NovelToon NovelToon
Ketika Istri Pendiamku Berubah Bar-Bar

Ketika Istri Pendiamku Berubah Bar-Bar

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:828.5k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Baguslah kamu ada di sini. Tolong urus makan malam mas Ardy juga ibu mertuaku! Aku mau belanja dan bersenang-senang pakai kartu kreditnya."

Selama tiga tahun pernikahan, Kirana dikenal sebagai istri yang penurut, pendiam dan selalu mengalah.

Bahkan ketika tahu suaminya, Ardy, memelihara wanita lain. Kirana hanya bisa menangis di pojok kamar, menerima semua makian dari mertua dan manipulasi dari keluarga suaminya sendiri.

​Sampai sebuah kecelakaan tragis mengubah segalanya.

​Saat Kirana membuka mata, ketakutan di jiwanya lenyap tanpa bekas.

​Ardy mengira dia masih memegang kendali atas hidup Kirana, sampai akhirnya pria itu sadar, Kirana yang sekarang bukanlah Kirana yang dulu.

Dan saat Ardy mulai berlutut memohon cintanya kembali, Kirana sudah menutup pintu hatinya untuk pria itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 3 Keguguran

“Ugh...”

Lenguhan lirih itu meluncur dari bibir pucat Kirana seiring dengan kedua kelopak matanya yang perlahan terbuka. Bau obat-obatan yang menyengat langsung menusuk indra penciumannya. Bising suara monitor pendeteksi detak jantung bersahut-sahutan di telinganya.

Kirana mengerang pelan, memegangi kepalanya yang terbalut perban tebal. Rasanya berdenyut nyeri seolah baru saja dihantam godam besi. Bukan hanya kepalanya, seluruh persendian tubuhnya pun seakan remuk redam tak tersisa.

“Syukurlah anda sudah sadar, Nyonya.”

Sebuah suara yang lembut membuat Kirana menoleh dengan susah payah. Seorang pria paruh baya mengenakan jas putih khas dokter berdiri di samping ranjangnya, tersenyum lega sambil memeriksa selang infus dan catatan medis di tangannya.

“Saya... ada dimana?”

“Anda berada di ruang ICU, Nyonya. Anda baru saja melewati masa kritis,” jawab dokter itu dengan nada menenangkan. Ia lalu mengeluarkan sebuah senter kecil untuk memeriksa pupil mata Kirana.

“Bisa anda sebutkan siapa nama anda? Atau mungkin nama anggota keluarga yang bisa kami hubungi? Sejak anda dibawa kemari oleh warga, kami tidak menemukan tas, ponsel, maupun kartu identitas apa pun di sekitar anda.”

Kirana terdiam. Matanya menatap langit-langit putih dengan pandangan kosong.

“Namaku? Siapa namaku?”

Ia mencoba menggali ingatannya. Namun, setiap kali ia berusaha mengingat, kepalanya berdenyut semakin hebat bagai ditusuk ribuan jarum. Napasnya mulai memburu.

”Saya tidak tahu,” lirih Kirana dengan bibir bergetar hebat. “Kepala saya sakit sekali.”

“Pelan-pelan saja, Nyonya. Tarik napas panjang. Coba ingat wajah seseorang. Siapa pun itu. Orang tua anda atau suami anda, mungkin?” pandu sang dokter sabar.

Kata suami tiba-tiba memicu sebuah kilatan bayangan tajam di benak Kirana. Bagaikan kaset rusak yang diputar paksa, ingatan itu berhamburan masuk tanpa ampun merobek kewarasannya.

Namun, bukan ingatan manis yang datang.

Ia melihat punggung seorang pria berbahu tegap yang berjalan menjauhinya. Ia melihat pria itu merangkul pinggang seorang wanita bergaun putih dengan penuh kelembutan, mengabaikan dirinya yang memohon di belakang.

“Siska lebih membutuhkan aku daripada kamu!”

“Beda jauh dengan parasit yang cuma numpang jadi istri ini!”

Kirana menjerit tertahan. Ia mencengkeram sprei rumah sakit dengan kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Air mata langsung menderas membasahi pipinya yang penuh luka goresan.

“Ardy...” desis Kirana di sela isakannya yang menyayat hati. “Suami saya... Ardy...”

Dokter itu segera mengambil pena dan buku catatannya.

“Ardy? Baik, apakah anda ingat nomor teleponnya atau alamat rumahnya agar kami bisa segera mengabari tuan Ardy?_

“Untuk apa?!” teriak Kirana tiba-tiba. “Untuk apa memanggilnya?! Dia tidak peduli padaku! Dia sibuk dengan wanita itu. Suamiku berselingkuh dengan wanita lain! Dia membuangku!”

Dada Kirana naik turun dengan cepat. Rasa sakit fisik di kepalanya tak sebanding dengan hantaman tak kasat mata yang menghancurkan hatinya. Anehnya, ia sama sekali tak mengingat bagaimana ia bisa berakhir di ranjang pesakitan ini. Ia bahkan tak ingat akan nyawa kecil yang sebelumnya ia bawa, atau kecelakaan maut itu. Yang tertinggal utuh di kepalanya hanyalah memori pahit tentang pengkhianatan suaminya.

Melihat kondisi pasiennya yang mulai histeris dan monitor jantung yang berbunyi tak beraturan, sang dokter segera menahan bahu Kirana dengan lembut.

“Tenang, Nyonya, tenangkan diri anda! Tolong jangan terlalu memaksakan ingatan anda,” ucap dokter itu tegas namun penuh empati.

“Benturan keras di kepala anda saat kecelakaan tabrak lari itu menyebabkan trauma yang sangat parah di otak anda.”

Kirana menatap dokter itu dengan pandangan nanar yang bergetar.

“Kecelakaan? Tabrak lari?”

“Ya. Anda ditabrak oleh sebuah mobil dalam kecepatan tinggi, Nyonya. Anda juga mengalami amnesia parsial. Sebagian besar memori jangka pendek anda hilang akibat benturan tersebut. Anda sudah koma di ruangan ini selama empat hari. Dan selama itu pula tak ada satu pun keluarga atau suami anda yang datang mencari anda ke mari.”

Deg!

Dunia Kirana seakan berhenti berputar. Napasnya seolah dicabut paksa dari paru-parunya. Empat hari. Empat hari penuh ia bertaruh nyawa di ambang kematian seorang diri tanpa identitas dan suaminya bahkan tidak mencari tahu keberadaannya?

Tawa sumbang dan pedih lolos dari bibir Kirana, berpadu dengan air mata yang terus mengalir deras.

Sang dokter menghela napas panjang, menatap Kirana dengan sorot mata yang menyiratkan duka mendalam. Ia menutup buku catatan medisnya perlahan.

“Dan satu hal lagi yang harus anda ketahui...,” suara dokter terdengar memberat, seolah enggan melanjutkan kalimatnya.

Kirana menatap lekat dokter itu. “Apa lagi? Apa luka di kepala saya parah?”

“Bukan soal kepala anda.” Dokter itu menelan ludah dengan susah payah.

“Tapi untuk bayi yang ada di dalam kandungan anda. Dengan sangat menyesal dan berat hati, saya harus mengatakan ini. Anda mengalami keguguran. Benturan keras dari tabrakan itu merenggut janin anda yang masih sangat rentan.”

Duar!

Bagaikan disambar petir berkekuatan jutaan volt tepat di ulu hatinya, Kirana membeku. Waktu seakan berhenti berdetak. Udara di sekitarnya menguap tanpa sisa, mencekik lehernya hingga ia tak bisa bernapas.

“B-bayi...?”

Tepat saat telapak tangannya menyentuh kulit perutnya, sebuah ingatan yang sempat terkunci mendadak meledak di kepalanya.

Alat tes kehamilan dengan dua garis merah... kotak kecil berlapis pita biru... sepasang kaus kaki bayi mungil...

Potongan-potongan ingatan itu berputar cepat bak pusaran badai.

Kirana ingat segalanya sekarang! Ia ingat duduk kedinginan sendirian di restoran itu hingga larut malam demi memberikan kejutan pada suaminya. Ia ingat memeluk tasnya erat-erat di tengah jalan, sebelum akhirnya mobil hitam biadab itu menghantam tubuhnya tanpa belas kasihan.

“Tidaaak... bayiku...” Kirana merintih pilu. Ia mencengkeram perutnya kuat-kuat hingga kukunya menancap di balik baju pasien. “Anakkkuuu!!”

Air mata darah mengalir deras membasahi wajahnya yang penuh luka. Hancur sudah seluruh dunianya. Harapan satu-satunya yang ia gantungkan untuk bertahan hidup di rumah neraka itu telah dirampas dengan cara yang paling keji.

Sementara Ardy? Pria bajingan itu pasti sedang bersenda gurau, memeluk Siska di atas penderitaannya! Pria itu bahkan tak repot-repot mencarinya saat ia meregang nyawa di jalanan aspal yang dingin bersama bayi mereka!

Kirana menjerit keras di dalam hatinya. Kuku-kukunya mencengkeram sprei ranjang. Kesedihan dan keputusasaannya perlahan menguap, digantikan oleh kobaran api amarah yang membakar habis sisa-sisa keluguannya.

Rasa cintanya pada Ardy mati detik ini juga, terkubur bersama janinnya yang tak sempat melihat dunia.

“Aku tidak akan menangis lagi! Untuk kalian semua yang membuangku, menyiksaku dan membuatku kehilangan anakku aku bersumpah akan membalas semua ini!” batin Kirana dengan sorot mata yang kini menggelap.

1
mei
👍👍👍👍👍
Ila Lee
kenapa Thor Kirana dan Tristan yg ambil anak Siska kn ada Tony atau ardy mungkin🙏🙏
Ila Lee
wah Tristan cemburu jgn
layan lagi ardy
mei
heran kenapa bs menghina Kirana dr keluarg miskin?? bukannya dr awal mereka nikah aj karna kakeknya yg menyuntikkan dana menolong perusahaan ardy
.. org yg ud membantu,masa cucunya dibilg dr keluarga miskin😅
Ila Lee
Kirana janda tapi waktu menikah denhan


🤣🤣🤣 lucu ya Kirana mintak tambah Ronde nya berapa kali Tristan🤭🤭🤭🤣🤣
Ila Lee
wahdu gara 2 ramus kakek yg ingin Tristan dan Kirana cepat ngdon cicit buat kakek buyut🤭😍😍😍😍🤣🤣🤣
mei
ohhh 30 thn rupanya... brarti Kirana braa thn y
Nel Mudia
mksh y Thor cerita y bagus g bertele" satset 👍
Nel Mudia
Thor keren cerita y satset g bertele" aku suka dari pertama baca👍
Bu Estihanda Yani
😄😄😄
Ila Lee
🤣🤣 kakek itu orng yg byk pengalaman dalam rumah tangga jfi Kasi kalian berdua ceoat2 Bat cicit untuk nya🤣🤣🤣🤣
Ila Lee
lihat Kirana hati Tristan sangat mulia kau juga boleh membantu ardy dan mantan mertua mu itu jika kau mahu🙏
Ila Lee
cepat bawa ke rumah sakit ardy ibu mu
Ila Lee
sedih nasib ardy dan Bu Sarah /Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Ila Lee
jika tak luoa dulu kn Kirana pernah beliau rumah ya Kasi lh ke, ardy biar hidup lebih selesa itu juga guna wang ardy jika Kirana sudah memaafkan buang lh yg telah berlalu menjdi satu Pelajaran😍🤣🤣🤣
Ila Lee
kamu yg melepaskan kn berlian batu Kerikil yg kejar 🤣🤣🤣🤣
Ila Lee
wah Tristan menang besar ni Kirana telah menerima menjdi isteri tristan😍😍😍😍😍
Ila Lee
Kirana malu2 tapi mhu Tristan 🤣🤣🤣🤣
Ila Lee
cepat Tristan bawa Kirana menemui kakek Jerman wanita 🤭
Ila Lee
dulu Kirana menangis sendiri atas perbuatan mu dan Sarah ibu yg kejam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!