akibat lilitan utang dia harus berkerja keras, untuk bisa hidup dan melunasi utang nya, tak disangka dia bertemu dengan pria kaya yang ternyata seorang duda beranak satu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuryanthi Sudarma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode tiga puluh satu
🌾Aduh Author mau mengingatkan diawal sebelum membaca untuk vote ya 🌾
"Tuan pakaian anda sudah siap" setelah menyimpan pakaian suaminya. Hal itu sering Leela lakukan sejak mereka menikah.
"ya" balas Bimo, meninggalkan tempat tidur.
Selesai dengan kebutuhan suaminya, Leela kembali ke tugas utama.
"mamiiiii" teriak Andra dan menghampiri, saat pintu sudah terbuka.
"Anak pintar" lembut Leela mengusap rambut Andra.
Saat Leela hendak menuju dapur tiba tiba terhenti karena sebuah teriakan.
"Laaa"
"iya tuan" jawab Leela tergesa gesa.
"berhenti memanggil saya tuan" balas Bimo dan ia lupa tujuannya memanggil Leela.
"Ya" jawab Leela datar tanpa ekspresi.
"dan gunakan ini untuk memenuhi kebutuhan Andra dan kau" menyerahkan dua unit kartu ATM.
"jangan buat saya di pandang seolah olah suami jahat didepan mama sama papa" lanjutnya lagi
maksudnya apa ini?
"Saya rasa anda tidak perlu melakukan ini tuan" meletakan kembali ATM yang baru ia terima di tempat tadi menyimpan baju suaminya.
"saya tidak suka bantahan, kau ingat semua aturan yang berlaku adalah aturan saya"
"baiklah saya anggap ini gaji saya tuan" mengambil kembali ATM tersebut.
"bolehkah saya gunakan uang yang anda kasih untuk membiayai adik adik saya?"
"terserah" jawab nya sambil merapikan rambut.
Leela berlalu meninggalkan Bimo yang masih dikamar.
Dia melanjutkan kembali niatnya ke dapur.
Di meja makan sudah ada Andra yang duduk manis, sambil memakan biskuit.
"mam aku belum minum susu" seperti biasa dia akan bermanja jika sama Leela.
"baiklah akan mami buatkan" berjalan ke dapur.
"Apa anda membutuhkan sesuatu nyonya" tanya pak Diman. Memang tidak kaget saat Leela ke dapur, karena ini bukan pertama kalinya. Saat ada waktu senggang Leela sering minta ijin untuk menggunakan dapur pada pak Diman. Leela yang punya hobi memasak, tak jarang ia memanfaatkan fasilitas dapur mewah tersebut.
"Tidak saya hanya akan membuat susu untuk Andra" menjawab sambil tersenyum.
"Apa tidak sekalian buatkan kopi untuk tuan, nyonya?" Bukannya dia berniat tidak sopan pada majikannya. Namun niatnya tersebut tak lain ingin melihat kedua majikannya lebih harmonis. Pasalnya selama ini, ia melihat tidak cinta dalam pernikahan mereka. Bahkan pernikahan Sudah berjalan hampir 3 bulan. Tapi saat Bimo dan Leela bertemu mereka bersikap seolah mereka tidak saling mengenal, padahal kenyataan nya mereka sepasang suami istri.
Leela sibuk mengurus Andra sementara Bimo hanya memperhatikan Andra, sesekali Ariana pun datang ke rumah tanpa tau malu. Namun Leela cukup tau diri, ia tidak pernah menunjukan sikap cemburu atau apapun.
"Ya mungkin akan saya buatkan. Saya tidak mau jadi istri yang tidak melayani suaminya" jawab Leela dengan ekspresi yang sulit di artikan.
Selesai dengan secangkir kopi hitam tanpa gula, dan segelas susu, Leela bergegas kembali kemeja makan.
Bimo sudah duduk disana.
"Diminum susunya sayang biar tambah pintar" menyodorkan segelas susu pada Andra. Lalu menyodorkan kopinya pada Bimo.
"Selamat pagi" tiba tiba ada suara mengejutkan saat mereka sedang menikmati sarapan.
"Ariana" pelan Bimo menoleh ke sumber suara. Kenapa dia bisa masuk padahal penjagaan di depan sangat ketat? tentu saja itu karena ia mengatas nama kan Bimo yang menyuruhnya.
"Waah lagi sarapan ya, kebetulan aku juga memang belum sarapan" ucapnya bermanja sambil memeluk Bimo. Tentu saja dia juga melirik Leela. Namun yang dilirik tak memperdulikannya. Leela fokus menyuapi Andra dan fokus pada makanannya.
"Ayo habiskan" ucap Leela saat Andra malah melihat Ariana.
"kok tante seling kemali, tante nggak punya lumah ya?" celetuk Andra yang sering memperhatikan Ariana.
"Andra" kata Leela. ia tidak ingin Andra bersikap tidak sopan. ya kalau Andra bersikap macam macam jelas Leela yang akan kena batunya.
"emm baiklah baiklah aku duduk di sini ya sayang" Bimo hanya mengangguk.
haha kau pikir saya akan cemburu. berjuanglah Nona Ariana. Batin Leela sambil tersenyum. Leela diam saat ia menyadari akan apa yang diucapkannya barusan.
Astagfirullah. Leela menepuk jidat nya.
Langsung mendapat tatapan dari Bimo.
Menyadari hal itu buru buru Leela berkata
"Aku lupa kalau hari ini Andra ada jadwal senam pagi" ucap Leela bergegas mengajak Andra untuk segera pergi.
Lihat saja akan aku buat kau yang meminta Bimo untuk menceraikan mu, karena kau tak kuat cemburu. kau memang pintar Ariana. Tersenyum sambil memutar sendok yang ada di tangannya.