NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Mau Pilih Pangeran Kulkas

Kali Ini Aku Mau Pilih Pangeran Kulkas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: PhepipoOrevi

"Aku telah mati karena cinta, kali ini aku ingin hidup untuk diriku sendiri" atau begitulah yang diucapkan Evelyn awalnya sebelum dia mengenal kepribadian Matthew si Pangeran Kulkas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PhepipoOrevi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Loop ke Sembilan

Isakan histeris Evelyn pecah di dalam keheningan kamar utama kediaman Harrington. Deru napasnya memburu, putus-putus dan amat berat, seolah udara di sekitarnya habis tersedot oleh penderitaan yang baru saja dialaminya. Keringat dingin mengucur basah di pelipis, membuat helai-helai rambutnya lekat menempel di kulit pipi yang pucat pasi.

Tangan tegap sang Grand Duke merengkuh tubuh Evelyn erat, mencoba menghangatkan tubuh Evelyn yang tiba-tiba dingin dan menggigil.

"Napas, Eve... napas pelan-pelan," bisik Matthew serak tepat di dekat telinganya. Jemari tegap pria itu menyusup ke belakang kepala Evelyn. "Lihat aku, Eve. Kamu ada di sini. Kamu aman sama aku."

Jemari Evelyn mencengkeram kemeja abu-abu Matthew begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih dan gemetar. Rasa ngilu dari peluru yang menembus pundaknya, gigitan hewan buas, tikaman pisau yang merobek pinggangnya, hingga sisa rasa terbakar racun yang menjalar di tenggorokannya masih merambat nyata di seluruh persendiannya. Setiap inci tubuhnya seperti baru saja benar-benar dibantai.

Namun, bukan cuma rasa sakit fisik itu yang saat ini dirasakanya. Yang jauh lebih membakar dada Evelyn adalah ingatan akan tawa melengking Leonor dan kekehan licik Cedric yang masih bergema kencang di dalam kepalanya.

Rencana busuk itu... mereka tidak cuma membunuhnya dengan cara yang teramat brutal dan dingin. Mereka menggunakan dirinya sebagai tumbal, memanfaatkan kepolosannya hanya untuk menjebak Samantha dan Matthew atas tuduhan pembunuhan berencana berlatar cemburu. Semua itu cuma demi merampas seluruh kejayaan, tanah, dan tahta Pendragon!

"M-Matthew..." Evelyn tersedak oleh air matanya sendiri. Suaranya pecah, bergetar hebat di balik leher Matthew. "M-mereka... mereka sengaja bunuh aku... cuma buat jadiin alasan biar kamu sama Samantha..."

Dada bidang Matthew mengeras seketika. Tubuhnya membeku, dan iris mata keemasannya berkilat tajam—memancarkan aura kegelapan dan dendam yang begitu kuat.

Matthew melonggarkan pelukannya perlahan, kemudian menghapus air mata dari pipi Evelyn yang basah. Ia menatap lurus ke dalam mata Evelyn yang dipenuhi ketakutan dan rasa syok yang mendalam.

"Aku tahu, Eve," bisik Matthew rendah. Suaranya tenang, namun sarat akan penekanan dingin yang amat mutlak. "Aku tahu semua rencana licik keluarga Ashworth. Aku sudah mempelajari loop-loop itu dan aku sudah menyingkirkan beberapa bawahan yang ada hubungannya dengan mereka."

Evelyn menatap pria di hadapannya dengan mata berkaca-kaca, bibirnya gemetar tanpa sanggup mengutarakan kalimat yang utuh.

"Di setiap loop kehidupan yang lalu... saat aku datang dan cuma bisa nemuin tubuhmu yang udah dingin berdarah..." Matthew melanjutkan, suaranya bergetar menahan gejolak amarah yang bertahun-tahun ia pendam sendiri. "Aku selalu bersumpah di atas jasadmu, Eve. Aku bakal bikin mereka bayar setiap tetes darah dan rasa sakit yang mereka timpakan ke kamu."

Dada Evelyn berdenyut nyeri mendengarnya. Selama ini, ia mengira ketakutan dan beban rahasia tentang kematian berulang ini ditanggungnya sendirian. Tapi melihat guratan kesedihan mendalam, rasa bersalah, dan dendam membara di balik rahang tegas Matthew, Evelyn baru sadar... betapa hancurnya pria ini. Matthew harus menyaksikannya mati berturut-turut di delapan kehidupan, tanpa pernah sanggup mencegah tragedi itu tepat waktu.

Entah ini cinta atau hanya sebuah obsesi. Tapi Matthew merasa seolah dunianya ditarik ke dalam Evelyn dan beroutar disekitar gadis itu. Yang membuatnya ingin menjaga nya.

"Kamu... kamu selalu datang, Matthew..." bisik Evelyn terbata, menyentuh rahang tegap Matthew yang mengeras. "Di setiap kali aku mau mati... di antara rasa sakit itu... aku selalu liat kamu lari sambil nangis... manggil namaku dan meluk aku..."

Matthew memejamkan matanya erat-erat sewaktu jemari halus Evelyn mengusap pipinya. Helaan napasnya berembus berat dan panjang, meresapi kenyataan bahwa di kehidupan kesembilan ini, Evelyn akhirnya tahu dan mengingat seluruh penderitaan yang selama ini ia sembunyikan rapat-rapat.

"Dan di loop kesembilan ini, kamu masih dipelukanku Eve. Hidup. Aku tidak terlambat lagi, Eve. Tidak akan lagi." tegas Matthew sambil membuka matanya kembali. Sorot mata keemasannya mengunci pandangan Evelyn dengan kepastian yang tidak bisa digoyahkan oleh apa pun. "Harta, takhta, atau pengaruh... gak bakal ada satu pun rencana Ashworth yang bakal kejadian. Aku bakal hancurkan mereka sampai gak tersisa, sebelum mereka punya kesempatan buat deketin kamu dan keluargamu lagi, Eve."

Matthew lalu menunduk rapat, mendaratkan kecupan dalam dan lama di dahi Evelyn, menyalurkan rasa aman yang pelan-pelan mengusir gema tawa iblis Leonor dari kepala gadis itu.

Evelyn memejamkan mata, membiarkan dirinya tenggelam penuh di dalam dekapan hangat sang Grand Duke. Di dalam kamar yang tenang itu, di bawah perlindungan pria yang rela melawan takdir demi dirinya, Evelyn akhirnya menyandarkan seluruh hidupnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!