NovelToon NovelToon
Saving My Ex-Husband

Saving My Ex-Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mafia / Penyelamat
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Hyacinthus Rainwood

IG: @hyacinthschia

Brooklyn dan Liam menikah karena perjodohan demi menyelamatkan keluarga Liam, meski hati pria itu tetap milik Helena. Selama beberapa tahun Brooklyn setia menjaga rumah tangga dengan cinta sendirian, hingga kembalinya Helena memicu perceraian di hari ulang tahunnya.

Brooklyn menghilang dan berubah menjadi agen rahasia, sementara Liam baru menyadari ketulusan Brooklyn serta kebohongan Helena setelah semuanya terlambat. Saat Liam diburu mafia, ia tak menyangka bahwa sosok yang ditugaskan melindunginya adalah mantan istrinya sendiri. Kini, di tengah bahaya yang mengintai, keduanya terpaksa berhadapan kembali dengan masa lalu yang belum selesai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hyacinthus Rainwood, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Claire Ashford

Beberapa hari setelah perdamaian yang terasa begitu janggal itu, Helena memutuskan untuk mengunjungi kantor Liam tanpa pemberitahuan sebelumnya, sebuah kebiasaan baru yang mulai sering ia lakukan sejak insiden pertengkaran tentang perbandingan dengan Brooklyn beberapa hari lalu. Rasa tidak aman yang terus menggerogoti dirinya membuatnya merasa perlu untuk terus memastikan bahwa Liam benar-benar setia sepenuhnya kepadanya, meski ketidakpercayaan tersebut sesungguhnya lebih mencerminkan kegelisahan batinnya sendiri dibandingkan bukti nyata dari ketidaksetiaan Liam.

Ketika Helena tiba di lantai eksekutif Whitmore Group, ia mendapati Liam sedang berbicara serius dengan Claire, sekretaris pribadinya, di dalam ruang kerja yang pintunya sedikit terbuka. Mereka berdua tampak sedang membahas jadwal pertemuan penting sambil sesekali tertawa kecil membicarakan kesalahan administratif yang cukup lucu dari salah satu klien mereka.

Namun bagi Helena yang memandang dari luar tanpa mendengar konteks percakapan tersebut, pemandangan itu langsung memicu kecurigaan yang begitu besar dalam dirinya. Ia melihat kedekatan yang menurutnya terlalu akrab antara Liam dan sekretarisnya, tawa yang terlalu hangat, dan jarak fisik antara keduanya yang menurutnya terlalu dekat untuk sekadar hubungan profesional biasa.

Tanpa berpikir panjang, Helena mendorong pintu ruang kerja tersebut dengan kasar, langsung menghampiri Claire yang terkejut dengan kedatangan tiba-tiba itu.

"Jadi ini yang terjadi selama aku tidak ada di sini?" bentak Helena, suaranya menggema keras hingga terdengar oleh beberapa karyawan di sekitar ruang kerja Liam. "Kau berselingkuh dengan sekretarismu sendiri, Liam?"

"Helena, apa yang kau bicarakan?" Liam segera berdiri, terkejut dengan tuduhan yang begitu tiba-tiba dan tidak berdasar itu. "Kami hanya sedang membahas jadwal kerja. Tidak ada yang aneh dari percakapan ini."

"Jangan berbohong padaku!" jerit Helena, matanya berkilat penuh amarah yang tidak terkendali. "Aku melihat kalian tertawa begitu mesra! Ini pasti bukan pertama kalinya kalian berduaan seperti ini, bukan?"

Claire, yang masih terpaku terkejut dengan situasi yang tiba-tiba berubah begitu dramatis, mencoba menjelaskan dengan tenang. "Nona, saya hanya sekretaris pribadi Tuan Whitmore. Kami hanya membahas urusan pekerjaan, tidak ada hal lain—"

"Diam!" bentak Helena, memotong penjelasan Claire dengan kasar. "Aku tidak butuh penjelasanmu! Kau pikir aku bodoh sehingga tidak bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi di antara kalian?"

Sebelum Liam sempat mencegahnya, Helena melangkah cepat mendekati Claire dan dengan gerakan tiba-tiba yang penuh emosi, tangannya terangkat dan mendarat keras di pipi wanita muda tersebut, menciptakan suara tamparan yang begitu keras hingga bergema di seluruh ruangan.

"Helena!" seru Liam terkejut, segera bergegas menghampiri Claire yang tampak syok dengan pipinya yang memerah akibat tamparan tersebut. "Apa yang baru saja kau lakukan?!"

"Dia pantas mendapatkannya!" balas Helena dengan nada penuh kemenangan yang begitu keliru, tidak menyadari betapa fatal kesalahan yang baru saja ia lakukan. "Berani-beraninya dia mencoba merebut calon suamiku!"

Claire, yang masih menahan air mata akibat rasa sakit dan penghinaan yang baru saja ia terima, mengangkat wajahnya dengan tatapan yang berubah menjadi dingin dan penuh kemarahan yang terkendali. "Anda baru saja membuat kesalahan besar, Nona."

"Apa maksudmu?" tanya Helena, mulai merasakan sedikit keraguan mendengar nada suara Claire yang begitu berbeda dari sekretaris biasa yang seharusnya takut menghadapi kemarahan calon istri atasannya.

"Nama saya Claire Ashford," ucap Claire dengan suara tenang namun penuh ketegasan, matanya menatap Helena tanpa sedikit pun rasa takut. "Ayah saya adalah Gerald Ashford, pemilik Ashford Capital Group, salah satu mitra bisnis terpenting Whitmore Group dalam beberapa proyek investasi besar tahun ini."

Wajah Helena seketika berubah pucat mendengar nama tersebut, sementara Liam sendiri merasakan jantungnya berdegup kencang menyadari betapa fatalnya situasi yang baru saja terjadi. Gerald Ashford memang dikenal sebagai salah satu investor paling berpengaruh di Wall Street, dan kerja sama antara Whitmore Group dengan Ashford Capital Group merupakan salah satu proyek terpenting yang tengah dijalankan Liam untuk memulihkan reputasi bisnis keluarganya setelah berbagai skandal yang pernah menimpa mereka.

"Aku bekerja di sini bukan karena aku membutuhkan pekerjaan ini," lanjut Claire, suaranya tetap tenang meski penuh ketegasan yang mengintimidasi. "Ayah saya sengaja menempatkan saya di sini sebagai bagian dari kesepakatan kerja sama, untuk memastikan transparansi dan kepercayaan antara kedua perusahaan kami. Dan sekarang, Anda baru saja menampar saya tanpa alasan yang jelas, di depan atasan saya sendiri."

"Aku... aku tidak tahu," gumam Helena, suaranya mulai gemetar menyadari betapa besar kesalahan yang baru saja ia perbuat.

"Saya akan melaporkan kejadian ini kepada ayah saya," ucap Claire tegas, mengambil ponselnya dari saku jasnya. "Dan saya yakin, setelah mendengar bagaimana calon istri Tuan Whitmore memperlakukan karyawan perusahaan mitra dengan begitu kasar dan sewenang-wenang, ayah saya akan mempertimbangkan kembali seluruh kerja sama bisnis ini."

"Claire, tunggu," Liam segera menyela dengan panik, menyadari betapa besar kerugian yang akan dialami perusahaannya jika kesepakatan penting tersebut sampai batal hanya karena kelakuan Helena yang tidak terkendali. "Aku mohon, berikan aku kesempatan untuk menjelaskan situasi ini kepada ayahmu secara langsung. Aku akan memastikan hal semacam ini tidak akan pernah terjadi lagi."

Claire menatap Liam sejenak, mempertimbangkan permintaan tersebut dengan ekspresi yang masih sulit ditebak. "Baiklah, Tuan Whitmore. Saya akan memberikan Anda kesempatan untuk berbicara langsung dengan ayah saya sebelum saya melaporkan kejadian ini secara resmi. Tapi saya harap Anda memahami bahwa kepercayaan yang telah dibangun bertahun-tahun bisa hancur hanya dalam hitungan detik akibat tindakan yang tidak bertanggung jawab semacam ini."

Setelah Claire meninggalkan ruangan dengan langkah tegas, menuju kamar kecil untuk menenangkan diri sekaligus mengompres pipinya yang masih memerah, Liam berbalik menghadap Helena dengan ekspresi campuran antara amarah dan keputusasaan yang begitu mendalam.

"Kau tahu apa yang baru saja kau lakukan, Helena?" tanya Liam, suaranya bergetar menahan amarah yang begitu besar. "Kau baru saja hampir menghancurkan kesepakatan bisnis senilai jutaan dolar hanya karena kecurigaan yang tidak berdasar!"

"Aku hanya khawatir kau berselingkuh, Liam," bela Helena, meski suaranya sudah tidak lagi seyakin sebelumnya. "Bagaimana aku bisa tahu bahwa dia adalah anak dari mitra bisnis pentingmu?"

"Itulah masalahnya, Helena!" bentak Liam, kesabarannya yang telah lama teruji akhirnya benar-benar habis. "Kau selalu bertindak berdasarkan emosi tanpa pernah berpikir tentang konsekuensinya! Kau menuduh, kau menampar, kau mempermalukan orang lain tanpa pernah memastikan kebenarannya terlebih dahulu!"

Helena terdiam, tidak menemukan kata-kata untuk membela dirinya sendiri menghadapi kemarahan Liam yang begitu jelas beralasan kali ini.

"Aku harus segera menelepon Gerald Ashford untuk menjelaskan situasi ini sebelum semuanya semakin memburuk," ucap Liam, mengambil ponselnya dengan tangan yang masih sedikit gemetar akibat kepanikan yang menguasainya. "Dan aku benar-benar berharap kau bisa belajar untuk lebih berpikir sebelum bertindak, Helena. Kelakuanmu hari ini bisa saja menghancurkan segala yang telah kubangun selama bertahun-tahun."

Sambil menunggu sambungan telepon dengan Gerald Ashford yang begitu penting itu, kepala Liam terasa berdenyut hebat memikirkan betapa rumitnya situasi yang harus ia hadapi—bukan hanya masalah kepercayaan dalam hubungannya dengan Helena, tetapi juga risiko besar terhadap masa depan bisnis keluarganya akibat kelakuan wanita yang begitu sulit ia kendalikan itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!