Lintang Arum gadis berusia 20 tahun putri dari Dio Fandi Prdika dan Hanifah Azzahra.
Lintang Arum bukan gadis remaja biasa, ia lahir dengan kemampuan khusus, kemampuan yang tidak di miliki oleh manusia pada umumnya.
Lintang bisa melihat dan berinteraksi dengan makhluk astral, bahkan bisa memusnahkan Meraka menjadi abu.
Bersama Arin sahabatnya putri dari Reyhan, keduanya menjelajahi dunia lain, dan membasmi hantu - hantu yang jahat yang ingin mencelekai manusia yang tak bersalah.
Rayyandra Manggala seorang Casanova yang memiliki banyak kekasih, yang tak pernah percaya dengan dunia mistis atau dunia perhantuan dan selalu berfikir realistis.
Setelah pertemuannya dengan Lintang dunianya langsung jungkir balik, apalagi setelah nyawanya hampir melayang akibat dari makhluk yang tak kasat mata.
Selanjutnya saksi kan kisah keduanya ya.....dukung selalu karya author ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERTEMU DENGAN DUA PENJAGA LINTANG
Rain berjalan mengikuti Lintang untuk masuk ke rumah bak istana itu, Rain nampak tertegun dengan rumah Lintang yang begitu indah dan besar, Rumah Rain memang tergolong mewah, tapi rumah Lintang bak istana mewah.
Dari kejauhan terlihat seorang wanita cantik tersenyum lebar menyambut kedatangan Rain dan Lintang.
" Sudah sampai sayang " ucap wanita cantik itu setelah berada di dekat Lintang.
" Iya ma "'ucap Lintang dan memeluk mamanya.
Hanifah yang masih di dalam pelukan Hanifa tersenyum tipis pada pria tampan yang ada di belakang Lintang.
Rain pun terkesima dengan wanita cantik natural itu adalah mamanya Lintang.
" Pantas saja Lintang terlihat cantik alam, ternyata mamanya juga cantik " ucap Rain dalam hati.
Rain pun mengganguk pelan untuk menyapa mamanya Lintang.
" Siapa pria tampan ini ?" tanya Hanifa setelah pelukan mereka terlepas.
" Mama berani sekali nyebut pria lain tampan, mama nggak takut pria ini akan di lenyapin papa, bisa-bisa papa tantrum hebat, dan dia akan berakhir di kandang si belang " ucap Lintang sambil kepalanya mencari sosok papanya.
Hanifa terkekeh pelan.
" Aman, papamu belum pulang " sahut Hanifah.
" rumah ini dinding nya terconnecting dengan telinga papa ma " ucap Lintang.
" Kalau papa tantrum gampang tinggal panggilin kakek buyut mu ( kakek buyut Lintang adalah kakek Anwar kakeknya Hanifah, ayah dari Aswin ayahnya Hanifah, yang belum tahu baca karya Author yang berjudul TERDAMPAR DI PONDOK JANDA PERAWAN).
" hahaha benar,biar papa di masukin ke dalam hutan wingit lagi " ucap Lintang sambil tertawa pelan .
" Oh iya ma, kenalin ini Dokter Rain, dia bertugas di rumah sakit insan mulia, tangan kanannya Profesor Husein "'
Hanifah mengeryitkan dahinya sambil menatap ke arah Rain.
" Selamat sore Tante " ucap Rain sambil mengulurkan tangannya.
Hanifah tersenyum tipis.
" Jadi ini Dokter Rain yang sering di ceritakan oleh Profesor Husein, Dokter muda yang penuh prestasi " ucap Hanifah sambil membalas jabatan .
" Tante mengenal Profesor Husein?" tanya Rain.
" Mama juga dulu muridnya Profesor Husein, murid kesayangannya juga " sahut Lintang, Rain sejenak menoleh ke arah Lintang.
" Mama juga seorang Dokter, tapi mama tidak bekerja di rumah sakit, mama membuka klinik sendiri " ucap Lintang kembali.
Rain langsung menatap ke arah mamanya Lintang.
" Apa anda Dokter Hani, yang sering membuat ramuan obat-obatan herbal untuk menyembuhkan pasien nya " ucap Rain terlihat senang bertemu dengan Hanifah.
Hanifah tersenyum dan mengangguk pelan.
" Saya sering sekali mendengar cerita tentang anda, dan saya adalah pengagum berat anda, dan saya ingin sekali bertemu dan belajar dengan anda, tapi sayangnya sulit sekali untuk bisa bertemu dengan anda, ternyata anda terlihat lebih cantik dari yang para dokter ceritakan " ucap Rain.
" lepaskan tanganmu dan jangan berbicara seperti itu jika papa tahu, nasibmu akan berakhir di kandang si wolfin atau si belang" ucap Lintang sambil menarik tangan Rain yang masih menjabat tangan mamanya, Rain mengeryitkan dahinya mendengar ucapan Lintang.
Hanifa tersenyum lebar melihat Rain yang kebingungan.
" Ayo masuk, mama sudah siapkan obatnya, kalian sudah makan apa belum ?" ucap Hanifah.
" Benar juga, kita melewatkan makan siang kita, ayo kita makan, masakkan mamakku tiada duannya " ucap Rain sambil menarik tangan Rain.
Keduanya mengikuti langkah Hanifah menuju meja makan.
" Setelah kalian makan, kalian ambil daun Bidara sendiri ya di taman belakang, mama akan ambilkan obatnya dulu, nak Rain silahkan tidak udah sungkan " ucap Hanifah.
" Iya Dokter Hani, terima kasih banyak, maaf merepotkan " ucap Rain.
" Jangan panggil seperti itu, panggil seperti tadi saja " ucap Hanifah sambil berlalu meninggalkan mereka.
" Lin, apa tidak apa-apa kita meninggalkan Darren terlalu lama " tanya Rain.
" Tidak apa-apa, Darren sudah dalam pengawasan kakek Aswin, makanlah..." ucap Lintang.
Keduanya menikmati makan siang yang terlewatkan tak ada percakapan di saat mereka makan.
" Ayo kita ke belakang, akan aku ambilkan daun Bidara di belakang " ucap Lintang setelah mereka menghabiskan makanannya.
Keduanya berjalan ke belakang rumah, di sana Rain kembali di buat kagum dengan apa yang di lihatnya, sebuah taman yang sangat luas dan ada danau buatkan di belakang rumah, dan di kejauhan Rain melihat sebuah gerbang besar yang berdiri kokoh, dengan tembok yang berdiri tinggi hingga apa yang ada di dalam gerbang itu tidak terlihat, dan terlihat beberapa penjaga yang ada di sana.
" Ayo kita ke sana " ucap Lintang yang melihat Rain terus menatap ke arah hutan buatan papanya .
" Ah iya ayo..." ucap Rain .
Rain tertegun melihat sebuah rumah kaca yang berisi tanaman herbal .
" Ini taman mamaku, mama menanan semua jenis tanaman obat, baik dari Indonesia maupun dari negara lain " ucap Lintang.
" Pantas saja Profesor Husein selalu bangga saat menceritakan mamamu, aku sampai penasaran sejak dulu dan ingin sekali bertemu dengan Dokter Hani "
" Untuk menemui mama itu sangat sulit, karena harus melewati garda depan yang paling kuat dan berbahaya " ucap Lintang.
" Papamu "
" Yap "
" Aku pernah dengar cerita dari dokter Husein saat aku berniat untuk menemui Dokter Hani, profesor Husein bilang...terlalu sulit untuk bisa bertemu dengan Dokter Hanifah karena suaminya akan menyeleksi siapa saja yang ingin bertemu dengan Dokter Hani, dan harus bertemu dengan suaminya terlebih dahulu " ucap Rian.
Lintang terkekeh dan mengangguk.
" sebelum menemui mama, orang harus bertemu papa dulu, itu pun jika papa mengizinkan, papa akan ikut juga, apalagi yang ingin bertemu mama adalah seorang pria, papa akan ngintilin mama " cerita Lintang.
" Ternyata ada yang lebih parah dari papa " ucap Rain dengan tawa pelan .
Aumm...aumm.... saat Lintang hendak membuka pintu rumah kaca terdengar suara auman yang kencang.
Rain terkejut dan langsung berbalik ke belakang, mata Rain langsung terbelalak saat melihat satu harimau belang dan satu serigala putih berlari menuju ke arahnya.
Rain menarik lengan Lintang dan berjalan mundur selangkah.
Lintang tersenyum dan kemudian berjalan ke depan Rain dan kemudian merentangkan tangannya kemudian berjongkok.
Rain semakin terkejut saat kedua hewan buas itu langsung menerjang tubuh Lintang dan kemudian mengusap-usap kepalanya di tubuh Lintang dan Lintang mengusap lembut bulu badan mereka.
" Kalian merindukanku ya ..." ucap Lintang sambil terus mengusap-usap dua hewan itu.
" Gila... sebenarnya siapa Lintang ini...kenapa mainannya ekstrim sekali, kemarin bermain-main dengan hantu, sekarang dengan hewan buas, dan ia juga berasal dari keluarga yang sangat kaya " ucap Rain dalam hati.
" Lin..." gumam Rain yang tubuhnya masih terpaku dan sedikit bergetar.
Lintang menoleh ke belakang dan melihat wajah Rain yang terlihat pucat.
" Ah maaf, kenalkan ini si belang junior, dan ini si wolfin junior" ucap Lintang.
" Lin, kamu nggak salah mengenalkan ku dengan mereka " ucap Rain yang terus menatap ke arah si belang dan si wolfin junior.
######
Assalamualaikum readers HAPPY READING salam sehat selalu.
Jangan lupa jika suka dengan karya Author tinggalkan jejak cintanya ya, komentar dan vote juga jangan lupa Subscribe.
sukses kak Mia
cuma update nya jgn lama" dong biar ngga penasaran
Semoga Darren baik2 saja dan bisa sembuh..., Halalkan segera Lintang & Rain agar biasa sepenuhnya membantu keluarga besar Papa Ken... 💙💛💙💛😘😘😘😘
tebakan ku benar Rain jumpa dg Dio ,, mu kira stlh jumpa dg Dio , Rain bisa dpt izin , tp ttp saja TDK bisa ,,,, Dio terlalu posesif bgt 🤣🤣
apa indukan dari wolfin dan belang msh hidup , kak Mia ❓🤔
secara kn indukan nya dari zaman papa Dio msh muda 🤣
untung Rain gak sampai terkencing di celana Krn sangkin ketakutannya 🤣🤣🤣🤣
semoga Rain bertemu dengan Dion ,, psti mereka saling kenal 🤣
kini Ken dan Keyla yg TDK paham akan perkataan Lintang 🤣🤣
beruntung lintang datang tepat waktu ,,, JK Rain terlambat sampai di rumah mgk Daren sdh metong.
Alhamdulillah kakek Aswin dan pak Hafid datang membantu Lintang.
kmna yaaa kakek buyut Lintang ( kakek nya Hanifah ,,, aku lupa nama nya ) ❓🤔