Penugasan di medan perang adalah hal biasa. Namun, menghadapi pengkhianatan di dalam barak asrama dinasnya sendiri adalah pertempuran yang tak pernah ia duga.
Ketika ia memergoki lettingnya sendiri menelantarkan dan menyakiti seorang wanita di sudut pangkalan militer akibat hasutan keluarga, naluri pelindungnya bangkit. Dalam sebuah tindakan nekat demi menyelamatkan kehormatan sang wanita, ia mengambil alih takdir itu. Ia membawanya pergi, melindunginya di garis depan hidupnya, dan menikahinya.
Di bawah naungan seragam lorengnya, ia memulai misi paling rahasia dalam hidupnya.. Menyembuhkan luka batin gadis itu, namun, ia harus menghadapi dendam dari rekan satu lettingnya, dan mencintainya setulus hati tanpa syarat.
Sebab di garis depan hatinya, keselamatan wanita itu adalah perintah mutlak haram untuk gagal.
KONFLIK.. SKIP bagi yang tidak sanggup.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2. Cinta Lama Bersemi Kembali.
"Sebelum kau putuskan untuk bercerai, katakan.. bagaimana keadaan pernikahanmu saat ini?? Apa tercatat di negara, soal usiamu......"
"Sepertinya tercatat di negara, tapi usianya di palsukan." Kata Pitta. "Usiaku yang tercatat jadi sembilan belas tahun. Itu sebabnya Bang Samuel menunggu usiaku sedikit lebih matang baru bisa di kenalkan di kantornya.. Katanya begitu."
'B******k betul si Sam. Apa maunya??? Dia sudah mengambil Pitta dariku, sekarang dia malah menyiksanya seperti ini.'
"Tolong bantu aku, Bang..!!" Pinta Pitta.
Bang Oscar menelan ludah dengan kasar. Jika dia membawa kabur istri orang, tentu semua melanggar aturan dan norma. Tapi kenyataannya, Samuel sedikit pun tidak bisa melindungi istrinya.
"Baaang.. Aku sungguh mau cerai. Aku nggak kuat hidup sama Bang Samuel." Ujar Pitta.
"Apa Samuel sekasar itu sama kamu??" Tanya Bang Oscar.
"Tadinya.. Selama berkenalan, dekat dan kami bersama.. tidak pernah kasar, Bang. Tapi setelah akad nikah, ibu ikut dengan kami, neraka itu di mulai. Tepat setelah sampai di rumah, Ibu bicara dengan Bang Samuel. Saat masuk kamar, semua berubah." Jawab Pitta.
"Kapan tepatnya kalian mulai dekat?"
"Sebelum Abang karantina pratugas ke Rusia." Ungkap Pitta.
'Sumpah.. Benar itu satu setengah tahun yang lalu. Kau sudah mengkhianatiku, Sam. Apa tujuanmu melakukan semua ini??? Kau tau sepolos apa Pitta, kenapa kau tega menghancurkan masa depan Pitta??'
"Apa kau benar sudah siap jadi janda, Pitta..!!"
"Pitta siap, Pitta bisa kerja apapun. Asal Pitta pegang uang dan bisa lepas dari Bang Sam. Tidak mau lagi tinggal di kontrakan itu sama Ibunya Bang Sam." Jawab Pitta.
"Kerja sama saya..!! Saya bayar kamu seberapa banyak yang kamu minta. Tugasmu hanya tinggal di kontrakan ini..!!" Perintah Bang Oscar.
"Dua juta satu bulan, sanggup???? Pitta butuh banyak uang untuk mengurus perceraian." Tanya Pitta sambil menghapus air matanya dengan wajah yang seketika sok tegas seolah mengancam.
Bang Oscar menunduk sejenak menyembunyikan senyum di balik kekakuan nya.
"Insya Allah. Sanggup." Jawab Bang Oscar tanpa ingin merendahkan keluguan Pitta yang sebenarnya sangat ia rindukan meskipun tak jarang memusingkan.
"Beneran, Bang????????" Pitta bertanya dengan wajah yang sudah berubah tidak percaya.
"Iyaaa.. Nanti saya bantu urus, ada teman pengacara saya. Kamu bisa konsultasi dengan beliau."
"Ng_gak usah, Bang. Kalau pakai pengacara malah jadi semakin mahal. Uangnya pasti kurang." Tolak Pitta.
"Nggak ada yang minta kamu bayar, itu urusan saya."
...
Malam hari, Bang Oscar kembali ke barak. Kamarnya tepat bersebelahan dengan Bang Samuel. Nampak saat itu sahabatnya sedang menghubungi sana sini untuk mencari istrinya.
"Darimana saja kau, Oscar?? Besok hari Sabtu, kau ada waktu bantu aku cari istriku. Kau pasti kaget kalau tau siapa dia. Aku nyesel nikah sama dia." Kata Bang Samuel.
Bang Oscar menarik senyum setan di wajahnya. "Masalah itu masalahmu, Itu juga kan istrimu, cari sendiri lah. Aku ada acara sama calon mamanya anak-anak."
Sejenak Bang Samuel terdiam, sejak mendengar kabar Pitta menikah, sejak itu pula sahabatnya diam dan tidak pernah ada informasi kedekatannya dengan seorang wanita.
"Serius kau??? Orang mana, Kang?" Rasa penasaran mulai muncul apalagi dengan watak Letnan Oscar yang luar biasa kaku dan dingin hingga rasanya wanita pun malas mendekat karena sifat cueknya.
"Ada lah. Amankan jantungmu lihat bidadariku..!!"
Bang Oscar melangkah masuk ke dalam kamar mess nya, sikapnya tenang tanpa Bang Samuel sadari, ekor mata itu meliriknya dengan tatapan tajam.
***
"Saya sudah pelajari kasus Ibu Anjani Pramudhita. Beruntunglah semua berkas lengkap, Ibu Anjani sempat membawa semua barang berharganya. Saya rasa kasus Ibu Anjani tidak akan berlarut-larut, bahkan setelah ini, bapak bisa langsung menikahi beliau." Kata Pak Dudi, pengacara keluarga Bang Oscar.
"Aahh.. Bercanda aja bapak. Saya tau aturan untuk menunggu masa iddah, Pak." Jawab Bang Oscar.
Pak Dudi tersenyum penuh arti. "Saya sangat paham dan salut dengan keilmuan Pak Oscar. Tapi Pak Oscar juga pasti paham alasan sebuah perceraian tidak perlu masa iddah."
Kening Bang Oscar berkerut, ia memikirkan segala kemungkinan yang terjadi. "Jadi kapan bisa ke pengadilan agama, Pak? Saya tidak mau mendesak Pitta dan membuatnya tertekan."
"Oohh tidak perlu, Pak Oscar. Semua sudah clear. Kalau Pak Oscar mau.. Pak Oscar sudah bisa menikahi Bu Anjani besok pagi." Jawab Pak Dudi.
"Andaikan bisa, Paakk.. Malam ini juga saya sikat."
"Boleh Pak, Boleeh..!!! Hubungi saja Bu Anjani." Respon Pak Dudi semakin membakar Bang Oscar.
Tatap mata Bang Oscar pun tajam.
...
"Assalamu'alaikum, deeekk..!!" Panggil Bang Oscar sambil meletakan bungkusan nasi padang di atas meja.
"Wa'alaikumsalam, Bang. Sebenarnya ada apa lagi tadi?? Nggak ada masalah kan, Bang?? tanya Pitta.
"Nggak ada. Jangan ngomong aja, cepat ambil piring, kamu makan dulu..!!" Perintah Bang Oscar.
"Jawab dulu..!! Kenapa tadi banyak orang disana, tapi aku harus tutup wajahku???" Desak Pitta.
"Ya kan ada saksi yang lihat wajahmu. Pak Dudi, dua teman saya juga lihat. Lainnya nggak penting, nggak usah." Jawab Bang Oscar tenang.
"Iya, buat apa???" Pitta semakin mendesak Bang Oscar. Ia duduk dengan kasar di samping pria itu.
"Kita nikah."
"Serius dikit lah, Bang. Hidup Pitta sudah banyak masalah, jangan Abang tambahi lagi." Kata Pitta.
Bang Oscar balas menatap mata Pitta dengan lekat. "Seandainya bisa mengulang waktu, apa yang kamu inginkan??"
Pitta yang tadinya lupa sejenak dengan kesedihannya, kini kembali bersedih, matanya berkaca-kaca. "Jangan kenalkan Pitta sama Bang Sam, jangan pergi, tepati janji Abang untuk menikahi Pitta meskipun Pitta masih anak-anak. Jagain Pitta, Pitta nggak punya siapa-siapa lagi. Bapak sudah meninggal. Bawa Pitta pergi jauh.. Yang jauh."
Hati Bang Oscar terasa terpukul, ia lalu menarik Pitta ke dalam peluknya. Ada rasa sakit yang tak terobati, ada sesal yang tak terlukiskan. "Maafin Abang. Abang nggak akan pergi lagi." Ucapnya kini lebih lembut.
"Tapi... Pitta sudah jadi milik orang. Pitta ingin lepas, tapi nggak bisa."
.
.
.
.
ditunggu lanjutanya mba
ditunggu lanjutannya mba Nara
lanjut mba Nara👍