"Daddy, bagaimana bisa menjodohkan Lily dengan pria Arogan itu?" pertanyaan Lily meronta-ronta di hadapan Daddy-nya menunjuk Lucas yang duduk disofa dengan wajah datarnya.
"Lucas itu pria yang baik, Daddy sudah menjodohkan kalian sejak kecil" pernyataan Daddy menatap Lucas yang sejak kecilnya sudah dia anggap seperti anak sendiri.
"Sejak kecil apanya, Lily baru lahir dia sudah tua" komplen Lily, selain terkenal arogan Lucas juga beda 8 tahun darinya.
"Lily menolak perjodohan dengan pria Arogan itu" pernyataan Lily.
"Berani kamu menolak saya?" pertanyaan Lucas dengan suara beratnya.
Yuk baca cerita Lily.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29 Saling Menyayangi
Lily melirik Lucas dan Marcel bergantian lalu menarik nafas panjang.
"Marcel, kalau kekuatan mu hanya seperti musang kenapa memilih lawan serigala" pernyataan Lily.
Dia kasihan melihat Lucas tapi kalau begini Marcel lah yang terluka paling parah.
Dave dan semua pelayan yang berdiri langsung tutup mulut mendengar ucapan Lily.
"Hmmmm, walaupun begitu aku puas memukul pria arogan itu" pernyataan Marcel dengan senyum bangga nya.
"Khmmm" Lucas langsung batuk mendengar pria itu berani mengatai Lucas pria arogan secara terang-terangan.
"Sayang, kepalaku terasa sangat sakit" ucap Lucas tiba-tiba memeluk Lily dan membenamkan wajah dilehernya.
" Ehhhhh, kau pria tua menjauh dari Lily" teriak Marcel langsung marah begitu melihat Lucas dekat-dekat pada Lily.
Muachhh
Muachhh
Lucas tidak hanya mengecup pipi tapi juga bibir Lily dihadapan semua orang yang membuat Marcel langsung tantrum tiba-tiba.
"Dengar setan, menjauh dari istriku dan pergilah keluar negeri dalam waktu tiga hari ini, jika tidak aku miskinkan keluarga William" pernyataan Lucas memegang ponsel Lily dan langsung memperingati Marcel.
"Aku bukan saingan yang sepadan denganmu, bahkan kau tidak setara denganku walaupun cuma seujung kuku" pernyataan Lucas dengan begitu arogan mengucapkan kata-kata yang membunuh mental.
"Dengar Pria Arogan, mungkin dari segi materi aku tidak setara denganmu, tapi Lily adalah pacarku " pernyataan Marcel yang benar-benar sakit hati mendengar ucapan monohok Lucas yang menyinggung soal materi.
"Lalu kalau kalian pernah pacaran kenapa?, kau merasa menang bersaing denganku, teruntuk kau ketahui Lily sedang mengandung anakku" pernyataan Lucas yang mengejutkan semua orang.
Lily ikut shock mendengarnya!.
"Tidak, tidak, mungkin" teriak Marcel.
" Ingat, aku memberimu waktu tiga hari, jika lewat dari batas waktu yang diberikan, aku akan bertindak" pernyataan Lucas mengakhiri telfon dan langsung memblokir nomer Lucas di ponsel Lily.
...........
"Kalian semua keluarlah" perintah Lucas yang dengan segera semua orang keluar dan meninggalkan mereka berdua.
" Akkkkh" teriak Lily ketika Lucas menarik dan menindihnya secara tiba-tiba.
"Mulai hari ini, kamu tidak boleh lagi berkomunikasi dengan Marcel" peraturan dari Lucas.
"Paham" tegas Lucas yang diangguki Lily.
"Bagus, jadilah istri yang patuh" kata Lucas mengelus-elus kepala Lily dan mengecup keningnya.
"Tapikan, Lily tidak sedang hamil, kok Hubby bilang gitu?" pertanyaan Lily, bukan mengapa semua orang yang mendengar tadi jadi berpikir Lily beneran hamil.
"Aku akan menghamili kamu dalam waktu dekat" pernyataan Lucas.
"Hahhh, tapikan..."
"Jika hamil, kamu boleh meminta apa saja padaku" bisik Lucas mengecupi pipi Lily.
"Hubby, pernikahan kita ini terjadi karena perjodohan keluarga, apa tidak sebaiknya kita tunda dulu punya anaknya" ucap Lily.
"Kenapa ditunda?" pertanyaan Lucas yang sudah siap jadi Ayah.
"Nanti kalau tiba-tiba cerai gimana?" pertanyaan Lily yang membuat Lucas langsung tersenyum kecut.
"Jangan pernah berpikir untuk bercerai dariku, kamu tidak akan pernah menemukan pria seperti diriku" pernyataan Lucas dengan senyum menggoda nya.
" Dihhh, Hubby emang arogan benget ya, selalu merasa lebih baik dari orang lain" cibir Lily.
"Memang aku lebih baik dan unggul, jejerkan semua pria yang pernah dekat dengan kamu, kalau ada yang setara aku sujud" pernyataan Lucas dengan begitu angkuh.
"Pria Arogan ini" geleng kepala Lily yang rasanya ingin membantah, namun memang belum ada Lily dekat dengan pria yang standarnya melebihi Lucas.
" Cepatlah kita pergi ke tempat pijit, nanti kalau sakit-sakitan nggak bisa sombong lagi" ketus Lily berjalan keruang ganti mengambil baju ganti untuk Lucas.
"Kalaupun nanti aku sakit-sakitan, percayalah, mungkin aku tidak bisa menemani kamu tapi uangku bisa melakukan nya" ucap Lucas tersenyum melihat tingkah Lily.
"Iyalah tu" cibir Lily membantu Lucas mengganti baju.
...........
Sesampai di tempat pijit, Lily dan Dave menunggu Lucas yang sedang dipijit dalam ruangan khusus.
"Kak, bisa nggak cerita sama Lily apa yang terjadi kemarin di kantor?" pertanyaan Lily yang diangguki Dave.
Dave menceritakan semua, mulai dari awal Lucas dan Marcel bertemu sampai berakhir baku hantam kemarin.
"Pria itu megang gengsi emang gila banget ya" ucap Lily geleng kepala.
"Nyonya, itu bukan megang gengsi, tapi..." ucapan Dave terhenti.
" Tapi kenapa?" tanya Lily dengan polos.
"Saya rasa Tuan Lucas, mulai mencintai Nyonya" pernyataan Dave yang melihat itu.
" Ihhhh, enggaklah, mana mungkin Pria Arogan itu jatuh cinta" kata Lily tidak percaya.
"Dia jangankan jatuh cinta, suka wanita saja tidak" pernyataan Lily.
"Kak Dave udah kerja berapa lama sama Kak Lucas?" pertanyaan Lily.
"Sekitar 5 tahun" kata Dave.
"Emang selama ini Kak Lucas pernah punya pacar?" pertanyaan Lily yang memang tidak tau bagaimana kehidupan Lucas selama tinggal di London.
"Tidak, selama ini Tuan setiap harinya hanya bekerja dan belajar" jujur Dave yang melihatnya sendiri.
"Kalau capek bekerja, dia pergi kemana?" pertanyaan Lily lagi.
"Ke club" jawab Dave yang memang selalu ikut kemanapun Lucas pergi.
"Tapi kenapa dia disini nggak pernah pergi ya, padahal Lily pengen ikut" ucap Lily.
"Kan semenjak nikah sama Nyonya, Tuan tidak pernah kesepian atau kalaupun lelah paling dia istirahat saja" kata Dave.
"Ya tapi kenapa gitu?, apa Lily terlalu boros ya, jadi dia malas keluar demi berhemat" pikir Lily yang membuat Dave langsung tertawa.
"Tuan Lucas itu seorang Triliuner, Nyonya belanja banyak pun tidak akan mengurangi secuil hartanya" ucap Dave.
"Dia memang sekaya itu ya?" pertanyaan Lily dengan polos yang diangguki Dave.
"Pantas belagu" kata Lily membayangkan Lucas yang menurutnya terlalu sombong.
"Tapi rasanya Tuan cukup jauh berubah dari biasanya kok" pendapat Dave.
"Berubah apanya?" tanya Lily.
"Dulu Tuan sangat dingin tak tersentuh bahkan kejam, tapi semenjak menikah dengan Nyonya dia jadi pribadi yang sedikit lebih santai" jawab Dave yang merasakan nya.
"Kak Dave pernah dengar soal perjodohan kami sebelumnya nggak?" tanya Lily.
"Tidak, setau saya Nyonya adalah wanita yang paling Tuan Lucas tidak suka" pernyataan Dave.
"Jadi selama ini dia masih sering nyumpahi Lily?" pertanyaan Lily.
"Soal itu aku tidak tau pasti, tapi jika Tuan sedang marah pada seorang wanita karena suatu permasalahan pasti dia bilang kelakuan wanita itu mirip Lily" ucap Dave yang dulu sering mendengar nya.
" Hmmm, Kak Lucas itu memang tidak suka pada Lily sejak kami kecil," suara kecil Lily yang teringat bagaimana perlakuan Lucas padanya dimasa kecil mereka.
"Kak Lucas nggak pernah sayang sama Lily, jadi Lily juga nggak akan pernah menyayangi nya" ucap Lily yang mengejutkan Dave.
"Nyonya, itukan cuma masa lalu, sekarang kalian sudah menikah, sesama pasangan harus saling menyayangi" nasehat Dave.