NovelToon NovelToon
SISTEM IQ TAK TERBATAS

SISTEM IQ TAK TERBATAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Tommy Nugroho adalah siswa kelas 2 SMA yang harus tinggal kelas dan selalu menjadi bahan tertawaan karena nilai-nilainya yang hancur berantakan.

Kehidupannya yang menyedihkan dan penuh ejekan berubah drastis pada suatu malam ketika sebuah layar biru misterius muncul di kamarnya dan memberinya Sistem IQ Tak Terbatas.

Alih-alih memamerkan kejeniusan barunya yang kini mampu memecahkan masalah tersulit dalam hitungan detik, Tommy memilih untuk tetap berpura-pura menjadi murid bodoh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Sore harinya, setelah bel pulang berbunyi, Tommy langsung kembali ke rumah kontrakannya.

Ia menyapa ibunya sebentar yang sedang sibuk menjahit pesanan tetangga.

"Ibu, Tommy masuk kamar dulu ya, mau belajar buat seleksi kompetisi besok," ucap Tommy beralasan.

"Iya, Nak, belajar yang rajin ya biar pintar," jawab ibunya dengan senyum bangga.

Ceklek.

Tommy mengunci pintu kamarnya dan langsung duduk di depan komputer rakitannya.

Wunggg.

Kipas CPU menyala halus saat layar monitor dua puluh empat inci itu menampilkan antarmuka sistem operasinya.

"Sistem, aktifkan Pengetahuan Kriptografi Dasar," batin Tommy memberi perintah.

Ting!

Skill aktif itu langsung terpasang di otaknya, membuat pikirannya kembali tajam seperti pisau bedah.

Tommy segera masuk ke dalam jaringan forum gelap anonim yang biasa ia kunjungi.

"Mari kita lihat apakah ada ladang uang yang bisa dipanen malam ini," gumam Tommy pelan.

Jari-jarinya mulai menari di atas papan tik dengan kecepatan luar biasa.

Tak! Tak! Tak! Tak!

Matanya memindai ratusan utas pekerjaan peretasan bayaran dari berbagai belahan dunia.

Perhatian Tommy tiba-tiba terhenti pada sebuah penawaran yang baru saja diunggah tiga puluh menit lalu.

"Dicari peretas untuk mengambil salinan buku besar keuangan ganda dari pangkalan data PT Bangun Persada."

Tommy membaca judul tawaran itu dengan dahi sedikit berkerut.

"Bayarannya lima puluh juta rupiah dalam bentuk kripto, dibayarkan melalui perantara otomatis forum," baca Tommy.

"PT Bangun Persada," gumamnya sambil mengusap dagu. "Nama ini sepertinya tidak asing."

Tommy membuka tab peramban baru dan mencari informasi publik tentang perusahaan tersebut.

Hanya butuh waktu kurang dari dua menit baginya untuk menembus portal informasi bisnis kota.

Layar komputernya kini menampilkan profil lengkap dari PT Bangun Persada.

Itu adalah sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang konstruksi dan logistik.

Sebuah foto pria paruh baya berjas rapi dan berwajah angkuh terpampang di layar.

"Direktur Utama, Haris Wijaya," ucap Tommy membaca nama di bawah foto itu.

Seketika itu juga, senyum sinis yang sangat lebar mengembang di wajah Tommy.

"Haris Wijaya," gumam Tommy sambil tertawa pelan. "Ayahnya Bagas."

Dunia ternyata memang sempit, dan kebetulan ini terasa sangat manis bagi Tommy.

Pantas saja Bagas selalu bersikap arogan dan semena-mena di sekolah.

Ternyata ayahnya adalah seorang direktur perusahaan konstruksi raksasa di kota ini.

Tetapi melihat adanya permintaan peretasan untuk mencari buku besar keuangan ganda, Tommy langsung tahu satu hal.

"Perusahaan ini bermain kotor," batin Tommy sambil menyandarkan punggungnya ke kursi.

Buku besar ganda adalah bukti mutlak adanya penggelapan pajak, penipuan investor, atau bahkan pencucian uang.

Ada pihak saingan bisnis atau internal perusahaan yang ingin menghancurkan Haris Wijaya melalui data tersebut.

"Jika aku mengambil data ini, aku bukan hanya akan mendapatkan lima puluh juta rupiah," gumam Tommy.

Ia menatap tajam ke arah foto Haris Wijaya di layar monitornya.

"Aku juga akan memegang kendali atas nasib dan masa depan keluarga Bagas."

Klik!

Tanpa ragu sedikit pun, Tommy menekan tombol terima pada penawaran peretasan tersebut.

Ia mulai membuka jendela terminal hitam dan menganalisis sistem keamanan PT Bangun Persada.

"Mari kita lihat sekuat apa pertahanan perusahaan konstruksi ini," ucap Tommy.

Baris-baris kode mulai mengalir deras di layar monitornya saat ia memindai celah pangkalan data target.

"Dinding api lapis kedua standar korporat lokal," ejek Tommy sambil menggelengkan kepala.

"Mereka menghabiskan miliaran rupiah untuk gedung mewah, tapi memakai sistem keamanan murahan."

Tangan Tommy mulai bergerak memasukkan skrip injeksi paksa yang ia rangkai sendiri.

Ia tidak menyerang pintu depan, melainkan menyusup melalui celah jaringan peladen kamera pengawas gudang mereka.

Hanya dalam waktu dua puluh lima menit, layar hitam Tommy berubah warna menjadi hijau.

[AKSES ROOT DITERIMA.]

Tommy telah berhasil masuk ke jantung pangkalan data perusahaan tersebut.

Ia mengetikkan beberapa perintah pencarian khusus untuk mencari berkas dengan format akuntansi tersembunyi.

Srak!

Puluhan folder rahasia langsung bermunculan di layarnya.

"Dapat," bisik Tommy dengan mata berbinar.

Ia segera mengunduh seluruh isi folder buku besar ganda itu ke dalam peladen virtual amannya.

Tommy membuka salah satu berkas dan memindai angka-angkanya sekilas.

Pikirannya yang cerdas langsung bisa menangkap kejanggalan dari aliran dana yang tercatat di sana.

"Ada selisih miliaran rupiah antara laporan pajak resmi dengan catatan asli pengeluaran operasional ini," analisis Tommy.

"Ini adalah bukti kuat korupsi dan suap proyek pemerintah daerah."

Tommy segera menyalin data tersebut ke dalam sebuah flashdisk hitam miliknya sebelum merapikan jejaknya di server target.

Ia lalu mengirimkan salinan data tersebut kepada klien anonim di forum gelap sesuai perjanjian.

Ting!

Notifikasi pembayaran dari forum gelap langsung masuk, menambah pundi-pundi kriptonya setara lima puluh juta rupiah.

Ting!

Tepat setelah pembayaran itu masuk, layar biru sistem muncul melayang di depan wajah Tommy.

[MISI TERSEMBUNYI SELESAI.]

[Evaluasi: Pengguna berhasil menemukan kelemahan fatal dan senjata pemusnah dari musuh utama di dunia nyata.]

[Mengirimkan hadiah...]

[IQ pengguna meningkat +2 poin.]

[Poin Sistem bertambah +30 PS.]

[IQ Saat Ini: 110 Kategori: Cerdas]

[Poin Sistem Saat Ini: 110 PS]

Sensasi dingin yang luar biasa tajam mengalir dari ubun-ubun menyebar ke seluruh jaringan otak Tommy.

Ia memejamkan matanya dan menarik napas panjang menikmati perubahan tersebut.

Angka seratus sepuluh.

Batas ambang rata-rata manusia biasa baru saja ia lewati malam ini.

Kini ia resmi berada di kategori individu cerdas dengan kecepatan berpikir yang jauh melampaui usianya.

Segala hal yang ia lihat di layar komputer kini terasa berjalan sedikit lebih lambat dari sebelumnya.

Polanya menjadi lebih jelas, dan logikanya bekerja tanpa hambatan sama sekali.

Tommy membuka matanya dan menatap flashdisk hitam di tangannya.

"Bagas," panggil Tommy pelan di dalam kamarnya yang sunyi.

"Kau ingin aku menjadi bahan tertawaan satu sekolah di kompetisi besok?"

Tommy tersenyum sangat dingin hingga membuat suhu kamarnya seakan ikut turun.

"Bermainlah sesukamu di sekolah, karena saat kau melewati batas, aku akan membuat ayahmu memohon belas kasihan di jalanan."

Tommy menyimpan flashdisk itu ke dalam laci tersembunyi di bawah mejanya.

Ia lalu mematikan komputernya dan merebahkan diri di atas kasur dengan perasaan sangat tenang.

Uang tabungannya kini sudah sangat cukup untuk hidup nyaman selama berbulan-bulan.

Tetapi ia tidak akan berhenti di sini.

"Sistem," batin Tommy sebelum memejamkan mata.

"Tampilkan batas limit maksimal IQ yang bisa aku capai."

Layar biru kecil muncul di atas langit-langit kamarnya memberikan jawaban singkat.

[Batas IQ saat ini tidak diketahui. Peningkatan bergantung pada tingkat kesulitan misi yang diselesaikan pengguna.]

Tommy tersenyum puas membaca jawaban tak terbatas tersebut.

Besok adalah hari seleksi kompetisi akademik sekolah.

Ia sudah merencanakan sebuah skenario brilian yang akan membuat Nadin bingung setengah mati.

Ia akan bermain persis di batas antara kebodohan yang mutlak dan kejeniusan yang tak disengaja.

"Mari kita lihat wajah terkejut mereka besok," gumam Tommy sebelum akhirnya jatuh tertidur pulas.

1
Adelina Lin
thor, buat Clarissa dan keluarganya juga prof. handoko dipermalukan diacara Olimpiade, dan titel juara Clarissa di cabut, karena dia memenangkan oliampide yang dulu pun tidak jujur.
Wega Luna
kadang lelucon konyol selain untuk menghibur bisa jadi pisau bermata dua,aku sering memakai lelucon konyol untuk membungkam orang tua wali murid yang gengsinya gede ,teman yang sok pamer atau sok pintar, atau orang yg ngerasa dirinya itu spesial,,,🤣🤣🤣🤣
Nissa Safira: WKWKWK KAKAK INI SENIORNYA TOMMY SIH😂🤣
Bener banget kak, saya setuju banget sih!
Lelucon konyol itu senjata paling ampuh buat ngadepin orang yang gengsinya selangit. Kalau kita ladenin serius, kita capek. Kalau kita bales pakai joke receh tapi logikanya nusuk, yang gengsi gede itu yang malah keliatan bodoh sendiri.
Tommy itu emang saya inspirasikan dari orang-orang kayak kakak ini kak, yang di luar keliatan cengengesan, tapi otaknya muter cepet buat ngebalikin analogi lawan😎🔥
total 1 replies
Wega Luna
secangkir kopi untuk Tommy👍👍👍
Wega Luna: gas ,,,,aku jadi penasaran🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣100 tom ,,,,👍
Night Watcher
ini outhor yg baik dan berfikiran maju, mau menerima kritik sekalipun pedas dgn lapang hati.
lanjut thor, tak sukreb deh outhor yg begini.
Nissa Safira: Waaaah makasih banyak kak 😭🙏
Seneng banget. Soalnya buat saya, pembaca yang mau komen pedes jujur itu berharga banget kak.
Kritik pedesnya kakak yang bikin novel ini bisa maju. Jadi jangan kapok komen pedes lagi ya kak!🥰🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
di bab² olympiade ini jujur sangat gak masuk akal, jd bikin bosen.
ini ajang olympiade, kenapa sempat terjadi perdebatan antara 2 peserta yg satu regu mewakili satu sekolah, tentang cara menjawab pertanyaan. ditambah setiap ahir jawapan ada kata "pak" dr tomi.
ini lebih cocok kalo di ajang diskusi di kelas.
Nissa Safira: Wah makasih banget kak udah jujur, ini masukan paling berharga buat saya 🙏
Bener kak, saya akui bab olimpiade ini memang agak maksa. Harusnya kan cerdas-cepat, Teng! Jawab! Teng! Jawab selesai, bukan malah debat satu regu di atas panggung 😅
Jujur niat saya pengen nunjukin kocaknya Tommy, tapi saya kebablasan naruh dramanya di tengah lomba, jadinya kesannya kayak diskusi kelas, bukan olimpiade kota. Maaf ya kak bikin bosen🙏🙏🙏
Makasih udah diingetin kak🤝🙏
total 1 replies
Night Watcher
mana ada diacara beginian peserta sempet bercakap² soal kecepatan ngitung...
Nissa Safira: HAHAHA bener banget kak 😅🙏
Iya kak kalau di olimpiade beneran mah, jangankan ngobrol, napas aja harus dihemat ya kak, waktunya mepet banget.
Itu aku sengaja lebay-in dikit kak biar dramanya dapet. Soalnya kalau aku tulis realnya:
Teng! Jawaban 8,55 jam. Benar.
Udah gitu doang, kan kempes kak gak ada greget keselnya si Leo 😂
Anggep aja itu adegan slow-motion ala film kak, di dunia nyata cuma 2 detik, tapi di novel aku lambatin biar pembaca bisa ngerasain Nadin yang otaknya udah mau meledak denger alesan ngawur Tommy.
Makasih koreksinya kak🤝🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
45 kyknya bukan ukuran kecil utk standar kaki org indo deh...
logis dikit kelesss..😇😇
Night Watcher
awas, ntar kepalanya melayang sendiri..🤭🤭🤭
Night Watcher
kok kakak kelas? kan sama² kls 12?
Night Watcher
tadi pas bell masuk, listrik padam. jd utk belnya mukul velg mobil yg digantung..🤭🤭🤭
Nissa Safira: WKWKWK IDE BAGUS KAK🤣🤣🤣
Kringgg! = bel listrik normal
Teng! Teng! Teng! = pas listrik padam, Pak Satpam mukul velg mobil yang digantung di pos satpam pake kunci inggris 😂
Makasih kak idenya! Mulai bab besok kalau ada tulisan Teng Teng Teng berarti di sekolah lagi mati lampu ya kak! Detailnya dapet banget!🤣🤣🤣
total 1 replies
Night Watcher
kadang "kringgg" kadang "teng tenggg"..🤭🤭
Nissa Safira: HAHAHA ketahuan deh 🤣 kamu udah jeli banget sih kak🤣🤣
Iya kak, itu aku yang typo pas nulis kebut-kebutan, kadang bel listrik tulisnya Kringgg! kadang bel manual tulisnya Teng Teng Teng! niatnya mau bedain bel kelas sama bel upacara, tapi malah jadi bikin bingung ya kak.
Makasih udah diingetin kak😅😅
total 1 replies
Night Watcher
duh... sayang banget, sistemnya masih manual.. gak matic ehh gak otomatis terpasang..🤭🤭
Nissa Safira: HAHAHA Iya kak, sengaja aku bikin sistemnya manual, gak matic🤣🤣
Kalau otomatis kepasang terus, Tommy jadi OP gak ada obat kak, 1 detik langsung dewa hacker. Gak seru dong, musuhnya belum sempet napas udah kalah😅
Jadi di novel ini sistemnya kayak alat tukang kak, dipasang kalau dibutuhin aja. Contohnya pas di warnet Berkah Net itu, dia aktifin Kriptografi Dasar dulu baru otaknya ngebut. Kalau dia lagi di kelas pura-pura bodoh, skillnya dia matiin biar akting begonya natural 100%.
Makanya Tommy harus mikir dulu "aku butuh skill apa nih buat lawan musuh ini?" bukan sistem yang mikirin buat dia. Biar kesannya dia yang ngendaliin sistem, bukan sistem yang ngendaliin dia💪🙏🙏
total 1 replies
Wega Luna
jujur otak aku emang GK ber-IQ 140 tapi pura pura bodoh itu keahlian ku🤣🤣🤣🤣🤣,jadi tahu mana yg bener bener baik atau gk🤣🤣🤣🤣lebih suka praktek langsung daripada teori, lanjutkan tom ,,,aku mendukungmu👍🤣🤣
Nissa Safira: HAHAHA kak ini komen paling jujur se-Indonesia! 🤣🤣🤣
Setuju banget kak, pura-pura bodoh itu skill dewa tau! Soalnya pas kita pura-pura bego, baru keliatan mana temen yang beneran baik kayak Nadin, mana yang toxic kayak Clarissa.
Tommy juga gitu kak, dia IQ 140 tapi sengaja jadi peringkat 31 biar bisa ngamatin semua. Orang pinter teori banyak, tapi yang jago praktek langsung di lapangan kayak kakak & Tommy itu yang paling bahaya 😎🙏🤣🤣
total 1 replies
Rifqy Channel
saya memohon kakak untuk bisa di publik Tommy itu supaya gak pura-pura bodoh lagi. biarkan untuk segera diungkapkan dan ikut serta Olimpiade dan juga ubah pura-pura nya. aku udah bosen kalo pura-pura terus. saya mau Tommy segera di ungkap aslinya😭🙏😭
Nissa Safira: Halo kak, terima kasih banyak udah baca sampai sejauh ini dan kasih masukan jujur! 🙏
Aku paham banget rasa bosennya kalau Tommy pura-pura terus. Justru itu yang mau aku bangun kak.
Kalau dia diungkap sekarang pas IQ 117, efeknya cuma "oh pinter". Tapi kalau dia diungkap nanti pas IQ 150+ di depan ribuan orang di Olimpiade kota, efeknya bakal "GILA MERINDING".
Aku lagi nabung rasa sakit hatinya biar nanti pas payback rasanya 10x lebih puas. Sabar sedikit lagi ya kak, panggung kota sudah dekat. Topengnya akan retak di sana🤣🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!