NovelToon NovelToon
Perjalanan Menuju Pendekar Dewa

Perjalanan Menuju Pendekar Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:123.8k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalunya.

Petualangannya terus dimulai. Ia kini harus menghadapi pendekar kuat yang datang dari alam lain. Seorang pendekar yang bahkan tidak ia temui di kehidupan pertamanya.

Jalan takdir telah berbeda akibat dirinya yang telah banyak membuat perubahan sejarah.

Apakah kali ini ia akan mampu bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kota Shui Dibanjiri Pengunjung

Di sebuah kota yang terletak di wilayah Kekaisaran Qin, suasana tampak sangat ramai. Orang-orang memenuhi jalanan kota. Para pedagang berteriak menawarkan dagangan mereka, kereta kuda berlalu-lalang di antara kerumunan, sementara para pendekar dari berbagai wilayah terlihat berjalan dengan senjata tersandang di pinggang.

Penginapan-penginapan di kota itu telah dipenuhi tamu. Bahkan, beberapa pemilik rumah mulai menyewakan kamar kosong mereka kepada para pendatang. Meski harga penginapan naik cukup tinggi, masih banyak orang yang kesulitan mendapatkan tempat untuk beristirahat.

Semua itu terjadi karena minggu ini merupakan waktu pendaftaran murid baru Sekte Dua Pedang Petir. Kota Shui, yang menjadi kota terdekat dengan sekte tersebut, selalu mengalami lonjakan pengunjung setiap kali pendaftaran murid baru dibuka. Namun, jumlah orang yang datang kali ini jauh lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Di sepanjang jalan, orang-orang terus membicarakan sekte yang belakangan ini namanya semakin menggema di dunia persilatan.

"Siapa sangka Sekte Dua Pedang Petir akan menjadi sebesar ini?" ujar seorang pedagang yang sedang duduk di depan kedainya.

Seorang pria paruh baya yang berada di dekatnya mengangguk.

"Sepuluh tahun lalu, siapa yang akan mengira sekte itu bisa mencapai kedudukan seperti sekarang? Pada waktu itu, mereka bahkan tidak bisa dianggap sebagai sekte besar."

"Benar. Aku masih ingat ketika Sekte Dua Pedang Petir hanya memiliki sedikit murid. Dibandingkan sekte-sekte besar lainnya di Kekaisaran Qin, kekuatan mereka benar-benar tidak berarti."

Pedagang itu menggelengkan kepala sambil tertawa kecil.

"Namun, lihatlah keadaan sekarang. Bahkan para orang tua dari wilayah yang jauh rela menempuh perjalanan panjang hanya untuk mencoba memasukkan anak mereka ke sana."

"Bagaimana mungkin tidak? Sekte itu telah mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir."

Pria paruh baya tersebut merendahkan suaranya, seolah-olah hendak membicarakan sesuatu yang penting.

"Pemimpin Aliansi Pendekar Aliran Putih Netral Kekaisaran Qin saja berasal dari Sekte Dua Pedang Petir. Belum lagi beberapa pendekar kuat yang memilih bergabung dengan sekte itu sebagai tetua. Dengan orang-orang seperti mereka, siapa yang berani meremehkan Sekte Dua Pedang Petir sekarang?"

Pedagang itu mengangguk setuju. Namun, sebelum ia sempat menjawab, seorang pria lain yang sedang minum arak di meja sebelah tiba-tiba tertawa.

"Kalian berdua masih belum menyebutkan orang yang paling penting!"

Pria yang memegang cangkir arak itu meletakkannya di atas meja. Wajahnya menunjukkan kekaguman yang sulit disembunyikan.

"Tentu saja Tetua Keempat Sekte Dua Pedang Petir!"

Begitu mendengar sebutan tersebut, beberapa orang di sekitar mereka langsung mengalihkan perhatian.

"Tetua Keempat?"

"Apakah kau sedang membicarakan Dewa Kematian?"

"Siapa lagi kalau bukan dia?"

Pria itu tersenyum bangga, seolah-olah dirinya mengetahui sesuatu yang tidak diketahui orang lain.

"Namanya Boqin Changing!"

Nama itu segera memancing reaksi dari orang-orang di sekitarnya.

"Boqin Changing!"

"Dewa Kematian!"

"Raja Dunia!"

Satu demi satu orang menyebutkan gelar tersebut. Bahkan beberapa pendekar muda yang sedang makan di dekat jendela langsung menoleh begitu mendengar nama Boqin Changing.

Di dunia persilatan saat ini, nama itu bukanlah sesuatu yang asing. Meskipun kemunculannya belum terlalu lama, reputasi Boqin Changing telah menyebar ke berbagai wilayah. Berita mengenai kekuatannya, pertarungannya, serta berbagai peristiwa yang melibatkan dirinya terus menjadi bahan pembicaraan di kalangan pendekar.

Julukan Dewa Kematian bukanlah sekadar nama yang diberikan orang-orang kepadanya tanpa alasan. Di balik nama tersebut terdapat kekuatan yang membuat banyak pendekar merasa gentar, bahkan sebelum mereka berhadapan langsung dengannya.

Lebih mengejutkan lagi, Boqin Changing kini termasuk di antara lima pendekar yang dianggap menguasai dunia persilatan. Mereka dikenal sebagai Lima Raja Dunia.

Kelima orang itu berdiri di puncak kekuatan alam ini. Pengaruh dan kemampuan mereka bahkan melampaui para kaisar maupun raja yang memerintah berbagai wilayah.

Bagi kebanyakan pendekar, mencapai tingkat kekuatan seperti itu merupakan impian yang hampir mustahil diwujudkan sepanjang hidup mereka. Namun, Boqin Changing telah berhasil mencapainya pada usia yang masih relatif muda.

"Jika anakku bisa menjadi murid Sekte Dua Pedang Petir dan mendapatkan bimbingan dari Pendekar Boqin Changing, masa depannya pasti akan cerah!" seru seorang pria paruh baya yang duduk tidak jauh dari sana.

Ia mengenakan pakaian sederhana, tetapi bahan pakaian itu terlihat cukup bagus. Di sampingnya duduk seorang anak laki-laki. Anak itu memiliki wajah tampan dan tubuh yang cukup tegap. Sebuah pedang tergantung di pinggangnya, menunjukkan bahwa ia telah mempelajari ilmu bela diri sejak kecil.

"Ayah, apakah Pendekar Boqin Changing benar-benar sekuat yang orang-orang katakan?" tanyanya.

Pria paruh baya itu segera mengangguk.

"Tentu saja! Dia adalah salah satu dari Lima Raja Dunia. Menurutmu, apakah orang biasa bisa mendapatkan kedudukan seperti itu?"

"Tapi, Ayah, kalau dia memang sekuat itu, apakah aku benar-benar memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya jika berhasil masuk ke sekte?"

Pria paruh baya tersebut terdiam sejenak sebelum menepuk bahu putranya.

"Kesempatan itu pasti ada. Kau hanya perlu berusaha sebaik mungkin agar diterima sebagai murid. Jika kau berhasil menunjukkan bakat yang luar biasa, siapa tahu suatu hari nanti kau bisa mendapatkan perhatian darinya."

Mata anak laki-laki itu langsung berbinar. Ia mengepalkan tangan dengan penuh semangat.

"Aku pasti akan berusaha keras! Aku ingin menjadi pendekar sekuat Boqin Changing!"

Mendengar perkataan putranya, pria paruh baya itu tertawa puas.

"Bagus! Itulah semangat yang harus kau miliki. Jangan lupa, perjalananmu masih panjang. Bahkan jika kau diterima di Sekte Dua Pedang Petir, kau tidak boleh menjadi sombong."

Di meja lain, percakapan serupa juga berlangsung. Seorang wanita paruh baya sedang berbicara dengan putrinya. Anak perempuan itu mengenakan pakaian putih dan memiliki wajah cantik, sementara tatapannya terus tertuju pada kerumunan di luar kedai.

"Nak, kau harus berusaha sebaik mungkin dalam ujian masuk nanti. Sekte Dua Pedang Petir bukan lagi sekte kecil seperti dahulu. Jika kau berhasil menjadi murid mereka, masa depanmu akan jauh lebih baik."

Anak perempuan itu mengangguk.

"Ibu, aku mengerti. Aku akan berusaha."

Wanita itu tersenyum, kemudian menambahkan.

"Jika memungkinkan, cobalah menarik perhatian para tetua. Terutama Tetua Keempat, Boqin Changing. Jika kau bisa mendapatkan bimbingannya, itu akan menjadi keberuntungan besar."

Gadis itu tampak sedikit ragu.

"Ibu, bukankah Boqin Changing sangat kuat? Apakah orang seperti dia bersedia membimbing murid baru sepertiku?"

"Siapa yang tahu?" Wanita itu menggelengkan kepala. "Namun, selama masih ada kesempatan, kau tidak boleh menyerah sebelum mencoba."

Pembicaraan semacam itu dapat ditemukan di berbagai sudut Kota Shui. Banyak orang tua membawa anak-anak mereka dengan harapan mereka bisa diterima di Sekte Dua Pedang Petir. Ada yang datang dari kalangan pejabat, keluarga pedagang kaya, dan ada pula yang berasal dari keluarga pendekar biasa yang telah mengumpulkan tabungan selama bertahun-tahun demi membiayai perjalanan anak mereka.

Bagi sebagian keluarga, kesempatan masuk ke sekte tersebut bukan sekadar jalan untuk mempelajari ilmu bela diri. Itu juga merupakan kesempatan untuk mengubah nasib.

Jika anak mereka berhasil menjadi pendekar kuat, keluarga mereka mungkin tidak perlu lagi hidup dalam kesulitan. Bahkan, jika suatu hari anak mereka mendapatkan kedudukan tinggi di sekte, keluarga yang dahulu dipandang sebelah mata bisa memperoleh kehormatan dan perlindungan. Semua harapan itu membuat suasana Kota Shui semakin ramai menjelang hari pendaftaran.

Di sebuah penginapan besar yang terletak tidak jauh dari pusat kota, beberapa pendekar juga sedang membicarakan Boqin Changing.

"Menurut kalian, apakah Dewa Kematian akan muncul saat ujian penerimaan murid baru nanti?" tanya seorang pemuda berjubah biru.

Seorang pemuda berwajah bulat yang duduk di hadapannya segera menggeleng.

"Entahlah. Dengan kedudukan seperti itu, kurasa dia tidak akan repot-repot mengurusi ujian murid baru."

"Belum tentu," sahut pemuda lain. "Dia sendiri berasal dari Sekte Dua Pedang Petir. Mungkin saja dia sesekali akan datang untuk melihat generasi muda sekte tersebut."

"Kalau benar begitu, aku ingin melihatnya dengan mata kepalaku sendiri!"

Pemuda berjubah biru mengepalkan tangan.

"Selama ini, aku hanya mendengar cerita orang-orang mengenai kekuatannya. Ada yang mengatakan bahwa kecepatannya tidak tertandingi, sementara yang lain menganggap kemampuan pedangnya begitu mengerikan hingga lawan tidak sempat melawan."

"Semua itu mungkin benar," jawab pemuda berwajah bulat. "Namun, jangan lupa bahwa dia adalah salah satu dari Lima Raja Dunia. Kita bahkan tidak akan mampu menahan satu serangan darinya."

Mendengar hal itu, beberapa pemuda terdiam. Mereka menyadari betapa besarnya jarak antara diri mereka dan sosok yang mereka kagumi itu.

Namun, hal itu tidak membuat mereka kehilangan semangat. Sebaliknya, semakin besar kekuatan Boqin Changing, semakin kuat pula keinginan mereka untuk masuk ke Sekte Dua Pedang Petir. Mereka berharap suatu hari nanti bisa mencapai tingkat yang sama.

Sayangnya, tidak seorang pun di antara mereka mengetahui bahwa pada saat itu, sesuatu yang tidak biasa telah terjadi di alam yang mereka tinggali. Jauh dari Kota Shui, di sebuah wilayah pegunungan yang terpencil, terjadi fenomena alam yang aneh.

Sementara itu, di Kota Shui, kehidupan tetap berjalan seperti biasa. Orang-orang masih membicarakan ujian masuk Sekte Dua Pedang Petir.

Para orang tua masih berharap anak-anak mereka dapat diterima. Para pendekar muda masih bermimpi menjadi kuat seperti Boqin Changing. Tidak seorang pun menyadari bahwa kedatangan seorang tamu dari alam lain mungkin akan membawa perubahan yang jauh lebih besar daripada yang pernah mereka bayangkan.

1
y@y@
⭐👍🏾👍🏿👍🏾⭐
ibarumbung
💛💛💛💛💛
Mahayabank: lanjuuut keenn
total 1 replies
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪
Mahayabank
Yaudah lanjuuuut lagi 🔁🔁👀👀
Akhmad Baihaki
👍👍👍👍👍
Ipung Umam
lanjutkan
Sarip Hidayat
waaah knapa ini
mbono keling
💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪💪💪💪👍💪
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Andi Heryadi
dengan sumber daya yg berlimpah dr boqin chanqing,mestinya wan tian sdh diranah pendekar suci puncak thor😄
Rinaldi Sigar
lanjut
y@y@
👍🏼🌟👍🏻🌟👍🏼
Nanik S
Apakah Wang Tian juga akan membantu
Nanik S
Pendekar Lbah Angin dan kenapa sampai uang saja cuman keping Tembaga... Chang"er sangat jeli sekali
Mahayabank: 👍👍👍👍👀
total 1 replies
Eko🍤
traktiran🤣👍👍 bantaaaaaaaiiiiii
meiii
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!