Malam reuni seharusnya menjadi malam penuh kenangan.
Namun bagi Cassandra Elvania, malam itu justru menghancurkan dunia yang telah ia bangun selama bertahun-tahun.
Di balik senyum hangat para sahabat lama dan gemerlap pesta yang meriah, Cassandra menemukan kenyataan pahit. Tunangannya, pria yang ia cintai sepenuh hati, ternyata menjalin hubungan terlarang dengan orang yang paling ia percaya,sahabatnya sendiri.
Hancur? Tentu.
Tetapi Cassandra memilih sesuatu yang tidak pernah mereka duga.
Ia tidak menangis. Ia tidak mengamuk. Dan ia tidak membongkar rahasia mereka.
Sebaliknya, ia ikut memainkan permainan yang mereka ciptakan.
Sedikit demi sedikit, Cassandra menyusun langkahnya sendiri. Hingga pada akhirnya, mereka yang merasa telah menang justru kehilangan segalanya.
Saat penyesalan datang, semuanya sudah terlambat.
Karena ada luka yang bisa sembuh. Namun ada pengkhianatan yang tak pernah bisa dimaafkan.
Dan semua itu bermula...
Di Malam Reuni.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 04
"Tuan,,Apakah sebaiknya kita hancurkan saja Bastian Group untuk membalaskan dendam Nona Sandra?" tanya Billy dengan nada yang sedikit canggung.
"Kamu jangan sentuh dia dulu. Adikku baru saja bangkit. Biarkan dia yang melakukannya sendiri. Untuk urusan ini biar aku yang pikirkan. Kamu cukup hentikan sedikit demi sedikit sumber daya yang Wijaya Group berikan. Tarik perlahan."
Billy pun bingung dengan ucapan Bosnya itu. Dia tahu bahwa Bosnya itu sangat tidak menyukai Bastian namun kini justru Bosnya tidak mau turun tangan.
"Baiklah Tuan saya mengerti." jawabnya dengan penuh hormat.
****
Makan malam pun telah tersaji di meja makan. Aditya melihat Sandra belum juga keluar dari kamarnya.
"Bik,,bisa minta tolong panggil Sandra untuk makan." ucap Aditya dengan lembut.
"Baik Tuan muda Bibi akan panggil Non Sandra." jawab Bik Wati dengan sopan.
"Aku sudah disini Mas gak perlu di panggil lagi." Sandra yang tiba-tiba berada dibelakang Kakaknya pun langsung duduk dimeja makan.
Sandra terharu melihat semua makanan kesukaannya tertata rapi dimeja makan. Lima tahun dia meninggalkan rumah demi cintanya dan kini dia kembali dan kakaknya pun tidak bertanya apapun.
"Makanlah.. Ini semua makanan kesukaan kamu. Sudah lima tahun kamu tidak pulang pasti kamu merindukan masakan Bik Wati." Aditya menatap wajah Sandra yang kini tertunduk dan mulai menitikkan airmata.
"Sejak kapan kamu menjadi secengeng ini dikit-dikit nangis. Kamu itu Nona keluarga Wijaya apa pantas kamu menangis hanya hal yang tidak penting. Sekarang hapus airmata kamu dan makan."
Ucapan Aditya terdengar menusuk dihati Sandra. Selama ini dia terlalu rapuh karena telah dibutakan oleh cinta. Selama ini dia selalu mengira bahwa Bastian adalah laki-laki yang paling baik namun nyatanya tidak ada yang lebih baik daripada kakak kandungnya sendiri..
"Makan... Jika kamu tidak makan aku juga tidak akan makan."
Sandra menatap kakaknya.
Dulu demi Bastian dia rela meninggalkannya dan menyakiti perasaanya namun kini Kakaknya justru menjadi pelindung yang tak pernah menyakitinya.
Aditya mulai menurunkan nada bicaranya dia tahu bahwa Sandra masih memerlukan waktu untuk memperbaiki suasana hatinya..
Sandra mengangkat kepalanya dan mengangguk.
Suasana pun berubah menjadi sunyi.
Tidak ada suara.
Hanya ada suara dentuman sendok dan garpu keduanya menikmati makan malam bersama.
"Setelah selesai makan kamu ke kamar Mas,ada yang ingin Mas tanyakan?" ucap Aditya dengan tenang.
Sandra hanya mengangguk dia tidak menjawab sepetinya Sandra tahu apa yang ingin Kakaknya katakan.
Suasana pun kembali sunyi hingga mereka menyelesaikan makan malamnya.
"Apa rencana kamu selanjutnya?"tanya Aditya dengan lembut. Ia tidak ingin menghakimi Sandra walaupun dulu Sandra telah membuatnya sangat kecewa.
"Aku masih ingin menunggu hingga hari pernikahan itu tiba?" ucapan Sandra membuat darah Aditya mendidih namun Ia mencoba untuk menahannya.
"Apa kamu sudah tidak waras,kamu masih ingin melanjutkan pernikahan itu? Apa kamu lupa dia telah mengkhianati kamu Sandra apa kamu akan membiarkan hatimu terus disakiti." amarah Aditya telihat berkobar namun Sandra hanya menjawabnya dengan tenang.
"Aku tidak akan pernah menikahi Bastian. Aku hanya ingin membunuh semua perasaanku kepadanya dan aku hanya ingin mengambil kembali harga diri yang telah mereka injak selama ini. Aku tahu apa yang Mas pikirkan. Dan aku sudah berjanji pada Mas bahwa setelah semua ini berakhir aku akan menerima perjodohan yang Mas siapkan untukku. Siapapun orangnya aku tidak akan menolak."
Kali ini Sandra berbicara tanpa airmata lagi,dia sangat terlihat tenang.
"Dengan siapapun?"tanya Aditya memastikan ucapan adiknya.
Sandra hanya mengangguk dan kemudian menatap Kakaknya yang sedang menatapnya heran.
"Jika Mas jodohkan kamu dengan Kakek-kakek apa kamu bersedia?Jika Mas jodohkan kamu dengan Om-om apa kamu juga akan setuju?" pertanyaan candaan itupun keluar dari mulut Aditya..
Sandra pun berdiri dan berjalan menuju jendela.
"Aku yakin Mas akan mencarikan aku seorang yang menurut Mas itu baik. Aku pernah salah dalam memilih seseorang dan aku tidak mau salah untuk kedua kalinya." ucapan itu keluar bagitu saja. Ada sesal yang tak bisa Sandra sembunyikan.
"Bagus.. Ini baru Cassandra Elvania Wijaya. Mas bangga sama kamu. Mas tahu apa yang kamu lalui sekarang tidak mudah. Jika kamu memerlukan bantuan Mas katakan saja Mas akan melakukannya untukmu. Dan satu lagi jangan pernah mau ditindas siapapun. Kamu adalah putri keluarga Wijaya yang tak mudah ditindas yang sudah terjadi jadikan ini pelajaran saja."
Sandra hanya mengangguk walaupun jauh didalam hatinya Ia masih belum bisa menerima semuanya tapi didepan Kakaknya dia tidak ingin membuat orang yang paling menyayanginya khawatir.
"Sudah larut malam kembali ke kamarmu dan istirahatlah. Kamu tenangkan diri dulu di sini dan anggap saja kamu sedang liburan." Aditya menyentuh pundak Sandra dan tersenyum.
"Kamu sudah dewasa dan kamu pantas bahagia. kembalilah ke kamarmu dan tidur." Aditya kembali mengulangi ucapnya.
Sandra mengangguk dan kemudian memeluk kakaknya.
"Selamat malam Mas,Mas juga istirahat jangan bergadang."
Ketika Sandra hendak keluar Aditya kembali memanggilnya..
"Sandra."
Sandra mengantikan langkahnya.
"Apapun yang terjadi nanti.. Jangan pernah pulang sambil menangis lagi.
Sandra hanya mengangguk..
"Karena lain kali,Mas yang akan datang untuk menjemputmu."
lanjut thor 🙏