Rose baru sadar, ternyata selama ini dia hanya dijadikan Aurora sebagai alat untuk menghancurkan kehidupan keluarga Marcus.
Dan Sophia, anak yang selama ini dia rawat dengan cinta ternyata bukan anak kandungnya, melainkan anak kakak iparnya, wanita itu sengaja menukar anak mereka agar anaknya mendapatkan warisan keluarga Vale karena Aurora sendiri tidak memiliki hak di keluarga Vale. Sementara anak kandungnya Noah, di buang di panti asuhan oleh wanita itu, dan sialnya dia suka menyiksa anak itu karena anaknya yang diadopsi oleh keluarga kakak kandungnya.
Di ambang kematiannya dia baru tahu semua kebenaran itu, dia berdoa kepada Tuhan, meminta kesempatan kedua agar dia bisa memperbaiki semua kesalahan yang dia lakukan dan juga mencari Noah anak kandungnya dan dia berjanji untuk meninggalkan Marcus dan merawat anaknya sendiri.
Apakah Rose berhasil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waya520, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fakta yang terungkap
"Baguslah jika wanita itu pergi." ucap Catherine yang langsung di senggol oleh suaminya.
"Jaga bicaramu." bisik Robert pada istrinya. Dia melirik sang anak yang terdiam sambil menatap surat milik Rose, istrinya itu meminta izin untuk pergi dan meminta maaf jika kehadirannya dan juga Sophia selama ini menyulitkannya.
"Ck, kenapa baru sekarang." ujar Jesper yang langsung di cubit oleh sang istri Emma.
Tidak ada yang bisa mengartikan ekspresi di wajah Marcus, pria itu hanya diam sambil membaca kalimat demi kalimat yang di tulis oleh Rose. Seharusnya dia senang kan, tapi kenapa dia merasa seperti ada yang hilang.
"Halah, pasti nanti wanita itu kembali." ucap Catherine yang merasa jika Rose hanya sedang cari perhatian.
....
Satu tahun sudah berlalu, Rose terlihat kelelahan karena setelah dia dan Sophia pergi dari rumah besar suaminya, dia bekerja disebuah rumah makan kecil yang ada di pinggiran kota.
"Ma, jika mama lelah istirahat dulu, nanti aku yang akan meneruskannya." ucap sang anak yang baru saja selesai cuci piring, pekerjaan yang tidak pernah Sophia kerjakan saat tinggal di rumah papa nya, tapi tidak masalah, yang penting tidak ada lagi tekanan dari orang-orang jahat itu.
Rose tersenyum manis. "Maafkan mama ya Sophia, mama belum bisa memberikan mu kehidupan yang layak seperti dulu." jauh didalam hatinya, dia merasa kecewa dengan dirinya sendiri, harus membuat putri satu-satunya menderita karena harus mencari uang untuk kehidupan mereka.
"Jangan bilang seperti itu ma, seharusnya aku yang minta maaf karena hanya bisa menyusahkan mama." ucap anak itu dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
.....
Memasuki tahun ke dua setelah pergi dari rumah Marcus, Rose jatuh sakit yang membuat wanita itu mau tidak mau istirahat dan hanya Sophia yang bekerja mencari nafkah.
"Maafkan mama nak." tangis Rose seketika pecah saat melihat wajah kelelahan sang anak yang sedang tertidur disampingnya, mereka tinggal disebuah kontrakan kecil yang ada di pinggir kota, andai dia tidak menuruti permintaan sang anak untuk meninggalkan Marcus, mungkin dia tidak akan membuat putrinya menderita.
Sophia sangat sedih saat mendengar ratapan lirih mama nya. Dia tahu dari awal jika kehidupan mereka akan lebih sulit setelah mereka keluar dari rumah papa nya, tapi dia tidak menyangka akan sesulit ini.
.....
Satu bulan akhirnya Rose sembuh, berhubung dia sudah dipecat dari pekerjaan sebelumnya, hari ini dia akan mencari pekerjaan baru.
"Mama pergi cari kerja dulu ya, kamu baik-baik di sana." ucap Rose yang diangguki oleh Sophia.
Sudah berjam-jam Rose mencari lowongan pekerjaan tapi tidak ada satupun yang mau menerimanya hingga dia istirahat disebuah halte dan tatapannya tertuju pada dua orang wanita yang memakai baju mini tengah menghitung uang yang cukup banyak di depannya.
"Maaf, kalau boleh tahu, kalian dapat uang dari mana?" tanyanya basa-basi. Dua orang wanita itu langsung menoleh ke arahnya. "Melayani pelanggan, kenapa?"
"Apa masih ada lowongan?" Rose sadar bahwa pekerjaan dua wanita itu tidak baik, tapi melihat uang yang ada ditangan mereka membuatnya hilang akal.
"Ada, ikut kami, kebetulan madam membutuhkan wanita yang cukup berumur untuk beberapa pelanggan kami."
....
"Ma, kenapa kita pindah, disini sepertinya mahal." ucap Sophia saat melihat kontrakan barunya.
"Mama hanya ingin kamu hidup layak nak, dan mulai besok berhenti bekerja ya, mama akan mencarikan mu kampus yang bagus." ucap Rose santai.
"Memangnya mama ada uang?" tanya Sophia yang ragu dengan ucapan mamanya.
"Mama mendapatkan pekerjaan yang gajinya banyak nak, jadi jangan takut kita kekurangan uang lagi."
"Mama kerja apa?"
"IRT di rumah orang kaya, bos mama sangat royal, mama di beri gaji yang banyak." dan saat itu Sophia percaya saja dengan ucapan mamanya.
Hingga suatu hari saat Sophia baru pulang kuliah, dia melihat sosok mamanya yang sedang makan berdua dengan seorang pria kaya dan dia terkejut saat melihat pakaian yang dikenakan mama nya."
...
"JADI MAMA BEKERJA SEBAGAI WANITA MALAM." teriak Sophia saat mamanya baru pulang.
Rose tidak menyangka jika anaknya tahu pekerjaannya.
"Hanya itu pekerjaan yang gajinya banyak nak, tolong jangan marah pada mama." ucap Rose lirih.
"Aku tidak mau mama bekerja disana, aku lebih baik bekerja sebagai pencuci piring daripada melihat mama yang harus menjadi wanita panggilan. Itu sangat MENJIJIKAN MA."
....
Sementara itu
Aurora terlihat kebingungan mencari keberadaan adik iparnya yang pergi entah kemana. Marcus hanya diam saja saat dia bertanya tentang keberadaan Rose dan juga Sophia.
"Cari keberadaan Rose dan juga Sophia, aku akan memberikan bayaran mahal." perintahnya pada beberapa bawahannya.
sial, dia harus segera menemukan mereka.
....
Tok... Tok...
klek...
"Tante." Sophia terkejut saat melihat kedatangan tantenya yang selama ini dia lupakan.
Grep....
"Sophia, untunglah kau baik-baik saja." ucap Aurora sambil memeluk anak itu. tidak lama Rose keluar dari kamarnya dan dia juga terkejut melihat kedatangan wanita yang merupakan kakak iparnya itu.
"Kak Aurora."
"Bisa kita bicara di luar." pintanya dengan lembut, dan Rose jelas langsung setuju.
....
Bruk......
Rose terkejut setengah mati saat tubuhnya tiba-tiba di dorong hingga dia terjerembab diatas tanah yang membuat siku nya berdarah.
"Kak." ucapnya lirih, tidak menyangka jika wanita itu akan mendorongnya.
"KAU, BISA-BISANYA PERGI MEMBAWA SOPHIA." tiba-tiba wanita itu berteriak keras.
Rose kembali berdiri, lalu membersihkan tubuhnya dari tanah. "Sophia anakku, jadi kenapa aku harus meninggalkannya?" tanyanya tidak mengerti.
Aurora maju selangkah demi selangkah dan spontan Rose mundur mengikuti langkah wanita didepannya, entah kenapa kakak iparnya itu terlihat menyeramkan hingga terdengar suara air mengalir dan dia baru sadar jika saat ini dia sudah berada di pinggiran sungai besar yang ada dibelakang kontrakannya.
"Anakmu?, Hahaha." tawa Aurora langsung pecah.
"Dengar ini baik-baik Rose, Sophia anakku."
Kening Rose mengerut. Kenapa wanita itu mengklaim Sophia sebagai anaknya.
"Aku sengaja menukar anak kita agar anakku mendapatkan hidup yang layak, dan aku cukup berterimakasih padamu karena sudah merawat Sophia dengan baik, tapi sekarang aku marah karena kau sudah membuat hidup anakku menderita." sambung wanita itu membuat lutut Rose melemah, apalagi Aurora sekarang sedang memegang sebuah pistol yang langsung diarahkan kepadanya.
"Lalu dimana putriku?" tanya Rose yang sudah sangat syok mendengar fakta bahwa anak yang selama ini dia rawat adalah anak iparnya.
"Putramu Rose, sejak awal kau hamil anak laki-laki tapi aku membayar dokter untuk memalsukan jenis kelamin anakmu karena yang ku kandung anak perempuan."
Jadi anaknya selama ini laki-laki?.