NovelToon NovelToon
Titik Tertinggi Mencintai

Titik Tertinggi Mencintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:597
Nilai: 5
Nama Author: Nisaul Mardhiyah

Ketika perbedaan kasta memaksa mereka berpisah dan amnesia menghapus ingatan Neya, akankah kisah cinta delapan tahun yang mereka rajut sejak SMP benar-benar berakhir atau takdir punya cerita lain ?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nisaul Mardhiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Casandra

Mansion megah yang kini telah bersih dari bayang-bayang Tuan Kusuma tetap berdiri dengan keangkuhan yang sama. Namun, bagi Mama Casandra, rumah ini terasa jauh lebih dingin. Sejak kematian suaminya, hubungan antara dirinya dan Kinan tidak pernah membaik. Kinan mengendalikan Dirgantara Group dengan tangan besi, sementara Casandra diletakkan di menara gading—dihormati secara publik, namun diabaikan secara pribadi oleh putra tunggalnya. Kinan memperlakukannya tak lebih dari seorang rekan bisnis yang harus diwaspadai, bukan seorang ibu.

Sore itu, memanfaatkan ketidakhadiran Kinan yang sedang menghadiri rapat darurat di luar kota, Casandra melangkah masuk ke dalam ruang kerja pribadi putranya. Sisa-sisa keangkuhan aristokratnya masih terlihat dari cara berjalannya, namun ada sepercah kerapuhan yang dalam di sorot matanya. Ia ingin mencari tahu apa yang sebenarnya berkecamuk di dalam pikiran putranya yang kian hari kian tertutup.

Langkah kaki Casandra terhenti di depan meja kerja jati besar milik Kinan. Matanya tertuju pada sebuah laci bagian bawah yang sedikit renggang. Dengan jemarinya yang lentik, ia menarik laci tersebut. Di dalamnya, terdapat sebuah kotak beludru hitam yang tidak terkunci.

Saat membukanya, napas Casandra seketika tertahan.

Casandra mengamati wajah di foto itu dengan kening berkerut. "Siapa gadis ini? Apakah Kinan benar-benar telah melupakan pelayan miskin itu dan beralih pada gadis baru?" gumamnya lirih.

Namun, sebagai wanita yang puluhan tahun hidup dalam dunia intrik, Casandra tidak langsung mengambil kesimpulan. Ia beralih memeriksa tablet kerja khusus milik Kinan yang tergeletak di dalam laci. Di sana, sebuah sistem pelacak satelit pribadi—sebuah alat deteksi rahasia—tampak aktif sepanjang waktu. Ketika Casandra memperbesar titik koordinat merah yang berkedip di layar, jantungnya berdegup kencang.

Titik itu berada di sebuah kota kecamatan kecil di kaki gunung. Itu adalah lokasi persembunyian Neya.

Casandra tertegun, diliputi rasa heran yang luar biasa. "Kinan... kamu masih memantau Neya setiap detik. Kamu tahu persis di mana dia berada. Tapi kenapa... kenapa kamu tidak langsung mengambilnya kembali? Kenapa kamu justru membiarkannya hidup miskin di sana dan malah mengurung gadis ini di sisimu?"

Rasa penasaran yang membakar membuat Casandra tidak bisa tinggal diam. Keesokan harinya, dengan menggunakan mobil limosin hitam tanpa logo keluarga, Casandra mendatangi kantor cabang regional Dirgantara Group. Dengan kekuasaan dan koneksi yang dimilikinya, tidak sulit baginya untuk meminta sekretaris cabang membawa Ishita menemui dirinya di sebuah restoran privat yang terletak tak jauh dari gedung kantor.

Ishita melangkah masuk ke dalam ruang VIP dengan perasaan campur aduk. Ia terkejut saat diberi tahu bahwa ada seorang wanita agung dari ibu kota yang ingin menemuinya secara pribadi. Begitu pintu terbuka, Ishita disambut oleh sosok wanita paruh baya yang sangat cantik, anggun, namun memancarkan aura dominasi yang menindas.

"Silakan duduk, Ishita," ucap Casandra lembut, namun nada suaranya sarat akan perintah yang mutlak.

Ishita duduk dengan gugup, meremas jemarinya di atas pangkuan. "Maaf, Nyonya... kalau boleh saya tahu, ada keperluan apa Nyonya memanggil saya?"

Casandra tidak langsung menjawab. Ia meneliti setiap jengkal wajah Ishita dengan tatapan matanya yang tajam. Dan di detik itulah, insting tajam seorang ibu dan sosialita elite langsung bekerja. Casandra melihat bagaimana cara Ishita tersenyum, bagaimana matanya berbinar penuh kepolosan, dan bagaimana aura keceriaannya begitu mendominasi ruangan.

Seketika, Casandra mendapati jawaban atas semua keheranannya. Ia tahu penyebabnya sekarang.

Prinsip Casandra kini telah berubah total. Setelah kehilangan Verian, ia bersumpah akan melakukan apa pun demi kebahagiaan putra tunggalnya yang tersisa. Ia tidak ingin lagi menjadi musuh yang ditakuti dan dibenci oleh Kinan; ia ingin putranya kembali menganggapnya sebagai seorang ibu yang utuh.

Sebuah rencana taktis dan licik mulai terbentuk di kepala Casandra.

Casandra mengulas senyum manis yang manipulatif, menatap Ishita yang masih diliputi kebingungan.

"Aku adalah ibunya Kinan," ujar Casandra tenang, membuat mata Ishita membelalak kaget. "Aku datang ke sini hanya ingin melihat wanita seperti apa yang telah berhasil mencairkan hati putraku yang sedingin es itu. Dan tampaknya... kamu adalah gadis yang sangat tepat untuk membantuku membawa kembali apa yang seharusnya menjadi milik keluarga kami."

Ishita terpaku, merasa tersanjung sekaligus tidak menyadari bahwa dirinya baru saja masuk ke dalam papan catur baru yang dirancang oleh sang ratu gila kehormatan.

Rencana yang tersusun di kepala Mama Casandra mulai berjalan seperti jarum jam yang presisi. Setelah pertemuan privat hari itu, Casandra tidak melepaskan Ishita begitu saja. Dengan memanfaatkan kepolosan dan rasa cinta gadis remaja itu yang menggebu-gebu kepada Kinan, Casandra mulai menanamkan pengaruhnya. Ia bersikap layaknya seorang calon ibu mertua yang sangat penuh perhatian, hangat, dan mendukung penuh hubungan tanpa status antara Ishita dan putranya.

"Ishita, sayang," ucap Casandra suatu sore melalui sambungan telepon pribadinya, suaranya terdengar begitu lembut nan keibuan, menyembunyikan kelicikan tingkat tinggi yang mendasari setiap kalimatnya. "Kinan itu pria yang sangat sibuk dan kaku. Dia membutuhkan wanita yang bisa memberikan energi positif seperti kamu. Mengapa kamu tidak sesekali mengundangnya makan malam di rumahmu? Tunjukkan padanya bahwa kamu bisa menjadi tempat bersandar yang hangat di luar kantor."

Ishita yang mendengarkan di seberang sana meremas ponselnya dengan pipi yang merona merah. "Tapi, Nyonya... saya tinggal di rumah sederhana bersama kakak laki-laki saya, Aldo, dan seorang kakak angkat perempuan saya, Neya. Saya takut rumah kami terlalu sempit untuk menyambut pria sekelas Pak Kinan."

Mendengar nama Neya meluncur dari bibir Ishita, kilat kemenangan seketika berkilat di sepasang mata elang Casandra. Informasi dari tim investigasinya terbukti mutlak: Ishita, gadis yang menjadi penawar rindu sementara bagi putranya, ternyata tinggal satu atap dengan Neya, cinta pertama Kinan yang selama ini bersembunyi. Takdir seolah sedang berpihak pada rencana penebusan dosa Casandra.

"Justru itu bagus, Ishita. Keluarga adalah cerminan dari hati kita. Katakan pada kakak-kakakmu bahwa aku sendiri yang akan berkunjung ke rumah kalian terlebih dahulu untuk membawakan beberapa hantaran sebagai bentuk terima kasih karena telah menjaga Kinan dengan baik di kantor cabang."

Kepolosan Ishita membuatnya tidak mampu membaca udang di balik batu. Dengan penuh semangat, malam itu juga Ishita pulang ke rumah kayu mereka dan menceritakan rencana kedatangan ibunda sang CEO tertinggi kepada Aldo dan Neya.

Namun, bagi Neya, mendengar penuturan Ishita bagai disambar petir di siang bolong. Ketika Ishita menyebutkan nama lengkap ibunda Kinan—Nyonya Casandra dari ibu kota—seluruh pasokan udara di paru-paru Neya mendadak lenyap. Nama itu, sosok itu, adalah monster yang telah menghancurkan harga dirinya berbulan-bulan lalu di mansion Kusuma. Dan kini, monster itu tahu di mana ia berada dan sedang mencoba mendekati adik angkat kesayangannya. Demi melindungi Ishita agar tidak mengalami nasib tragis yang sama seperti dirinya di masa lalu, Neya akhirnya membuang jauh-jauh ketakutannya. Dengan tekad yang bulat, ia memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya dan bersedia menemui Casandra secara langsung di sebuah hotel mewah di kota kecamatan tersebut, tempat Casandra menginap selama kunjungan rahasianya.

1
Unicha
apa sebenarnya yang sedang direncanakan Neya?
Unicha
apa yang akan dilakukan sherly setelah membaca pesan itu ?
Unicha
madu ? apakah haris sudah menikah sebelumnya? atau siapa wanita yang mengaku menjadi madu Neya itu ?
Unicha
apakah perlahan Kinan akan mencintai Sherly dan melupakan neya ?
sakura
...
Unicha
Kenapa Imelda menangis ,apa yang Imelda sembunyikan?
Unicha
Siapakah laki laki yang menjadi suami neya itu ? ,apakah neya benar sudah menikah ?
lalu Kinan ?
Unicha
Apakah Kinan dan neya benar benar akan berakhir?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!