NovelToon NovelToon
Si Kembar Genius Putra Om Presdir

Si Kembar Genius Putra Om Presdir

Status: tamat
Genre:CEO / Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:430.6k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Kirana Aruni menjadi korban atas rencana busuk ibu tirinya setelah terjebak dalam
sebuah malam kelam bersama Edgar Ganendra, pewaris tunggal Ganendra Group,
yang kehilangan kendali akibat dibius musuhnya.

Dianggap membawa aib, Aruni diusir oleh ayahnya atas hasutan ibu tirinya.

Tujuh tahun kemudian, Aruni membesarkan
putra kembarnya seorang diri. Mengetahui perjuangan sang ibu, kedua bocah jenius
itu diam-diam meretas data untuk mencari ayah kandung mereka. Hasilnya mengarah pada satu nama besar, yakni Edgar Ganendra, Presiden Direktur Ganendra Group.

Di sisi lain, Edgar tak pernah berhenti mencari wanita dari malam itu. Ia ingin menebus kesalahannya sekaligus mengungkap kebenaran yang selama ini tersembunyi, bahwa ia bukanlah pria impoten.

Saat si kembar mulai menyusun rencana untuk mempertemukan kedua orang tua mereka, masa lalu yang penuh fitnah dan luka
kembali terbuka.

Mampukah mereka menyatukan kembali keluarga yang telah lama terpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4

Bu Nova bergegas melangkah turun menuju lantai dasar dengan terburu-buru, diikuti langkah kaki Dona yang setengah berlari di belakangnya. Wajah ibu dan anak itu dipenuhi kebingungan sekaligus rasa penasaran yang memuncak.

"Mom, sepertinya si Aruni baru pulang," bisik Dona setengah merapat ke telinga ibunya. "Terus semalam dia tidur di mana? Preman suruhan Mommy kan bilang semalam Aruni sama sekali enggak ada bersamanya!"

"Entahlah, Mommy juga bingung... Si Desi malah enggak bisa dihubungi sampai sekarang!" omel Bu Nova jengkel sambil mengibaskan tangannya gusar.

Mereka berdua bergegas menuju lorong kamar Aruni yang terletak di area belakang rumah. Namun, tepat sebelum mencapai pintu kayu kusam itu, langkah mereka terhenti saat berpapasan dengan Bik Sumi yang berjalan menunduk. Wajah asisten rumah tangga tua itu tampak amat muram dan matanya sembap pasca mendengar isak tangis Aruni yang memilukan dari dalam kamar mandi.

"Kebetulan kau di sini, Sumi! Apakah Aruni ada di kamarnya?" tanya Bu Nova dengan nada memerintah yang dingin.

Bik Sumi menghentikan langkahnya. Ia memandang geram ke arah wanita paruh baya di hadapannya. Hatinya panas, ada dorongan kuat di dadanya untuk maju dan menjambak rambut majikannya yang paling menyebalkan itu. Namun, membayangkan nasib putri tunggalnya di kampung yang masih membutuhkan biaya sekolah dari gajinya, Bik Sumi terpaksa menahan diri dan menelan bulat-bulat emosinya.

"Non Aruni ada di kamarnya, Nyonya... tapi kamarnya dikunci dari dalam," jawab Bik Sumi pelan, berusaha menjaga suaranya agar tetap stabil.

Bu Nova melangkah lebih maju, memangkas jarak dan menatap Bik Sumi dengan pandangan tajam penuh intimidasi.

"Terus, kau mendengar sesuatu tidak dari dalam kamarnya?" cecar Bu Nova, matanya memicing curiga.

Bik Sumi yang terintimidasi dan takut posisinya terancam akhirnya memilih untuk jujur. "N... Non Aruni sedang menangis sesenggukan di dalam kamar mandi, Nyonya..." ucapnya penuh rasa iba pada Aruni.

Seketika itu juga, raut tegang di wajah Bu Nova dan Dona meleleh, berganti dengan senyuman puas yang amat licik.

Dona mendekatkan wajahnya ke bahu sang ibu, berbisik sangat pelan, "Mom, sepertinya ada pihak lain juga yang ingin menghancurkan wanita bodoh itu!"

Meski berbisik, ucapan sarat kedengkian itu masih sempat tertangkap oleh indra pendengaran Bik Sumi, membuat dada wanita tua itu semakin sesak oleh keprihatinan.

Bu Nova tertegun pelan, lalu beberapa detik kemudian tertawa puas di atas penderitaan putri tirinya itu.

"Sepertinya begitu, Sayang," ujar Bu Nova melirik pintu kamar Aruni dengan pandangan menang. "Ya sudah, sebaiknya kita kembali ke kamar sekarang sebelum Papahmu pulang jogging."

"Iya, Mom!" sahut Dona dengan binar mata bahagia, tersenyum amat puas membayangkan kejatuhan Aruni yang sudah di depan mata.

" kasihan sekali Non Aruni, semenjak Nyonya Alisa meninggal lima tahun yang lalu, Non Aruni tidak pernah tersenyum lagi, Non Aruni sering menangis...tapi kenapa Pak Marwan begitu tega terhadap putrinya sendiri? Semua ini gara-gara Nyonya Nova, dia sudah membuat seorang Ayah tega dan lupa terhadap darah dagingnya sendiri. Suatu saat kalian semua akan mendapatkan karma atas segala perbuatan keji ini terhadap Non Aruni." gumamnya geram, Buk sumi sampai mengepalkan tangannya karena kesal, rahangnya pun ikut menegang.

*

*

Suasana di dalam ruang kendali keamanan Hotel Megah terasa amat mencekam. Edgar berdiri menjulang dengan raut wajahnya yang membeku akibat amarah yang menumpuk, sementara beberapa petugas keamanan tampak gemetar mengoperasikan perangkat komputer di hadapan mereka.

"Coba cek sekali lagi!" perintah Edgar dengan suara berat yang menekan, memecah keheningan ruangan.

Petugas operator menelan ludah dengan susah payah sebelum akhirnya memberanikan diri untuk menjawab.

"M... Maafkan kami, Tuan Edgar. Rekaman pada pukul 22.00 hingga 04.00 pagi benar-benar terhapus permanen. Jaringan kami diretas dan kamera di lantai delapan mendadak mati total tepat pada jam tersebut."

Edgar mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Kenyataan bahwa CCTV mati tepat di saat obat laknat itu menguasai tubuhnya membuktikan bahwa tindak kejahatan ini telah dirancang dengan sangat rapi.

"Tuan, sepertinya orang itu benar-benar ingin menghancurkan reputasi Anda. Saya takut... ada seseorang yang sengaja merekam kejadian semalam secara pribadi dan memanfaatkannya sebagai senjata untuk menjatuhkan Anda!" ucap Harry penuh kecemasan.

Edgar memejamkan matanya sejenak, memeras sisa-sisa daya ingatnya dari malam kelam itu. Ia mencoba mengingat setiap detail kecil di balik kabut pengaruh obat afrodisiak.

"Sepertinya tidak ada yang merekam kejadian semalam, Her..." ujar Edgar pelan, lalu kembali membuka matanya dengan binar yang tajam. "Seingatku, pria bertubuh kekar itu... setelah membawa wanita itu masuk ke dalam dan melemparnya hingga jatuh di atas tubuhku, pria itu langsung bergegas pergi dan mengunci pintu dari luar."

Harry menghela napas panjang, berusaha menenangkan diri sembari memikirkan langkah selanjutnya untuk mengumpulkan bukti-bukti yang tersisa demi melindungi sang atasan.

*

*

Sementara itu, di sebuah ruangan kerja pribadi yang remang, Daniel pamannya Edgar berjalan bolak-balik dengan napas memburu. Kegeraman terpancar jelas dari raut wajahnya yang keras.

Ia baru saja mendapat kabar bahwa wanita pelayan suruhannya yang seharusnya menjebak Edgar justru menghilang tanpa jejak. Dari informasi singkat yang ia dapatkan dari kaki tangannya di lapangan, seorang pelayan wanita lain sempat menyerahkan seorang gadis pelayan ke kamar Edgar, namun sosok tersebut sama sekali bukan orang yang diperintahkan oleh David. David merasa dikerjai dan ditipu habis-habisan.

"Sialan! Siapa wanita yang dibawa semalam?!" umpat David seraya membanting gelas kristal di tangannya hingga hancur berkeping-keping.

Ia menyandarkan kedua tangannya di tepi meja, menatap kosong ke arah jendela besar yang menampilkan pemandangan kota Jakarta. Namun tak lama kemudian, sebuah senyum culas perlahan terukir di bibirnya.

"Sepertinya ada pihak lain juga yang ingin menjatuhkan mu, Edgar... Rupanya di luaran sana kau memiliki banyak musuh," bisik David dengan nada dingin yang sarat ancaman.

Ia membenarkan letak jasnya, merencanakan langkah kotor berikutnya untuk merebut tahta pimpinan Ganendra Group.

"Baiklah kalau begitu... Aku harus mencari cara untuk bisa menemukan wanita itu dan mengatakan kepada Kak Fernando kalau putra satu-satunya itu tidak normal dan impoten! Dengan begitu, Kakak akan yakin bahwa Edgar tidak akan pernah bisa memberikan seorang pewaris untuk keluarga Ganendra."

David tertawa pelan sebuah tawa licik yang dipenuhi ambisi liar.

"Dan di saat situasi genting seperti ini, putraku, Aldo, yang akan menggantikan posisinya! Putraku pria yang subur dan juga normal, dia bisa memberikan banyak keturunan untuk keluarga Ganendra... tidak seperti Edgar, dasar pria cacat!" tegas David geram, merasa kemenangan sudah berada di depan matanya.

Bersambung...

1
Jumi Eko
Bagus
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Rama, Rena dan Aruni punya kehidupan dan masalah yang mirip sebelum pak Marwan berubah.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kayaknya Aruni hamil, tapi jangan sampe tindakan Camelia dan Edgar bikin salah paham Aruni dan orang².
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Cihuuuyyyy... ada yang sudah jadian... bentar lagi undangan datang Edgar, Aruni./Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
B9ar Rama belajar romantis sekalian lah Ren, masa kaku terus jadi orang.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Moga saja rencana Rena dan si kembar berhasil terus Rama gengsinya di buang di simpan dulu di lemari tar kalau sudah berani utarakan is9 hati sama Laras baru boleh di pake lagi./Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Thor suara ketuk palunya kok beda, bukan TOK TOK TOK atau TUK TUK TUK... lah Aku salfok di kirain suara buka atau nutup pintu BRAK.🤭🤭✌️
Jangan marah ya Thor.✌️
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Halal juga setelah terpisah sekian tahun, bu Amanda juga bijak mau lapang dada tanpa dendam karna suami dan anaknya di penjara karna emang salah.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Mending Lamaran dan nikahannya ga usah nunggu berhari², berminggu² atau berbulan²... cukup beberapa jam saja, Lamaran siang hari terus besok paginya langsung akad nikah./Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Bakal ada 2 pernikahan nih.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Indah dan Cerah banget Ed./Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Wdgar ini mwlewatkan dan lengah pengawasan dan menyelidiki segala kemungkinan kecil pelaku yang menjadi ancaman besar untuk Keluarga mu padahal biarpun menurut kamu itu ga mungkin harusnya di selidiki.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Jangankan cuma bahu Rama, kalau kamu butuh hatinya Laras pasti dia juga bersedia.🤭🤭🤭

Tangkap si Aldo, Edgar jangan kasih kesempatan untuk kabur dan jangan jadi lemah dan membebaskannya hanya karna kasihan pada bibi mu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kalau bisa mah kasih saja hukuman mati si Tua David karna kalau hukuman seumur hidup pasti dia bisa lolos dengan menyuap atau kabur dan jadi ancaman lagi./Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Lah dalah ternyata si tua David cuma mantu tah, hadeuuhh... ga tau malu karna sifat serakah, iri, siriknya sampe ingin nguasain harta yang bukan haknya 😤
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Penempatan yang benar² di posisinya, Aruni dan si kembar di rumah Edgar karna pasti bakal bersatu jadi keluarga dan bi Sumi serta Larasati di rumah Rama yang pastinya Laras bakal jadi jodohnya Rama./Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Harus siapkan bodygard bayangan untuk melindungi Aruni, si Kembar dan bi Sumi, Edgar karena bi Sumi juga saksi penculikan 7 tahun lalu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Semangat cari buktinya Edgar, harus gercep karna David sudah bau² mendekati adanya keberadaan Aruni dan si Kembar
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Edgar sudah tau pertemuan kamu dan keberadaan Aruni serta si Kembar harus di jaga tapi malah mau pasang foto di ruang kerja .. sama saja bohong, ruang kerja biarpun area pribadi mu tapi itu berada di lingkup orang luar juga terutama David, Aldo pasti bakal masuk kan dengan alasan keluarga atau ada perlu di tambah para antek² dan karyawan pasti rawan ke sebar.

Kalau mau pasang foto mending di kamar pribadi mu saja itu jauh lebih aman ketimbang di kantor
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Lah si Dona mau'an saja jadi penampungan h4sr4tnya si Aldo sampe fat4l... nunggu di tinggalin dan kena p3nyakit kelamin baru tau rasa.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!