NovelToon NovelToon
Sistem Sultan Tanpa Batas

Sistem Sultan Tanpa Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Action / Bullying dan Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Sistem / Cintapertama
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Eido

Dion Arvion, siswa kelas tiga SMA yang kurus dan pendek, menjalani hari-harinya sebagai korban penindasan.

Diperas, dihina, dan dipaksa menyerahkan uangnya oleh teman-teman sekelas, Dion hidup dalam ketakutan dan keputusasaan tanpa jalan keluar.

Hingga suatu hari, saat hatinya hampir hancur, sebuah suara terdengar di dalam benaknya, sebuah layar hologram muncul di hadapannya.

[Sistem Sultan Tanpa Batas berhasil diaktifkan]

Sejak saat itu, hidup Dion berubah drastis. Dengan bantuan sistem misterius, ia tidak hanya menjadi semakin kuat, tetapi juga berubah menjadi crazy rich dalam waktu singkat.

Uang, kekuatan, dan pengaruh, semuanya berada dalam genggamannya. Kini, Dion bukan lagi korban.

Dengan senyum dingin dan kekuatan sistem di sisinya, ia bersiap membalas semua penghinaan, menghancurkan para penindas, dan menginjak dunia yang pernah merendahkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eido, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: HIDUP BISA SEBAHAGIA INI

‘Fungsi ketiga…’ gumam Dion di dalam hatinya, tatapannya tetap tenang, namun denyut di dadanya sedikit menguat.

‘Aktifkan segera, Sistem.’

Ding.

[Fungsi Ketiga telah diaktifkan.]

[Fungsi Ketiga: Link (Hubungan), Evaluate (Menilai), Shop (Toko)]

Dion sedikit terkejut.

‘Tiga efek sekaligus…’

Cahaya hologram emas melayang tenang di hadapannya. Dion membaca perlahan, menyerap setiap baris seakan tak ingin melewatkan satu detail pun.

[Penjelasan Link (Hubungan): Anda dapat meningkatkan Atribut seseorang yang memiliki hubungan setia dengan Anda, peningkatan 1 Atribut membutuhkan 10 poin Atribut, perlu di ingat hanya hubungan dengan tingkat di atas 60% yang dapat ditingkatkan.]

‘Bisa… meningkatkan atribut orang lain?’

Mata Dion sedikit menyipit. Untuk pertama kalinya sejak Sistem muncul, ia melihat kemungkinan yang jauh lebih besar daripada sekadar memperkuat dirinya sendiri.

Ia melanjutkan membaca.

[Penjelasan Evaluate (Menilai): Anda dapat melihat Atribut individu yang memiliki hubungan dengan Anda, dan juga mereka yang memiliki rasa permusuhan terhadap Anda.]

‘Melihat atribut orang lain…’

Dion menahan napas sejenak. Di dunia seperti SMA Cahaya Senja, tempat kekuatan menentukan segalanya, fitur ini lebih berbahaya daripada yang terlihat.

Terakhir, ia membaca penjelasan ketiga.

[Penjelasan Shop (Toko): Anda dapat menggunakan Toko untuk membeli Keterampilan bagi diri sendiri, dan bagi individu yang memiliki Hubungan di atas 80% dengan Anda.]

‘Ini dia…’ Hatinya bergetar ringan. ‘Keterampilan. Inilah yang selama ini kutunggu.’

Selama ini ia hanya mengandalkan atribut mentah, kecepatan, kekuatan, pertahanan. Ia menang karena angka, bukan karena teknik. Sekarang… celah itu akhirnya tertutup.

“Dion…” Suara lirih Barra membuyarkan lamunannya.

“Kalau kamu tidak mau… tidak apa-apa,” ucap Barra ragu, seolah takut permintaannya terlalu berat.

Dion menoleh. Tatapannya tetap datar, namun kali ini ada sesuatu yang berbeda, ketegasan yang tenang.

“Aku akan membantumu,” katanya singkat. “Membuatmu menjadi kuat. Dan membantu orang-orang yang lemah.”

Mata Barra membelalak. “Te-terima kasih, Dion!!” ucapnya penuh haru.

Nada suaranya bergetar, seperti seseorang yang akhirnya melihat jalan keluar dari lorong gelap yang terlalu lama ia lalui.

Dion tidak menjawab. Ia hanya mengangguk kecil. Di dalam benaknya, ia memberi perintah lain.

‘Sistem, aktifkan Evaluate pada Barra.’

Ding.

[Nama: Barra Swargantara]

[Usia: 17 Tahun]

[Kekuatan: 3]

[Kecepatan: 2]

[Pertahanan: 2]

[Stamina: 5]

[Keterampilan: Tidak Ada]

‘Staminanya cukup tinggi…’ Dion sedikit terkejut, ‘Bahkan lebih baik dari diriku saat diawal.’

Ia mengamati angka-angka itu dengan kepala dingin. Barra lemah secara fisik, tapi tubuhnya terbiasa bertahan, lari, menghindar, menahan rasa sakit. Itu bukan bakat mencolok, tapi fondasi yang bagus.

Dion berdiri dari kursinya.

“Kalau begitu aku kembali ke kelas,” ucapnya datar, “pelajaran sebentar lagi dimulai.”

Ia menoleh sebentar ke arah Barra.

“Dan kamu… segera pulang. Pergi ke rumah sakit.”

“Baik!” jawab Barra cepat, kali ini dengan senyum yang lebih hidup dari sebelumnya.

Dion melangkah menuju pintu Uks. Ia melewati tubuh Rangga yang masih tergeletak pingsan di lantai, wajahnya rusak, napasnya berat, tanpa melirik sedikit pun.

Di belakangnya, Barra perlahan duduk, bersiap untuk pulang. Di dadanya, ada rasa sakit, tapi juga sesuatu yang baru.

Harapan.

Sementara Dion melangkah keluar dari ruang UKS, pikirannya sudah bergerak lebih jauh. Dengan Link, Evaluate, dan Shop, ia tidak lagi hanya sendirian.

Ia mulai membangun sesuatu. Dan SMA Cahaya Senja, perlahan akan berubah.

.....

Sore hari merambat pelan di taman kota.

Dion berbaring di atas rumput yang masih menyimpan sisa hangat matahari, kedua tangannya disilangkan di bawah kepala.

Di atasnya, langit berwarna oranye keemasan, awan tipis berarak perlahan seolah ikut menenangkan pikirannya. Suasana damai kontras dengan hiruk-pikuk sekolah, dan pertarungan yang baru saja ia lewati.

“Sistem,” ucap Dion pelan, matanya menatap langit, “buka fungsi ketiga. Shop.”

Seketika, cahaya keemasan muncul di udara. Sebuah hologram emas terbentang di hadapannya, berkilau lembut seperti sinar senja yang dipadatkan.

Di layar itu, tertera sebuah daftar.

[Peringkat Keterampilan: Rank F, Rank E, Rank D, Rank C, Rank B, Rank A, Rank S.]

“Rank F… sampai Rank S,” gumam Dion, alisnya terangkat. “Lengkap sekali.”

Ia menggerakkan jarinya, menyentuh peringkat paling bawah.

[Rank F.]

Tampilan berubah.

Berbagai nama keterampilan berderet rapi, Boxing, Kick Boxing, Muay Thai, Judo, Capoeira, bahkan Silat. Seni bela diri dari berbagai belahan dunia, semua tersedia dalam satu tempat.

“Banyak sekali…” ucap Dion tanpa sadar, suaranya dipenuhi antusiasme.

Pandangan matanya berhenti pada satu nama.

[Boxing.]

Ia menyentuhnya. Layar kembali berubah, menampilkan penjelasan detail.

[Boxing (Rank F)]

[Penjelasan: Anda dapat menguasai seni bela diri Boxing, setara master yang telah berlatih selama 10 tahun.]

[Harga: 1000 Poin Shop]

“Menguasai Boxing…” Dion menelan ludah.

“Setara master sepuluh tahun latihan?!”

Dadanya bergetar pelan. Hanya Rank F saja sudah sejauh ini, ia tak bisa membayangkan seberapa mengerikannya Rank yang lebih tinggi.

“Sistem,” katanya cepat, “bagaimana caraku mendapatkan Poin Shop?”

Ding.

[Untuk mendapatkan 1 Poin Shop, Anda perlu menghabiskan 500 rupiah.]

“Apa…?” Dion membelalak. “Lima ratus rupiah untuk satu poin?!”

Ia segera menghitung di kepalanya.

“Seribu Poin Shop berarti…”

“Lima ratus ribu rupiah…”

Angin sore berembus, namun Dion merasa dadanya sedikit sesak.

“Setengah juta,” desahnya. “Hanya untuk satu keterampilan Rank F…”

Beberapa detik ia terdiam, menatap langit yang mulai meredup. Lalu ia menarik napas panjang.

“Tenang… tenang,” katanya pada dirinya sendiri. “Untuk menjadi lebih kuat, memang selalu ada harga yang harus dibayar.”

Ia memantapkan hati.

“Sistem,” ucapnya tegas. “Tukarkan 1000 Poin Shop.”

Ding.

[500.000 rupiah telah ditukarkan.]

[1000 Poin Shop berhasil diperoleh.]

Di sudut hologram, angka saldo bank sistemnya turun drastis.

“Tidak… uangku!!” Dion mendesah lirih, ekspresinya mendadak sendu.

Namun sebelum kesedihan itu benar-benar menetap.

Ding.

Hologram berkilau lebih terang.

[Anda telah menghabiskan lebih dari 200.000 rupiah.]

[Fungsi Saldo naik ke Level 5.]

[Saldo Level 5: Mendapatkan 100 rupiah per detik. ]

[Saldo tersimpan otomatis di bank sistem.]

Dion terdiam.

Belum sempat mencerna.

Ding.

[Selamat! Fungsi pertama Saldo telah mencapai Level 5.]

[Bonus Fungsi Pertama telah diberikan.]

[Fungsi Bonus: Cashback]

Layar menampilkan penjelasan baru.

[Penjelasan Cashback: Setiap uang yang anda habiskan, akan mengembalikan 50% dari jumlah yang digunakan.]

“Cashback…?” Dion bergumam. “Lima puluh persen…?”

Matanya melebar.

“Kalau aku menghabiskan seratus ribu…”

“aku dapat kembali lima puluh ribu?!”

Jantungnya berdegup keras.

“Sistem…” ucapnya penuh emosi. “Kau benar-benar Keberuntungan ku!!"

Ia tertawa kecil, lalu makin keras.

“Dengan ini… aku tidak perlu takut menghabiskan uang lagi!"

Namun kejutan belum berhenti.

Ding.

Ding.

[Anda telah menghabiskan lebih dari 500.000 rupiah.]

[Fungsi Saldo naik ke Level 7.]

[Fungsi Saldo Level 7: Anda otomatis mendapatkan 300 rupiah per detik.]

Dion terdiam sesaat, lalu...

“Hahaha!!”

Tawanya pecah, menggema di taman yang mulai sepi.

“Ini luar biasa!” serunya, hampir bangkit dari rebahannya. “Aku tidak pernah tahu… hidup bisa sebahagia ini!!”

Langit senja perlahan berubah ungu gelap. Lampu taman menyala satu per satu, dan di bawah cahaya itu. Dion tersenyum lebar, bukan sebagai korban penindasan lagi. Melainkan sebagai seseorang, yang sedang membangun masa depannya dengan tangannya sendiri.

1
iky__
I keep reading
iky__
up trus thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!