NovelToon NovelToon
Lamaran Yang Bukan Untukku

Lamaran Yang Bukan Untukku

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Konglomerat berpura-pura miskin / Balas Dendam
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sefin Eka Ramana Putri

Tujuh tahun Cynthia Dewi mencintai YB dengan seluruh hatinya. Namun di hari yang seharusnya menjadi bahagia bagi mereka berdua, YB justru melamar Karen — wanita yang selama ini selalu ia anggap adik. Cynthia melihat semuanya dengan mata kepalanya sendiri, dan hatinya hancur seketika. Di saat ia merasa sudah tak memiliki siapa pun, Aloy datang menolongnya. Ia bukan hanya teman lama, tetapi juga sosok yang menyimpan rahasia besar dari masa lalu Cynthia. Mampukah Cynthia membuktikan jati dirinya, membalaskan dendam, dan menemukan cinta sejatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sefin Eka Ramana Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Bayang-Bayang yang Tak Pernah Jauh

Sinar matahari pagi menyelinap masuk melalui celah jendela kamar Cynthia, menyentuh wajahnya yang tampak pucat dan lelah. Sepanjang malam matanya tak terpejam. Pikirannya terus berputar tanpa henti, menata ulang setiap kata yang terucap kemarin, setiap tatapan yang diberikan orang-orang yang seharusnya memihak padanya. Hatinya masih terasa perih, namun air matanya telah mengering. Ia berjanji pada dirinya sendiri — tak akan lagi menangis di hadapan mereka. Tak akan membiarkan siapa pun melihat betapa hancurnya dirinya.

Cynthia bangkit dari tempat tidur, merapikan penampilannya dengan sederhana namun rapi. Ia melangkah keluar kamar menuju ruang tengah. Di sana, suasana rumah tampak sibuk dan riuh. Ibu dan Karen sedang duduk bersama YB, menatap lembar majalah pernikahan yang terbentang lebar di atas meja. Mereka tertawa dan berbicara dengan penuh semangat, seakan kehadiran Cynthia sama sekali tak terasa di ruangan itu.

"Ibu, Ayah..." sapa Cynthia pelan namun tegas.

Percakapan mereka terhenti seketika. Karen menoleh, seketika menunduk tak berani menatap mata kakaknya. YB menatap Cynthia sekilas, lalu kembali menunduk menatap majalah di tangannya dengan wajah datar tanpa ekspresi.

"Cynthia," Ibu menyahut tanpa menoleh sepenuhnya. "Kau sudah bangun. Kemarilah, lihatlah gaun pengantin ini. Karen terlihat sangat cantik mengenakannya, bukan? YB juga sangat menyukainya."

Kalimat itu terasa bagai jarum yang kembali menusuk luka yang belum mengering. Cynthia menarik napas panjang, menahan agar suaranya tak bergetar.

"Ibu, Ayah... aku pamit hendak pergi bekerja."

"Pergi bekerja?" kali ini YB yang bersuara. Ia mendongak menatap lurus ke arah Cynthia. Suaranya tetap lugas dan tenang, seakan tak ada beban di hatinya. "Mulai hari ini kau tak perlu lagi bekerja. Segala kebutuhan keluarga akan aku tanggung sepenuhnya sebagai bentuk tanggung jawabku kepada Karen. Kau cukup berdiam diri di rumah dan membantu persiapan pernikahan kami."

Darah seakan berdesir kencang di telinga Cynthia. Kata-kata itu begitu tenang terucap, namun maknanya begitu merendahkan. Ia seakan tak lagi berhak berdiri setara di hadapan mereka.

"Terima kasih atas kemurahan hatimu, YB," jawab Cynthia tenang, menatap lurus ke mata pria itu. "Namun aku ingin tetap bekerja. Aku ingin memiliki penghasilan dan hidupku sendiri. Aku tak ingin bergantung pada belas kasih siapa pun."

YB terdiam sejenak, menatap Cynthia dengan tatapan yang sulit diartikan. "Terserah kau saja. Namun ingatlah... kau adalah kakak dari istriku kelak. Jagalah sikap dan tingkah lakumu agar tak mempermalukan Karen maupun dirinya sendiri."

Cynthia mengangguk pelan tanpa menambahkan sepatah kata pun. Ia berbalik dan melangkah keluar rumah, meninggalkan kehangatan yang tak pernah lagi terasa seperti rumah baginya. Udara pagi yang segar menyambutnya di luar, namun langkah kakinya terasa berat. Entah mengapa, seketika bayangan sosok lain melintas di benaknya. Senyum hangat itu. Suara lembut yang menenangkannya saat hujan sore kemarin. Aldy Reynaldi — Aloy.

Tanpa sadar, kakinya justru melangkah ke arah yang sedikit berbeda dari jalan biasanya. Hatinya berharap seakan-akan ada benang tak kasat mata yang mempertemukan mereka kembali. Namun sejauh matanya memandang, jalanan itu tampak sepi dan tak ada tanda-tanda kehadiran pria itu. Cynthia tersenyum getir pada dirinya sendiri. Apa yang ia harapkan? Mereka hanyalah orang asing yang kebetulan berpapasan di tengah hujan. Tak lebih.

Dengan langkah yang sedikit gontai, Cynthia berjalan menuju tempat kerjanya. Namun baru beberapa langkah, telinganya menangkap suara mesin sepeda motor yang perlahan mendekat, disertai suara ceria yang begitu ia kenal.

"Wah! Bukankah itu bidadari yang kemarin basah kuyup kena hujan? Selamat pagi, Cynthia!"

Jantung Cynthia berdegup kencang. Ia berbalik perlahan dan mendapati Aloy berhenti tepat di sampingnya. Pria itu tersenyum lebar, matanya berbinar hangat persis seperti yang ia ingat. Sepeda motornya tampak sederhana, pakaiannya rapi namun biasa saja, namun kehadirannya seketika membuat suasana hati Cynthia yang suram menjadi sedikit lebih terang.

"Aloy..." panggilnya pelan, tak mampu menyembunyikan rasa terkejut bercampur gembira yang menyelinap di hatinya. "Selamat pagi. Kau... sedang lewat kebetulan?"

Aloy tersenyum makin lebar, menatapnya dengan pandangan yang tulus dan ramah.

"Bisa dibilang begitu. Atau bisa juga... aku sengaja lewat jalan ini karena merasa ada seseorang yang mungkin sedang membutuhkan teman bicara pagi ini," jawabnya santai namun penuh makna. "Bagaimana keadaanmu hari ini? Sudah lebih baik hatinya?"

Pertanyaan sederhana itu begitu tulus terucap, membuat mata Cynthia kembali berkaca-kaca. Seluruh orang di rumahnya sibuk membicarakan kebahagiaan mereka, tak satu pun yang bertanya kabarnya. Namun pria yang baru dikenalnya dua hari saja justru menjadi orang pertama yang menanyakan keadaan hatinya.

"Aku... sudah lebih baik. Terima kasih, Aloy," jawabnya pelan, berusaha tersenyum walau berat.

"Syukurlah kalau begitu," ucap Aloy lembut. "Kalau kau hendak pergi bekerja, izinkan aku mengantarmu. Hari terasa cukup panas untuk berjalan kaki. Aku tak tega melihat bidadari berkeringat begitu."

Cynthia sempat ragu sejenak, namun melihat ketulusan di mata pria itu, ia akhirnya mengangguk setuju. Sepanjang perjalanan, Aloy tak banyak bertanya mengenai masalahnya. Ia justru bercerita hal-hal sederhana yang lucu dan ringan, membuat Cynthia tanpa sadar ikut tersenyum dan tertawa kecil. Sesuatu yang terasa mustahil terjadi pagi tadi.

Sesampainya di dekat tempat kerja Cynthia, Aloy menepati janjinya — berhenti agak jauh dari keramaian, tak membuat Cynthia merasa canggung.

"Terima kasih banyak, Aloy. Kau benar-benar menolongku lagi," ucap Cynthia tulus saat hendak turun.

Aloy menatapnya lekat sejenak, lalu tersenyum hangat.

"Ingatlah satu hal, Cynthia. Senyummu itu jauh lebih indah daripada segala hal yang mungkin menyakitimu hari ini. Jangan biarkan siapa pun mengambilnya darimu. Dan... jangan lupa, aku ada di sini. Selalu."

Cynthia terpaku menatap punggung Aloy yang kembali menjauh. Kalimat sederhana itu begitu bermakna baginya. Di saat semua orang meninggalkan dan menyakiti hatinya... justru pria inilah yang hadir kembali, tanpa diminta, tanpa pamrih, hanya untuk mengingatkannya agar tetap tersenyum.

Dan di detik itu pula, Cynthia menyadari satu hal. Kehadiran Aloy dalam hidupnya bukan sekadar kebetulan semata. Pria itu perlahan-lahan mulai menjadi alasan baginya untuk tetap berdiri tegak dan bangkit. Dan ia pun mulai menyadari... bahwa di balik kesederhanaan dan senyum tulusnya itu, tersembunyi sesuatu yang jauh lebih besar dan berharga dari apa pun yang pernah ia kenal sejauh ini.

1
Kartini Pertiwi
Kak, Bab 14 bikin hatiku ikut berdebar! 🥺 Momen Cynthia berdiri di depan gerbang rumah Keluarga Hutapea terasa begitu tegang. Aku penasaran siapa pemilik kalung sebenarnya dan apa yang akan terjadi setelah ini! Semangat terus menulisnya, Kak!
Dewi Fortuna
Kak, Bab 13 benar‑benar membuat hatiku bergetar! 🥺 Betapa terkejutnya Cynthia mengetahui bahwa ia putri kandung Keluarga Hutapea. Namun rasa bahagianya bercampur ketakutan. Aku sangat penasaran bagaimana pertemuannya dengan orang tua kandungnya nanti! Semangat terus menulisnya, Kak!
Rio
Kak, Bab 12 bikin hatiku berdebar‑debar! 🥺 Momen Cynthia menyerahkan buku harian dan foto bayi ke Aloy terasa begitu menyentuh. Semoga mereka segera menemukan jawaban tentang asal‑usul Cynthia! Semangat terus menulisnya, Kak!
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak sudah membaca dan memberi komentar di Bab 12, Rio! 🥰 Sangat senang kamu merasakan ketegangan dan harapan di momen itu. Akan ada petunjuk‑petunjuk baru selanjutnya, jangan lupa ikuti terus ceritanya ya! 💛
total 1 replies
yanti
bagus, q syukak dengan cerita nya. terima kasih author udah bikin cerita nya hidup kayak seolah olah q masuk ke dunia mereka. keren👍🥰😍
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah suka ceritanya, Yanti! 🥳 Bahagia sekali mendengar ceritaku terasa hidup bagimu. Aku akan terus semangat berkarya, tunggu petualangan tokoh‑tokoh kita selanjutnya! 👍
total 1 replies
Ruchika Putri Onsu
Luar biasa sekali Bab 11! 🥰 Momen ketika Cynthia menyerahkan buku harian dan foto bayi kepada Aloy adalah langkah besar. Sekarang Aloy sudah tahu rahasia bahwa Cynthia diambil dari Rumah Sakit Pertamina. Apa yang akan mereka lakukan selanjutnya? Jangan lewatkan kelanjutan ceritanya! Semangat terus author! 💖✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas komentar bagusnya, Ruchika! 🥰 Benar sekali, momen itu menjadi langkah penting bagi Aloy. Tunggu kelanjutan rahasia‑rahasia berikutnya ya! Jangan lupa terus ikuti ceritanya sampai selesai ya.
total 1 replies
Devi Permata Sari
Bacanya ikut terasa berat di hati 😢 Pertanyaan-pertanyaan Cynthia itu sungguh masuk akal — mengapa tidak ada satu pun jejak masa kecilnya? Mengapa dia diperlakukan begitu berbeda? Ada rahasia besar yang ditutupi rapat-rapat di rumah ini, dan Cynthia mulai mendekati kebenarannya! Kakak hebat sekali membangun suasananya, bikin kami ikut deg-degan menanti apa yang akan terungkap di gudang tua itu! Semangat Kak, teruslah menulis! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Devi atas komentar yang sangat menyentuh hati! 🥰 Saya senang Kakak bisa ikut merasakan beban di hati Cynthia dan merasakan keraguan‑keraguannya. Benar sekali, ada rahasia besar yang tersembunyi, dan gudang tua itu menjadi awal langkah Cynthia mendekati kebenaran! Terima kasih sudah mendukung, jangan lewatkan kelanjutan kisahnya ya! 💖✨
total 1 replies
Devi Permata Sari
⭐⭐⭐⭐⭐ Sungguh karya yang luar biasa indah dan menyentuh hati! "Lamaran yang Bukan untukku" bukan sekadar cerita biasa, melainkan perjalanan perjuangan, kesetiaan, dan keadilan yang begitu nyata. Kakak menuliskan setiap perasaan tokohnya dengan begitu mendalam, seakan kami ikut merasakannya sendiri — dari luka masa kecil, pengkhianatan, hingga harapan untuk mendapatkan kebenaran. Alurnya rapi, penuh kejutan, dan tidak pernah membosankan! Kepada siapa pun yang mampir ke sini, jangan lewatkan! Bacalah dari bab pertama dan ikuti terus sampai tamat/endingnya, kalian pasti tidak akan menyesal! Terima kasih Kakak sudah menulis kisah seindah ini, semangat terus sampai bab terakhir! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah memberikan apresiasi yang begitu bagus, Devi! 💖 Betul, aku ingin menghadirkan perasaan‑perasaan nyata dari para tokoh. Masih banyak kejutan yang akan datang, semoga kamu tetap setia mengikuti ceritanya sampai tamat! 💪
total 1 replies
Ridho Yanuar
Luar biasa Kak! 💔 Bab 9 ini bikin benar-benar paham betapa beratnya masa kecil Cynthia. Perlakuan yang berbeda begitu tajam... tidak adil sekali! Tulisan Kakak begitu hidup, seakan aku ikut melihat semuanya. Semangat terus menulisnya Kak, aku tidak sabar menanti saat Cynthia akhirnya membuktikan siapa dirinya yang sebenarnya! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Ridho atas komentar yang menyentuh hati! 🥰 Saya senang Kakak bisa merasakan betapa berat masa kecil Cynthia dan ketidakadilan yang ia alami. Benar, perjalanan Cynthia untuk membuktikan jati dirinya masih panjang dan penuh rintangan! Terima kasih sudah mendukung, terus ikuti kelanjutan ceritanya ya! 💖✨
total 1 replies
Mbak Suryati
aku suka sama cerita nya. begitu menyentuh hati. semangat buat Cynthia untuk membalikkan keadaan nya. dan untuk yb gemes aku dengan yb. ada laki laki di dunia nyata kayak begitu ingin rasanya kujambak. buat authornya keren.! 👍
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih dukungannya, Mbak Suryati! 😆 Betul, Reza sering banget bikin pembaca gemes. Aku akan terus semangat menulis perjuangan Cynthia. Jangan lewatkan bab‑bab selanjutnya ya! 👍
total 1 replies
Rio
Karya yang sungguh luar biasa! 💎 'Lamaran yang Bukan untukku' menyentuh hati dari baris pertama. Perjuangan, kesetiaan, cinta yang diabaikan — semua terasa begitu nyata. Setiap bab ditulis dengan sepenuh hati, alurnya mengalir indah, penuh ketegangan sekaligus kehangatan. Kepada siapa pun yang mampir ke sini, jangan lewatkan! Bacalah dari awal dan ikuti terus sampai tamat, ini kisah yang tak akan kalian lupakan! Semangat terus menulisnya Kak! Terima kasih! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih apresiasinya, Rio! 💖 Senang sekali alur ceritaku bisa terasa mengalir dan penuh ketegangan bagimu. Masih banyak kejutan yang akan datang, semoga kamu tetap setia membaca sampai akhir! 💪
total 1 replies
Aldebaran Putra Alfahri
Sungguh tulisan yang menyentuh hati! ❤️ Bagian ini bikin aku ikut bertanya-tanya bersama Cynthia — mengapa Aloy terasa begitu berbeda saat serius? Ada kekuatan dan keagungan yang tersembunyi di dirinya... Kakak menuliskannya begitu indah, seakan aku ikut berada di sana! Ceritanya makin menarik dan penuh misteri! Semangat terus menulisnya Kak, aku tidak sabar menanti kelanjutannya! 🙏✨
Sefin Eka Ramana Putri: Wah terima kasih banyak Kak Aldebaran atas apresiasinya! 🥰 Saya sangat senang tulisan ini bisa membuat Kakak seolah‑olah ikut berada di dalam cerita. Aloy memang punya sisi tersembunyi yang akan muncul nanti. Jangan lupa ikuti bab‑bab selanjutnya ya! Semangat membaca! 💖✨
total 1 replies
Aldebaran Putra Alfahri
Cerita yang luar biasa! 🌟 Penuh makna, menyentuh hati, dan tidak pernah membosankan! Kisah Cynthia mengajarkan kita untuk tidak menyerah pada keadilan. Alurnya tersusun rapi, setiap bab bikin penasaran! Sangat direkomendasikan untuk semua! Bacalah dari awal dan ikuti terus sampai tamat/endingnya, kalian tidak akan menyesal! Penulisnya hebat sekali! Semangat terus Kak! Terima kasih atas karya yang berharga ini! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas ulasan bintang lima yang sangat indah, Aldebaran! 🥰 Sangat senang kamu merasakan makna di balik kisah Cynthia. Aku akan terus berusaha menyusun alur dengan rapi, semoga bisa tetap membuat penasaran sampai bab akhir! Semangat juga untukmu! 💛🙏
total 1 replies
Renn Anti Hero
Wah, luar biasa Kak! 🥺 Bab 7 ini bikin makin penasaran sekali! Cara Kakak menggambarkan perasaan Cynthia yang mulai menyadari sesuatu tentang Aloy begitu indah dan terasa nyata... Setiap kalimatnya bikin ikut merasakan kebingungan dan rasa ingin tahu Cynthia. Aura yang berbeda itu... ada sesuatu yang tersembunyi ya! Semakin ingin tahu kebenarannya! Semangat terus Kak, ceritamu sungguh luar biasa! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas komentar yang sangat menyentuh hati Kak Renn! 🥰 Saya sangat senang Kakak bisa merasakan kebingungan Cynthia dan merasakan aura rahasia di antara dia dan Aloy. Benar sekali, masih ada banyak hal tersembunyi yang akan terungkap perlahan! Terima kasih sudah mendukung cerita ini, semoga Kakak terus menikmati kelanjutan kisahnya ya! 💖✨
total 1 replies
Renn Anti Hero
Sungguh karya yang luar biasa indah! ⭐⭐⭐⭐⭐ 'Lamaran yang Bukan untukku' bukan sekadar cerita, tapi perjalanan hati yang begitu nyata — tujuh tahun kesetiaan, pengorbanan, dan perjuangan membuktikan kebenaran. Setiap kalimat ditulis dengan tulus, alurnya rapi, penuh kejutan dan emosi yang bikin tidak bisa berhenti membaca! Bagi kalian yang mampir ke sini, wajib baca dari awal sampai tamat, kalian pasti ikut merasakan setiap detik perasaan tokohnya! Terima kasih Kak sudah menulis kisah seindah ini, semangat terus sampai bab terakhir! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih apresiasinya, Renn! 💖 Betul, aku ingin menyampaikan perasaan‑perasaan nyata dari para tokoh. Masih banyak kejutan dan emosi yang akan datang, semoga kamu tetap setia membaca sampai tamat! 💪
total 1 replies
Ruchika Putri Onsu
Cerita yang luar biasa! 🌟 Penuh makna, penuh emosi, dan tidak pernah membosankan! Kisah Cynthia mengajarkan kita bahwa keadilan akan datang pada waktunya, dan ketulusan tidak akan sia-sia selamanya. Alurnya mengalir indah, setiap bab bikin penasaran! Saya sangat menyarankan kalian semua untuk membaca dan mengikuti cerita ini sampai tamat, kalian tidak akan menyesal! Penulisnya luar biasa hebat! Semangat Kak! Teruslah berkarya! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah memberikan bintang 5 dan ulasan yang menyentuh hati, Ruchika! ✨ Betul, aku ingin menyampaikan pesan tentang keadilan dan ketulusan lewat kisah Cynthia. Masih banyak bab menarik yang akan datang, jangan lupa terus ikuti ceritanya ya! 💪
total 1 replies
Moreno Fathur rochman
Perih sekali membacanya... 💔 Tujuh tahun mencintai, memberikan segalanya, kesetiaan yang tak tergoyahkan — lalu dikatakan 'tidak pantas'? Dimana letak keadilannya? Cynthia tidak meminta banyak, hanya dihargai dan dilihat. Tapi justru dia yang dipinggirkan demi kebahagiaan orang lain. Tulisan Kakak begitu hidup, bikin ikut merasakan setiap luka di hatinya. Lanjutkan ya Kak, ceritanya luar biasa! 🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak atas perhatian dan perasaannya! 🥺❤️ Memang perih sekali melihat ketulusan bertahun-tahun diabaikan begitu saja... Semoga kisah Cynthia bisa menyentuh hati kalian semua. Tetap ikuti kelanjutannya ya, keadilan sedang menanti! 🙏✨
total 1 replies
Moreno Fathur rochman
"Lamaran yang Bukan untukku" — sungguh kisah yang menyayat hati! 💔
Tujuh tahun kesetiaan, tujuh tahun menunggu, namun pada akhirnya semua pengorbanan seakan tak pernah dilihat. Alurnya begitu menyentuh, setiap kalimat terasa hidup dan menusuk sampai ke hati. Cerita ini bukan sekadar kisah cinta, tapi tentang dihargai atau diabaikan, tentang berjuang lalu terluka. Kalau kalian mampir ke sini, jangan lewatkan untuk membacanya dari awal sampai akhir — kalian pasti akan ikut merasakan setiap perasaan tokohnya. Karya yang luar biasa indah dan berharga! Semangat terus menulisnya Kak! ❤️⭐⭐⭐⭐⭐
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Moreno! 🥺❤️ Pujian dari Kakak sungguh membuat mataku berkaca-kaca... Tujuh tahun memang bukan waktu yang singkat, dan aku ingin kisah Cynthia dirasakan sepenuh hati oleh kalian semua. Dukungan Kakak adalah semangat terbesarku untuk terus menulis sampai bab terakhir! Terima kasih sudah mampir dan merasakan kisahku! Tetap ikuti perjuangan Cynthia ya! 🙏✨❤️
total 1 replies
Dita Anggraini
Sakit sekali... 😭 Tujuh tahun bukan waktu yang singkat, tapi seolah semua pengorbanannya tidak pernah ada. Semua sibuk mendukung kebahagiaan mereka, tapi siapa yang akan menjaga kebahagiaan Cynthia? Kata-katanya begitu sederhana tapi menusuk sampai ke tulang. Ceritanya luar biasa, bikin tidak sabar kelanjutannya! ⭐
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Dita! 🥺❤️ Benar sekali, tujuh tahun bukan waktu yang singkat... Sakit sekali melihat pengorbanan yang tidak dihargai. Tapi jangan khawatir, perjuangan Cynthia belum selesai! Tetap ikuti kelanjutannya ya, keadilan akan datang! 🙏✨
total 1 replies
Dita Anggraini
"Sungguh karya yang luar biasa indah! Ceritanya menyentuh hati, penuh makna, dan setiap kata yang ditulis terasa begitu tulus. Tidak pernah membosankan, justru semakin dibaca semakin ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Teruslah berkarya, tulisanmu sangat berharga! ⭐⭐⭐⭐⭐"
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Dita! 🥰⭐ Sungguh pujian yang membuat hatiku hangat! Aku selalu berusaha menulis dengan tulus dari lubuk hati terdalam. Dukungan Kakak membuatku makin semangat menjaga ceritanya tetap indah sampai bab terakhir! 💖✨
total 1 replies
Satria Aldizar Reyndra Anggaru
Setiap kalimatnya terasa begitu nyata, perih, dan tulus. 💔 Bagaimana bisa tujuh tahun pengabdian diabaikan begitu saja? Kalimat 'siapa yang akan memikirkan dan menjaga kebahagiaannya sendiri' — sungguh menghantam hati pembaca. Kakak menulis dengan begitu indah dan menyentuh. Semoga Cynthia akhirnya mendapatkan kebahagiaannya sendiri! Teruslah berkarya Kak! 💖
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih Kak! 🥰💖 Senang sekali ceritaku bisa terasa nyata di hatimu. Tujuh tahun bukan waktu yang singkat, dan pengabdian itu pantas dihargai sepenuhnya. Jangan lewatkan bab selanjutnya, kebenaran akan segera terungkap! Semangat Kak! ✨
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!