NovelToon NovelToon
Istri Mafia Memilih Taubat

Istri Mafia Memilih Taubat

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir / Mafia
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Rara, seorang gadis yang gemar membaca kisah pria tampan, tiba-tiba terbangun di dalam novel yang baru saja dibacanya. Namun, bukan sebagai pemeran utama yang baik hati, ia justru menjadi Zelara Sabiru, istri arogan, sombong, dan kejam dari seorang bos mafia bernama Bashkar Deluca. Dalam cerita asli, Zelara selalu membenci Bashkar dan ikut keluarganya menuduh sang suami sebagai dalang di balik kematian kedua orang tuanya. Bahkan, Zelara berakhir dengan nasib tragis. Namun Rara mengetahui satu rahasia yang tidak diketahui siapa pun Bashkar tidak pernah membunuh orang tuanya. Semua tuduhan itu hanyalah fitnah. Berbekal pengetahuan tentang alur cerita, Rara memutuskan mengubah takdir Zelara. Ia meninggalkan sifat buruk sang istri, memilih untuk bertaubat, dan mulai membela Bashkar yang selama ini hidup dalam kesepian serta penuh kecurigaan. Tetapi semakin Rara berusaha mengubah akhir cerita, semakin banyak rahasia keluarga Deluca yang terbongkar. Dan yang paling membuatnya bingung… Mengapa sang mafia dingin yang seharusnya membencinya justru mulai melindunginya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Hanya butuh waktu kurang dari satu jam bagi jaringan intelijen keluarga Deluca untuk membedah sinyal frekuensi dari rekaman suara dan melacak rute pelarian mobil van hitam tersebut.

Rian menerobos masuk ke dalam mobil komando dengan napas memburu, menyodorkan sebuah tablet militer ke hadapan Bashkar.

"Tuan! Sinyal terakhir pemancar yang ditinggalkan para penculik berhasil dilacak!" seru Rian tegas. "Posisi Nyonya Zelara ada di kawasan gudang tua terbengkalai di wilayah timur, dekat area perbatasan bekas dermaga!"

Tanpa melontarkan sepatah kata pun, Bashkar menginjak pedal gas dalam-dalam. Konvoi belasan mobil SUV serba hitam meluncur membelah kegelapan malam bagaikan badai kematian, menerobos tumpukan salju yang kian tebal menuju wilayah timur.

SREEEKKK!

Ban-ban tebal mobil SUV itu mengeram tajam sewaktu menerobos barikade seng dan berhenti mendadak di pelataran gudang tua yang sepi dan terbengkalai. Udara di luar teramat dingin, namun atmosfer yang dibawa oleh Bashkar jauh lebih membekukan darah.

Pintu mobil terdorong terbuka. Bashkar melangkah keluar dengan mantel hitam panjang yang melambai ditiup angin malam. Manik mata kelabunya memancarkan kilatan pembunuh yang amat murni.

Di depan pintu seng gudang yang berkarat, dua orang penjaga bersenjata yang baru saja keluar untuk merokok seketika membeku melihat kedatangan armada Deluca. Belum sempat salah satu dari mereka mengangkat senjata—

KLIK!

Bashkar sudah bergerak bagaikan bayangan hitam. Dalam satu gerakan kilat yang teramat presisi, jemari tegapnya sudah mencengkeram leher penjaga pertama, mendorongnya hingga menghantam dinding seng dengan benturan keras, lalu menempelkan moncong pistol Glock bernoda peredam tepat di tengah kening pria itu!

"Di mana istriku?" desis Bashkar. Suaranya rendah, datar, namun sarat akan aura intimidasi membunuh yang begitu pekat hingga membuat pria di cengkeramannya terkencing di celana karena ketakutan setengah mati.

"T-Tuan... ampun! S-saya tidak tahu!" jerit penjaga itu dengan suara tercekat dan mata membelalak panik. "S-saya baru saja sampai untuk pergantian tugas jam dua pagi tadi! Demi Tuhan, saya tidak tahu apa-apa!"

Bashkar tidak membuang waktu untuk berdebat. Dengan dingin, ia menarik pelatuknya sedikit ke samping, lalu mengarahkan moncong senjata ke bawah.

DOR! DOR!

"AAAGHHHH!"

Dua tembakan berturut-turut bersarang tepat di kedua tempurung lutut penjaga kedua yang berdiri di sampingnya! Pria itu roboh seketika ke atas tanah bercampur salju, melolong histeris seraya memegangi kakinya yang hancur dan menyemburkan darah segar.

"Interogasi mereka. Jangan biarkan ada yang bernapas jika tidak memberi jawaban," perintah Bashkar dingin pada pasukan pengawalnya yang langsung mengepung area tersebut.

Penjaga pertama yang lehernya masih dicengkeram Bashkar gemetar hebat, menangis histeris melihat rekannya yang mengerang kesakitan di atas tanah.

"S-saya tahu! Saya tahu ke mana bos membawanya!" teriak pria itu panik, tangannya yang gemetar menunjuk ke arah pintu belakang gudang yang terbuka sedikit. "D-di belakang! Di area halaman belakang!"

Cengkeraman Bashkar terlepas, membuat pria itu tersungkur di tanah. Bashkar melangkah lebar menembus bagian dalam gudang yang acak-acakan melihat kursi kayu yang patah, tali tambang bercak darah, dan bekas siksaan yang membuat rahangnya mengeras tajam—sebelum akhirnya keluar menuju halaman belakang.

Penjaga yang tertembak di kaki tadi diseret oleh Rian dan pengawal lain, menuntun jalan dengan merangkak dan merintih ketakutan.

"D-di sana, Tuan... di balik pepohonan itu..." bisik penjaga itu seraya menunjuk ke sebuah area lapang di halaman belakang yang dikelilingi pohon-pohon pinus tua yang meranggas.

Bashkar melangkah mendekat. Pandangannya tertambat pada sebuah gundukan tanah yang tertutup oleh tumpukan salju tipis yang baru turun.

Penjaga itu menelan ludah dengan susah payah, suaranya bergetar hebat saat menceritakan apa yang ia dengar dari bosnya sebelum melarikan diri.

"P-pria paruh baya itu... dia menyiksa Nyonya Anda secara brutal di dalam gudang sampai Nyonya tidak bersuara lagi dan tak sadarkan diri..." cicit pria itu dengan deru napas ketakutan yang memburu. "Setahu saya... setelah Nyonya pingsan dan bersimbah darah, pria itu menyeret tubuhnya ke luar ke halaman belakang ini... lalu... lalu menguburnya di bawah tanah ini sebelum mereka kabur menyebarkan jebakan..."

Deg.

Kata 'menguburnya' bergema nyaring di dalam kepala Bashkar bagaikan dentuman meriam yang menghancurkan seluruh dinding es di dadanya.

Manik mata kelabu milik penguasa underworld yang biasanya tak pernah gentar oleh kematian itu seketika membelalak lebar. Pandangannya terkunci kaku pada gundukan tanah bersalju di hadapannya, tempat di mana wanita yang baru tadi pagi mencium pipinya dan memanggilnya dengan sebutan konyol kini terbaring dingin dan terkubur di dalam kegelapan tanah.

Tanpa membuang waktu satu detik pun, Bashkar melempar pistol di tangannya ke atas tumpukan salju. Pria tegap yang dikenal tak pernah mengotori tangannya sendiri itu langsung berlutut menerjang gundukan tanah yang membeku.

Dengan jemari telanjangnya, Bashkar menggali tumpukan salju keras dan tanah basah itu secara membabi buta.

"Tuan! Biar kami yang menggali! Pakai sekop, Tuan!" jerit Rian panik sewaktu melihat sang majikan menggali tanah dengan kecepatan gila. Rian dan belasan pengawal langsung ikut berlutut, menggunakan sekop lipat, pisau taktis, dan jemari mereka sendiri untuk merobohkan gundukan tanah tersebut.

Pecahan es tajam dan kerikil kasar menusuk jemari Bashkar, mencabik kulit jemarinya hingga darah segar mengucur deras dari sela-sela kukunya. Namun, Bashkar sama sekali tidak merasakan perih. Satu-satunya hal yang membakar otaknya adalah rasa takut yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya ketakutan kehilangan sosok ceria yang baru saja membawa hangat ke dalam dunianya yang gelap.

"Zelara...!" desis Bashkar dengan suara serak yang mulai gemetar. "Zelara!"

Galian tanah itu makin dalam. Setelah hampir sepuluh menit pertarungan liar menembus es dan tanah, jemari berdarah Bashkar akhirnya menyentuh kain mantel bulu yang kasar dan dingin.

"Di sini! Angkat tanahnya! Cepat!" teriakan Rian memecah udara malam.

Para pengawal bekerja keras menyingkirkan sisa-sisa tanah yang menimbun tubuh Zela. Dan di bawah sana, di dalam lubang galian tanah yang gelap dan dingin, terbaring sosok Zela yang tak berdaya.

Tubuh ramping itu berbalut pakaian yang koyak dan ternoda oleh genangan darah kering yang memikat warna merah tua. Wajah porselennya yang biasanya dihiasi senyuman manis dan omelan konyol kini tampak begitu pucat pasi bagaikan lilin bebas dari rona kehidupan, dengan bibir kelabu yang membeku dan bekas luka memar di sepanjang pelipis serta lehernya.

"Zelara!"

Bashkar melompat turun ke dalam lubang tanah itu tanpa memedulikan pakaian mewahnya yang kotor oleh lumpur. Pria itu mengangkat tubuh lemas Zela ke dalam pelukannya, merengkuh kepala wanita itu dan menempelkannya erat-erat ke dadanya.

Tubuh Zela terasa sangat kaku dan sedingin es batu.

Dengan jemari gemetar yang berlumuran darahnya sendiri, Bashkar menempelkan dua jarinya di leher Zela, mencari denyut nadi yang biasanya berdenyut halus di sana.

Hening. Tidak ada dentuman darah.

Bashkar mendekatkan telinganya tepat di atas dada Zela, menahan napasnya sendiri demi mendengarkan detak jantung istrinya.

Sepi. Sama sekali tidak ada benturan detak kehidupan di balik dada ramping yang kaku itu.

Ia lalu mendekatkan pipinya ke bibir pucat Zela, berharap merasakan embusan napas tipis atau kehangatan udara dari paru-paru wanita itu. Namun tidak ada satu pun hembusan udara yang keluar. Zela sama sekali tidak bernapas. Wanita itu terbaring kaku dan hampa di dalam pelukannya, seolah-olah nyawanya telah melayang pergi dalam kegelapan tanah yang membeku.

"Zelara... tidak... bangun, Zelara!" bentak Bashkar dengan suara yang terpecah oleh keputusasaan murni. Pria yang tak pernah tunduk pada apa pun itu kini memeluk tubuh kaku Zela erat-erat, menyandarkan keningnya yang berdarah pada pipi dingin istrinya, meratapi keheningan yang teramat sangat di tengah badai salju yang turun tanpa ampun.

1
yusilham
buat koma aja thor zela nya biar bs meratap suami y semagattt💪💪
Icon Diamon
buat zela ngk selmat ajah thor biar gila suami nya
kitty ❤
bagus thor, kalau bisa kirim zelara balik ke dunia nyata aja thor, kasian dia daripada ke siksa terus 😭
Icon Diamon
bagus thor buatlah penyesalan terdalam atas kematian zelara karna sikapnya kepada clarissa membuat kemtian bagi zelara ,,aku setuju baget thor lw zelara tiada,,,
Candi Ci
ceritan bagus thor ,,semangat thor ,,lebih semangat lagi buat zelara meningal atau dia hidup kembali tapi dengan ilang ngatan dan pergi jauh dari si baskhar itu ,,💪💪👍
N. Siti 12mplb_ukk
lnjut💪
Herlina Susanty
lanjut thor smgt 💪
Azura75
pisah aja lah.. toh kamu juga nggak hamil. pindah ke luar negri. mulai semua dr awal hidup baru & dgn identitas baru. drpd makan hati dgn suami kyk gitu.
anonim
double up please?🙏
Pelangi Jingga
di tunggu kelanjutannya tor
Apis
ini sebenarnya temanya apa yathor di indo pa di barat, ko manggilnya mas mb tp ada musim saljunya
Gustinur Arofah
karya baru semangat💪💪💪, sdh vote, like, komen, bunga dan kopi biar makin semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!