NovelToon NovelToon
Ketika Perjalanan Mempertemukan Kembali Yang Belum Selesai

Ketika Perjalanan Mempertemukan Kembali Yang Belum Selesai

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:866
Nilai: 5
Nama Author: nita.mamitha

Dalam satu perjalanan malam,
Nara dan Arka dipaksa menghadapi kembali masa lalu yang belum selesai.

Dan kali ini… tidak ada lagi tempat untuk lari.

Karena di antara dua perhentian,
beberapa perasaan tidak pernah benar-benar hilang
hanya menunggu waktu untuk kembali menyakitkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nita.mamitha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terlalu Sempurna untuk Tidak Retak

Beberapa kenangan tidak datang sebagai potongan kecil.

Mereka datang utuh lengkap dengan rasa, suara, bahkan detak jantung yang dulu pernah terasa begitu nyata.

Dan kenangan tentang Arka… selalu seperti itu.

“Lo tuh aneh.”

Nara bersandar di kursi kafe, menatap Arka yang sedang sibuk mengaduk kopi yang bahkan belum diminumnya.

“Kenapa lagi?” tanya Arka santai.

“Siapa sih yang ngajak orang keluar cuma buat duduk doang, terus nggak ngomong apa-apa?”

Arka tersenyum kecil.

“Kan lo juga nggak ngomong.”

Nara mendengus.

“Beda. Gue nunggu lo.”

Arka menatapnya, matanya sedikit menyipit, seperti sedang menahan sesuatu entah tawa, atau sesuatu yang lebih dalam.

“Lo selalu nunggu gue ya?”

Kalimat itu lagi.

Nara memutar mata, tapi pipinya sedikit menghangat.

“Geer banget.”

Tapi dia tidak menyangkal.

Dan Arka tahu itu.

Hari-hari mereka mulai terasa seperti rutinitas yang tidak pernah membosankan.

Pagi dengan pesan singkat.

Siang dengan pertemuan tak sengaja yang sebenarnya disengaja.

Malam dengan percakapan panjang yang selalu berakhir dengan, “Udah ya, besok ketemu lagi.”

Sederhana.

Tapi cukup untuk membuat Nara merasa… lengkap.

“Lo pernah ngerasa cukup nggak?” tanya Nara suatu malam.

Mereka duduk di pinggir jalan, berbagi satu minuman karena Nara lupa bawa uang tunai.

Arka mengernyit.

“Maksudnya?”

“Kayak… lo nggak butuh apa-apa lagi. Semua udah pas.”

Arka tidak langsung menjawab.

Dia menatap ke depan, lalu pelan berkata

“Sekarang.”

Nara menoleh.

“Sekarang?”

Arka mengangguk.

“Iya. Sekarang.”

Dan entah kenapa… kata itu terasa lebih dari sekadar jawaban.

Hal-hal kecil menjadi besar ketika dilakukan bersama orang yang tepat.

Seperti berjalan tanpa tujuan.

Seperti berbagi makanan yang sebenarnya tidak cukup untuk dua orang.

Seperti diam… tanpa merasa canggung.

Nara tidak pernah menyadari kapan tepatnya semuanya berubah.

Kapan Arka yang awalnya hanya “orang yang sering muncul”

menjadi seseorang yang selalu ingin dia temui.

“Lo kenapa sih?” tanya Arka suatu sore.

“Males,” jawab Nara singkat.

“Kenapa?”

“Capek.”

Arka tidak bertanya lebih jauh.

Dia hanya menarik tasnya, lalu mengeluarkan sesuatu.

Sebuah jaket.

“Pake.”

Nara mengernyit.

“Gue nggak dingin.”

“Gue tau,” jawab Arka santai.

“Biar lo nggak makin bete aja.”

Nara menatapnya beberapa detik.

Lalu mengambil jaket itu.

“Lo nyebelin,” katanya pelan.

Arka tersenyum.

“Iya.”

Dan anehnya… Nara tidak keberatan.

Semua terasa terlalu mudah.

Terlalu nyaman.

Seolah dunia sengaja memberi mereka waktu untuk menikmati semuanya… sebelum sesuatu berubah.

Dan mungkin… itu benar.

“Lo takut nggak?”

Pertanyaan itu muncul tiba-tiba.

Mereka sedang duduk di tangga kampus lagi, seperti biasa. Langit mulai gelap, dan angin malam terasa lebih dingin dari biasanya.

“Takut apa?” tanya Arka.

Nara menatap lurus ke depan.

“Kalau ini cuma sementara.”

Arka terdiam.

Untuk pertama kalinya… dia tidak langsung menjawab.

Dan itu cukup untuk membuat Nara merasa sesuatu yang aneh.

Sesuatu yang kecil.

Tapi cukup untuk meninggalkan jejak.

“Kenapa harus sementara?” akhirnya Arka berkata.

Nara mengangkat bahu.

“Nggak tau. Semua juga bisa berubah kan.”

Arka menoleh padanya.

“Gue nggak akan berubah.”

Jawaban itu cepat. Terlalu cepat.

Seolah dia ingin meyakinkan bukan hanya Nara, tapi juga dirinya sendiri

Nara tersenyum kecil.

“Iya, semua orang juga bilang gitu.”

Arka tidak membalas.

Tapi matanya berubah sedikit.

Dan Nara melihatnya.

Sekilas.

Seperti bayangan yang lewat cepat

tapi cukup untuk membuat hatinya bertanya.

Malam itu, saat mereka berpisah di depan gerbang kampus, Arka memanggilnya.

“Nar.”

Nara menoleh.

“Kenapa?”

Arka terlihat ragu.

Tidak seperti biasanya.

Seperti ada sesuatu yang ingin dia katakan… tapi tertahan.

“Lo… percaya sama gue kan?”

Pertanyaan itu membuat Nara terdiam.

Bukan karena dia tidak tahu jawabannya.

Tapi karena dia tahu… kepercayaan bukan sesuatu yang sederhana.

Nara tersenyum kecil.

“Iya.”

Dan itu jujur.

Saat itu.

Kereta kembali berguncang.

Nara membuka mata.

Kenangan itu masih terasa hangat… tapi sekarang, ada sesuatu yang berbeda.

Bukan lagi nyaman.

Tapi sesak.

Karena dia tahu bagaimana semua itu berakhir.

Dan bagaimana satu kepercayaan… bisa runtuh hanya dalam satu momen.

Nara menatap ke samping.

Arka sedang melihat ke luar jendela, diam.

Seperti dulu.

Tapi juga… tidak sama.

Dan untuk pertama kalinya malam itu, Nara menyadari sesuatu

Yang paling menyakitkan bukanlah kehilangan seseorang…

tapi menyadari bahwa kebahagiaan yang dulu terasa begitu nyata

ternyata tidak pernah benar-benar aman.

Perjalanan masih panjang.

Dan kenangan yang tadi terasa indah…

perlahan mulai menunjukkan retakannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!