NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Red_Purple

‎Dua tahun pernikahan yang Nara jalani bersama dengan Arga mulai terasa hambar ketika Arga memilih untuk sibuk dengan pekerjaan. Hingga suatu malam dia menyaksikan suaminya itu tengah berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri.

‎Saat dunianya terasa gelap, sosok Aditya Narendra yang merupakan sahabat baik Arga muncul sebagai pelindungnya. Rendra selalu ada di sisi Nara, memberikan dukungan dan perhatian yang telah lama tidak dia dapatkan dari suaminya.

‎Sentuhan lembut dan kata-kata hangat Rendra menjadi obat yang menyembuhkan luka dalam hatinya, sekaligus membawanya pada permainan penuh gairah pria itu. Namun, Nara tak menyadari bahwa di balik kebaikan Rendra tersembunyi sebuah rahasia besar.

‎"Jawab pertanyaanku, Nara. Lebih puas denganku, atau dengan suamimu yang selalu meninggalkanmu sendirian?" ~ Aditya Narendra.

‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26

‎Malam semakin larut. Hujan turun rintik-rintik di luar jendela, menciptakan suasana yang sepi dan dingin. Nara duduk di sofa ruang tengah dengan tv menyala, matanya tertuju pada layar yang sedang menyala itu namun pikirannya melayang entah kemana.

‎‎Wajah Rendra, tatapan lelah pria itu, dan suara perdebatan tadi siang di apartemen pria itu terus berputar di kepalanya.

‎‎"Jangan pergi dariku. Jangan pernah tinggalkan aku sendirian, Nara..."

‎‎Hati Nara terasa perih. Dia tahu betul rasa sakit yang dirasakan Rendra, rasa kehilangan yang mendalam dan rasa dikhianati oleh orang yang seharusnya melindunginya. Dan kini, dia menambah beban itu dengan statusnya yang tidak bisa dimiliki sepenuhnya oleh pria itu.

‎‎"Nara..."

‎‎Suara berat yang memanggil namanya membuat Nara tersentak kaget. Dia menoleh dan melihat Arga datang menghampirinya.

‎‎Arga ikut duduk disampingnya, "Ini sudah larut, kenapa belum tidur?"

‎‎"Belum ngantuk, Mas," jawab Nara singkat, tatapannya tak beralih dari layar yang sedang menyala dihadapannya meskipun pikirannya tidak disana.

‎‎Arga menghela napas panjang, terdengar sangat berat. Ruangan itu hening, hanya suara hujan dan suara iklan di televisi yang memenuhi udara. Suasana terasa begitu canggung dan dingin, seolah ada tembok tebal yang memisahkan mereka berdua meski duduk bersebelahan.

‎‎Pria itu menoleh, menatap wajah istrinya yang tampak pucat dan lelah.

‎‎"Tadi kamu sampai jam berapa sama Rendra?" tanya Arga, "Aku menelepon kalian tapi tidak diangkat-angkat. Aku telepon kerumah kata Bi Imah kamu juga belum pulang,"

‎‎Jantung Nara serasa berhenti berdetak dan darahnya seakan berdesir. Dia menelan salivanya dengan susah payah, pikirannya bekerja keras mencari alasan yang masuk akal.

‎‎"S... se... setelah memilih gaun kami langsung pergi makan, Mas." jawab Nara terbata, suaranya terdengar tidak natural. Dia memalingkan wajah, tidak berani menatap mata suaminya. "Setelah itu aku pulang naik taksi karena Rendra harus kembali ke kantor."

‎‎Arga mengangguk-angguk pelan, seolah menerima penjelasan itu begitu saja. Tatapan matanya yang tadinya tajam dan penuh tanda tanya, kini kembali melembut dan terlihat lega.

‎‎"Oh... jadi begitu," ucapnya pelan, suaranya terdengar lebih tenang. "Maaf ya kalau aku tadi panik dan curiga yang tidak-tidak. Soalnya handphone kalian berdua tidak bisa dihubungi sama sekali, aku jadi khawatir dan takut kamu kenapa-kenapa."

‎‎Nara menarik napas panjang, berusaha menenangkan detak jantungnya yang masih berpacu kencang. Rasa lega bercampur rasa bersalah yang luar biasa menyelimuti hatinya. Arga begitu mudahnya percaya, begitu tulusnya khawatir, padahal dia baru saja membohonginya dengan lancar.

‎‎"Nara," panggil Arga lagi. "Aku mohon beri aku kesempatan sekali lagi ya untuk memperbaiki semuanya. Aku janji, kejadian seperti bersama Alya tidak akan pernah terulang lagi,"

‎‎Suara Arga terdengar bergetar, penuh permohonan dan keputusasaan. Pria itu kini menggenggam kedua tangan Nara erat-erat, menatap istrinya dengan mata yang memohon.

‎"Aku tahu aku salah. Aku tahu aku sudah menyakiti hatimu dengan mengkhianatimu dan mengkhianati pernikahan kita. Aku malu... aku sangat menyesal," lanjut Arga, suaranya semakin rendah dan parau. "Tolong beri aku kesempatan sekali lagi. Aku janji, itu yang pertama dan terakhir kalinya. Aku janji akan jadi suami yang lebih baik, yang lebih menghargai kamu."

‎‎Nara menunduk dalam, air matanya jatuh membasahi punggung tangan suaminya yang menggenggam tangannya. Dadanya terasa begitu sesak, seolah ada batu besar yang menimpa.

‎‎Ironis. ‎Sangat ironis.

‎‎Di saat suaminya yang sah memohon ampun dan berjanji setia, hatinya justru sedang dipenuhi rasa bersalah yang luar biasa karena telah berselingkuh dengan sahabat pria itu sendiri. Arga memohon agar dimaafkan karena kesalahannya di masa lalu, namun pria itu tidak tahu bahwa saat ini dirinya justru sedang melakukan dosa yang jauh lebih besar.

‎‎"Mas..." Nara tersedu, suaranya tercekat di tenggorokan. "Maafkan aku... tapi aku tidak bisa. Sebaiknya kita berpisah saja,"

‎‎Wajah Arga pucat pasi seketika. Tangannya yang menggenggam tangan Nara perlahan melemah, lalu terlepas begitu saja seolah kehilangan kekuatan. Matanya terbelalak, tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

‎‎"Kamu... kamu bilang apa, Sayang?" suara Arga bergetar hebat, matanya mulai berkaca-kaca. "Berpisah? Kamu minta cerai?"

‎‎Nara mengangguk pelan namun tegas, meski air matanya terus mengalir tanpa henti. "Hatiku sudah hancur waktu tahu kamu selingkuh. Sekarang... rasanya semuanya sudah berbeda. Aku tidak bisa berpura-pura bahagia lagi. Aku tidak bisa kembali seperti dulu."

‎‎"Tapi Ra! Aku sudah minta maaf! Aku janji akan berubah!" Arga kembali menggenggam tangan Nara, kali ini lebih erat, seolah takut jika dilepas sedikit saja istrinya akan hilang selamanya. "Aku sayang kamu. Aku cinta kamu. Jangan tinggalin aku. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu!"

‎‎Arga menunduk, bahunya terlihat bergetar. Pria tangguh itu kini menangis tersedu-sedu di hadapan istrinya, menunjukkan betapa hancurnya dia.

‎‎"Jangan begitu... tolong jangan..." isak Arga. "Aku tahu aku jahat. Aku tahu aku pantas dapat hukuman. Tapi jangan pisahkan kita. Tolong... beri aku waktu. Aku bakal buktikan kalau aku bisa bikin kamu bahagia lagi."

‎‎Nara memejamkan matanya erat-erat, dadanya sesak sekali. Setiap isakan tangis Arga terasa seperti pisau yang mengiris-iris hatinya. Dia ingin sekali memeluk pria itu dan berkata baiklah kita perbaiki, tapi bayangan wajah Rendra, janji manis dan cinta yang mereka bangun di belakang punggung Arga, membuatnya sadar bahwa dia sudah tidak punya hak lagi untuk berada disini.

‎‎Dia sudah memilih. Dia sudah jatuh ke pelukan orang lain.

‎‎"Sudah terlambat, Mas..." bisik Nara parau, suaranya terdengar putus asa. "Luka di hati ini terlalu dalam. Sudah tidak bisa sembuh lagi. Lebih baik kita jalanin hidup masing-masing saja. Itu yang terbaik buat kita berdua."

‎‎"Tidak! Tidak ada yang terbaik selain kita bersama!" Arga mendongak, menatap Nara dengan mata merah dan wajah basah oleh air mata. "Kamu... kamu bicara seperti ini karena masih marah kan? Karena kamu kecewa? Iya kan?!"

‎‎Nara hanya diam, tak mampu menjawab. Diamnya adalah jawaban yang paling menyakitkan.

‎‎"Oke... oke kalau kamu belum mau memaafkan aku sekarang," Arga menarik napas panjang, berusaha menguatkan dirinya meski suaranya masih bergetar. "Aku tidak akan memaksa. Tapi aku tidak akan pernah setuju untuk berpisah. Aku akan menunggu sampai kamu luluh dan mau menerimaku lagi."

‎‎Arga mengusap air matanya kasar dengan punggung tangan, lalu menatap Nara dengan tatapan yang sulit diartikan, cinta, sakit, dan tekad yang kuat bersatu dalam dirinya.

‎‎Arga melepaskan genggamannya perlahan, lalu berdiri dengan tubuh yang tampak gemetar. Dia melangkah meninggalkan ruangan itu dan pergi ke kamarnya dengan langkah cepat.

‎‎Nara terkulai lemas di sofa, tubuhnya runtuh seketika setelah kepergian Arga. Suasana ruangan yang tadinya dipenuhi suara tangis dan permohonan, kini berubah menjadi sunyi senyap, hanya tersisa suara rintik hujan yang terus memukul kaca jendela.

‎‎Air matanya masih mengalir deras, membasahi pipi yang terasa panas dan dingin bersamaan. Dadanya sesak, seakan ada batu besar yang menindih paru-parunya, membuatnya sulit bernapas.

‎‎"Maafkan aku, Mas," bisiknya parau di tengah isakan tangis. "Aku jahat... aku sangat jahat. Aku tidak pantas mendapatkan cinta dan kasih sayang kamu lagi."

-

-

-

Bersambung...

1
Farida Dalle
Nah lho... hmn Nara, sekarang kamu bilng benci pd Rendra, pdhl kalian sdh saling berbagi peluh... itulh kamu tetlalu yakin dg Rendra, nyesal jg kan??? iya psti nyesal lh, masak nggak🤣
Farida Dalle
Ayo Zoya, kamu hrs menceritakan semua yg km dengar... semoga ada peluang utk kamu dan Rendra
Farida Dalle
Kamu tdk mau baikan lg sm Arga krn km sdh
terpuaskan dg "barang " yg ada pd Rendra
🤭
Farida Dalle
Bongkar sekalian kebusujan Nara di depan orang tuanya, biar semua tahu bukan hanya Arga yg busuk
tp Nara jg...
Farida Dalle
Kamu yg lbh berengsek, Rendra... km tega menghancurkan rumah tangga sahabatmu😡
Farida Dalle
Kamu yg lbh berengsek, Rendra... km tega menghancurkan rumah tangga sahabatmu😡
Farida Dalle
Knp yah dlm novel ini semua tokoh2nya tdk ada yg akhlaknya baik... heran
Farida Dalle
Dasar si Nara,sama yg halal tdk mau tp giliran sm si Rendra dg suka rela ngangkang,dasar....
😡
Farida Dalle
lakukanlh Arga sesukamu, dia itu msh istrimu, yg tdk sah sj bisa dg bebas keluar masuk tanpa hambatan apalgi km yg msh berstatus suami... puaskan si gatal itu biar tdk mencari barang yg lain garuk smpe puas, wkwk
Farida Dalle
Rendra.... plis deh kamu itu sakit jiwa, tdk ada seorng sahabat yg menusuk sahabatnya dg pisau berkarat... kewarasan km benar2 dipertanyakan, mmngnya tdk ada wanita lain, sehingga hrs mengganggu istri orng, ini jg si Nara moralnya sdh rusak, mau2 aja dipeluk2dan dibawa tidur sm laki2 sementara msh jd istri, hadeuhhhh 🤭🤮🙏🙏
Farida Dalle
Kamu curhat pd orng yang salah Ga, dia itu bukan sahabatnu, tp dia adlh iblis... boleh gak thor klu aq nampar si Rendra, biar puas hati ini, sumpah thor aq sebel sampe ubun2😡😡😡
🔥Violetta🔥: Tampar aja kak 🤣🤣🤣✌️✌️
total 1 replies
Farida Dalle
pusing aq tuh.... jd nda bisa ngomong, kedua2nya bikin sebel, iya gak sih.... 🤭🤮
Farida Dalle
Jadi penasaran thor, gmn reaksi Arga klu Nara tiba2 hamil??? 🤔
Farida Dalle
Memangnya Arga ank kcl yg bisa dibohongi, klu itu adlh digigit binatang, Arga jg pengalaman keles🤭🤣
Farida Dalle
Hubungan yg sangat menjijikkan, Rendra adalh iblis berkedok sahabat😡
Farida Dalle
Mending kamu sm Zoya aja tuh Ren, jangan ganggu rumah tangga sahabatmu
Farida Dalle
Nara sdh tdk mau memperbaiki hubungannya dgnmu Arga, krn sdh candu dg yg lbh hot dn lbh beeeesaaaar🤣🤣🤣
Farida Dalle
Thor, biasanya klu tokoh utama itu sifat dn prilakunya baik, tp ini koq sangat2 menyebalkan yah... maaf🙏
🔥Violetta🔥: Yang ini emng dibuat agak laen kak 🤭🤭✌️✌️🤣🤣
total 1 replies
Farida Dalle
Seharudnya klu mmng Rendra sangat mr cintai Nara, dia tdk akan tega melakukan semua itu ke Nara, Rendra tega merisak rumah tangga sahabatnya dg dalih cinta... yuhhhh gak banged deh, dan dg seenak2nya menikmati tubuh si Nara... itukh yg disebut cinta? atau perusak???
Farida Dalle
Gak banged deh ini Rendra, egois ... trus si Nara nya jg, mau2 sj ditidurin sm si Rendra, klu mmng lbh suka ke Rendra, mending minta cerai dulu lah, setelhnya teserah.... mau tidur, mau tengkurap, atau apa aja serah deh..... 😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!