NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Selingkuh / Tamat
Popularitas:898.2k
Nilai: 4.7
Nama Author: Red_Purple

‎Dua tahun pernikahan yang Nara jalani bersama dengan Arga mulai terasa hambar ketika Arga memilih untuk sibuk dengan pekerjaan. Hingga suatu malam dia menyaksikan suaminya itu tengah berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri.

‎Saat dunianya terasa gelap, sosok Aditya Narendra yang merupakan sahabat baik Arga muncul sebagai pelindungnya. Rendra selalu ada di sisi Nara, memberikan dukungan dan perhatian yang telah lama tidak dia dapatkan dari suaminya.

‎Sentuhan lembut dan kata-kata hangat Rendra menjadi obat yang menyembuhkan luka dalam hatinya, sekaligus membawanya pada permainan penuh gairah pria itu. Namun, Nara tak menyadari bahwa di balik kebaikan Rendra tersembunyi sebuah rahasia besar.

‎"Jawab pertanyaanku, Nara. Lebih puas denganku, atau dengan suamimu yang selalu meninggalkanmu sendirian?" ~ Aditya Narendra.

‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26

‎Malam semakin larut. Hujan turun rintik-rintik di luar jendela, menciptakan suasana yang sepi dan dingin. Nara duduk di sofa ruang tengah dengan tv menyala, matanya tertuju pada layar yang sedang menyala itu namun pikirannya melayang entah kemana.

‎‎Wajah Rendra, tatapan lelah pria itu, dan suara perdebatan tadi siang di apartemen pria itu terus berputar di kepalanya.

‎‎"Jangan pergi dariku. Jangan pernah tinggalkan aku sendirian, Nara..."

‎‎Hati Nara terasa perih. Dia tahu betul rasa sakit yang dirasakan Rendra, rasa kehilangan yang mendalam dan rasa dikhianati oleh orang yang seharusnya melindunginya. Dan kini, dia menambah beban itu dengan statusnya yang tidak bisa dimiliki sepenuhnya oleh pria itu.

‎‎"Nara..."

‎‎Suara berat yang memanggil namanya membuat Nara tersentak kaget. Dia menoleh dan melihat Arga datang menghampirinya.

‎‎Arga ikut duduk disampingnya, "Ini sudah larut, kenapa belum tidur?"

‎‎"Belum ngantuk, Mas," jawab Nara singkat, tatapannya tak beralih dari layar yang sedang menyala dihadapannya meskipun pikirannya tidak disana.

‎‎Arga menghela napas panjang, terdengar sangat berat. Ruangan itu hening, hanya suara hujan dan suara iklan di televisi yang memenuhi udara. Suasana terasa begitu canggung dan dingin, seolah ada tembok tebal yang memisahkan mereka berdua meski duduk bersebelahan.

‎‎Pria itu menoleh, menatap wajah istrinya yang tampak pucat dan lelah.

‎‎"Tadi kamu sampai jam berapa sama Rendra?" tanya Arga, "Aku menelepon kalian tapi tidak diangkat-angkat. Aku telepon kerumah kata Bi Imah kamu juga belum pulang,"

‎‎Jantung Nara serasa berhenti berdetak dan darahnya seakan berdesir. Dia menelan salivanya dengan susah payah, pikirannya bekerja keras mencari alasan yang masuk akal.

‎‎"S... se... setelah memilih gaun kami langsung pergi makan, Mas." jawab Nara terbata, suaranya terdengar tidak natural. Dia memalingkan wajah, tidak berani menatap mata suaminya. "Setelah itu aku pulang naik taksi karena Rendra harus kembali ke kantor."

‎‎Arga mengangguk-angguk pelan, seolah menerima penjelasan itu begitu saja. Tatapan matanya yang tadinya tajam dan penuh tanda tanya, kini kembali melembut dan terlihat lega.

‎‎"Oh... jadi begitu," ucapnya pelan, suaranya terdengar lebih tenang. "Maaf ya kalau aku tadi panik dan curiga yang tidak-tidak. Soalnya handphone kalian berdua tidak bisa dihubungi sama sekali, aku jadi khawatir dan takut kamu kenapa-kenapa."

‎‎Nara menarik napas panjang, berusaha menenangkan detak jantungnya yang masih berpacu kencang. Rasa lega bercampur rasa bersalah yang luar biasa menyelimuti hatinya. Arga begitu mudahnya percaya, begitu tulusnya khawatir, padahal dia baru saja membohonginya dengan lancar.

‎‎"Nara," panggil Arga lagi. "Aku mohon beri aku kesempatan sekali lagi ya untuk memperbaiki semuanya. Aku janji, kejadian seperti bersama Alya tidak akan pernah terulang lagi,"

‎‎Suara Arga terdengar bergetar, penuh permohonan dan keputusasaan. Pria itu kini menggenggam kedua tangan Nara erat-erat, menatap istrinya dengan mata yang memohon.

‎"Aku tahu aku salah. Aku tahu aku sudah menyakiti hatimu dengan mengkhianatimu dan mengkhianati pernikahan kita. Aku malu... aku sangat menyesal," lanjut Arga, suaranya semakin rendah dan parau. "Tolong beri aku kesempatan sekali lagi. Aku janji, itu yang pertama dan terakhir kalinya. Aku janji akan jadi suami yang lebih baik, yang lebih menghargai kamu."

‎‎Nara menunduk dalam, air matanya jatuh membasahi punggung tangan suaminya yang menggenggam tangannya. Dadanya terasa begitu sesak, seolah ada batu besar yang menimpa.

‎‎Ironis. ‎Sangat ironis.

‎‎Di saat suaminya yang sah memohon ampun dan berjanji setia, hatinya justru sedang dipenuhi rasa bersalah yang luar biasa karena telah berselingkuh dengan sahabat pria itu sendiri. Arga memohon agar dimaafkan karena kesalahannya di masa lalu, namun pria itu tidak tahu bahwa saat ini dirinya justru sedang melakukan dosa yang jauh lebih besar.

‎‎"Mas..." Nara tersedu, suaranya tercekat di tenggorokan. "Maafkan aku... tapi aku tidak bisa. Sebaiknya kita berpisah saja,"

‎‎Wajah Arga pucat pasi seketika. Tangannya yang menggenggam tangan Nara perlahan melemah, lalu terlepas begitu saja seolah kehilangan kekuatan. Matanya terbelalak, tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

‎‎"Kamu... kamu bilang apa, Sayang?" suara Arga bergetar hebat, matanya mulai berkaca-kaca. "Berpisah? Kamu minta cerai?"

‎‎Nara mengangguk pelan namun tegas, meski air matanya terus mengalir tanpa henti. "Hatiku sudah hancur waktu tahu kamu selingkuh. Sekarang... rasanya semuanya sudah berbeda. Aku tidak bisa berpura-pura bahagia lagi. Aku tidak bisa kembali seperti dulu."

‎‎"Tapi Ra! Aku sudah minta maaf! Aku janji akan berubah!" Arga kembali menggenggam tangan Nara, kali ini lebih erat, seolah takut jika dilepas sedikit saja istrinya akan hilang selamanya. "Aku sayang kamu. Aku cinta kamu. Jangan tinggalin aku. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu!"

‎‎Arga menunduk, bahunya terlihat bergetar. Pria tangguh itu kini menangis tersedu-sedu di hadapan istrinya, menunjukkan betapa hancurnya dia.

‎‎"Jangan begitu... tolong jangan..." isak Arga. "Aku tahu aku jahat. Aku tahu aku pantas dapat hukuman. Tapi jangan pisahkan kita. Tolong... beri aku waktu. Aku bakal buktikan kalau aku bisa bikin kamu bahagia lagi."

‎‎Nara memejamkan matanya erat-erat, dadanya sesak sekali. Setiap isakan tangis Arga terasa seperti pisau yang mengiris-iris hatinya. Dia ingin sekali memeluk pria itu dan berkata baiklah kita perbaiki, tapi bayangan wajah Rendra, janji manis dan cinta yang mereka bangun di belakang punggung Arga, membuatnya sadar bahwa dia sudah tidak punya hak lagi untuk berada disini.

‎‎Dia sudah memilih. Dia sudah jatuh ke pelukan orang lain.

‎‎"Sudah terlambat, Mas..." bisik Nara parau, suaranya terdengar putus asa. "Luka di hati ini terlalu dalam. Sudah tidak bisa sembuh lagi. Lebih baik kita jalanin hidup masing-masing saja. Itu yang terbaik buat kita berdua."

‎‎"Tidak! Tidak ada yang terbaik selain kita bersama!" Arga mendongak, menatap Nara dengan mata merah dan wajah basah oleh air mata. "Kamu... kamu bicara seperti ini karena masih marah kan? Karena kamu kecewa? Iya kan?!"

‎‎Nara hanya diam, tak mampu menjawab. Diamnya adalah jawaban yang paling menyakitkan.

‎‎"Oke... oke kalau kamu belum mau memaafkan aku sekarang," Arga menarik napas panjang, berusaha menguatkan dirinya meski suaranya masih bergetar. "Aku tidak akan memaksa. Tapi aku tidak akan pernah setuju untuk berpisah. Aku akan menunggu sampai kamu luluh dan mau menerimaku lagi."

‎‎Arga mengusap air matanya kasar dengan punggung tangan, lalu menatap Nara dengan tatapan yang sulit diartikan, cinta, sakit, dan tekad yang kuat bersatu dalam dirinya.

‎‎Arga melepaskan genggamannya perlahan, lalu berdiri dengan tubuh yang tampak gemetar. Dia melangkah meninggalkan ruangan itu dan pergi ke kamarnya dengan langkah cepat.

‎‎Nara terkulai lemas di sofa, tubuhnya runtuh seketika setelah kepergian Arga. Suasana ruangan yang tadinya dipenuhi suara tangis dan permohonan, kini berubah menjadi sunyi senyap, hanya tersisa suara rintik hujan yang terus memukul kaca jendela.

‎‎Air matanya masih mengalir deras, membasahi pipi yang terasa panas dan dingin bersamaan. Dadanya sesak, seakan ada batu besar yang menindih paru-parunya, membuatnya sulit bernapas.

‎‎"Maafkan aku, Mas," bisiknya parau di tengah isakan tangis. "Aku jahat... aku sangat jahat. Aku tidak pantas mendapatkan cinta dan kasih sayang kamu lagi."

-

-

-

Bersambung...

1
christina paya wan
dah ketahuan istri baru menyesal.selama 6 bulan kemana aja lo..
Eva Eva
cerita nya seru thor mantap👍👍👍
🔥Violetta🔥: Asiap kakak... jika berkenan silahkan mampir di karya saya yang lain /Grin//Pray/
total 3 replies
Reza Reva
apa sekretaris emang selalu begitu yah?
La Rumi
Makin ke sini makin ke sana jadinya 😅
La Rumi
Haha panas
Reza Reva
kenapa nggk d buka nara.biar tau busuknya suami kamu
Yeni Fitriani
kabur.... ah...... klo gini jayihnya malah arga yg jd korban..... korban dr rencana rapi rendra.....
Yeni Fitriani
aku penasaran dan baca novel ini pas baca komentar dr salasatu readernya.... tp stwkah di baca halaah sm sj ini novel dgn novel kebanyakan..... murahan di balas murahan.
Yeni Fitriani
akhirnya selingkuh di balas selingkuh......klo sdh begini seharusnya arga diberi kesempatan utk kembali bersama dgn nara....
Yeni Fitriani
klo duluuuuu banget slalu berpikir bahwa sekretaris itu memng harus perempuan tapiii skrg akaa lebih baik dan sangat baik klo semua sekretaris di kantor2 adalah laki2 sj....
Yeni Fitriani
arga adalah laki2 yg teramat lemah dan murahan...... gampng banget tunduk sm apem murah
Yeni Fitriani
benar2 jijik sm kelakuan laki2 yg bergelar suami macam arga ini.... berhubung badan sm pelacur berkedok sekretaris sampai kecapekan hingg tk pernah menyentuh istrinya lg.... kdng aku berpikir utk laki2 semacam arga ini wajar klo di balas dgn hal serupa biar dia tau rasa....
Bunda Dzi'3
duit 2 milyar hbs nanti rendra di peras dgn ancaman ksh tau nara n arga smuanya ini krna rendra
Bunda Dzi'3
aduhhhhh kok yaa bginii😭
Asih
ini seperti kisah saya 30thn lalu saya di jodohin calon suamiku dia mau berangkat ke kota lagi karna 2bln lagi kita nikah.clnku nitip sama temannya suruh jagain saya mlh kita saling jatu cinta kna orang tua juga ngga memaksa calon suamiku dia di jakarta ketemu dengan cewe yng membuat dia jatu cinta udh saya nikah dengan teman dia lanjut Thor saya suka ceritanya
🔥Violetta🔥: Wah, ternyata beneran ada ya kisah seperti kakak ini... semangat kakak /Grin//Ok/
total 1 replies
ara lianna
nanti jodoh lo Din 🤭🤭
Umi Salsabilla
ketennn ,,pokokx puas bacax happy ending
🔥Violetta🔥: Wah, terimakasih banyak kakak sudah berkenan mampir 😁🙏
total 1 replies
ara lianna
baru ketemu... langsung suka deh sama karakter Rayyan...

mungkinkah dia akan dibuatkan novel khusus Thor 😍
🔥Violetta🔥: Belum ada rencana kesitu kak... Tapi nanti semoga ada /Grin/
total 1 replies
Yuli wiji Rahayu
Luar biasa
🌟 Dauzz🇲🇨
ceritanya sangat bagus 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!