NovelToon NovelToon
Ku Jual Rahim Demi Si Buah Hati

Ku Jual Rahim Demi Si Buah Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Ibu Mertua Kejam / Pihak Ketiga / Wanita Karir / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Juniar Yasir

Norma menolak keras ketika mertua memintanya menggadaikan rahimnya pada pria kaya, dengan dalih untuk pengobatan sang putri.
Namun saat kejadian nahas menimpa putrinya, dan tekanan dari Mariah mertua nya, membuat Norma terpaksa mengambil keputusan nekad.

Tak sampai disitu, keputusan Norma membuatnya di hina oleh keluarga Syamsul dan masyarakat sekitar.

Sementara suaminya bekerja di luar negeri sebagai TKI. Hilang kontak.

Akankah Norma mampu menjalani kehidupan yang dilema?


.
Mohon baca teratur disetiap bab nya🙏


Kemana kah suami Norma?

Bagaimana kisahnya?




Setting: Sebuah pulau di Riau

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juniar Yasir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sidang

08:25 WIB

*

Ruang sidang Pengadilan Agama terasa amat sempit bagi Norma. Di barisan kursi kayu, Mak Cik Syam memegang erat tangan Norma yang dingin. Sementara Prakoso duduk di bagian belakang Mak Cik Syam.

Di sudut lain, keluarga Syamsul— Daria dan mertuanya—melempar pandangan sinis yang seolah hendak menguliti Norma hidup-hidup. Terutama Syamsul, pria itu menatap Norma dengan senyuman misterius, tapi Norma berusaha tidak menghiraukannya.

"Jangan terlalu gugup, Norma. Istigfar banyak-banyak, mohon pada Allah, minta di beri kelancaran" ucap Mak Cik Syam menggenggam tangan Norma yang berkeringat dingin.

"Norma takut Mak Cik, kita tidak memiliki pengacara. Belum ada persiapan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari hakim" Norma meremas ujung kemeja longgar.

"Serahkan semua pada Allah, apa pun itu hasilnya pasti menyimpan hikmah. Mak Cik tahu, ikhlas itu sulit. Tapi kita hanya bisa berdo'a, selebihnya serahkan kepada NYA" ucapnya meski dirinya juga ikut iba.

.

Tak berapa lama, hakim dan jajarannya memasuki ruangan persidangan.

Hakim mengetuk palu. Persidangan dimulai.

"Telah di ketahui agenda pagi ini terkait permohonan talak oleh Saudara Syamsul terhadap Saudari Norma lestari" ucapnya memulai persidangan.

"Saudara Syamsul, tetap pada pendirian untuk menjatuhkan talak?" tanya tegas.

"Tetap, Pak Hakim. Hati saya tak sanggup lagi. Istri yang saya sayang, rupanya mengontrakkan rahimnya pada orang lain saat saya susah di negeri orang mencari nafkah." wajahnya terlihat muram, sedih yang di paksakan.

Pengacara Syamsul: "Izin, Pak Hakim. Berdasarkan bukti yang ada, Saudari Norma ini sudah mengakui adanya kontrak komersial atas rahimnya. Ini bukan lagi soal ekonomi, tapi soal moralitas! Dia menjual kehormatan keluarga demi harta. Apa mika pikir ini pantas disebut istri?"

Norma terdiam, hatinya sakit.

"Bukan begitu, Pak Hakim... Awalnya ibu mertua saya menawari tentang seseorang yang ingin memiliki keturunan, mencari rahim untuk di kontrakan menanam benih, calon janin. Dengan tegas saya menolak, tapi_" jawab Norma menjelaskan dengan suara bergetar.

"Bohong! Jangan asal tuduh kau Norma!" Mariah beranjak, menuding Norma.

"Harap tenang! Jika suasana tidak kondusif sidang akan kami tunda!" ucap tegas hakim agung "Lanjutkan Saudari Norma!" pintanya.

"Saya menolak keras, mengingat saya adalah seorang istri dan Ibu. Sudah selayaknya menjaga kehormatan, apa lagi suami sedang mencari nafkah di luar negeri. Sementara dirinya tidak bisa di hubungi" ucapnya menoleh pada Syamsul yang menatap nyalang padanya.

Pengacara Syamsul: "Halah! Alasan klasik! Soal klien kami tidak bisa di hubungi, ponselnya hancur saat kerja menjadi bangunan. Tak perlu banyak basa-basi, memang kenyataannya kau mengontrakkan rahim, anak tidak bisa di jadikan alasan. Lihat sekarang, kau duduk di situ pakai baju bagus, hasil dari apa? Hasil menggadaikan harga diri suami kau sendiri!" tudingnya dengan senyum miring.

Norma menunduk kepala, berusaha tidak menangis. Dirinya kalah telah, tak cukup bukti. Sementara Prakoso hanya bisa terdiam. Syakir tidak bisa melakukan tindakan, karena bisa membuat Norma semakin di sudutkan.

Ketegangan memuncak saat Hakim bertanya tentang kasus rumit tersebut.

Hakim: "Saudari Norma, apakah benar calon janin adalah hasil perjanjian dengan pihak ketiga?"

"Betul, Pak Hakim... tapi semua ini saya lakukan demi putri saya yang kecelakaan" bela Norma, air mata mengalir di sudut matanya.

"Jangan bawa-bawa anak, Norma! Dasarnya dirimu sudah muak hidup susah. Buktinya, putri mu kau tinggalkan, sedangkan dirimu hidup enak di hunian mewah milik pria kaya itu!" ucapnya emosi.

.

​Suasana menjadi sunyi senyap saat Hakim membacakan pertimbangan akhir. Norma hanya bisa meremas ujung jilbabnya, sementara Prakoso tampak mencatat setiap kejadian di ponselnya.

​Hakim: "Menimbang bahwa keutuhan rumah tangga sudah tidak dapat dipertahankan lagi akibat adanya pengakuan penggugat dan tergugat mengenai pelanggaran norma dan komitmen pernikahan... Maka, dengan ini menyatakan mengabulkan permohonan talak satu kepada Saudara Syamsul terhadap Saudari Norma."

​Syamsul (Berdiri dengan tegas) "Norma... hari ini, di depan saksi dan hakim, jatuh talakku padamu. Kita bukan lagi suami istri. Uruslah urusanmu dengan pria kaya itu, jangan kau bawa lagi nama keluargaku."

.

​Syamsul melangkah keluar tanpa menoleh sedikit pun. Keluarga besarnya mengikuti dengan sorak sorai kemenangan.

Daria berhenti sejenak, menatap remeh "Akhirnya!" gumamnya dengan nada mengejek, lalu melanjutkan langkah menyusul keluarganya.

.

****

Seperti yang telah di rencanakan, Norma kini telah tiba di halaman rumah mantan suaminya. Walaupun hatinya sedang hancur, tapi niatnya untuk menemui putri semata wayang tidak surut. Berharap bertemu Nuri bisa mengobati hati yang terluka.

Prakoso membuka pintu bagian belakang, Norma keluar terlebih dahulu, di susul Mak Cik Syam. Kedatangannya di lihat beberapa warga.

"Jadi ini perempuan perebut suami orang, menggadaikan rahim demi beberapa lembar uang?!" ucap sinis Masitah.

Ya, wanita ini sudah tak sabar menanti kedatangan Norma yang di anggapnya saingan.

Iya tatap Norma dari kaki hingga kepala dengan tatapan menilai.

"Aku heran, apa yang di pandang Syakir pada kau wahai pelakor!" ucapnya lantang.

"Anda siapa?" tanya Norma.

"Tanyakan pada babu di sebelah mu!" liriknya sinis pada Mak Cik Syam.

Norma menoleh pada Mak Cik Syam, menuntut jawaban.

Mak Cik Syam memejamkan mata, menghela nafas berat, menghembus perlahan.

"Beliau Engku Masitah, mantan istrinya Bapak Syakir" lirihnya pelan.

Norma mendongak, menatap Masitah. Terkejut, takut, malu berbaur menjadi satu.

"Kenapa? Terkejut?" Masitah tersenyum sinis, bersedekap dada "Heran sama perempuan seperti kau ni, sudah bersuami, anak, tapi masih saja tergiur dengan pria lain. Apa karena duit, kau sampai rela menaiki ranjang pria kaya menjadi lont*?!" tudingnya pongah.

"Aku bukan wanita seperti itu!" balasnya.. Ragu.

"Lantas wanita seperti apa? Cuba beritahu, sebutan apa yang pantas untuk perempuan yang menampung rahim untuk pria asing, sementara dirinya telah bersuami!?" Ucapnya penuh amarah.

"Puan Masitah, kita sekarang jadi tontonan warga kampung. Tolong anda bisa menjaga sikap." Prakoso menengahi, di balas tatapan nyalang Masitah.

'Itukah pria nya? Tua betul tu' Bisik beberapa warga tak bisa terelakkan.

Karena terlalu cemas dan ketakutan perut Norma menjadi tidak nyaman, sesuatu melesak ingin keluar, mual.

Hueghhh

Norma menutup mulut, sebelah tangan merogoh saku, mengeluarkan permen, lalu mengunyahnya demi menghilangkan sensasi mual.

Mata Masitah melotot, pikirannya tertuju satu hal.

.

.

"Wah, wah. Tak ku sangka ya Norma. Kau rela menjual rahim demi lembaran duit. Murah betul harga diri mu!" ucap wanita menggeleng kepala.

.

.

.

Apa cerita ini seru? Kalau iya mohon dukungan sederhana dengan like, koment dan permintaan update🙏

1
Yulia Dhanty
menarik
Anita Rahayu
Buat karna pedih untuk samsul dan familtnya sekaligus selingkuhannya😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈
Juniar Yasir: asiap sisssa
total 1 replies
Sunaryati
Semoga setelah di talak hidupmu semakin baik dan keluarga Syamsul dapat balasan
Yulia Dhanty
Syamsul. brengsekkkk😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!