Namaku Khoirunnisa, aku anak dari sepasang suami istri yang sholeh dan merupakan ustad dan ustadzah. namun aku bukanlah seorang wanita yang sholehah. aku selalu membuka auratku jika bepergian. aku tak mendengarkan nasihat kedua orang tuaku. hingga malam kelam itu terjadi. aku di nodai oleh orang yang tidak ku kenal. sejak saat itu aku memilih untuk menutup auratku dan tinggal di pesantren sambil meneruskan kuliahku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Syukuran
Sesuai rencana, malam ini di kediaman Pak Ahmad di adakan syukuran. yang hadir tidak terlalu banyak. karena memang Pak Ahmad tidak mengundang banyak orang. hanya jama'ah pengajian sekaligus teman-teman Bu Siti, saudara, dan tetangga. namun Iqbal juga berada disana karena Pak Ahmad yang mengajaknya. tadinya Pak Ahmad juga akan mengundang santri di pesantren. tapi karena mereka masih pelajar, jadi Pak Ahmad takut jika akan mengganggu waktu belajar mereka.
Terlihat semuanya duduk di karpet yang sudah di sediakan. syukuran yang di lakukan ini bukan syukuran biasa yang hanya do'a bersama lalu makan bersama. namun ada serangkaian acaranya seperti pengajian. ada pembawa acara, ada yang melantunkan ayat suci Al_Quran, dan ada yang mengisi tausiah sekaligus doa bersama. setelah selesai, baru mereka makan bersama.
"Silahkan Nak Iqbal ambil yang banyak." ucap Pak Ahmad saat melihat Iqbal sedang mengambil makan di meja yang sudah di susun seperti prasmanan.
"Ini juga sudah banyak, Ustad." jawab Iqbal sambil memperlihatkan piring yang sedang dia pegang.
"Aku baru tahu jika ada Iqbal disini." ucap Alvin yang kini sedang berdiri tak jauh dari mereka berdua.
"Nak Alvin kenal Iqbal juga?" Pak Ahmad bertanya kepada menantunya.
"Iya tahu, dia itu guru ngajiku." jawab Alvin
Jadi yang selama ini ngajarin Mas Alvin itu Kak Iqbal, pantas saja sekarang Mas Alvin sudah lancar ngajinya." batin Nisa yang saat ini sedang berdiri di samping suaminya.
"Terima kasih Kak Iqbal, berkat ajaran Kak Iqbal, Mas Alvin jadi pintar mengaji." ucap Nisa
"Sama-sama, itu sudah kewajiban saya." jawab Iqbal
"Sudah, jangan di tanya dulu Nak Iqbalnya. nanti malah tidak jadi makan." ucap Pak Ahmad
"Tidak apa-apa kok Ustad." jawab Iqbal
"Ya sudah kami permisi dulu." ucap Alvin berpamitan lalu dia pergi dari hadapan mereka dengan menggandeng Istrinya.
Iqbal masih menatap Alvin dan Nisa.
Beruntung sekali Mas Alvin menikah dengan Nisa."batin Iqbal sambil menatap mereka yang semakin menjauh.
Saat ini semua tamu undangan sudah pulang. hanya kedua orang tua Alvin yang masih disana. dan rencananya akan menginap untuk malam ini.
"Biar saya bantu Bu" Bu Hilya mendekati Bu Siti yang sedang membereskan piring kotor dan sisa hidangan.
"Terima kasih" ucap Bu Siti
"Sama-sama" Bu Hilya tersenyum menatap Bu Siti.
Setelah semuanya sudah beres, mereka memilih untuk beristirahat. ruangan itu hanya di sapu saja. dan untuk mengepel besok saja karena sudah malam sekali dan mereka juga sudah mengantuk.
Kini Alvin dan Nisa sudah berada di kamar mereka.
"Sayang, kamu lelah?" Alvin bertanya kepada Istrinya.
"Iya Mas, badan Nisa pegal-pegal. mungkin karena seharian ini pergi." jawab Nisa yang kini sedang dudukan di pinggir ranjang.
"Mau Mas pijitin?" Alvin menawarkan diri untuk memijat Istrinya.
"Memangnya Mas mau?"
"Kalau untuk kamu, apa sih yang Mas tidak mau." ucap Alvin dengan suara manjanya.
Kini Nisa sudah berbaring di atas ranjang. Alvin mulai memijat punggung Istrinya. mungkin karena pijitan Alvin terasa enak, kini Nisa sudah tertidur.
Alvin tidak mendengar lagi Istrinya berbicara. dia menghentikan pijatannya lalu melihat Istrinya. ternyata Nisa sudah tertidur.
Astaga, aku sengaja pijitin agar badannya segar dan bisa langsung tempur. eh dia malah ketiduran." batin Alvin lalu dia membenarkan posisi tidur Istrinya.
Alvin memilih untuk merebahkan diri di samping Istrinya. dia menutupi selimut ke badan mereka berdua. lalu mulai memejamkan mata. Alvin tidur sambil memeluk Istrinya.
°°°
Nisa terbangun dari tidurnya. dia melihat suaminya yang masih tidur. Nisa melepaskan pelukan suaminya lalu dia beranjak dari atas ranjang. Nisa memilih untuk membersihkan diri. padahal saat ini masih pukul empat pagi. mungkin kebiasaannya di pesantren membuatnya bisa bangun dan mandi lebih awal.
Alvin terbangun saat mendengar lantunan ayat suci Al_Qur'an. ternyata Istrinya sedang mengaji. Alvin memilih untuk bangun dan menatap jam yang ada di dinding. ternyata baru jam empat lebih.
Perasaan belum adzan subuh, tapi kok Nisa sudah bangun" gumam Alvin yang sedang menatap Istrinya.
Alvin memilih duduk bersender di atas ranjang. niatnya mau beranjak dari tempat tidur tapi dia merasa malas sekali.
Saat terdengar adzan subuh, barulah Nisa menyudahi membaca Al_Qur'an. Nisa beranjak dari atas sajadah. dia melihat suaminya tertidur dengan posisi duduk bersender.
"Mas, ayo bangun! kita sholat berjama'ah." Nisa menepuk pelan pipi suaminya dengan tangannya.
"Emm" Alvin mengerjapkan kedua matanya.
Alvin memilih untuk mencuci muka dan mengambil wudhu. begitupun Nisa yang kembali mengambil wudhu.
Keduanya segera sholat berjama'ah. setelah selesai sholat, Nisa memilih untuk keluar kamar. dia akan membantu Ibunya memasak. sedangkan Alvin memilih untuk mengaji.
emng nya org hamil gmpang kn trgntung d kasih nya sm Allah swt .
nyatanya nisa hamil.. tapi... jgn" trlnjur nikah sama c nita lg hadehhhhh hncur hatiku kata nisa .. ikut sedih aku thorr mrskn hti ny nisa