NovelToon NovelToon
Gawat! Aku Punya Anak Dari Musuh Sendiri!

Gawat! Aku Punya Anak Dari Musuh Sendiri!

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.5k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Karena terlalu lelah dengan urusan skripsi, Ayara pingsan dan saat terbangun Ayara mendapati dirinya berada dikehidupan dimasa depan.

Dimasa depan Ayara menikah dan bahkan sudah memiliki seorang anak laki-laki tampan, tetapi yang membuat Aya ingin pingsan kembali adalah Ayara menikah dengan musuhnya saat di bangku kuliah, pria tampan bernama Guzelar adalah suaminya dimasa depan.

Guzelar pria tampan yang suka menghinanya dan mengatainya wanita tidak benar karena saat di bangku kuliah Ayara suka gonta-ganti pacar hampir setiap hari, bagaimana bisa dimasa depan Guzelar menjadi pria yang lembut dan manja serta bucin padanya?.

Bagaimana Ayara bisa mengatasi semuanya dimasa depan? Menghadapi Guzelar versi bucin dan menerima fakta jika mereka sudah memiliki anak? Ikuti terus perjalanan Ayara dimasa depan! Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Sakit Mama!

Ayara duduk termenung sendirian di atas ranjang, memikirkan kembali setiap kepingan adegan dari mimpi atau penglihatan mengerikan yang baru saja ia saksikan saat pingsan. Hatinya bergemuruh hebat, menolak percaya bahwa takdir masa depan bisa sekejam itu memperlakukannya. Tanpa sadar, kedua tangan Ayara mengepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih, menahan gejolak emosi yang membara di dada.

​"Aku benar-benar tidak terima semua ini!" gumam Ayara tajam dengan nada penuh amarah yang tertahan.

​Ia sama sekali tidak menyangka bahwa ayah kandungnya sendiri tega membela wanita licik itu dan si keparat Mike begitu saja, tanpa sedikit pun berniat mendengarkan penjelasan dari mulut putri kandungnya sendiri. Otaknya berputar cepat, merangkai teka-teki aneh yang sedang menimpanya.

​"Jangan-jangan... aku ini datang ke masa depan semata-mata untuk membalas semua rasa sakit ini?" gumam Ayara pada dirinya sendiri, mencoba mencocokkan setiap kejanggalan perlahan-lahan.

"Atau jangan-jangan... aku ditarik ke masa ini karena di masa laluku aku belum mendapatkan luka itu, sedangkan diriku yang di masa depan sudah terlanjur hancur oleh trauma sampai-sampai tidak punya tenaga lagi untuk membalasnya?" tanyanya penuh keyakinan.

​Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman sinis. "Jika memang itu tujuannya, maka aku bersumpah akan membalas semua perbuatan mereka untuk diriku di masa depan!" ucapnya dingin penuh ancaman.

​Namun sedetik kemudian, kerutan di keningnya kembali muncul. "Tetapi, entah kenapa aku merasa yakin bahwa penglihatan tadi belum sepenuhnya selesai... Apa masih ada banyak hal mengerikan lain yang sudah kulalui di masa depan sampai-sampai respons tubuhku tadi separah itu?" tanyanya bingung, diliputi rasa penasaran yang bercampur takut.

​Belum sempat Ayara tenggelam lebih jauh dalam pikirannya, suara ketukan pelan terdengar di daun pintu. Pintu kamar itu pun terbuka perlahan, memperlihatkan sosok Gabriel yang melangkah masuk dengan wajah sembab dan tertunduk lesu, seolah bocah kecil itu merasa bersalah dan takut untuk sekadar berbicara di hadapan mamanya.

​"Ada apa, Gabriel? Kenapa masuk dengan muka sedih begitu, Sayang?" tanya Ayara mencoba melembutkan suaranya, membuang jauh-jauh amarah di kepalanya.

​Gabriel mengangkat wajahnya perlahan. Mata bulat bocah tampan itu tampak berkaca-kaca dipenuhi air mata. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, Gabriel langsung berlari kecil memanjat ranjang, lalu menghambur memeluk tubuh Ayara erat-erat. Suara isakan kecil yang tertahan langsung lolos dari bibir mungilnya.

​"Mama... jangan sakit lagi," ucap Gabriel tersendat-sendat di ceruk leher mamanya.

​Ayara terlonjak kaget, tetapi nalurinya bergerak cepat. "Mama baik-baik saja kok, Iel... Jangan menangis begini, ya, Sayang," bujuk Ayara panik, mengelus punggung kecil putranya dengan penuh kasih sayang.

​"Tidak! Tadi Aunty Hera bilang kalau Mama lagi sakit parah dan tidak boleh diganggu sama siapa pun... Jangan sakit, Mama, Iel sedih banget lihatnya," adu Gabriel semakin histeris, mempererat dekapannya seolah takut kehilangan sang mama untuk kedua kalinya.

​Ayara membalas pelukan itu dengan erat. Meskipun di dalam hatinya ia masih merasa asing dengan status barunya sebagai seorang ibu, ada satu ikatan batin yang begitu kuat dan instan meresap ke dalam jiwanya. Naluri keibuan itu langsung mengambil alih, meyakinkan Ayara bahwa ia harus melindungi bocah menggemaskan ini dengan nyawanya sendiri. Tubuhnya seolah secara otomatis tahu bagaimana cara merespons dan menenangkan Gabriel.

​"Iya, iya... Mama tidak akan sakit lagi, Sayang. Jangan nangis, ya?" bujuk Ayara lembut, menciumi pipi gembul putranya.

​"Mama beneran tidak boleh sakit lagi, ya? Iel janji deh, mulai sekarang Iel bakal jadi anak baik dan tidak akan nakal lagi," pinta Gabriel polos, membuat hati Ayara mendadak terenyuh hingga nyaris meneteskan air mata.

​"Iya, jagoan... Mama tidak akan sakit lagi," balas Ayara tulus sambil tersenyum hangat.

​Di tengah momen mengharukan itu, pintu kamar kembali terbuka lebar. Tampak Guzelar melangkah masuk ke dalam kamar sambil membawa sebuah nampan berisi mangkuk keramik mengepulkan uap hangat.

​Melihat putranya masih menempel erat di tubuh sang istri, Guzelar langsung memasang wajah tegas.

"Papa kan sudah bilang sama kamu, Iel, jangan ganggu Mama dulu. Mama kan butuh istirahat," ucap Guzelar memperingati putranya dengan nada tegas.

​"Biarkan Iel di sini, Papa galak banget sih!" isak Gabriel semakin mempererat pelukannya pada Ayara, menyembunyikan wajahnya di dada sang mama seolah mengadu pada perisai pelindungnya saat Guzelar mencoba menariknya pelan.

​"Sudahlah, Guzelar. Biarkan saja dia seperti ini," bela Ayara sambil mengusap lembut kepala Gabriel yang berada di pangkuannya.

​Guzelar menghentikan gerakannya, menghela napas panjang sembari menatap penuh kekhawatiran.

"Tapi, Sayang... Kamu kan baru saja sadar dan kondisi fisikmu masih sangat lemah."

​Ayara tersenyum tipis, mencoba mencairkan suasana. "Aku sudah merasa jauh lebih baik. Ngomong-ngomong, apa yang kamu bawa di nampan itu?" tanya Ayara mengalihkan pembicaraan, menyadari aroma sedap mengepul dari nampan suaminya.

​"Karena kamu belum makan siang sama sekali, aku minta tolong disiapkan nasi hangat dan sup ayam spesial. Makan dulu, ya, Sayang?" bujuk Guzelar penuh perhatian, duduk di tepi ranjang lalu mengambil mangkuk dan sendok.

​Tanpa banyak protes, Ayara yang tadinya berniat menolak akhirnya memilih untuk menurut. Terlebih lagi, Gabriel masih enggan melepaskan pelukannya, membuat Ayara harus makan dalam posisi setengah bersandar pada dada bidang suaminya.

​Guzelar dengan telaten dan penuh kelembutan terus menyuapi Ayara sesendok demi sesendok, memastikan istrinya menelan makanan itu hingga suapan terakhir tanpa sisa.

​Setelah mangkuk di tangan Guzelar kosong, Ayara menarik napas dalam-dalam, mengumpulkan keberanian untuk membahas topik yang sedari tadi mengganjal di benaknya.

​"Guzelar... ada hal penting yang ingin ku bicarakan denganmu sekarang," ucap Ayara serius begitu Guzelar selesai membereskan bekas piring makan mereka ke atas nampan.

​Guzelar menoleh, menatap istrinya dengan sorot mata lembut. "Tentang apa, Sayang? Katakan saja, aku mendengarkan."

​"Ini... masih soal ingatanku tentang masa lalu," jawab Ayara ragu-ragu, melirik tajam reaksi suaminya.

​Mendengar kata masa lalu meluncur dari bibir Ayara, seketika itu juga senyuman di wajah Guzelar memudar. Pria itu langsung menggelengkan kepalanya kuat-kuat, raut wajahnya berubah tegang dalam sepersekian detik.

​"Sayang... kumohon padamu, jangan pernah membahas hal itu lagi," mohon Guzelar dengan suara bergetar pelan, menyuratkan kesedihan yang mendalam.

​"Tapi aku harus tahu, Guzelar! Aku punya hak untuk mengungkit dan—"

​"Aku tidak ingin membahas apa pun, dan aku melarang keras kamu membahas hal apa pun yang berhubungan dengan masa lalu sialan itu!" potong Guzelar dengan nada suara yang meninggi, berubah menjadi sangat tegas dan dingin mutlak.

​Sikap protektif sekaligus ketus yang ditunjukkan Guzelar seketika membuat Ayara terperanjat kaget. Selama ia menempati tubuh Ayara di masa depan ini, ia tidak pernah sekalipun mendapati sisi lain suaminya yang membentak atau menolak permintaannya sedemikian rupa, karena yang ia kenal selama ini hanyalah sosok Guzelar yang begitu lembut, memuja, dan selalu menomor-satukan dirinya dalam segala hal.

Bersambung...

1
Ita Putri
mike
Hadi Mulyono
biadab banget ayah ayara ..jadi kuat ayara balas dendam .aku kok pingin ayara bisa bela diri .hajar keluarganya yg jahat
mimief
ternyata yg bikin dia hancur bukan mike.
tapi dari orang yg paling dia cintai .
yg dikira jadi pelindung dia
😔🥹🥹🥹
Anbu Hasna
ketiduran di ruang laundry 🫣🫣
mimief
saudara tirinya ya?🥹🥹🥹
mimief
sering Thor...
sayang akal sehat selalu mengalah. Karena jajan nya aku banyak. kalau kabur susah ntar jajan nya🤣🤣🤣🫣
It's me Ri🥕
Wkwkwk... Ayara emang suka benget ngerjain orang, tapi ga boleh ditiru yaa🤭
It's me Ri🥕
Tania nya belom mau cuti kak😭
mimief
dasar Ayana...kasian bapak bapak dikerjain.
nanti suaminya marah besar itu istri kesayangan nya main ditarik ajaa🫣🫣🤣
Anbu Hasna
kirain beneran jadi sekertaris. kasihan Tania lagi hamil besar disuru kerja
Mia Camelia
banyak rahasia ingatan yg belum terungkap nih🤔
Hadi Mulyono
guziler perlu di bawa ke uya kiya biar di hipnotis tar kan jujur ngomongnya😄
mimief
iy kan,laki laki tuh aneh. buat nyari perhatian kita tuh ngelakuin segala cara🤣🤣🤣.
seenggaknya dia inget akyu
eh ..kok cyiin nya kebawa lagi thor🤣🤣
mimief
masa lalu adalah cerminan masa depan kita
mimief
kyk dihipnotis kl yaaa....🥹🥹🥹
biar trauma nya terputus
Mia Camelia
mungkin duanda nyiksa ayara pas lagi hamil muda 🤔🤔🤔
Hadi Mulyono
emang nanti Gabriel mati?
Hadi Mulyono
ayara ayo semangat balas lah dendammu
mimief
pantesan mereka sebegitu benci nya.
anak pertama mereka??🥹🥹🥹
mimief
kalau kata di didrakor fix me..
meminta pertolongan adalah langkah pertama kita mau sembuh
jadi ga usah takut dan malu...
ayo kita sembuh bersama
It's me Ri🥕: Benar kak, semakin bungkam maka akan semakin sulit untuk sembuh 🥺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!