NovelToon NovelToon
System Tycoon: Mulai Dari Mendapatkan 1 Juta Perhari

System Tycoon: Mulai Dari Mendapatkan 1 Juta Perhari

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Gen-1

Seorang pemuda yang memiliki rasa haus akan mimpi menjadi orang kaya, berangkat merantau penuh harapan tinggi.

Tapi, sesampainya dikota, tamparan keras menghantamnya.

Ternyata hidup dikota tidak semudah yang dia bayangkan.

Sampai pada akhirnya sistem datang seperti malaikat yang jatuh dari langit, memberi jalan baru baginya untuk melawan kerasnya hidup didunia orang dewasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gen-1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22. Kamar Sewa Di Botanic Villa?

Meskipun memiliki keraguan di hatinya, Nabila tetap diam.

Setelah menyapa singkat ke Bambang dan Jaya, Yuda melanjutkan perjalanannya menyusuri jalanan NavaPark.

Kedua satpam di pos menatap punggung mereka yang semakin menjauh, menghela napas.

"Anak orang kaya jaman sekarang... Pandai sekali bermain peran sekarang."

Jaya mengangguk setuju.

Bambang sembari melihat kepergian Yuda, pikirannya mendadak flashback ke kejadian tadi pagi.

Saat ia melihat Yuda keluar gerbang mengendarai Beat dengan seragam kurir lengkap, Bambang yang penasaran setengah mati memberanikan diri bertanya, "Pak Yuda... maaf, sebenarnya Pak Yuda ini Sultan apa kurir beneran sih?"

Saat itu, Yuda hanya tersenyum tipis dan menjawab santai, "Tebakan terakhirmu sebetulnya gak salah. Aku emang kurir."

Jawaban itu sukses membuat Bambang meragukan kesehatan jiwanya sendiri sepanjang hari.

Bagaimana bisa seorang pemilik hypercar Koenigsegg Jesko seharga 130 miliar dengan santainya memilih bekerja jadi kurir paket pakai motor matic sejuta umat?

Sultan yang satu ini benar-benar punya selera humor yang diluar pikirannya.

...----------------...

Selama perjalanan, Yuda sedikit bingung kenapa Nabila yang sedari tadi terus berbicara sekarang malah diam.

Ia melirik kaca spion dan melihat wajah cantik Nabila tampak kosong, pandangannya terpaku menatap jalan depan tidak fokus.

"Kamu terlihat bengong dari tadi? Ada apa?" Yuda bertanya penasaran.

Nabila tersentak. "Ah?"

Seketika ia tersadar dari lamunannya saat di tanya.

Ia menggelengkan kepalanya sedikit, "Tidak ada."

Jawaban singkat itu membuat Yuda yang ingin bertanya lebih lanjut memilih berhenti, mungkin saja dia lagi kepikiran sesuatu.

Ia tidak terlalu memikirkan perubahan sikapnya.

Yang tidak diketahui olehnya adalah, sekarang pikiran Nabila masih berkecamuk kepikiran tentang sikap hormat satpam Yuda tadi.

'Asli, ini aneh banget...' Nabila heran.

Cara kedua satpam itu menyapa, bukan sapaan formalitas.

Bukan sapaan untuk tamu biasa.

Bahkan bukan sapaan untuk seorang ojek langganan.

Itu sapaan... Penuh hormat.

Ia telah tumbuh di keluarga yang mampu, dan baru kali ini bertemu dengan satpam yang sangat hormat kepada ojek.

Bagaimanapun, ayahnya seorang pengusaha. Ibunya dosen.

Penghasilan mereka memang tidak sampai miliaran, tapi cukup untuk membuat Nabila tahu bagaimana dunia orang Kaya bekerja.

Ia tahu bagaimana satpam memperlakukan tamu biasa.

Ia tahu bagaimana satpam memperlakukan penghuni.

Dan ia tahu bagaimana satpam memperlakukan orang penting.

Yang ia lihat tadi... sikap satpam itu bukan seperti memperlakukan seorang ojek, tamu biasa, ataupun ke penghuni.

Lebih ke memperlakukan pada orang terpandang.

'Kalau Kak Yuda cuma ojek atau kurir biasa yang sering lewat, nggak mungkin satpam sekelas NavaPark bisa sehormat itu.'

Sikap Pak Bambang dan Pak Jaya di pos depan tadi jelas bukan sekadar formalitas pada pengemudi ojek.

Nabila menggigit bibirnya pelan.

'Apa Kak Yuda ini sebenarnya kerabat pemilik rumah di sini? Atau... dia orang kepercayaan orang kaya yang ingin menyewakan kamarnya?'

Ia mencoba mencari penjelasan yang paling masuk akal.

Tapi semakin ia memikirkannya, semakin ia sadar bahwa ia tidak punya cukup informasi untuk menebak siapa Yuda sebenarnya.

Ia baru mengenal pemuda itu beberapa menit yang lalu.

Dan sejauh ini, Yuda tidak pernah sekalipun menyebut siapa dirinya sebenarnya.

'Sudahlah. Yang penting, semoga kamarnya benar-benar ada. Soal siapa Kak Yuda, nanti saja kupikirkan.'

Ia mengalihkan pikirannya ke hal yang lebih penting.

Kamar sewanya bakal seperti apa?

Mungkin kamar yang ditawarkan Yuda berada di kawasan NavaPark kelas menengah yang lebih dekat dengan area tempat tinggal temannya.

Dia tidak berani memikirkan kamar sewa di kawasan NavaPark hunian kelas luxury.

Karena dengan 5 juta perbulan kamarnya di hunian luxury? Tidak mungkin.

Harga segitu dapat kamar di kawasan NavaPark yang dikenal sebagai hunian mewah saja sudah sangat tidak masuk akal.

Namun ia masih tetap memilih percaya pada Yuda bahwa memang ada kamar sewa di sini.

Penilaian singkat percaya padanya hanya berdasarkan sikap hormat satpam tadi dan sikap tenang Yuda, jadi ia berpikir kalau Yuda tidak mungkin sedang bercanda.

Setidaknya, itulah yang ia pikirkan.

Tapi di sisi lain, rasa penasarannya justru makin besar.

Sebenarnya ia pernah berkunjung ke rumah temannya di salah satu cluster NavaPark kelas menengah.

NavaPark sendiri cukup luas, dan ia hanya hafal rute menuju cluster tempat temannya tinggal.

Namun, setelah beberapa menit berkendara, Motor Beat itu melaju semakin masuk ke area pusat, Nabila tersentak mulai merasa ada yang tidak beres.

Karena jalan yang mereka lewati terasa semakin asing.

"Eh..." Tanpa sadar, Nabila mengangkat kepala dan memperhatikan jalan di depan.

Ini bukan jalan ke kawasan tempat temanku tinggal.

Ia mulai memperhatikan sekeliling.

Pepohonan terlihat semakin rimbun dan tertata, jalanan semakin sepi, sementara rumah-rumah yang mereka lewati juga terlihat semakin besar.

Nabila mengerutkan kening.

Jangan-jangan...

Ia mencoba mengingat-ingat kawasan di depan mereka.

Meskipun tidak hafal jalanannya, ia tahu bahwa semakin masuk ke arah ini, mereka justru semakin mendekati salah satu kawasan paling eksklusif di NavaPark.

Perasaan tidak enak bercampur penasaran mulai muncul.

'Jangan-jangan... ini arah ke zona Botanic Villa?' batin Nabila terpaku.

Botanic Villa adalah salah satu kluster paling eksklusif, paling privat, dan mahal di seluruh kawasan NavaPark.

Rasa penasaran yang semakin besar membuat dadanya makin berdebar kencang.

Ia kembali melihat ke arah Yuda. "Kak..."

"Hm?"

Nabila ragu sejenak. "Jangan bilang tempat yang mau Kak Yuda tunjukin itu..."

Pandangannya beralih ke jalan di depan. "...di Botanic Villa?"

Bahkan saat mengatakan itu, ia merasa konyol sesaat.

Kamar sewa di Botanic Villa? Ini sungguh sangat di luar dugaannya dan merasa absurd.

Yuda tersenyum kecil ketika mendengar itu.

Namun ia tidak menjawab pertanyaannya.

Hal itu membuat Nabila yang memiliki karakter berspekulasi, pikirannya kembali berkecamuk tidak percaya dengan tebakannya sendiri.

Ia terdiam, tubuhnya kaku, tatapannya sedikit linglung saat menatap depan.

Tak lama kemudian, Motor Beat Yuda kemudian berbelok menuju area paling eksklusif dan privat di kawasan tersebut: Botanic Villa.

Saat mendekati pintu gerbang kluster Botanic Villa, sensor plat nomor otomatis menangkap keberadaan Honda Beat milik Yuda.

Tanpa perlu berhenti, palang pintu besi elegan itu terangkat secara halus.

Seorang satpam kluster yang menjaga di sana langsung berdiri dari duduknya, merapatkan tangan, dan memberikan hormat sopan saat motor matic itu melintas masuk.

Nabila yang sedang linglung masih belum sadar ketika mereka masuk kawasan Botanic, pikirannya masih kacau sekarang.

'Kamar sewa di Botanic Villa?'

'5 juta perbulan?'

'Fasilitasnya... Aku tidak bisa memikirkannya lebih jauh...'

'Ini... Kak Yuda tidak sedang menggodanya kan?'

Keraguan pada Yuda kembali membuncah.

Namun sebelum ia sempat berpikir semakin jauh.

Yuda menghentikan Motor Beatnya tepat di depan carport vila.

Nabila yang sejak tadi masih tenggelam dalam pikirannya akhirnya tersadar.

Ia mengangkat kepala.

Dan seketika matanya membesar.

"..."

Di hadapannya berdiri sebuah vila megah tiga lantai dengan desain modern yang begitu luas. Dinding kaca besar, halaman yang tertata rapi, taman hijau yang mengelilingi bangunan, serta carport luas yang terlihat mampu menampung beberapa mobil.

Nabila hanya bisa terdiam.

Pandangannya perlahan bergerak dari lantai dasar hingga ke lantai paling atas.

Ini... vila?

Ia pernah melihat rumah-rumah mewah di NavaPark, tetapi bangunan di depannya jelas berada di tingkat yang berbeda.

Bahkan dari luar saja, tempat itu sudah terlihat seperti sebuah istana modern.

Nabila menelan ludah.

Kemudian ia menatap Yuda yang baru saja turun dari motornya dengan santai. "Kak Yuda..."

"Hm?"

Nabila menunjuk dengan gemetar ke arah vila didepan dengan ekspresi tidak percaya. "Ini... tempat kosnya?"

Yuda menoleh sebentar ke arah vila tersebut. "Iya."

"..."

Nabila kembali terdiam.

Untuk beberapa saat, ia benar-benar tidak tahu harus bereaksi seperti apa.

Yuda turun dari motornya, lalu berjalan menuju pintu utama vila.

Nabila masih berdiri di tempatnya selama beberapa detik, seolah otaknya belum sepenuhnya memproses apa yang baru saja dilihatnya.

"Kenapa kamu masih diam disana? Ayo masuk." Suara Yuda membuatnya tersadar.

"Ah... iya." Nabila segera mengikuti Yuda.

Begitu pintu utama terbuka, pemandangan di dalam vila kembali membuat langkahnya melambat.

Ruangannya begitu luas dan bersih.

Interior modern dengan perabotan mewah tertata rapi, sementara dari area dalam terlihat taman dan kolam renang pribadi di bagian belakang.

Nabila kembali terdiam.

Yuda berjalan santai sambil menunjuk beberapa bagian vila.

"Ini ruang keluarga. Di sebelah sana ada ruang makan, terus kalau mau ke lantai atas bisa pakai tangga atau lift."

Nabila hanya mengangguk kecil. "Iya..."

Yuda kemudian menoleh kepadanya. "Oh iya, aku belum bilang."

"Apa?"

"Ini sebenarnya vila milikku."

Langkah Nabila langsung berhenti. "...Hah?"

Ia menatap Yuda dengan wajah kosong.

Yuda mengulanginya dengan santai. "Vila ini punyaku."

Beberapa detik berlalu tanpa suara.

Nabila menatap sekeliling vila, kemudian kembali melihat Yuda.

Baru sekarang ia benar-benar memahami situasinya.

Jadi kamar yang dimaksud Yuda memang berada di vila ini.

Dan vila sebesar ini... milik Yuda.

Pikirannya kembali teringat pada percakapan mereka di atas motor.

Katanya Kak Yuda nggak kuliah karena nggak mau membebani keluarganya dan memilih bekerja sebagai ojol instan...

Nabila kembali melirik interior vila yang ada di sekelilingnya.

Terus sekarang dia punya vila semewah ini?

Ada banyak pertanyaan yang ingin ia ajukan.

Namun Nabila segera mengurungkannya.

Itu jelas menyangkut kehidupan pribadi Yuda.

Mereka bahkan baru mengenal satu sama lain beberapa menit yang lalu.

Tidak pantas baginya langsung mengorek soal keluarga atau bagaimana Yuda bisa memiliki tempat semewah ini.

Apalagi, tawaran kamar seharga 5 juta di vila seperti ini saja sudah merupakan bantuan yang sangat besar untuknya.

Yuda kemudian mengajaknya menuju salah satu kamar dilantai bawah terlebih dahulu.

"Nah, kamarnya ini."

Pintu kamar dibuka.

Nabila kembali dibuat terdiam.

Kamar tersebut jauh lebih luas daripada kamar kos yang sebelumnya ia lihat.

Di dalamnya sudah tersedia tempat tidur, lemari pakaian, meja kerja, kamar mandi pribadi, serta pemandangan ke taman samping dan halaman depan.

Nabila berdiri di ambang pintu sambil memperhatikan seluruh ruangan.

Ini kamar kos?

Rasanya lebih pantas disebut kamar hotel mewah.

Yuda menunjuk ke dalam. "Fasilitasnya sudah ada semua. Listrik, air, WiFi juga termasuk."

Nabila mengangguk pelan.

Namun setelah beberapa saat, rasa penasarannya akhirnya tidak bisa ditahan.

Ia menoleh kepada Yuda. "Kak Yuda."

"Hm, ada apa?"

"Kalau boleh tahu..." Nabila sedikit ragu sebelum melanjutkan. "Kenapa Kak Yuda mau nyewain kamar sebagus ini... ah tidak, maksudnya kamar semewah ini cuma 5 juta?"

Bab Berakhir.

1
Gege Mas
uwaaasyeekk
Gege Mas
luncurkan 10k katanya thor...gassa...
Gege Mas
yaaah masih kelas bsd...pikir otor beli rumahnya mc di pik 2 yang ada private jetty buat naruh kapal pesiar mini..baruu howrang kayah rayah..🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!