NovelToon NovelToon
Ketika Suami Pulang Bawa Mantan Istri

Ketika Suami Pulang Bawa Mantan Istri

Status: tamat
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:279.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Zivana dan Aidil sudah menikah tiga tahun. Dan saat itu Aidil adalah seorang duda anak dua, sedangkan Zivana merupakan wanita yang pernah bekerja di salah satu butik ibu Aidil. Selama pernikahan mereka, Aidil memang belum mencintai Zivana, terlebih saat itu mereka menikah karena keinginan ibu Aidil yang kasihan melihat kedua cucunya yang masih kecil. Amora yang saat itu baru berusia dua tahun dan Khaisar lima tahun.

Selama tiga tahun Zivana menjadi sosok ibu dan istri yang begitu mencintai kedua anak-anak Aidil. Namun sayangnya, Zivana belum bisa mendapatkan hati Aidil, walau pria itu selama tiga tahun selalu bersikap baik padanya. Hanya saja, selama itu pula Aidil belum berani menyentuh Zivana.

Hingga menjelang tiga tahun pernikahan mereka akhirnya Stela, mantan istri Aidil yang pernah meninggalkannya kembali. Dan berusaha merebut perhatian kedua anak dan mantan suaminya.

Apa yang akan terjadi dengan pernikahan Zivana dan Aidil? Akankah mereka bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zivana 32

Keesokan paginya di lantai sepuluh, Zivana kembali menjalankan tugasnya dengan profesionalisme tinggi. Saat sedang menyapu koridor di dekat ruang eksekutif, pintu ruangan Melvin terbuka.

CEO muda itu melangkah keluar dengan raut wajah berlipat dan tatapan yang amat dingin. Di belakangnya, seorang manajer senior berjalan ketakutan sambil memeluk map berkas. Dari ekspresi wajahnya yang mulai Zivana pelajari, Melvin sepertinya sedang marah besar. Apalagi melihat wajah ketakutan dari orang yang mengikuti langkah panjang Melvin.

"Saya tidak mau tahu, Pak Roni!" tegur Melvin tajam, suaranya berat dan mengintimidasi.

"Data analisis pasar yang kamu serahkan ini acak-acakan! Kalau presentasi ke klien besok bentuknya seperti sampah begini, kamu perbaiki sendiri atau saya potong gaji timmu! Apa kalian sedang bercanda sengan saya? Kalian benar-benar mengecewakan saya Pak Roni!"

"Maaf, Pak Melvin... Tim kami kekurangan konseptor untuk memetakan tren konsumen Yogyakarta...."

"Saya tidak butuh alasan! Apalagi masalah teknis seperti itu?! Itu bukan alasan yang bisa di terima! Ini perusahaan besar Pak Roni! Jika kalian kekurangan tim, maka kalian bisa bicara kepada bagian kepegawaian! Dan itu adalah alasan konyol yang pernah saya dengar!" potong Melvin tanpa ampun, memijat pelipisnya yang berdenyut.

Manajer itu menunduk pasrah lalu buru-buru pergi meninggalkan koridor. Melvin menghela napas kasar, hendak berbalik masuk ke ruangannya, saat matanya tak sengaja menangkap Zivana yang sedang menata dokumen rapi di atas meja sekretaris depan yang kosong.

Melvin melangkah mendekati Zivana dengan mata menyipit.

"Zivana."

Zivana berbalik seketika dan mengangguk sopan. Walau jantungnya berdegup tak karuan. Apalagi saat ini Melvin dalam keadaan marah besar. Sehingga kesalahan kecil yang dia buat pasti akan membuat Melvin marah besar.

'Semoga saja Pak Melvin nggak uring-uringan padaku! Ngeri banget liat ekspresi wajahnya udah kayak mau makan orang saja!' batin Zivana.

"Iya, Pak Melvin? Ada yang bisa saya bantu?"

Melvin menatap Zivana dari atas ke bawah.

"Kamu benar lulusan Sarjana Managemen?"

"Benar, Pak," jawab Zivana tenang.

Melvin bersedekap, memasang raut penuh selidik. "Kalau begitu, masuk ke ruangan saya sekarang. Bawa kertas dan pulpen."

Zivana sempat mengedipkan mata heran, namun segera merespons dengan profesional. Walau dia sangat bingung apa yang harus dia kerjakan di dalam ruangan CEO galaknya itu. Jantungnya semakin jedag jedug tak karuan, dia benar-benar takut menjadi tempat pelampiasan kemarahan Melvin.

"Baik, Pak."

Di dalam ruang kerja berarsitektur modern itu, Melvin melempar sebuah map tebal ke atas meja.

"Lihat data penjualan dan tren konsumen di situ. Dalam waktu sepuluh menit, berikan saya poin utama masalahnya. Saya ingin lihat seberapa tajam otak sarjana manajemen yang menyamar jadi Office Girl ini."

Zivana tak gentar sedikit pun. Ia mengambil map tersebut, membukanya, dan mencermati grafik serta angka-angka di dalamnya dengan ketelitian luar biasa. Hanya dalam waktu kurang dari lima menit, Zivana menatap Melvin yang berdiri menunggunya dengan tangan di dalam saku celana.

"Masalah utamanya bukan pada daya beli konsumen, Pak Melvin," ujar Zivana lancar dan mantap.

"Tetapi pada pendekatan media komunikasinya. Perusahaan Bapak masih menggunakan gaya promosi ibu kota yang kaku, sementara karakter konsumen lokal di sini lebih menyukai narasi yang personal dan berbasis komunitas. Grafik di lembar ketiga ini dengan jelas menunjukkan penurunan interaksi akibat materi promosi yang tidak relevan."

Melvin tertegun. Sorot mata dinginnya membelalak sepersekian detik. Analisis singkat, padat, dan sangat presisi itu disampaikan Zivana tanpa rasa ragu sedikit pun.

"Kamu... bisa membaca masalahnya secepat ini?" tanya Melvin, suaranya melunak tanpa ia sadari.

"Saya terbiasa membaca data efisiensi, Pak," jawab Zivana mengulas senyum tipis yang penuh percaya diri.

"Apakah penjelasan saya cukup membantu?"

Melvin berdehem pelan untuk menutupi rasa takjubnya. Pria perfeksionis yang terkenal pelit pujian itu melipat tangannya di dada, menatap Zivana lekat-lekat dengan aura yang tak lagi sedingin biasanya.

"Bukan cuma membantu, Zivana," ucap Melvin pelan namun tegas.

"Mulai besok, kurangi jam kerjamu memegang alat pel. Kamu ikut dalam rapat tim strategi pemasaran saya."

Zivana terpana mendengar keputusan mendadak itu. Rasa bahagia dan haru menyetrum dadanya. Langkah kecil untuk bangkit berdiri di atas kakinya sendiri kini terbuka makin lebar.

"Terima kasih atas kepercayaannya, Pak Melvin. Saya tidak akan mengecewakan Anda," tegas Zivana penuh semangat.

Melvin hanya mengangguk kecil, menyembunyikan senyum tipis di sudut bibirnya saat menyaksikan binar tegar di mata wanita yang baru saja membebaskan diri dari masa lalu kelamnya itu.

"Sekarang, serahkan analisis singkatmu itu secara tertulis di atas meja saya sebelum jam makan siang," pukas Melvin, berusaha mengembalikan raut wajah kaku nan formal yang sempat runtuh.

"Baik, Pak Melvin. Saya akan menyelesaikannya tepat waktu," jawab Zivana mantap, membungkuk sopan sebelum berbalik melangkah keluar dari ruangan megah tersebut.

Begitu pintu ruang kerja CEO tertutup rapat di belakangnya, Zivana menyandarkan punggungnya pada pintu kayu tebal itu. Ia menghela napas panjang, meremas jemarinya yang sempat gemetaran. Senyum merekah lebar di bibirnya, binar matanya tak lagi meredup oleh bayang-bayang masa lalu.

'Ini kesempatan pertamaku... Aku tidak boleh menyia-nyiakannya!' batin Zivana berjanji pada dirinya sendiri.

Saat Zivana berjalan kembali menuju troli kebersihannya di ujung koridor, Mbak Rina, sekretaris utama lantai sepuluh yang baru saja kembali dari pantry menghampirinya dengan mata membelalak penuh rasa ingin tahu.

"Ziva! Kamu tadi habis dari dalam ruangan Pak Melvin, ya?!" bisik Mbak Rina setengah panik, melirik pintunya yang tertutup rapat.

"Aman kan? Pak Melvin nggak melampiaskan amarahnya ke kamu, kan? Tadi Pak Roni keluar dari sana mukanya udah kayak kain perca, pucat banget!"

Zivana tertawa kecil, menggelengkan kepala. "Aman, Mbak Rina. Pak Melvin cuma minta tolong merapikan beberapa catatan dokumen."

Mbak Rina mengelus dadanya lega. "Astaga, syukurlah! Kamu hebat banget ya, Ziva. Orang-orang di lantai ini kalau Pak Melvin lagi mode 'singa ngamuk' pasti pada ngelipet diri, tapi kamu kok tenang-tenang aja. Mana senyum-senyum begitu lagi."

"Soalnya saya tahu Pak Melvin sebenarnya cuma sangat profesional, Mbak. Beliau cuma mau yang terbaik buat perusahaan," sahut Zivana santai seraya melepas sarung tangan kerjanya.

1
Dewa Nara
kok sutet Thor, sutil kali 🤭🤭🤭
Mety Haula
padahalnga usah diundang dtang jeperkumpulan krluarga udah aja yg fiundang itu anaknya kakek subroto aja nga usah dua2nyaduduhdayangkangdaj betcerai ini
Mety Haula
aah ziva kenapa fiterima talak dayu bukan srkalian talak 3 aja jadi bebas cari pasangan kalau talak satu dgn ucap rujuk bisa bslik lg
Desifa Juni Raya
laki² pengecut aidil ni
Mursidahamien
Stela itu hamil anak org lain dan Aidil bodoh yg diminta pertanggung jawaban
Dewi Yanti
bukannha orag tua aidil udh janji sm zivana kalo mereka yg akan mengurus langsung cucu" nya.. tp ko malah di biarin tinggal di rmh aidil sih
Dewi 1234
Aidil laki2banciii
PNC
bisa ngurus perceraian anaknya pake pengacara
masak ngerebut hak cucunya dr ibu gila ga bisa

aneh kakek neneknya ini
PNC
kok nganu ya
si kakek ma neneknya kok ga itu
PNC
kok ga kepikiran utk diselidiki ya
tinggal jjr Ama orangtuanya klo dia diancam dan mohon bantuan Ama orangtuanya utk cari jalan keluar
si Bapak jg kok diam aza ga dibuka kedok si perempuan iblisnya
Rina Arie
good
Dewi 1234
anak2pintar...👍
Ma Em
Akhirnya cerita Zivana berakhir juga dgn happy ending bahagia bersama Melvin yg sangat mencintai dan menyayangi Zivana , terima kasih Thor semoga othor selalu sehat bahagia dan sukses dgn karya karyanya 🤲🤲.
nely_48
hapy ending, terimakasih atas cerita novel mu kk outhor
sukses untuk semua cerita² novel baru mu yg lain nya kk outhor favorit ku 🥰🥰🥰🥰🥰
nely_48
semangat berbenah para hama n membukanlahan baru ya Melvin n zivana
Yul Kin
terimakasih kak, sukses terus ya😍💪
Fitria Syafei
kk cantik terimakasih 😍 terimakasih 😍 sukses yaa 😘
Yam_zhie: kak 😘
total 1 replies
Sri Angga
sebagai pasangan ,sebagai tim yg solid.💪👍
Yam_zhie: betul akk 💃
total 1 replies
nely_48
kata nya s Siska bukan ibu kandung Melvin
Fitria Syafei
wow Marvin kereen 👌 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!