NovelToon NovelToon
Kaisar, Pelayan Hanya Ingin Menjalankan Misi!

Kaisar, Pelayan Hanya Ingin Menjalankan Misi!

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Wanita / Pembaca Pikiran / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:17.9k
Nilai: 5
Nama Author: Zhuzhu

Mei Zhiyi dipindahkan ke sebuah dunia kuno oleh sistem setelah mengalami insiden penembakan di markas militer.

Dia diubah menjadi seorang pelayan istana yang akan segera mati karena telah menyinggung seseorang di istana yang dalam.

Untuk mencegah kemusnahan karakter asli, Mei Zhiyi diminta melakukan serangkaian misi penyelamatan diri.

Namun ketika dia bertemu dengan Liu Yan, Kaisar penguasa dinasti yang sangat ditakuti dan sukar diajak kompromi, sistem tiba-tiba berkata: Taklukan dia, cegah dia jadi iblis tiran atau kau akan mati!
***
"Mentang-mentang seorang Kaisar, suka sekali menyuruh-nyuruh bawahan," Mei Zhiyi menggerutu dalam hati.

Kaisar tiba-tiba bertitah, "Pelayan Mei menghina atasan. Hukum cambuk lima kali!"

"Dasar Kaisar jahat. Aku mengutukmu impoten sampai mati!" Mei Zhiyi berseru dalam hatinya.

Tiba-tiba Kaisar menariknya ke tempat tidur dan berkata, "Beraninya kau mengutukku! Akan kubuktikan padamu apakah aku impoten atau tidak!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhuzhu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 28: MENGGANTI RUGI

Mei Zhiyi baru bangun keesokan harinya. Saat membuka mata, dia membelalak karena mendapati dirinya ternyata berbaring di tempat tidur Liu Yan.

Lukanya sudah diobati, pakaiannya juga sudah diganti. Sudah tidak terasa sakit meski tubuhnya masih agak lelah.

“Sudah bangun? Aku pikir kau akan mati.”

Suara khas yang menyebalkan terdengar. Liu Yan duduk membelakanginya sembari membaca sebuah dokumen. Rambutnya tergerai, jubah hitam bersulam benang perak miliknya menjuntai ke lantai. Siluet belakang tubuh Liu Yan begitu bagus.

Mei Zhiyi turun dari tempat tidur dan menghampiri Liu Yan. Ia berlutut sembari menunduk, “Aku tidak akan mati semudah itu. Maaf sudah mengotori tempat tidur suci Yang Mulia.”

“Kau tahu kenapa aku tidak mengizinkanmu tinggal lebih lama dengan Feng Yuzhen?”

“Karena berbahaya.”

Liu Yan menarik napas. Ia menyimpan dokumennya dan berbalik. Mei Zhiyi disuruh bangkit.

“Feng Yuzhen adalah pedangku di harem. Setiap orang yang mendekatinya akan menjadi sasaran kemarahan. Kau beruntung karena bisa pulang dengan selamat.”

Aku memang selamat, tapi tubuhku juga terluka. Seandainya kau memberiku pengawal, aku pasti tidak akan terluka saat melawan mereka. Ah, sudahlah. Tidak perlu berharap lebih. Lebih baik mengandalkan diri sendiri saja.

Liu Yan mengela napas lagi. Orang-orang berpikiran sempit itu tidak akan berani menyakiti orang di sisi Liu Yan. Jika orang itu bersama Liu Yan, sulit untuk menyentuhnya.

Tapi jika mereka melihat ada orang asing yang masuk ke Istana Fengyi dan keluar malam hari, mereka belum tentu akan melepasnya dengan mudah. Itu sebabnya Liu Yan tidak mengizinkan Feng Yuzhen bersama lebih lama dengan Mei Zhiyi.

Tapi jika dipikirkan, orang-orang malam tadi sepertinya bukan suruhan Su Qian. Mereka sekelompok ahli. Tidak mungkin mengabdikan diri pada orang bodoh. Siapa yang ingin membunuhku? Ibu Suri? Atau orang lain? Tapi kenapa? Aku tidak punya dendam terhadap mereka! Kalau mau mencelakai Liu Yan, datang saja padanya, jangan padaku!

“Bagaimana dengan lukamu?”

“Sudah jauh lebih baik. Yang Mulia yang mengobatinya?”

“Aku yang menjahitnya.”

“Yang Mulia, tidak kusangka kau juga bisa menjahit luka.”

“Apa kau pikir aku ini anak manja yang bahkan tidak bisa mengobati luka?”

Benar juga. Dia mengalami kehidupan yang begitu sulit di masa kecilnya. Jika tak dapat mengobati luka fisik, lantas bagaimana mungkin dia bisa bertahan hidup dengan segala rasa sakit itu?

Dalam beberapa saat, Liu Yan terdiam seolah sedang memikirkan sesuatu. Dalam benaknya kembali muncul pertanyaan besar: Siapa yang telah mengutus orang untuk menyerang Mei Zhiyi semalam?

Pagi ini sebelum Mei Zhiyi bangun, Duan Jiu sudah lebih dulu datang melapor. Semalam dia memimpin patroli penjaga istana menyusuri hampir semua tempat di harem. Duan Jiu juga berkata bahwa dua pelayan yang mengantar Mei Zhiyi pagi ini ditemukan tewas mengambang di danau.

Kemungkinan, Mei Zhiyi diserang di kawasan sekitar Istana Dingin. Mula-mula dia disesatkan, kemudian hendak dibunuh di tempat itu. Karena kawasan itu sudah lama terbengkalai, maka tidak ada yang menjaga.

Namun anehnya ketika Duan Jiu tiba, tidak ditemukan mayat pembunuh satu pun. Sudah pasti, pelakunya ada di istana. Atau, pelakunya adalah seseorang yang mempunyai cukup banyak kekuasaan.

“Kurangi menyinggung orang. Jangan mendatangkan banyak masalah untukku,” peringat Liu Yan.

“Yang Mulia, pelayanmu ini begitu baik hati. Mana mungkin menyinggung orang. Mungkin mereka iri karena aku melayani Yang Mulia dari dekat. Yang Mulia, kalau seperti itu, bukankah kau harus memberiku kompensasi?”

“Kompensasi? Bicara soal itu, mari kita perhitungkan. Semalam kau mengotori bak mandiku dengan darahmu. Airnya tidak bisa lagi kugunakan untuk mandi. Selain itu, kau membasahi tempat tidurku dan bermalam di sana. Menerobos kamar mandi Kaisar adalah bentuk ketidaksopanan, hukumannya dicambuk sepuluh kali. Naik ke tempat tidur naga dan membasahinya adalah bentuk ketidakhormatan. Hukumannya dicambuk sepuluh kali. Bisakah kau menghitungnya sekarang, berapa kompensasi yang harus kau berikan atas pelanggaranmu?”

“Yang Mulia, kau punya hati yang besar. Pria sejati tidak berdebat masalah kecil dengan orang sakit. Benar, kan?”

Dua puluh cambukan itu sudah cukup untuk merenggut nyawa Mei Zhiyi yang tubuhnya dalam kondisi lemah seperti sekarang ini. Dia belum mau mati lagi saat ini.

Masih ada dalang yang harus dicari, masih ada Yao Shu musuhnya yang belum diketahui apakah ikut menyebrang ke dunia ini atau tidak. Selain itu, bukan dia yang mau melanggar. Semalam keadaan darurat dan Liu Yan sendiri yang menempatkannya di kamar tidur.

“Mau menghindari cambukan? Boleh. Ganti rugi saja.”

“Kau ingin merampok hartaku yang sedikit itu?”

“Tidak harus menggunakan harta benda.”

Liu Yan tiba-tiba menarik pergelangan tangan Mei Zhiyi dan membuatnya agak membungkuk. Wajah mereka begitu dekat. Mata indah Liu Yan yang tatapannya lebih didominasi tatapan tajam dan dingin menatap mata Mei Zhiyi yang kelopaknya berkedip dan keningnya mengernyit.

“Gunakan tubuh saja,” ucap Liu Yan dengan nada berat yang khas.

Gunakan tubuh kepalamu! Tidak lihat aku baru saja terluka? Akan lebih baik kalau kau membantuku menyelidiki siapa orang yang telah mengutus empat orang itu semalam!

Empat orang? Rupanya yang menyerang Mei Zhiyi ada empat orang. Pantas saja Mei Zhiyi terluka. Satu perempuan menghadapi empat laki-laki. Tidak mati saja sudah sangat beruntung.

“Yang Mulia, aku bukan selirmu. Juga tidak akan menjadi selir. Jadi, lupakan saja memberi ganti rugi dengan tubuh. Aku pernah membantu Yang Mulia dan semalam Yang Mulia juga membantuku. Kita bisa dianggap impas.”

“Sudah pandai bermain hitung-hitungan denganku?”

“Yang Mulia, hari ini jadwalmu menghadiri rapat. Lekaslah bersiap, aku akan melihat apakah sarapanmu sudah siap atau belum.”

Demi melarikan diri, Mei Zhiyi lebih baik mengalihkan topik saja. Berbahaya jika terus berlama-lama berdekatan dengan Liu Yan.

Tidak aman untuk keselamatan diri dan tidak aman untuk kesehatan jantungnya. Hatinya juga masih dipenuhi rasa kasihan atas masa lalu dan kekhidupan masa kecil Liu Yan.

Dia memang tidak mau rugi dan susah diajak kompromi. Perkataan Feng Yuzhen salah. Liu Yan tidak berhati lembut. Dia sangat suka membalas dendam dan hobi menekan orang.

Apa yang sudah dibicarakan Feng Yuzhen dengan Mei Zhiyi kemarin? Kenapa Mei Zhiyi malah tiba-tiba mengutarakan pendapatnya soal dirinya? Pasti ini ulah Feng Yuzhen. Pemikiran Feng Yuzhen pasti sudah mempengaruhi hati Mei Zhiyi!

“Hari ini kau tidak usah ikut denganku. Tetaplah di sini. Bereskan mejaku dan rapikan ruangan istanaku. Aku ingin melihatnya bersih dan rapi saat pulang nanti. Jika tidak selesai, gajimu akan dipotong lagi bulan ini.”

“Yang Mulia, aku sedang terluka. Haruskah mengganti rugi sekarang?”

Jelas-jelas ini penindasan! Gaya Liu Yan menindas bawahan yang sakit tidak jauh beda dari seorang perwira yang menyuruh bawahannya yang terluka turun ke medan perang!

“Yang terluka tangan kirimu. Kau masih punya tangan kanan untuk digunakan.”

Tanpa mau mendengarkan protes atau menyetujui negosiasi, Liu Yan pergi menghadiri rapat istana dan tidak kembali sampai siang hari. Mei Zhiyi hany diberi waktu sebentar untuk bersantai. Ketika Liu Yan kembali ke Istana Zhaoyang, dia melihat Mei Zhiyi sedang mengomando pelayan lain yang sedang membersihkan bak mandi di kamar mandi utama.

“Bersihkan yang benar. Jangan ada sisa noda ataupun bau darah.”

Aku rasa bos besarku ini punya semacam gangguan OCD. Noda darahnya sudah lama bercampur dengan air yang dibuang tadi. Baunya juga sejak malam sudah menghilang terkalahkan aroma sabun. Memang benar, menjadi karyawan itu begitu merepotkan. Saat sakit pun tidak dibiarkan cuti. Apakah dia masih manusia?

Liu Yan sengaja tidak membiarkan Mei Zhiyi istirahat. Menurutnya, lebih baik Mei Zhiyi terus bekerja keras. Dengan begitu stamina tubuhnya akan bagus dan kelak jika mengalami serangan lagi, dia tidak akan dikalahkan dengan mudah dan luka yang didapat juga tidak akan parah.

“Bak mandinya sudah dikuras sampai bersih. Seprai dan selimut di tempat tidur juga sudah diganti. Yang Mulia, aku sudah mengganti kerugianmu. Jadi, apakah sekarang bisa mengembalikan kotak obatku?”

Mei Zhiyi baru tahu kalau kotak medis miliknya ditahan Liu Yan setelah semalam digunakan untuk mengobatinya. Kotak itu begitu berharga, tidak mungkin dia berikan padanya begitu saja. Itu adalah peralatan paling dasar untuk menangani kondisi darurat.

“Kotakmu aku kirim ke Rumah Sakit Istana. Wen Yu bilang ingin meneliti jarum dan benang yang digunakan untuk menjahit luka.”

“Kenapa kau memberikan kotak milikku pada orang lain tanpa izin?”

Liu Yan malah menatap Mei Zhiyi dengan dahi berkerut. Raut wajah tidak senang itu sungguh tidak enak dilihat.

“Kau pelayanku dan aku adalah Kaisar. Meski aku menjadikanmu objek penelitian pun, kau tidak boleh membantah.”

Jika bisa ditiru dan dipelajari, mungkin akan membawa lebih banyak manfaat ketimbang disimpan terus untuk diri sendiri. Kalau memang bisa dipelajari dan dikembangkan, dia akan memerintahkan Rumah Sakit Istana untuk membuat benda serupa yang dapat digunakan untuk menolong prajurit di medan perang.

Karena dia tahu, Daqi yang dia pimpin selama tiga belas tahun ini belum benar-benar aman. Di perbatasan, Nanyu masih merongrong dan menjadi ancaman besar untuk kedaulatan Daqi. Di kota, penduduk mungkin lebih membutuhkannya untuk pertolongan darurat.

Terserah saja. Lagi pula kalian tidak akan bisa menirunya meski kalian berusaha keras sekalipun.

“Karena pekerjaanmu sudah selesai, sekarang kau ikuti aku.”

“Memangnya kita mau ke mana?”

“Keluar istana.”

Seketika raut wajah Mei Zhiyi sumringah. Selama dia tinggal, dia belum pernah menginjakkan kakinya di luar istana barang satu langkah pun. Katanya pemandangan ibu kota sangat bagus. Dia jadi sangat ingin melihat bagaimana rupa dari sebuah ibu kota negara zaman kuno ini!

“Dengan senang hati, Yang Mulia.”

1
Ai
sekejam kejamnya ibu kandung tdk mgkn mencelakai anaknya sendiri meski anak itu ada dari seorg laki2 yg tdk dia suka.. klo cuma mengacuhkan msh bisa ditoleransi tapi ini keterlaluan, klo aku jg akan benci setengah mati sama ibu yg spt itu
Ai: banget banget banget 🤭
total 2 replies
Biyan Narendra
Sempet khawatir banget td sama Mei..
Takut knp knp sama Liu yan
Sun Flower: tenang pemirsa
total 1 replies
Imas Fatimah
kayaknya mereka ini satu ibu beda ayah 🤭😉
Sun Flower: hmmmmmm
total 1 replies
Dyana
bgus ibu suri ni d apa in y... Liu cheg jg mnding d buang jauhhh.. putri ruoxi d nikahnya aj k tmpat jauh ga bs balik lg.... huhhhhhb
Sun Flower: digoreng rame-rame
total 1 replies
Dyana
mg aj putri ruoxi ini bknsahabat zhiyi yg brkhianat... mg aj org baik
Sun Flower: baik gak yaaa
total 1 replies
Ai
tenang mei zhiyi tdk akan mati semudah itu😄
Ai: 🤣🤣🤣🤣lanjut yg bnyk thor
total 2 replies
vivi oh vivi
🤭🤭
Sun Flower: 😄😄😄😄😄
total 1 replies
Biyan Narendra
Semoga Mei baik baik saja
Sun Flower: baik-baik kok
total 1 replies
Biyan Narendra
Makin gondok dong ibu Suri
😁😁😁😁
Sun Flower: darting gak tuh
total 1 replies
Biyan Narendra
bakalan rame nih pestanya
Sun Flower: mau ikut?
total 1 replies
Imas Fatimah
wah...penasaran nih kelanjutannya,up lg thor..
Sun Flower: siappp
total 1 replies
Machsunatul Istianah
hmmm.... mencurigakan putri ruoxi ini🤔
Sun Flower: kenapa hayooo
total 1 replies
Libra
Putri Ruoxi itu musuh Zhiyi di dunia modern ya kk author?
nebak" aja dulu
Sun Flower: coba tebakkk
total 1 replies
Biyan Narendra
🤣🤣🤣🤣🤣
Emang enak di ghibahin sama Mei
Sun Flower: gibahin dalam hati lebih seru, apalagi kalau bisa didengar, mau kesal pun tak berdaya🤣
total 1 replies
Ai
apakah penyerangan mei zhiyi ada hubungannya dg putri ruoxi.. tp knp dan apa alasannya? penasaran ini thor
Ai: ada hubungannya ini pasti soale klo ibu suri ndak mgkn
total 2 replies
Ai
andai kaisar daqi tau yg sebenar nya kampung halaman yg diceritakan mei zhiyi berasal dari dunia yg jauhhh di masa depan gimana respect ya
Ai: klo kaisar daqi ikut pantes klo jd ceo keren pasti y thor😄
total 2 replies
Machsunatul Istianah
Liu zhao atau putri ruoxi itu perpindahan jiwa yao shu🤔
Sun Flower: ayoo tebakkk
total 1 replies
Imas Fatimah
mungkinkah yg menyerang Mei itu putri Ruoxsi?🤔
Sun Flower: apa alasannya cobaa
total 1 replies
Imas Fatimah
kaisar bisa membaca pikiran org lain?atau khusus Mei saja yg bisa dibaca pikirannya?
Sun Flower: cheat khusus untuk Mei Zhiyi
total 1 replies
Machsunatul Istianah
pujian yang ber bahaya 😁
Sun Flower: berbahaya untuk jantung dan hati
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!