NovelToon NovelToon
Elizabeth Vale

Elizabeth Vale

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / CEO / Action / Cinta Terlarang / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:22.6k
Nilai: 5
Nama Author: Four

Ketika luka fisik ditutup oleh foundation.

Elizabeth Taylor menikah dengan Luis Holloway demi keluarganya, tanpa tahu bahwa pernikahan itu adalah awal dari neraka. Ketika kebenaran tentang suaminya terungkap, Elizabeth meminta bantuan Nathaniel Vale untuk lepas dari jerat Luis—tanpa menyadari bahwa pria itu juga menyimpan dendam yang sama berbahayanya, yang seharusnya dijauhi malah berakhir di ranjang panas dan perjanjian yang adil namun menusuk.

°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°
Mohon dukungannya ✧⁠◝⁠(⁠⁰⁠▿⁠⁰⁠)⁠◜⁠✧

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Four, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EV — BAB 18

TIDAK LAGI BERTAHAN?!

“Tidak ada lagi Taylor. Mereka sudah tewas sejak kau pergi dari rumah itu. Itu adalah kesenangan yang lebih besar.” Kata Luis sembari tersenyum puas dengan mata merah berair.

Mendengar itu Eliza terkejut akan ucapan suaminya.

Luis melepaskannya, mendekat ke telinga istrinya dari belakang. “Mereka sudah tewas tanpa mengatakan kata-kata terakhirnya!” bisik Luis yang seketika membuat Eliza menangis tanpa suara, namun air matanya menetes deras membasahi pipinya hingga rasanya begitu perih dan membakar saat air itu menetes mengenai luka di wajahnya.

“Ya... Aku suka melihatmu seperti itu, sayang! Menangis lah..” kata Luis yang tertawa kecil dan berdiri tegap saat Eliza masih dalam posisi tengkurap sembari menangis memikirkan keluarganya yang entah bagaimana mereka tewas? Dan salah satu alasan dia tidak bisa lagi menghubungi nya.

“Minta maaflah kepadaku atas ucapanmu, dan keadaan di sini akan kembali semula.” Kata Luis datar dan memilih duduk di sofa singel yang berada di ujung ruangan dekat jendela. Sementara Eliza menunduk menangis menahan semua sakitnya selama 1 bulan dan saat ini dia benar-benar lebih hancur dari sebelum-sebelumnya.

Dari luar kamar, Cili langsung berlari menuju ruangan Rodrigo, dimana Esperance dan Rodrigo ada di sana saling berbincang serius, sampai kedatangan Cili yang tergesa-gesa menghentikan perbincangan tersebut.

“Maaf mengganggu Nyonya dan Tuan, tapi saat ini tuan Luis sedang bertengkar hebat dengan nyonya Elizabeth. Aku rasa tuan Luis memukuli nyonya Eliza tanpa ampun.” Ujar Cili panik namun juga tak sabaran.

Mendengar hal itu, keduanya terkejut, Rodrigo menatap ke Esperance yang tadinya tegang, perlahan mulai melunak seolah-olah tak ingin ikut campur dan terkena imbasnya seperti sebelumnya. “Biarkan saja, itu urusan mereka. Dan berhentilah menguping jika kau tidak ingin menjadi target selanjutnya, Cili.” Kata Esperance yang terlihat sangat angkuh.

“Tapi tuan Luis sudah membunuh keluarga Taylor, semuanya... Dan aku mendengarnya dengan jelas Nyonya!”

Seketika tegang kembali menyambar Esperance dan Rodrigo yang sama terkejutnya. Tentu saja, mereka tak tahu soal itu, menghabisi keseluruhan keluarga Taylor?

“Lupakan, dan anggap saja kau tidak mendengar apapun, pergilah.” Kata Esperance yang menyeduh teh nya dengan tangan gemetar dan jantung berdegup kencang memikirkan kebrutalan putranya yang semakin menjadi.

Cili tak bisa berbuat apa-apa selain menurutinya dan pergi.

Dari arah luar, Soraya mendengar ucapan tadi saat pintu harus dia tahan agar tidak tertutup rapat. Dan kini dia bersandar di dinding, memikirkan bagaimana perasaan Eliza dan sehancur apa malam ini wanita bernama Elizabeth Taylor itu.

“Apa kau hanya akan diam saja setelah mengetahui semua ini?” tegas Rodrigo kepada kakaknya.

“Apa yang bisa kulakukan? Kau tahu sendiri, Luis tidak bisa dihentikan.” Balas Esperance dengan serius lalu kembali menyeduh tehnya meski jujur saja, dia benar-benar gemetar dan kebingungan.

“Ini hanya akan menghancurkannya sendiri, Esperance. Luis harus dihentikan atau semuanya akan berbalik kepadanya. Dia benar-benar lepas kendali.”

“Lalu? Apa kau ingin menukar dirimu ke posisi Eliza saat ini? Mati di tangan keponakanmu huh?”

Pria berjas hitam itu tak bisa menjawabnya dan hanya diam saja seolah ia tak setuju, namun di sisi lain, ia merasa cemas akan masa yang akan datang dan menghancurkan Holloway dalam sekejap.

“Lebih baik duduk saja dengan tenang di sini.” Kata Esperance pasrah.

...***...

Di sisi lain kota Birmingham, sepasang kaki baru saja turun dari jet pribadi usai berjam-jam menunggu habisnya butiran pasir yang disebut jam pasir.

Pria berkemeja hitam dan mantel panjang warna hitam. Mata tajam, rahang tegas dan pundak bidang yang kokoh beserta tubuh kekarnya.

Kedatangannya disambut oleh beberapa anak buahnya yang beroperasi di kota tersebut.

“Tuan, mobil Anda sudah siap.” Kata Lou yang baru saja berbincang cepat dengan anak buah Vale yang lainnya.

Pria itu segera berjalan ke arah mobil yang terjaga ketat oleh anak buahnya yang berkaos hitam dengan mantel dan jaket.

Udara malam di Birmingham begitu dingin, dan sangat menusuk, namun tak sesakit apa yang kini Eliza rasakan di rumah Holloway.

“Bawa aku ke tempat yang menyenangkan dan tenang. Aku bisa merasakan Birmingham yang sangat sesak malam ini.” Kata Vale yang akhirnya masuk ke dalam mobil.

Lou segera masuk bersama satu anak buah Vale lainnya untuk menyetir mobil, sementara yang lain bergegas naik ke mobil lainnya dan mengikuti mobil bos mereka, namun di pertengahan jalan, mereka berpisah ke arah yang berbeda.

Pria bermata silver itu menatap ke jendela, mengamati Birmingham yang sudah lama dia tinggal sejak pertengkaran besar antara keluarga Vale dan Holloway, cukup lama namun belum memuaskan bagi Nathaniel Vale.

Pria itu mulai menyalakan rokoknya dan merokok santai sambil menatap ke luar jendela yang terbuka. Sementara Lou, asistennya itu sekilas melirik bosnya lewat pantulan spion dengan mata tegasnya.

“Anda baik-baik saja Tuan?”

“Ya.”

...***...

Kembali ke mansion Holloway. Eliza terdiam di kamar sendirian. Ia sama sekali tidak beranjak dari posisinya sejak 2 jam hingga sekarang. Tubuhnya seperti mati rasa, dress tidurnya compang-camping dan robek dibagian lengan kirinya yang terdapat memar serta luka berdarah.

Luis meninggalkan nya sendirian di kamar usai memukulinya membabi buta. Dan kini, mengingat keluarganya membuat Eliza sedih dan benar-benar hancur. (“Kehormatan adalah yang terpenting, Eliza. Dan kau harus bisa menjaga itu.”)

Perkataan ibunya dia ingat, dan kini dia tahu arti dari perkataan itu.

Eliza mencoba bangkit meski tubuhnya seperti hancur dan mati rasa. Ia berdiri setegap mungkin dan menatap dirinya lewat pantulan cermin meja rias.

Penampilan yang sangat berantakan dan penuh luka berdarah.

“Kehormatan ku, bukan keluarga ini.” Kata Eliza dengan yakin hingga air matanya kembali menetes, namun kali ini bukan air mata kesedihan, melainkan amarah dan tekad.

Memikirkan bahwa semua orang yang ada di sini sangatlah egois, tak ada yang berani melawan kesalahan selain menunduk dan bertahan di neraka seperti Holloway. Sudah cukup Eliza mempertahankan dirinya di rumah ini dengan terus menjadi seorang Taylor yang lembur dan penurut. Namun tidak untuk hari ini, keluarganya tewas tanpa dia ketahui, dan semuanya hancur.

Eliza berjalan tertatih-tatih sedikit pincang karena kaki kanannya terluka oleh tusukan pisau yang Luis berikan ke pahanya beberapa jam yang lalu.

Tanpa memperdulikan keadaan nya saat ini, Eliza berjalan secepat mungkin dan menatap lurus meski para penjaga dan pelayan yang mulai memperhatikan nya dengan bertanya-tanya.

Melihat keadaan Eliza yang sangat kasihan serta pistol yang wanita itu bawa, membuat para penjaga dan pelayan harus berhati-hati.

Hingga berada di halaman Mansion menuju ke gerbang luar, Eliza menodongkan pistol ke arah anak buah Luis dengan gemetar dan amarah yang meluap. “Buka!”

Dari belakang anak buah Luis memegangi nya, namun Eliza langsung meronta kasar dan melepaskan peluru hingga tembakan tak beraturan mengenai satu anak buah Luis dan membuatnya bebas dari cengkraman.

Napasnya tersengal menatap marah sekaligus takut setelah ia baru saja menghabisi seseorang.

“BUKA GERBANGNYA!” sentak Eliza yang kini menodongkan pistolnya ke arah anak buah Luis dengan kedua tangannya.

Sementara pelayan, mereka segera memberitahukan kepada Luis yang saat itu tengah bersama ibu dan paman nya.

“Tuan! Nyonya Elizabeth kabur.” Kata seorang pelayan.

“Fuck.” Luis dan yang lain segera bergegas keluar ruangan, terutama Luis yang nampak benar-benar marah.

1
sleepyhead
Vale said : Oooowwh gosh she's driving me crazy
Jelita S
semoga Soraya menjadi penyelamat keluarga Vale dan Holloway dari salah paham ini semua
Four.: semoga saja.
total 1 replies
Kinara Widya
bener2 wanita biadap esperanse...
Four.: mohon bersabar 😁
total 1 replies
vnablu
gilaa nih ibu macam apa mau anaknya sendiri dibunuh.. berrti Esperance ini kakaknya ibu Nathaniel ..dia menjadikan orang lain untuk jadi kambing hitam nya padahal dia yang bunuh suaminya sendiri benar' ambisi 😤😤
Four.: ho,oh
total 1 replies
Tiara Bella
Soraya akhirnya tw kebenaran nya....betapa sedihnya dia....
Four.: ho, oh
total 3 replies
sagi🏹
uhui Vale diam² kamu mulai menyimpan perasaan pada Eliza lanjutkan Vale aku dukung,,tapi ambigu banget saat Vale mengatakan Eliza kesayanganku 🥴
Four.: yaudah nanti bilang gini aja si Vale. Eliza cintaku 😁😅
total 1 replies
Hennyy Handriani
padahal bab ini menegangkan...tapi karena ada cili jadi ngakak🤣
Four.: biar gak tegang² terlalu 😁😌
total 1 replies
Eci Rahmayati
kasian cili kalo bebas di GK bisa nguping lagi untuk selamanya 🤭
Four.: iyakan, dia juga mikir begitu lohh😅
total 1 replies
vnablu
bingung dehhh kalo di keluarin bisa metongg kalo tetep di sana salah .. jdinya serba salah nihh🤣🤣
Four.: iya nih, authornya jadi ikut bersalah nih
total 1 replies
Kinara Widya
jangan bebasin Soraya Vale...dengarkan penjelasan Eliza.
Four.: ho,oh
total 1 replies
vnablu
mulai tumbuh nih benih" cinta di hati tuan Vale kayaknya 😄😄
Four.: tapi masih terhalang sesuatu uyyy/Grimace/
total 1 replies
vnablu
kira" nanti Soraya berpihak kepada siapa yaa ...🤔
Four.: yaaa semoga saja dia tidak membelot
total 1 replies
Jelita S
Eliza adalah orang baik,,biarkan Soraya tetap hidup y thor
Four.: kalau Soraya hidup, berarti Cili atau yang lainnya bisa tewas kapan saja lohhh /Chuckle/
total 1 replies
Tiara Bella
mudah²an Vale ngizinin ya....
Four.: semoga aja, tapi harus bertengkar dulu 😌
total 1 replies
Tiara Bella
bebasin Soraya sm Cili kah Eliza....
Four.: mungkin sih
total 1 replies
Kinara Widya
apa yang akan d lakukan eliza
Four.: apa yaaaa
total 1 replies
Eci Rahmayati
wanita gila😔
Four.: ho, oh asal jangan aku yang gila 😌
total 1 replies
vnablu
jadi kebongkar dehh kalau Carlitos yang pertama kali memberitahu kalau Esperance ini gilaa dan tidak waras...hati" Carlitos nanti kamu yg akan menjadi korban selanjutnya takutnya 😥😥
Four.: yaaa hanya bisa pasrah /Sweat/
total 1 replies
vnablu
Waduhhhh takutnya nanti Carlitos di bunuhhh oleh Esperance 😥😥...emang yg gila ni Esperance 😤
Four.: soalnya dia sudah tua, kalau tidak berulah kan rugi 😁
total 1 replies
Kinara Widya
apa Eliza hamil...kok sensi sekarang
Four.: hmm mungkin aja sih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!