, dengan senyum gingsulnya yang manis membuat hati Sean berdebar. Ini gila! Baru beberapa jam mereka bertemu, tapi Sean seolah sudah menemukan pelabuhan terakhirnya.

"Silahkan di minum dulu, ini teh camomile. Kesukaan ku." Ucap Natasha.

Sean membalikkan tubuhnya dan berjalan mendekati Natasha lalu duduk di sampingnya. Ia meminumnya dan menatap lekat Natasha.

"Terima kasih, minumannya enak sekali dan menghangatkan tubuh." Ucap Sean basa basi.

"Sama sama. Eum_" Natasha jadi salah tingkah, ia tidak tahu harus memulai obrolan dari mana.

"Natasha." Panggil Sean.

"Hmm iya, kenapa?" Jawab Natasha.

Tanpa pikir panjang Sean dengan berani mencium bibir Natasha. Sontak wanita yang di ciumnya tersentak dan bola matanya hampir keluar.

Sean mendekatkan wajahnya pada Natasha setelah ia mengecup bibir Natasha. "Kamu cantik." Ucap Sean lembut sambil mengelus leher Natasha dengan ibu jarinya.

Tubuh Natasha seakan di paku di tempat. Ia masih mencerna semua ini. Sean benar benar gila!

Sean mengikis jaraknya lagi lalu mencium Natasha lagi, kali ini pagutan itu semakin dalam. Natasha membalasnya dengan memejamkan matanya. Mungkin dengan cari ini ia bisa sejenak melupakan Dylan.

Tangan Sean semakin merapatkan tubuhnya pada Natasha. Keduanya saling mengecap dan menyesap lebih dalam. Bahkan tangan Natasha sudah mencengkram kerah kemeja Sean.

Natasha melepaskan dirinya dan mendorong dada bidang Sean. "Cukup! Kita baru kenal, aku tidak tahu dirimu seperti apa." Lirih Natasha.

Sean tersenyum hangat, pertama kalinya Sean seperti ini. "Kita jalani ini bersama dan kamu tidak akan bisa menolak ku, Natasha." Ucap Sean dengan suaranya yang serak.

"Kita baru kenal beberapa jam, Sean."

"Hmm, tapi kamu sudah terpesona dengan ku kan?" Jawab Sean tak mau kalah.

Kali ini tindakan Sean lebih gila lagi, ia menindih Natasha di atas sofa panjang itu. Natasha juga tak menolaknya, kedua tangannya mengalung ke leher Sean.

BRAK

"NATASHA..."

Sontak yang di panggil pun menoleh, begitu juga Sean. Dengan posisi keduanya yang sangat intim, membuat sang pemanggil murka.

"Dylan, kamu_"

"Apa apaan kalian hah?" Sentak Dylan pada Natasha dan Sean.

Sean dan Natasha berdiri, tangan Sean membawa Natasha ke belakang punggungnya. "Anda siapa? Seenaknya masuk ke rumah kekasihku." Ucap Sean dengan tatapan mautnya.

"Dia Dylan, masih sahabat ku dan Bella." Ucap Natasha berbisik ke telinga Sean.

Tangan Sean memeluk pinggang Natasha dengan erat di hadapan Dylan.

"Cuih... Dasar wanita murahan! Baru saja beberapa hari yang lalu kamu bercinta dengan ku, sekarang sudah membawa pria lain kesini. Baiklah! Selamat bersenang senang." Seringai Dylan dengan dada yang bergemuruh. Ia pun pergi dari hadapan mereka.

Natasha terduduk lemas hatinya seperti di hantam batu saat mendengar cemoohan dari Dylan. Air matanya mengalir deras. Mata Sean menatapnya lekat, ia duduk di sebelah Natasha dan memeluknya.

"Persetan dengan semua omongan pria brengsek tadi. Aku percaya padamu, Nat. Lihat aku! Mulai sekarang aku yang jadi pelindungmu." Ucap Sean dengan mengecup pucuk kepala Natasha.

Kepala Natasha mendongak melihat ketulusan dari mata Sean. Ia mengangguk lemah dan tangisannya semakin menjadi di pelukan Sean.

"Aku pusing." Lirih Natasha.

"Kita tidur yah, besok pagi aku pulang."

Sean membawa Natasha ke kamar, ia merebahkan Natasha di tempat tidur. Keduanya terlelap bersama malam itu tanpa ada pembicaraan lagi. Natasha tak menampik, meskipun belum 24 jam mengenal Sean, tapi ia menemukan kehangatan dan kenyamanan yang Sean berikan.

1
Vivi Alfia Dewi
next Thor di tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!