NovelToon NovelToon
Terlambat, Mas! Aku Sudah Mati Rasa

Terlambat, Mas! Aku Sudah Mati Rasa

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Yoselin berharap jika Edward akan mencintainya setelah pernikahan mereka berjalan selama dua tahun, tetapi sore itu Yoselin sadar sesuatu jika sampai kapanpun Edward tidak akan pernah meliriknya sedikitpun.

Sebuah pemandangan menyakitkan tertangkap mata Yoselin, Yoselin melihat Edward dan mantan kekasihnya Angela tengah berciuman diparkiran restoran, sejak saat itu juga hati Yoselin hancur, rasa percaya dirinya runtuh, saat itu juga Yoselin melepaskan Edward. Yoselin menyerah, disaat Yoselin mulai sibuk dengan dunianya, Edward merasa kehilangan, Edward mencoba memperbaiki tetapi dia sudah telat.

Di lain sisi seorang CEO bernama Javier Vernand Romero sangat tertarik dengan Yoselin, dia mengagumi Yoselin dari setiap sisi, Javier bertekad dalam hati jika dia akan memiliki Yoselin seutuhnya, tidak peduli Yoselin sudah menikah atau tidak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melawan Atasan Toxic

Yoselin melangkah masuk kembali ke area kantor Aura Beauty setelah menyelesaikan urusannya di V. Corp. Namun, baru saja ia menaruh tas kerjanya di meja, salah satu staf HRD datang dan meminta Yoselin untuk segera menghadap ke ruang kerja utama CEO.

​Dengan sisa-sisa rasa lelah setelah menghadapi Angela dan Javier hari ini, Yoselin berjalan menuju ruangan atas. Begitu pintu diketuk dan ia diizinkan masuk, Yoselin langsung berhadapan dengan sang CEO perusahaan, Daniel. Pria berusia 38 tahun itu kini duduk di balik meja kerjanya, menatap tajam ke arah Yoselin dengan sorot mata yang mengintimidasi.

​"Duduk, Yoselin," perintah Daniel dingin tanpa basa-basi.

​Yoselin duduk di kursi seberang meja kerja Daniel, menjaga posturnya tetap tenang. "Ada apa ya, Pak Daniel memanggil saya ke ruangan?"

​Tanpa menjawab, Daniel mendorong sebuah map tebal berwarna biru di atas meja. "Baca ini," perintahnya mutlak.

​Yoselin mengerutkan keningnya, lalu meraih map tersebut dan membuka lembarnya. Sepasang mata cokelatnya memindai setiap baris kalimat di atas kertas.

"Apa ini, Pak?" tanyanya ragu-ragu.

​"Itu adalah kontrak kerja sama eksklusif," jawab Daniel dengan nada suara yang meremehkan.

"Isinya menyatakan bahwa selama periode proyek dengan V. Corp berlangsung, kamu dipindahkan secara penuh untuk bekerja langsung di bawah naungan mereka di kantor pusat V. Corp, sampai produk itu resmi dipasarkan ke publik."

​Yoselin membelalakkan matanya, sontak menutup map tersebut. "Tapi, Pak! Saya tidak bisa menerima ini! Proyek saya ada di Aura Beauty, tim saya ada di sini. Kenapa saya harus dipindahkan ke V. Corp?!"

​Daniel menyandarkan punggungnya ke kursi, melipat kedua tangan di dada dengan senyuman sinis.

"Saya tidak menerima bantahan, Yoselin. Keputusan perusahaan sudah bulat. Lagipula, dari laporan yang saya dengar, sepertinya Tuan Romero sendiri yang sangat tertarik padamu!"

​Wajah Yoselin memerah seketika mendengar sindiran terang-terangan itu. "Pak Daniel, tolong jaga ucapan Anda! Hubungan saya dengan Tuan Javier murni profesional sebatas urusan pekerjaan!"

​"Profesional katamu?" cibir Daniel tajam.

"Lakukan tugasmu dengan benar dan jangan mengecewakan Tuan Romero, Yoselin! Nasib kelanjutan kerja sama perusahaan kita ada di tanganmu sekarang. Kamu jalani saja perintah ini tanpa banyak protes!"

​Yoselin terdiam sesaat, dadanya bergemuruh menahan amarah atas perlakuan sewenang-wenang sang atasan. Ia menatap lurus mata Daniel dengan keberanian yang mendadak muncul.

​"Lalu untuk apa Bapak mengajak saya berbicara dan meminta pendapat jika pada akhirnya pendapat saya sama sekali tidak dibutuhkan?" tanya Yoselin tajam.

​Daniel tertegun sejenak, tidak menyangka bawahannya berani melawan kata-katanya. Wajah sang CEO seketika mengeras.

​"Jangan keterlaluan, Yoselin!" bentak Daniel dengan suara meninggi.

"Hanya karena Tuan Romero sedikit tertarik padamu, bukan berarti kamu bisa besar kepala dan membangkang padaku! Aku adalah atasanmu, dan aku bisa memecatmu saat ini juga jika kamu berani melawan!"

​Ancaman telak itu membuat ruangan menjadi hening. Yoselin terdiam, menundukkan kepalanya sejenak. Daniel tersenyum puas, mengira gertakan mautnya berhasil membuat bawahannya ciut nyali. Ia sengaja memberikan tekanan ini atas hasutan kekasihnya, yang kebetulan merupakan saingan berat Yoselin di divisi pemasaran dan sangat ingin menyingkirkan Yoselin dari perusahaan.

​Namun, reaksi yang ditunjukkan Yoselin berikutnya di luar dugaan Daniel.

​Yoselin perlahan mengangkat kepalanya kembali. Tidak ada lagi keraguan di matanya; yang ada hanyalah ketegasan yang dingin dan menusuk.

​"Baiklah kalau itu mau Bapak," ucap Yoselin tersenyum tipis, senyuman terpaksa yang membuat Daniel mengerutkan kening kebingungan.

​"Apa maksudmu?" tanya Daniel waspada.

​"Kalau begitu, saya mengundurkan diri, Pak," ucap Yoselin lugas tanpa keraguan sedikit pun.

​Daniel terperanjat dari kursinya. "Apa?! Mengundurkan diri?!"

​"Iya, saya mengajukan pengunduran diri," ulang Yoselin dengan suara yang amat tenang.

"Saya tidak bisa bekerja di bawah pimpinan atasan yang tidak memiliki sedikit pun penghargaan terhadap kerja keras karyawannya sendiri. Lagipula, di luar sana ada banyak perusahaan lain yang membutuhkan keahlian saya. Bapak juga jangan lupa, kinerja dan kontribusi saya di divisi ini bahkan setara dan bisa dikerjakan oleh tiga orang sekaligus."

​Skakmat. Kalimat telak itu meluncur begitu mulus dari bibir Yoselin, menampar telak keegoisan sang CEO.

​Wajah Daniel seketika memucat pasi. Jantungnya berdegup kencang tak karuan. Ia sama sekali tidak menduga bahwa wanita berwajah lembut di hadapannya ini memiliki mental sekeras baja yang tidak bisa digertak dengan ancaman pemecatan.

​"Yoselin! Jaga ucapanmu!" tegur Daniel dengan suara bergetar, mencoba mempertahankan wibawanya padahal kepanikannya sudah mencapai puncak.

​Yoselin bangkit berdiri dari kursi, merapikan blazer hitamnya dengan sangat tenang.

​"Kalau sudah tidak ada hal penting lain yang perlu dibicarakan mengenai pekerjaan, saya permisi keluar, Pak," pamit Yoselin sopan namun dingin.

"Surat pengunduran diri resmi saya akan segera saya kirimkan ke bagian HRD sore ini. Selamat siang, Pak Daniel."

​Tanpa menunggu sepatah kata balasan pun dari sang atasan, Yoselin membalikkan badannya dengan anggun dan melangkah keluar dari ruangan kerja CEO.

​Brak.

​Pintu tertutup rapat di belakang Yoselin, meninggalkan Daniel yang mematung di tempatnya dengan wajah sepucat mayat.

​Daniel mencengkeram tepi meja kerjanya erat-erat, napasnya memburu tidak beraturan. Pikirannya mendadak kalut dan dipenuhi rasa panik yang teramat besar.

​"Sialan... Sialan, bagian mana yang salah?!" racau Daniel panik pada dirinya sendiri, mengusap wajahnya dengan kasar.

​Ia tadi hanya berniat menggertak Yoselin sedikit demi menyenangkan hati kekasihnya yang terus merengek ingin menjatuhkan Yoselin. Daniel berpikir Yoselin adalah tipe karyawan penakut yang akan langsung memohon jika diancam. Siapa sangka, Yoselin justru melayangkan surat pengunduran diri secara telak dan menghantamnya dengan kenyataan pahit!

​Daniel tahu persis betapa krusialnya peran Yoselin di perusahaan ini. Kinerja Yoselin luar biasa cemerlang, memegang sebagian besar proyek besar, dan menjadi aset paling berharga di divisi pemasaran Aura Beauty. Jika Yoselin benar-benar pergi, perusahaan bisa mengalami kemunduran besar karena tidak ada yang mampu menggantikan kapasitas kerjanya dalam waktu singkat.

​Belum lagi masalah besar lainnya dengan CEO V. Corp yang tidak lain Javier.

​Daniel teringat ucapan Javier yang menaruh ketertarikan khusus pada Yoselin. Jika Javier sampai tahu wanita yang diincarnya tersinggung, dipecat, atau keluar dari Aura Beauty akibat kebodohannya, bos besar V. Corp itu pasti akan menghancurkan perusahaannya berkeping-keping tanpa ampun!

​"Sial! Sial! Sial!" maki Daniel kalang kabut di dalam ruangannya.

​Ia tidak boleh membiarkan ini terjadi. Daniel harus bergerak cepat. Sebelum Yoselin sempat menyerahkan surat pengunduran diri resmi ke bagian HRD, ia harus mengejar wanita itu, meminta maaf, dan menahannya bagaimanapun caranya!

Bersambung...

1
Ruryn Amanda
lanjut Thor
Ruryn Amanda
tersentil GK tuuuchh egomu vier,,javier
Ruryn Amanda
hadech Niel,,Niel,, memecat yoselin sm aja menggulung tikarkan perusahaan mu,,
Ruryn Amanda
yoselin💪GK usah didengerin radio rombeng,,gunakan tenagamu buat ngedepin Abang Javier aja GK usa ngurusin pelakor GK mutu,,🤭
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor
falea sezi
mampus lu daniel
falea sezi
Daniel Daniel oon🤣
Sribundanya Gifran
lanjut
Luna
ingat jika ada orang yg belum selesai dengan masa lalu nya jangan coba coba jadi pahlawan yg ada kamu cuma dianggap sekedar ada,,, apalagi kalo keduanya masih sama sama cinta ,jadi GK usah seperti korban drama,GK perlu nunggu 2 tahun ,5 bulan menikah kalo masih tak Sudi melihat mending pergi,
Luna
kenapa kamu mau yg menjadi pahlawan padahal sudah jelas dari awal,,,kamu berharap bisa dicintai,disini kamu bukan korban kamu sendiri yg cari penyakit, untuk apa mengobati luka orang lain tapi kamu sendiri tak ada yg ngobatin ,,,
Halimatun Saadiah
lanjut
Ruryn Amanda
ayo lanjut Thor,,😄
Ruryn Amanda
🤣🤣🤣dasar laki2 manipulatif,,licik,,penuh akal bulus tp q suka,,,,🤭
Ruryn Amanda
🤣🤣javierrr gue bius yaaaa,,,,
Ruryn Amanda
ayo Javier,,hancurkan si ed itu,,pebinor yg kudukung,,🤭
It's me Ri🥕: No no yaa🤣
total 1 replies
falea sezi
lanjut🤭
Sribundanya Gifran
lanjutthor
merry yuliana
crazy up yq kak💪💪💪🙏🙏🙏😍😍😍
Potatoes 🥔
Cerai ajalah🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!