NovelToon NovelToon
Dokter Hewan Mencuri Hati CEO Agribisnis Dengan Sapi Wagyu

Dokter Hewan Mencuri Hati CEO Agribisnis Dengan Sapi Wagyu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Reinkarnasi / CEO
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: INeeTha

Saskia Mahendra adalah dokter hewan brilian yang mati kelelahan di laboratorium. Kini ia terbangun sebagai Saskia Utami, 20 tahun, terlilit utang koperasi, dikepung Bibi dan Paman serakah yang siap merampas tanahnya.

Namun, ia membawa sesuatu dari alam kematian: Air Suci. Warisan jiwa yang bisa menyembuhkan ternak dan memicu pertumbuhan ajaib. Setiap tetes bisa mengubah sapi kurus jadi Wagyu bernilai fantastis, tapi setiap tetesnya juga menguras nyawanya sendiri. Harga yang harus ia bayar diam-diam.

Ketika hasil peternakannya menembus standar daging termahal Indonesia, CEO agribisnis raksasa datang membawa kontrak, dan bahaya. Daniel Hardjono. Jenius, arogan, dan terlalu berbahaya untuk dipercaya. Di antara klausul kontrak berdarah dan ciuman yang tak direncanakan, Saskia harus menghadapi ancaman yang lebih ganas dari preman desa, mata-mata korporat internasional yang tahu ada rahasia di kandangnya, dan akan membunuh untuk mendapatkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INeeTha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Staf Logistik

Saskia menggeser layar ponselnya ke arah Budi di sudut teduh dekat gudang pakan.

"Ini siapa?"

Budi menatap layar ponsel itu. Wajahnya berubah. Tidak banyak. Hanya sedikit. Tapi Saskia sudah cukup lama mengenal Budi untuk tahu bahwa sedikit perubahan di wajah asisten Daniel ini berarti banyak.

"Mbak dapat foto ini dari mana?"

"CCTV kandang. Dia ngintip dari semak-semak tiga hari berturut-turut. Sebelumnya, waktu truk Wagyu datang, dia juga ada. Merekam dengan ponsel."

Budi tidak menjawab langsung. Jemarinya mengambil ponsel Saskia, memperbesar foto itu. Matanya menyipit. Lalu ia menghela nafas panjang, jenis nafas yang biasanya keluar dari mulut seseorang yang baru saja menemukan masalah besar.

"Reza."

"Nama lengkapnya?"

"Reza Maulana. Staf logistik. Masuk tiga bulan lalu. Tim procurement."

Saskia menyandarkan punggungnya ke dinding gudang. Matanya menatap ke arah kandang, di mana Dara dan tiga Wagyu lainnya sedang makan siang. "Staf logistik Hardjono. Menyelinap di semak-semak desa Malang Selatan. Merekam pengiriman Wagyu. Melempar batu ke atap kandang malam-malam."

"Mbak yakin dia yang lempar batu?"

"Aku tidak yakin. Tapi waktunya selalu pas. Setiap kali dia muncul di desa, malamnya ada batu di atap. Setiap kali dia menghilang, aman."

Budi mengembalikan ponsel itu. Jemarinya sedikit gemetar. "Mbak, ini serius. Kalau Reza benar-benar mata-mata..."

"Mata-mata untuk siapa?"

"Itu masalahnya. Saya tidak tahu."

Saskia menatap Budi lama. Laki-laki ini sudah jadi asisten Daniel selama bertahun-tahun. Ia tahu semua urusan internal Hardjono Agribisnis. Kalau ada yang bisa membaca situasi ini dengan jernih, itu Budi.

"Kau punya firasat?"

Budi ragu. "Firasat bukan bukti, Mbak."

"Aku tidak minta bukti. Aku minta firasat."

Keheningan panjang. Di luar gudang, suara mesin pompa air mulai berputar. Salah satu satpam baru yang dikirim Daniel lewat di depan gudang, membawa pakan jerami ke kandang belakang.

"Ada yang tidak beres di kantor pusat," kata Budi akhirnya. Suaranya direndahkan, hampir berbisik. "Beberapa bulan terakhir. Kontrak-kontrak bocor. Harga penawaran kita selalu dipotong kompetitor dengan selisih tipis. Seolah-olah ada yang memberi tahu mereka."

"Kompetitor?"

"PT Agro Nusantara. Perusahaan agribisnis nomor lima. Selalu di bawah kita. Tapi belakangan ini mereka mulai agresif. Rekrut banyak orang baru. Ekspansi ke pasar premium. Dan..." Budi berhenti.

"Dan apa?"

"Dan beberapa staf kita pindah ke sana. Tiga orang dalam enam bulan. Termasuk salah satu mantan asisten procurement."

"Atasan Reza?"

"Bukan atasan langsung. Tapi satu divisi."

Saskia mengangguk pelan. Otaknya mulai menyusun puzzle. Reza, staf logistik yang direkrut tiga bulan lalu. Kontrak yang bocor. Kompetitor yang agresif. Seorang pria asing yang merekam pengiriman Wagyu, melempar batu ke atap kandang, menaruh bangkai ayam di depan pintunya.

"Pria ini bukan cuma mata-mata," kata Saskia pelan. "Dia juga yang menyebar gosip pesugihan."

"Mbak yakin?"

"Coba pikir. Bibi Laras itu pintar, tapi tidak sekreatif ini. Melempar batu malam-malam, menaruh ayam hitam setiap pagi, itu butuh kesabaran dan perencanaan. Bibi Laras cuma bisa teriak-teriak di depan umum. Eksekusi lapangannya, yang ini."

Budi menatap foto di layar ponsel itu lagi. "Kalau benar Reza yang melakukan semua ini, berarti ada yang menyuruhnya. Dan kalau ada yang menyuruhnya dari dalam perusahaan..."

"Ada lubang di Hardjono Agribisnis."

"Lubang yang dalam."

Mereka berdua diam. Suara pompa air berhenti. Satpam lewat lagi, kali ini dari arah berlawanan, membawa ember kosong.

"Aku mau bilang ke Pak Daniel." Budi merogoh sakunya, mencari ponsel.

"Jangan."

Budi berhenti. "Kenapa?"

"Karena aku belum tahu seberapa dalam lubangnya." Saskia menatap Budi dengan mata yang tenang. "Kalau kita bilang sekarang, Daniel akan konfrontasi Reza langsung. Reza akan kabur. Atau lebih buruk, dia akan dihilangkan sebelum kita tahu siapa dalang di belakangnya."

"Mbak mau investigasi sendiri?"

"Aku tidak sendiri. Aku punya kau."

Budi menelan ludah. "Mbak, saya cuma asisten."

"Kau asisten yang paling lama bertahan di samping Daniel. Itu artinya kau tahu segalanya."

Budi tidak membantah. Karena itu benar.

"Reza Maulana," lanjut Saskia. "Staf logistik, tim procurement, masuk tiga bulan lalu. Aku mau tahu: siapa yang interview dia? Siapa yang tanda tangan kontraknya? Apa riwayat pekerjaannya sebelum masuk Hardjono? Ada hubungan keluarga dengan siapa di kantor?"

"Itu... itu data internal, Mbak. Saya bisa dapat, tapi..."

"Tapi apa?"

"Tapi kalau ketahuan, saya bisa dipecat."

Saskia menatap Budi. Matanya tidak berkedip. "Budi, ada seseorang di dalam perusahaanmu yang mengirim mata-mata ke kandangku. Orang itu yang menyebar gosip pesugihan. Orang itu yang mungkin berada di balik kematian sapi WF-007. Orang itu yang hampir membuatku mati demam di lantai kandang."

Budi diam.

"Aku tidak minta kau melanggar hukum. Aku cuma minta informasi. Siapa yang interview Reza. Siapa yang tanda tangan kontraknya. Riwayat pekerjaannya."

"Kenapa Mbak tidak minta tolong Pak Daniel saja? Dia bisa akses semua data itu dalam hitungan menit."

"Karena Daniel terlalu dekat." Saskia menggeleng. "Dia CEO. Semua orang di kantor ngawasi gerak-geriknya. Begitu dia mulai investigasi internal, orang yang kita cari akan langsung tahu. Mereka akan tutup jejak. Kita akan kehilangan satu-satunya petunjuk yang kita punya."

Budi menghela nafas panjang. Jemarinya mengusap wajahnya sendiri. "Saya gila. Saya pasti gila."

"Kenapa?"

"Karena saya mau bantu Mbak."

Saskia tersenyum tipis. Senyum pertama dalam beberapa hari. "Terima kasih, Budi."

"Jangan berterima kasih dulu. Saya belum dapat apa-apa." Budi memasukkan ponselnya kembali ke saku. "Saya akan cari data Reza. Tapi ini butuh waktu. Paling cepat tiga hari."

"Aku tunggu."

Budi berbalik, berjalan menuju Alphard hitam yang parkir di depan pagar. Tapi sebelum ia masuk ke mobil, Saskia memanggilnya.

"Budi."

"Ya, Mbak?"

Saskia berbisik tajam. "Jangan bilang Daniel. Aku ingin tahu seberapa dalam lubang ini digali."

1
4revenge
aku suka bagian ini
Lini Krisnawati
bagus
gina altira
Suka nie sama Saskia tegassss
gina altira
semangat SASKIA
gina altira
jadi Dilema ya Saskia,
sukensri hardiati
baru mulai buka mata dah banyak banget masalah saskia yg harus diurus....smangatttt....
gina altira
lanjutt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!