Mengkisahkan seorang wanita malam yang bekerja setiap malam untuk memuaskan hasrat para lelaki hidung belakang, dengan bayaran yang besar tapi mendapatkan sedikit karena harus membayar hutang pada orang yang memperkerjakan nya, rasa sedih setiap hari Alice rasa kan setelah melayani para tamu.
Bukan, bukan, bukan pekerjaan ini yang dia ingin kan, tapi keadaan memaksanya dan mengharuskan nya melakukan nya.
Akan kah ada hari bahagia bagi wanita malam ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31 - Tidak Mengingat
"Ah.., tapi aku pikir kau akan memanggil Orang kemarin untuk menjaga Mama lagi, lagian kenapa harus memanggil orang baru." Ucap Sora memberikan beberapa pertanyaan sembari mata Sora melihat ke arah Alice yang sedikit menundukkan wajah nya.
"Orang itu sudah tidak mau karena kau memulangkan tiba-tiba."Ucap Ares.
"Begitu kah, aku akan bicara dengan nya, kamu berikan saja no ponsel nya pada ku."Ucap Sora lagi.
"Sudah lah, aku sudah memutuskan untuk menyuruh nya."Ucap Ares.
"Perkenalkan nama Saya Alice Nona."Ucap Alice memperkenalkan diri.
Sora tak menjawab nya, ia memandangi Alice dengan mata penuh selidik, ia tak ingin Alice menjaga Bu Ajeng karena menurut nya Alice terlalu cantik, ia takut kalau Ares akan tergoda dengan.
"Lagian dari mana Ares mendapatkan wanita ini, kenapa penampilan nya sangat bersih dan tampak terawat."Batin Sora.
"Astaga, Kenapa dengan wanita ini, dia terus menatap ku seorang aku ini seperti musuh nya, ternyata wajah cantik tidak menjamin hati nya, dia tampak seperti bukan wanita baik."Batin Alice.
"Ares, aku ingin bicara dengan ku berdua saja."Ucap Sora.
"Baiklah."Balas Ares.
"Alice, temani ibu ku di dalam."Ucap Ares dan Alice mengangguk dan berjalan masuk di ikuti Ken.
Sora dan Ares duduk di sebuah kursi. "Ada apa?." Tanya Ares.
"Kau dapat dari mana wanita yang akan menjaga Mama?." Tanya Sora.
"Kenapa?, Kau tidak suka?." Tanya Balik Ares.
"Bukan seperti itu, aku hanya tidak nyakin kalau ia bisa merawat Mama, dia tampak seperti tidak profesional untuk merawat Mama, aku rasa aku akan cari orang lain saja."Ucap Sora.
"Kau bahkan belum melihat nya bekerja, bagaimana kau bisa menilai nya secepat itu."Jawab Ares.
Sora yang mendengar pun hanya bisa diam menatap Ares. "Sudah lah, kita coba saja dulu."Ucap Ares.
"Baiklah terserah kamu saja, kalau kau sudah berbicara aku tak bisa membantah nya."Ucap Sora tersenyum.
"Terima kasih Sora."Balas Ares.
Sementara di dalam kamar ICU saat Alice dan Ken masuk, Alice duduk dan memperhatikan Bu Ajeng. Ken pun menatap Heran Alice yang tampak melihat Bu Ajeng sampai seperti itu.
"Tuan Ken, kenapa Ibu nya Tuan Ares bisa terbaring seperti ini?, Apa dia sudah lama koma?." Tanya Alice.
"Baru 2 hari Nona, terjatuh di kamar nya."Ucap Ken.
"Astaga kasihan sekali."Balas Alice.
Alice lalu teringat 2 hari yang lalu Ares mabuk berat, mungkin saja ini yang membuat nya bisa minum sebanyak itu.
Tiba-tiba Alice melihat jari tangan Bu Ajeng bergerak, mata alice membesar dan melihat ke arah ken yang juga menyadari nya.
Ken lalu bergegas untuk memanggil perawat yang berjaga dan memberitahu mereka untuk memanggil dokter.
Ares dan Sora yang mendengar kesadaran Bu Ajeng pun lekas masuk ke dalam.
Mereka semua melihat Bu Ajeng di periksa oleh dokter, tampak wajah Sora begitu gelisah sembari sesekali ia melihat ke arah Alice.
Bu Ajeng tampak membuka mata nya, tapi wanita itu tidak bisa bicara mau pun merespon, tatapan Bu Ajeng tampak kosong.
"Bagaimana Dok?." Tanya Ares.
"Bu Ajeng sudah melewati masa kritis nya, tapi Seperti nya kesadaran nya belum penuh, dan seperti nya benturan di kepala nya Ibu anda meninggalkan Trauma dan membuat ingatan nya sementara hilang."Ucap Dokter.
Ares yang mendengar lekas mendekati ibu nya. "Mama."Panggil Ares.
Namun pandangan Bu Ajeng kosong, ia hanya memandang ke depan.
"Mama, ini aku Sora ma, Mama ingat aku kan."Panggil Sora dengan wajah sedih tapi tidak mendapatkan respon sama seperti Ares. Bu Ajeng perlahan menutup mata nya.
Meski ada kesenangan di hati Ares melihat ibu nya sadar, tapi Ares juga sedih karena Ibu nya seperti tidak mengenal Nya.
Alice dan Ken hanya diam mematung melihat Bu Ajeng, ada kesedihan di hati Alice melihat Ares yang tampak sedih akan hal ini.
kan yg nentuin ares buka sora
kok greget
tinggak dibebaskan aja
kok aneh