Di ulang tahun pernikahan nya yang ke sepuluh, Sarah di minta oleh ibu mertua nya menyusul Gibran yang tinggal di tanah perantauan.
Tapi alangkah terkejut nya Sarah, dia menemukan suami nya sudah menjadi suami dari wanita lain. Bahkan mereka sudah memiliki anak berusia 7 tahun. Hal yang lebih mengejutkan, setiap tahun mertua nya datang ke sana mengunjungi mereka serta memberikan banyak hadiah.
Merasa di khianati, Sarah memutuskan kembali ke kota dan memilih untuk berpisah. Tapi setiba nya di rumah, sebuah fakta baru terungkap. Selama ini suami nya membohongi ibu nya sendiri dan menjual nama Sarah demi wanita itu.
Gibran, suami nya Sarah di dukung oleh ayah nya dan juga wanita yang menjadi selingkuhan dari Ayah nya. Ibu mertua nya mendukung Sarah dan membalas perbuatan anak dan suami nya, 2 orang yang berusaha merampas semua harta nya. Tepat di hari Gibran melakukan resepsi mewah, Ibu nya dan Sarah datang memberikan kejutan yang tak terduga untuk Gibran dan juga ayah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20
"Siapa dia? Kenapa bapak membela nya?" Tanya Bu Meri dengan tatapan tajam yang menghunus.
"Bu,,,, bukan begitu!" Pak Burhan tampak gugup di hadapan istri nya.
"Bu, tolong jangan buat kekacauan di pesta ku. Malu di lihat orang banyak!" Gibran berusaha untuk menghentikan ibu nya.
"Kenapa kau takut Gibran? Kau membela dan mendukung perselingkuhan ayah mu, kenapa?" Tanya Bu Meri.
"Bukan begitu bu, tapi ini pesta pernikahan ku. Tolong lah bu, berhenti, aku mohon!" Gibran memohon pada bu Meri.
Sementara itu bu Siti menangis, dan pak Burhan tampak menenangkan nya.
"Meri, kau salah paham. Dia hanya teman ku, jangan menghakimi nya!" Pak Burhan membela bu Siti di hadapan semua orang.
"Teman mu? Memakai baju seragam selayaknya pasangan suami istri!" Ujar Bu Meri dengan sinis.
"Bu, tadi saat akad nikah ibu belum tiba di sini. Jadi bu Siti menggantikan untuk sementara ini!" Gibran memberikan alasan agar ibu nya percaya.
"Baik lah terserah apa yang mau kalian katakan, tujuan ibu datang ke sini untuk menghadiri pernikahan mu!" Bu Meri menghentikan ucapan nya sejenak.
"Baik lah, sebelum nya saya minta maaf atas insiden ini. Di sini, saya sebagai ibu kandung nya Gibran mengucapkan selamat untuk kedua nya. Sebelum nya saya sempat kecewa pada putra saya, karena selama ini dia merahasiakan semua nya dari saya!"
"Gibran, putra saya memiliki selama ini memiliki istri sah, dan wanita yang berada di samping saya adalah istri sah putra saya!" Bu Meri berkata dengan suara lantang.
Semua orang terkejut mendengar ucapan bu Meri, tidak terkecuali Gibran dan Santi. Mereka tidak menyangka bahwa bu Meri akan membongkar ain mereka di hadapan orang banyak.
"Ibu,,,!" Gibran ingin merebut mikrofon dari tangan bu Meri.
Tapi dengan cepat bu Meri menghindari nya, wajah Gibran sudah merah padam menahan malu.
"Ternyata, selama ini Santi sudah merebut suami orang lain. Begitu tega dan tidak punya hati dia!" Orang - orang mulai menghujat Santi.
"Tidak ku sangka, sosok nya polos dan lugu. Ternyata, dia begitu licik nya!" Timpal yang lain nya.
"Gibran juga penipu, dia bilang bahwa dia belum memiliki istri. Tapi pada kenyataannya, dia memiliki istri!" Yang lain ikut menambahkan.
"Benar, mereka sudah menikah selama 10 tahun. Dan Gibran telah merampas milik Sarah lalu dia berikan pada Santi. Rumah ini, rumah mewah ini di bangun oleh Gibran dengan merampas hak - hal Sarah!" Bu Meri membocorkan semua keburukan putra nya.
"Mas, ibu mu mempermalukan kita. Sekarang smeua orang menghujat keluarga ku!" Santi sudah tidak sanggup lagi menahan malu.
Santi menangis dan orang tua nya juga tampak sangat malu, bu Tuti menangis karena orang - orang kampung mulai menghujat nya.
"Ibu cukup, jangan bicara lagi!" Bentak Gibran.
"Kenapa kau marah Gibran? Bukan kah semua nya memang benar? Kau meminta uang untuk membeli rumah Sarah pada ibu sebanyak 5 Miliar, kau juga mengambil uang tabungan nya pribadi Sarah sebesar 150 juta. Semua uang itu kau gunakan untuk membangun rumah ini, kau sangat tidak tahu mau Gibran!" Bentak bu Meri dengan suara lantang.
"Ibu, aku dan Sarah sudah resmi berpisah. Sekarang istri ku hanya Santi, hanya Santi!" Balas Gibran dengan geram.
"Gibran, dasar laki - laki bodoh. Kau di bodohi oleh Santi selama 8 tahun ini!" Ujar Bu Siti lagi.
"Cukup bu jangan bicara lagi!" Bentak Gibran.
"Ibu akan tetap bicara Gibran, bukan kah kau meminta hadiah dari ibu? Hari ini ibu akan memberikan hadiah untuk kalian semua!" Bu Meri berkata sambil tersenyum sinis.
Gibran dan Santi saling melirik, mereka bingung dengan maksud ucapan bu Meri.
"Gibran, kau ingin tahu alasan Sarah tidak kunjung hamil setelah 10 tahun menikah? Itu semua bukan salah Sarah, tapi kau lah yang bersalah. Kau mandul, dan sampai kapan pun kau tidak akan bisa memiliki keturunan!" Ujar Bu Meri lagi.
"Jangan bicara omong kosong bu, aku sudah memiliki keturunan. Kevin adalah putra ku, darah daging ku!" Jawab Gibran sambil tertawa.
"Kau memang bodoh Gibran, kau di bodohi oleh Santi selama bertahun - tahun. Ibu punya bukti nya, kau harus lihat dengan mata kepala mu sendiri!" Bu Meri berkata pada Gibran.
Bu Meri membuka tas nya, dia mengambil selembar kertas dan melemparkan nya tepat di wajah Gibran. Kertas itu merupakan hasil pemeriksaan kesehatan milik Gibran, dan di sana tertera jelas hasil nya bahwa Gibran memang mandul dan dia tidak bisa memiliki keturunan.
Santi yang ikut penasaran, dia ikut maju dan merebut kertas itu dari tangan Gibran.
"Mas, ini semua bohong. Ini pasti ulah nya Sarah, dia sengaja memalsukan semua ini karena dia iri dengan ku!" Santi malah balik menyalahkan Sarah.
"Tidak ada guna nya memalsukan semua itu, dan kalau kau memang tidak percaya silahkan cek sendiri kebenaran nya di rumah sakit!" Jawab Sarah dengan sinis.
"Kau bodoh Gibran, selama bertahun - tahun kau membesarkan anak orang lain. Anak itu bukan lah darah daging mu!" Kembali bu Meri menambahkan.
"Segitu nya ibu percaya degan ucapan Sarah, semua ini tidak benar. Sarah lah yang mandul, bukan aku. Bukti nya Santi bisa hamil anak ku!" Gibran malah balik menyalahkan Sarah.
"Kevin bukan lah anak mu, Santi sudah membodohi mu. Kalau kau tidak percaya lihat lah semua ini, buka mata mu lebar - lebar!" Bu Meri kembali mengeluarkan sebuah kertas dari dalam tas nya.
Lalu bu Meri melemparkan kertas itu di hadapan Gibran, kertas yang merupakan hasil tes DNA antara Gibran dan Kevin. Di dalam surat itu menyatakan bahwa tidak ada kecocokan sama sekali di antara mereka, dan terbukti bahwa Kevin bukan lah anak nya Gibran.
"Ibu, kapan ibu melakukan tes ini?" Tanya Gibran dengan suara bergetar.
"Saat kau membawa Kevin pada ibu, ibu sengaja melakukan nya untuk membuktikan semua ini. Selama ini kau selalu menyalahkan Sarah, dari itu ibu sengaja membuktikan nya bahwa bukan Sarah yang mandul tapi kau!" Jawab Bu Meri lagi.
Santi langsung merebut kertas itu dari tangan Gibran, dan betapa terkejut nya dia saat melihat apa yang tertulis di sana.
"Ini,,, ini tidak mungkin!" Wajah Santi langsung pucat dan dia tampak sangat ketakutan.
"Gibran, jika kau memang tidak percaya. Silahkan saja kau datang ke rumah sakit dan buktikan saja semua nya sendiri. Selama 8 tahun ini, kau telah di bodohi oleh Santi!" Kembali Bu Meri berkata.
Wajah Gibran langsung menegang, antara percaya dan tidak. Tapi kedua bukti yang di telah di berikan oleh ibu nya, tidak bisa di abaikan begitu saja. Dia harus membuktikan semua nya sendiri, entah siapa yang sebenar nya berbohong di sini.
gugat cerai saja Pak Burhan. Depan tanpa sepeserpun di kasih harta. Hidup numpang kok ya banyak tingkah