Di ujung terlupakan Kerajaan Tianhe, seorang anak yatim bernama Qin Mu tumbuh di Desa Canglan bersama seorang pemabuk tua yang mengaku petani. Yang ia miliki hanyalah pisau berburu berkarat, liontin batu hitam peninggalan ayah yang tak pernah kembali, dan satu pertanyaan yang tak terjawab: mengapa ia ditinggalkan?
Ketika dunia kultivator yang selama ini hanya ia dengar sebagai legenda tiba-tiba menghancurkan kedamaian desanya, Qin Mu dipaksa memasuki jalan yang telah ditentukan jauh sebelum ia lahir jalan yang berlumuran darah, penuh pengkhianatan, dan dibayar dengan harga yang tak seorang pun mau membayarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 23
Hening di dasar jurang itu begitu kuat hingga suara tetesan air dari ujung rambut Qin Mu terdengar bagaikan dentang lonceng di atas lantai batu giok hitam.
Pemuda itu berjalan perlahan, langkahnya sedikit tertatih karena otot-ototnya yang kelelahan setelah pertarungan hidup dan mati di terowongan atas. Ketika ia berlutut di depan bagian bawah Gerbang Perunggu Raksasa yang diikat oleh sembilan rantai besi sebesar batang pohon purba itu, jari-jarinya yang gemetar menyentuh guratan kalimat di lantai batu.
Goresan itu sedalam tiga inci. Bahkan setelah bertahun-tahun berlalu, sisa-sisa Niat Pedang yang tertinggal di dalam ukiran huruf itu masih terasa tajam, menusuk ujung jari Qin Mu seperti jarum es.
— Qin Long.
Dua aksara itu membuat tenggorokan Qin Mu terasa tercekat.
Selama sepuluh tahun tumbuh besar di Desa Canglan, setiap kali ia menatap langit senja di atas bukit, selalu ada rasa perih yang membakar dadanya. Ia mengira ayahnya dan ibunya pergi karena menganggapnya beban. Namun hari ini, di kedalaman perut bumi yang gelap gulita, kebenaran itu menampar wajahnya dalam diam.
Ayahnya pernah berdiri tepat di tempat ia berlutut sekarang.
Qin Mu mengangkat kepalanya, menatap kerangka binatang buas bersayap sepanjang sepuluh tombak yang terkapar mati di depan gerbang perunggu. Tulang-belulang monster itu berwarna hitam keperakan, memancarkan tekanan buas yang bahkan setelah mati masih membuat jantung Qin Mu berdebar kencang. Itu setidaknya adalah binatang buas tingkat Core Formation Puncak atau bahkan Nascent Soul!
Namun dada kerangka monster itu telah ditembus oleh sebilah pedang patah yang menancap hingga ke lantai batu, mengunci seluruh intisari darahnya agar tidak menguap dimakan waktu.
Qin Mu bangkit dan melangkah mendekati dada kerangka monster tersebut. Di gagang pedang patah yang sudah berkarat itu, terdapat sebaris kalimat kecil tambahan yang diukir dengan tergesa-gesa:
"Naga Banjir Sayap Bayangan ini kubunuh untuk menyembunyikan auraku dari kejaran mereka. Darah intinya telah kulunakkan dengan segel pedang agar bisa diserap oleh tubuh fana, dan batu elemen di jantungnya kutinggalkan untuk menempa senjatamu. Jangan berlama-lama di sini. Begitu segel pedang ini dicabut, sisa aura monster ini hanya akan bertahan selama dua jam sebelum lenyap."
Mata hitam Qin Mu memanas, namun ia menarik napas dalam-dalam, memaksa air matanya kembali tertelan ke dalam dada.
Ayahnya tidak hanya meninggalkan pesan; Qin Long telah menyiapkan sebuah pijakan berdarah di masa lalu, mengantisipasi bahwa suatu hari nanti putranya yang masih lemah akan terdesak dan menemukan tempat ini melalui tuntunan Pecahan Logam Hitam!
"Aku tidak akan mati, Ayah," bisik Qin Mu dengan suara serak namun sekeras besi. "Suatu hari nanti, aku tidak hanya akan membuka gerbang ini... aku akan menemukan kalian berdua dan menagih utang darah dari siapa pun yang memaksa keluarga kita berpisah."
Qin Mu melirik ke arah atas jurang yang tertutup kabut gelap.
Ia tidak punya waktu untuk larut dalam perasaan. Pintu jeruji Tambang Roh Kuno di atas sana dikunci selama enam jam. Saat ini, hampir dua jam telah berlalu. Ketika pintu itu dibuka kembali, diaken Aula Penegak Hukum dan orang-orang Wei Tian pasti sudah menunggu di mulut gua untuk memanen mayatnya dan mayat Han Lie!
Jika ia kembali ke atas dengan kondisinya yang sekarang, ia hanya akan mati di tangan para penegak hukum yang korup itu. Ia harus menjadi jauh lebih kuat sekarang juga!
Qin Mu berjongkok di tepi cekungan batu di bawah dada kerangka naga tersebut.
Di dalam cekungan itu, menggenang cairan kental berwarna merah kehitaman seukuran tempayan besar. Darah Inti Kuno milik Naga Banjir Sayap Bayangan. Dan tepat di tengah genangan darah yang tidak membeku itu, berkumpul sembilan keping kristal seukuran kepalan tangan yang tampak seperti potongan malam yang memadat, memancarkan hawa dingin yang menelan cahaya: Batu Elemen Bayangan Murni!
"Tetua di Paviliun Bela Diri mengatakan bahwa Bilah Kembar Taring Hantu memiliki Embrio Roh Senjata dari serbuk Batu Bintang," gumam Qin Mu dengan mata berkilat tajam. "Dan untuk membangkitkannya menjadi Senjata Spiritual berelemen, dibutuhkan darah inti monster tingkat tinggi dan kristal elemen murni!"
Apa yang menurut sang tetua membutuhkan kekayaan seluruh keluarga bangsawan untuk dibeli, kini terhampar tepat di depan matanya!
Tanpa membuang waktu sedetik pun, Qin Mu mencabut kedua Bilah Kembar Taring Hantu dari punggungnya.
Mengikuti instruksi dari Catatan Pemeliharaan Embrio Logam yang telah ia hafalkan kemarin, Qin Mu menggigit ujung lidahnya dan menyemburkan seteguk darah segarnya sendiri ke atas kedua bilah baja hitam tersebut sebagai pengikat kepemilikan, lalu menancapkan kedua bilah itu tepat di tengah-tengah kesembilan Batu Elemen Bayangan Murni di dalam cekungan darah naga!
Tangan kanan memegang gagang pedang patah milik ayahnya, lalu mencabutnya sejauh satu inci untuk membuka segel pengunci energi!
WUUUUUNG—!
Begitu pedang patah itu bergeser, segel yang menahan esensi monster kuno itu terbuka. Genangan Darah Inti Kuno itu mendadak mendidih hebat tanpa api!
Di dalam bilah Taring Hantu, serbuk Batu Bintang yang ditempa oleh ayah Han Lie tiba-tiba hidup kembali bagaikan binatang buas yang kelaparan selama puluhan tahun. Suara dengungan nyaring menggema saat kedua bilah kembar itu mulai menyedot cairan darah kuno dan melumat kesembilan Batu Elemen Bayangan Murni dengan rakus!
Cahaya ungu kehitaman yang pekat membungkus kedua bilah tersebut. Baja fana yang semula berwarna hitam legam kini perlahan mengalami perombakan struktur di tingkat terdalam. Kotoran besi biasa menguap menjadi asap hitam, sementara esensi elemen bayangan menyatu dengan serbuk bintang di sepanjang punggung bilahnya.
"Giliran tubuhku!"
Qin Mu tidak hanya menonton senjatanya berevolusi. Ia tahu bahwa separuh dari energi Darah Inti Kuno yang meluap itu akan terbuang sia-sia jika tidak segera diserap.
Dengan gerakan cepat, Qin Mu membuka kantung kulit peninggalan Penatua Luo, mengambil segenggam penuh daun teratai es dan tiga jenis bubuk penyeimbang meridian, lalu mengunyah dan menelannya bulat-bulat. Setelah itu, ia membuka baju atasnya dan melompat masuk, duduk bersila tepat di dalam cekungan Darah Inti Kuno yang sedang mendidih bersama kedua bilah kembarnya!
PSSST—!
Begitu cairan darah merah kehitaman itu menyentuh kulitnya, Qin Mu mengerang keras. Rasanya seperti dicelupkan ke dalam kawah timah cair!
Meskipun Qin Long telah melunakkan keganasan darah naga itu dengan Niat Pedangnya bertahun-tahun lalu, itu tetaplah esensi dari binatang buas tingkat tinggi. Dalam sekejap, kulit di punggung dan dada Qin Mu mengelupas, dan ribuan jarum energi buas menerobos masuk melalui pori-porinya, berusaha menghancurkan organ dalamnya!
"Sutra Penempaan Tulang Kehampaan... putar!" geram Qin Mu dengan mata memerah darah.
Di dadanya, Cincin Giok Retak menyala terang, bertindak sebagai penyaring utama yang menyedot keganasan niat membunuh dari darah naga tersebut, lalu memompakan intisari energinya yang paling murni langsung ke dalam sumsum tulang Qin Mu!
KRAK! KRAK! KRAK!
Di dalam tubuh Qin Mu, suara gemeretak tulang terdengar bagaikan rentetan petir kecil.
Kerangka tulangnya yang kemarin baru mencapai tahap Menengah Penempaan Tubuh kini dihantam, diretakkan, dan dibangun ulang secara paksa oleh energi darah naga kuno. Warna tulangnya di balik daging perlahan berubah dari putih besi menjadi kelabu keperakan yang padat dan berat.
Satu jam berlalu di dalam siksaan yang sanggup membuat kultivator biasa menjadi gila karena rasa sakit.
BOOM!
Gelombang uap darah meledak dari ubun-ubun Qin Mu. Batas Tahap Akhir Penempaan Tubuh ditembus dalam satu tarikan napas!
Namun energi di dalam cekungan batu itu masih tersisa separuh, dan Cincin Giok Retak terus memompakan aliran panas yang tak terbendung ke dalam tubuhnya. Otot, tendon, dan selaput tulang Qin Mu merentang hingga mencapai batas maksimal yang diizinkan oleh tubuh fana Puncak Penempaan Tubuh!
Tubuhnya sudah penuh. Jika ia tidak membuka jalur baru untuk menampung luapan energi yang tersisa ini, pembuluh darahnya benar-benar akan meledak!
"Hancurkan gerbangnya!!"
Qin Mu meraung di dalam hatinya. Ia membuka Kantung Penyimpan yang ia rampas dari mayat Chen Hu tadi, mengeluarkan seluruh dua puluh keping Batu Roh di dalamnya, lalu meremukkannya bersamaan untuk memancing pusaran energi spiritual di sekeliling tubuhnya!
Qin Mu memusatkan seluruh pikirannya, mengarahkan banjir energi darah naga dan Qi dari Batu Roh itu menjadi satu tombak raksasa yang tak kasat mata, lalu menghantamkannya langsung ke titik terkunci di bawah pusarnya—Dantian!
DUAAAAR!
Di dalam lautan kesadaran Qin Mu, terdengar suara gemuruh seolah sebuah bendungan batu raksasa yang telah tertutup sejak ia lahir akhirnya pecah berkeping-keping!
Rasa sakit yang membakar tubuhnya lenyap dalam sekejap mata, digantikan oleh sensasi sejuk dan luas yang tak terlukiskan. Di bagian bawah perutnya, sebuah ruang pusaran gas spiritual berwarna abu-abu kehitaman yang pekat terbentuk dan berputar cepat.
Energi langit dan bumi di dasar jurang itu langsung tersedot masuk ke dalam pori-porinya, mengalir lancar melewati dua belas jalur meridian utamanya yang kini telah terbuka lebar, lalu bermuara di dalam Dantian!
Genangan Darah Inti Kuno di dalam cekungan batu itu mengering hingga tetes terakhir.
Ketika Qin Mu membuka matanya kembali di dalam kegelapan, seberkas kilatan cahaya tajam melesat dari pupil matanya sepanjang setengah kaki di udara sebelum memudar.
Ia telah melampaui batas manusia fana. Di usia empat belas tahun, kurang dari dua minggu sejak meninggalkan Desa Canglan, Qin Mu resmi menginjakkan kaki di ranah kultivator sejati: Tahap Awal Qi Gathering!
Qin Mu mengulurkan tangan kanannya ke samping.
Sring!
Sepasang Bilah Kembar Taring Hantu yang tertancap di dasar cekungan kering itu bergetar nyaring dan melompat ke dalam genggamannya karena tarikan Qi!
Wajah bilah kembar itu kini telah berubah total. Kesembilan Batu Elemen Bayangan Murni telah melebur habis ke dalam bajanya. Bilah yang semula hanya berwarna hitam besi kini tampak seperti dua potong bayangan malam yang tidak memantulkan cahaya sedikit pun, dengan urat-urat halus berwarna perak bintang yang mengalir di tengah bilahnya seperti pembuluh darah hidup.
Saat Qin Mu mengalirkan sedikit Qi barunya ke dalam gagang senjata itu, kedua bilah itu langsung menghilang menjadi transparan di dalam keremangan, menyatu sepenuhnya dengan bayangan di sekitarnya tanpa mengeluarkan suara desingan angin sedikit pun!
Senjata Spiritual Tingkat Rendah — Elemen Bayangan!
"Dengan ketajaman senjata spiritual ini dan elemen bayangan yang menyembunyikan wujud bilahnya, bahkan perisai Qi seorang kultivator Qi Gathering Puncak pun akan terbelah sebelum mereka melihat ayunan tanganku," gumam Qin Mu sambil merasakan denyutan hidup dari senjata barunya.
Namun kejutan terbesar dari terobosannya ke ranah Qi Gathering bukanlah pada senjatanya.
Begitu pusaran Qi terbentuk di dalam Dantiannya, diagram kuno dari gulungan Tingkat Surgawi — Langkah Bayangan Pemutus Langit yang tersimpan di dalam benaknya tiba-tiba menyala dengan cahaya perak gelap!
Syarat pertama untuk mengaktifkan rahasia sejati dari teknik Tingkat Surgawi itu akhirnya terpenuhi!
Qin Mu berdiri tegak di atas lantai batu giok hitam. Ia menarik napas panjang, memutar sirkulasi Qi di dalam Dantiannya mengikuti jalur rahasia Langkah Bayangan Pemutus Langit, lalu menghentakkan kakinya pelan sambil menatap bayangan hitam tubuhnya sendiri yang memanjang di atas lantai akibat pendaran cahaya dari Pecahan Logam Hitam di dadanya.
"Belah," ucap Qin Mu rendah.
Seketika, rasa ngilu yang tajam terasa di keningnya, seolah-olah seuntai kecil dari kesadaran jiwanya dan tiga puluh persen Qi di dalam Dantiannya ditarik turun menuju telapak kakinya!
Di atas lantai batu giok hitam, bayangan Qin Mu tiba-tiba bergelombang seperti permukaan air yang dilempar batu.
Perlahan-lahan, dalam pemandangan yang menentang hukum alam, bayangan datar berwarna hitam pekat di lantai itu terangkat naik ke udara! Bayangan itu memadat, membentuk daging, tulang, dan pakaian hitam yang persis sama dengan wujud Qin Mu, hingga akhirnya terlepas sepenuhnya dari tumit Qin Mu dan berdiri tegak dua langkah di hadapannya!
Klone Bayangan!
Qin Mu menatap sosok di depannya dengan napas tertahan. Sosok itu memiliki tinggi, wajah, dan perawakan yang identik dengannya hanya saja kulitnya sedikit lebih pucat dan matanya memancarkan ketenangan dingin seperti bayangan malam. Saat ini, kekuatan Klone Bayangan itu berada di Tahap Akhir Penempaan Tubuh, satu tingkat di bawah tubuh aslinya.
Yang paling mengerikan adalah ketika klone itu menoleh dan menatap Qin Mu, sosok itu mengangguk pelan dengan sorot mata yang hidup!
Ada hubungan batin yang tak terputus di antara mereka berdua. Qin Mu bisa merasakan bahwa klone ini memiliki kesadaran mandiri untuk berpikir, namun seratus persen tunduk pada kehendak tubuh aslinya.
"Mulai hari ini, kau adalah aku di balik kegelapan," ujar Qin Mu pelan.
Ia tidak membuang waktu. Qin Mu mengeluarkan gulungan Warisan Alkimia dan Seribu Racun Luo Tua, catatan Dasar Formasi dan Array, serta separuh dari botol-botol bahan obat dan bendera formasi dari kantungnya, lalu menyerahkannya kepada Klone Bayangan tersebut.
"Masuklah kembali ke dalam bayanganku untuk sementara. Selama aku bergerak dan bertarung di luar, tugasmu di dalam ruang bayangan dan saat malam hari adalah mempelajari seluruh formula pil, racun, dan susunan formasi milik Penatua Luo ini serta terus berkultivasi," perintah Qin Mu.
Klone Bayangan itu menerima gulungan dan kantung tersebut tanpa suara, mengangguk satu kali, lalu tubuhnya meleleh kembali menjadi bayangan datar yang langsung menyatu ke bawah telapak kaki Qin Mu!
Begitu klone itu masuk ke dalam bayangannya, Qin Mu bisa merasakan di sudut pikirannya bahwa klone tersebut sedang duduk bersila membaca gulungan formasi Penatua Luo secara mandiri! Kapan pun ia membutuhkannya dalam pertarungan, klone itu bisa melompat keluar untuk menyerang musuh dari titik buta, atau menyatu kembali dengan tubuh aslinya untuk memberikan seluruh ilmu yang telah dipelajarinya sekaligus mendongkrak ranah kekuatannya secara lansung!
Qin Mu mengenakan kembali jubah murid luarnya yang telah dibersihkan, menyimpan Pecahan Logam Hitam yang kini telah kembali meredup ke balik dadanya, dan menyarungkan Bilah Kembar Taring Hantu yang baru ke punggungnya.
"Waktunya kembali ke atas dan menagih utang pada Wei Tian," desis Qin Mu dingin.
Di sisi timur aula bawah tanah Gerbang Perunggu itu, terdapat sebuah tangga batu spiral kuno yang dulunya dibuat oleh para penambang zaman dahulu untuk menghubungkan lapisan dasar dengan jaringan gua kristal di bagian tengah gunung.
Dengan kekuatan tahap Awal Qi Gathering yang dipadukan dengan kerangka tulang Puncak Penempaan Tubuh, kecepatan lari Qin Mu kini bagaikan hantu yang melayang di atas anak tangga. Hanya dalam waktu setengah jam, ia telah naik ratusan tombak meninggalkan dasar jurang, memasuki lapisan tengah perut gunung Akademi Kekaisaran.
Namun, saat ia melewati sebuah lorong batu yang dindingnya mulai dipenuhi kristal-kristal bercahaya biru jaringan Urat Roh Bawah Tanah yang bersebelahan dengan area tambang tua langkah Qin Mu mendadak terhenti.
Telinganya yang tajam menangkap suara dentingan pedang yang sangat nyaring dari balik belokan gua kristal di depannya, disusul oleh bau anyir darah segar dan hawa dingin es yang membekukan dinding batu!
Qin Mu langsung menekan auranya hingga titik nol. Tubuhnya menempel pada bayangan batu di langit-langit gua, merayap maju tanpa suara layaknya cicak malam hingga ia bisa melihat ke dalam aula kristal di bawahnya.
Di tengah aula kristal biru yang luas itu, sebuah mata air energi spiritual sedang memancarkan kabut putih.
Dan tepat di tepi mata air itu, berdiri Bai Shuang Putri Surga dari Sekte Pedang Tianxuan yang tadi pagi dilihat Qin Mu terbang di atas perahu giok dengan begitu anggun dan tak tersentuh!
Namun kondisi gadis berjubah seputih salju itu saat ini jauh dari kata baik-baik saja.
Di belakang kakinya, dua orang murid wanita pengiringnya dari Sekte Pedang Tianxuan telah terkapar tak sadarkan diri dengan wajah membiru akibat racun. Sementara jubah putih Bai Shuang sendiri telah robek di bagian bahu kiri, merembeskan darah merah terang yang kontras dengan kulitnya yang seputih porselen.
Napas gadis berusia lima belas tahun itu memburu cepat. Pedang giok es di tangannya memancarkan kabut beku tahap Puncak Qi Gathering, namun gerakannya tampak mulai goyah dan melambat tanda bahwa ia juga telah menghirup racun pelumpuh Qi!
Dan yang membuat mata Qin Mu menyipit dingin bukanlah Bai Shuang, melainkan empat sosok yang sedang mengepung gadis itu dari empat penjuru.
Satu orang mengenakan jubah Diaken Dalam Akademi Kekaisaran dengan wajah tertutup kain hitam, sementara tiga orang lainnya mengenakan jubah merah gelap dengan topeng besi berbentuk tengkorak bertaring!
Tiga Belas Bayangan dari Sekte Bayangan Darah!
"Nona Bai Shuang, menyerah sajalah," suara serak salah satu pembunuh bertopeng tengkorak itu menggema di dalam gua kristal sambil memutar sepasang belati sabit berlumuran darah hitam. "Diaken kalian sudah memberi tahu kami jadwal meditasi pribadimu di mata air bawah tanah ini, dan mencampurkan Serbuk Pembeku Meridian ke dalam dupa pemurnian ruangan ini. Tanpa bisa mengerahkan seluruh Qi Puncakmu, kau tidak akan bisa keluar dari sini hidup-hidup!"
"Sekte Bayangan Darah... berani bersekongkol dengan pengkhianat Akademi Kekaisaran untuk menyergap utusan Sekte Pedang Tianxuan?" suara Bai Shuang terdengar jernih namun sedingin es abadi, meski tangannya yang memegang gagang pedang mulai bergetar halus karena racun. "Sekteku akan meratakan seluruh markas cabang kalian di Kerajaan Tianhe!"
"Tidak akan ada yang tahu kalau kami yang melakukannya," sahut si Diaken pengkhianat dengan tawa dingin yang kejam. "Karena setelah kami mengambil Lempeng Segel Langit yang kau bawa dari sektemu dan memenggal kepalamu, kami akan melempar mayatmu ke lorong Tambang Roh Kuno di sebelah sana! Semua orang akan mengira kau diserang oleh amukan binatang buas bawah tanah bersama sepuluh murid baru yang sedang kukunci di tambang itu!"
Di atas langit-langit gua yang gelap, mata hitam Qin Mu berkilat tajam.
Diaken pengkhianat ini bekerja sama dengan Sekte Bayangan Darah, pikir Qin Mu cepat, potongan-potongan teka-teki langsung tersusun di kepalanya. Mereka bukan hanya ingin merampas barang milik Bai Shuang, tapi juga berencana menjadikan sepuluh murid baru di tambang sebagai kambing hitam atas kematian putri Sekte Pedang Tianxuan!
Jika Bai Shuang tewas di sini dan tuduhan itu dijatuhkan pada tambang tempat dirinya dan Han Lie berada, maka murka Sekte Pedang Tianxuan akan melumat siapa pun yang terkait dengan tambang itu tanpa peduli kebenarannya!
"Habisi dia sekarang sebelum penjaga gerbang atas curiga!" perintah pemimpin pembunuh Sekte Bayangan Darah itu.
Sring! Sring!
Ketiga pembunuh Tiga Belas Bayangan yang seluruhnya berada di Tahap Akhir Qi Gathering, ditambah sang Diaken pengkhianat yang juga berada di Tahap Akhir Qi Gathering, menerjang maju secara serentak dari empat arah!
Bai Shuang menggigit bibirnya hingga berdarah untuk menjaga kesadarannya. Ia mengayunkan pedang giok esnya, menciptakan tirai bunga teratai es yang menahan tiga serangan dari depan dan samping.
TRANG! BOOM!
Namun karena racun di meridiannya, pertahanan Bai Shuang pecah. Gadis itu terhuyung mundur tiga langkah sambil memuntahkan seteguk darah segar, sementara pembunuh ketiga dari Sekte Bayangan Darah telah melesat memutar ke titik buta di belakang punggungnya, mengayunkan belati sabit beracun langsung menuju leher putih Bai Shuang!
Pupil mata Bai Shuang yang dingin mengecil. Untuk pertama kalinya dalam hidup sang jenius yang selalu berada di atas awan itu, bayangan kematian yang nyata menyergapnya tanpa bisa ia hindari.
Namun, tepat satu inci sebelum belati beracun itu menyentuh kulit leher Bai Shuang—
Bayangan gelap yang jatuh di lantai batu tepat di belakang kaki Bai Shuang tiba-tiba terbelah!
Tanpa suara, tanpa hembusan angin, dan tanpa peringatan sedikit pun, dua sosok berpakaian hitam melesat keluar secara bersamaan dari langit-langit dan dari dalam bayangan lantai bagaikan dua dewa kematian yang lahir dari kegelapan malam!
SRING—!
Sepasang bilah transparan yang tak terlihat oleh mata telanjang berkelebat memotong udara.
Sebelum pembunuh Sekte Bayangan Darah itu sempat menyadari apa yang terjadi, kedua tangannya yang memegang belati sabit terputus dari pergelangannya, disusul oleh kepala bertopeng tengkoraknya yang melayang terpisah dari leher sambil menyemburkan darah panas ke atas lantai kristal biru!
Bai Shuang membeku di tempatnya.
Gadis dari Sekte Pedang Tianxuan itu menoleh dengan mata terbelalak lebar, menatap sosok pemuda berjubah murid luar akademi yang kini berdiri tegak membelakanginya di tengah cipratan darah, sementara sosok bayangan kedua di samping pemuda itu perlahan melebur kembali ke dalam tanah!
Jika Kalian Suka dengan cerita ini silahkan beri
Like, Ranting ⭐️ dan Vote 🎟 serta Gift 💰.
Penilaian & Kontribusi kalian sangat berharga bagi author untuk tetap semangat update cerita ini.
TERIMA KASIH.... ✌️
ini enak nih gak bertele2,tinggal musuh yg lebih kuat udah nunggu
Jika Kalian Suka dengan cerita ini silahkan beri
Like, Ranting ⭐️ dan Vote 🎟 serta Gift 💰.
Penilaian & Kontribusi kalian sangat berharga bagi author untuk tetap semangat update cerita ini.
TERIMA KASIH.... ✌️