NovelToon NovelToon
Penyesalan Suami: Mengejar Mantan Terindah

Penyesalan Suami: Mengejar Mantan Terindah

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Berbaikan
Popularitas:101.5k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Dalam hidupnya Arkana punya satu rasa penyesalan yang teramat sangat. Bahkan dia tidak tahu ketika berpisah dengan Kanaya, wanita itu sedang dalam keadaan hamil.

Sampai suatu hari Arkana bertemu kembali dengan Kanaya, mantan istrinya. Karena ingin menebus rasa bersalahnya, Arkana ingin rujuk dan membangun pernikahan yang sesungguhnya.

Namun, Kanaya yang masih menyimpan luka, enggan rujuk.

Apakah Arkana berhasil mendapatkan hati Kanaya kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Kegagalan demi kegagalan ternyata tidak membuat semangat Anaya surut. Justru gadis kecil itu semakin yakin bahwa dirinya harus berusaha lebih keras. Menurutnya, masalah terbesar Ayah dan Bundanya hanya satu, yaitu sama-sama terlalu keras kepala.

Sore itu, Anaya masuk ke kamar Arkana sambil memeluk buku gambar kesayangannya. Arkana yang sedang duduk di depan laptop langsung menoleh. Pria itu baru saja menyelesaikan rapat dan sedang membaca beberapa laporan pekerjaan.

"Ayah," panggil Anaya dengan nada lembut.

"Ya. Ada apa, Aya?" Arkana melepaskan kacamatanya lalu menatap putrinya. "Ada apa?"

Anaya berjalan mendekat lalu naik ke atas tempat tidur. Wajahnya terlihat sangat serius, seolah akan membahas sesuatu yang penting.

"Ayah harus kasih bunga."

Arkana mengangkat sebelah alisnya. "Bunga?"

Anaya mengangguk mantap. "Iya."

"Untuk siapa?" tanya Arkana heran.

"Ya, untuk Bunda. Biar romantis," jawab Anaya penuh semangat.

Arkana langsung tertawa kecil. "Memangnya Bunda suka bunga?"

"Tentu saja suka."

"Kata siapa?" tanya Arkana ragu. Karena dahulu dia belum pernah kasih bunga. Biasanya sering memberi makanan, seperti cokelat atau es krim.

"Kata aku."

Jawaban polos itu membuat Arkana kembali tertawa. Ia lalu mengulurkan tangan dan mengusap kepala putrinya pelan.

"Aya tahu dari mana kalau Bunda suka bunga?" tanya Arkana mulai bersemangat.

Anaya berpikir beberapa saat. "Soalnya bunga cantik. Bunda juga cantik."

Arkana sampai tidak bisa membantah logika sederhana itu. "Kalau begitu, Ayah harus beli bunga."

"Iya."

"Kalau Bunda enggak suka bagaimana?"

Anaya langsung menggeleng kuat-kuat. "Pasti suka."

Keyakinan yang begitu besar dari putrinya membuat Arkana akhirnya mengangguk pasrah. "Baiklah. Ayah coba."

Mendengar jawaban itu, Anaya langsung tersenyum lebar. Ia turun dari tempat tidur lalu berlari keluar kamar.

Di luar, Abinaya ternyata sudah menunggu. "Gimana?"

Anaya mengacungkan jempol. "Berhasil."

Abinaya mengangguk puas. Misi bunga resmi dimulai.

Sore harinya, saat pulang dari luar, Arkana benar-benar membawa setangkai mawar putih. Hanya satu tangkai bunga sederhana yang dibungkus kertas cantik.

Begitu masuk ke rumah, jantungnya justru berdegup lebih cepat dari biasanya. Padahal ia sudah bertahun-tahun memimpin rapat dengan nilai miliaran rupiah. Sudah terbiasa berbicara di depan ratusan orang. Namun entah kenapa, memberikan satu tangkai bunga kepada Kanaya terasa jauh lebih menegangkan.

Saat itu Kanaya sedang duduk di ruang tengah sambil memeriksa daftar pesanan katering untuk minggu depan.

"Aya."

Kanaya mengangkat wajah. "Iya, ada apa?"

Arkana berdiri canggung di depannya. Untuk beberapa detik pria itu bahkan lupa bagaimana cara berbicara.

Kanaya mulai mengernyit heran. "Ada apa?"

Arkana berdeham pelan. "Ini ... untukmu."

Kanaya menatap bunga yang disodorkan kepadanya. Beberapa detik berlalu tanpa suara.

Arkana mulai merasa keringat dingin muncul di telapak tangannya. Sementara itu, di balik dinding ruang makan, dua pasang mata kecil sedang mengintip penuh harapan.

"Ayo, Bunda..." bisik Anaya pelan.

Kanaya akhirnya menerima bunga itu..Ia memandang mawar putih tersebut beberapa saat. Jemarinya menyentuh salah satu kelopaknya dengan hati-hati.

"Terima kasih."

Hanya itu. Tidak ada senyum tersipu malu-malu. Atau pipi yang memerah merona. Tidak ada adegan romantis seperti yang dibayangkan Anaya.

Kanaya hanya mengucapkan terima kasih dengan nada datar, lalu kembali melihat dokumen di tangannya.

Senyum Anaya mulai goyah. Namun gadis kecil itu masih berusaha optimis.

"Mungkin nanti," bisiknya kepada Abinaya.

Sayangnya harapan itu tidak bertahan lama.

Beberapa menit kemudian Kanaya berdiri sambil membawa bunga tersebut ke ruang tamu. Di sana ada vas bunga kosong.

"Kalau ditaruh di sini pasti lebih bagus."

Anaya yang masih mengintip dari balik pintu langsung membeku. Matanya berkedip beberapa kali. Lalu perlahan menoleh kepada Abinaya. Kembarannya itu juga terlihat sama terkejutnya.

Beberapa detik kemudian, Anaya menepuk dahinya sendiri beberapa kali. "Ya ampun ...!"

"Misi gagal," gumam Abinaya.

"Gagal total."

Malam harinya, dua anak kecil itu duduk lesu di ruang keluarga. Biasanya mereka selalu ribut dan tertawa, tetapi malam itu suasananya berbeda. Keduanya terlihat seperti dua prajurit yang baru pulang dari medan perang setelah mengalami kekalahan besar.

Anaya merebahkan tubuhnya di atas sofa sambil memeluk bantal. "Aku capek."

"Aku juga," sahut Abinaya yang duduk di karpet.

Anaya menatap langit-langit rumah dengan wajah putus asa. "Kok susah banget, sih?"

Abinaya menghela napas panjang. "Iya."

"Padahal Ayah baik. Bunda juga baik."

"Iya."

Anaya menoleh ke arah saudara kembarnya. "Terus kenapa enggak baikan?"

Kali ini Abinaya tidak langsung menjawab. Anak laki-laki itu terdiam cukup lama. Ia memang masih kecil, tetapi beberapa bulan terakhir membuatnya memahami bahwa urusan orang dewasa ternyata jauh lebih rumit daripada yang ia bayangkan.

"Aku enggak tahu," jawab Abinaya pelan.

Anaya kembali menghela napas panjang.

Saat itulah Shaka muncul dari dapur sambil membawa semangkuk besar keripik singkong hangat. Begitu melihat wajah kedua anak itu, langkahnya langsung melambat.

"Loh?" Shaka duduk di sofa. "Ada apa ini?"

Anaya hanya mendesah.

"Kok mukanya kayak habis gagal ujian?" lanjut Shaka sambil menahan senyum.

Anaya langsung bangkit duduk. "Om!"

"Hm?"

"Kita butuh bantuan." Tatapan Anaya memelas.

Shaka tertawa kecil. "Bantuan apa?"

Anaya menunjuk dirinya sendiri lalu menunjuk Abinaya. "Kita mau nyatuin Ayah sama Bunda."

Shaka yang sedang memasukkan keripik ke mulut hampir tersedak.

Abinaya ikut mengangguk serius. "Kami sudah coba banyak cara."

"Tapi gagal terus," sambung Anaya dengan wajah sedih.

Shaka memandangi keduanya bergantian, lalu tiba-tiba ia tertawa. Awalnya pelan, kemudian semakin keras sampai bahunya berguncang.

"Ya ampun..."

"Om jangan ketawa," protes Anaya.

"Iya," timpal Abinaya. "Kami serius."

Shaka buru-buru mengangkat kedua tangan. "Oke. Oke. Maaf."

Anaya langsung merangkak mendekat. "Om bantu, ya?"

Shaka menatap wajah penuh harapan itu. Lalu, ia melirik Abinaya yang juga sedang menunggu jawaban. Perlahan senyum jahil muncul di wajahnya. Senyum yang biasanya muncul setiap kali ia mendapat ide aneh.

"Hm ... Om ada sih ide yang bagus," bisik Shaka.

Anaya dan Abinaya langsung maju sedikit. "Apa?" tanya mereka kompak.

1
Rahma Inayah
ada apa ni knp kakek Arjuna panggil Kanaya laila apakah ada hub dgn Kel Arkana
Rahma Inayah
GK kenapanapa Nay krim baik mlh km nnt akan merasa byk yg sayg dan peduli SM km juga ank2 mu jg pasti senang
Sry C'cipit Tea
kita tunggu up ny ka
Bunda Idza
next bakal terkuak asal usul Kanaya pasti!!
Khadijah
segera lanjutan nya ya thor
Mawar
penasaran lnjut kak.
Ita rahmawati
kakek kenal sprtinya SM keluarganya Kanaya,, SM ibunya mungkin 🤔
Uba Maoludin
bagus 👍👍👍
Uba Maoludin
rahasia apa yang disembunyikan kakek Arjun 🤔🤔🤔
Khadijah
tetap berharap Kanaya dan Arkana bersatu kembali
SasSya
siapa???
mungkinkah ibu Kanaya?
Khadijah
banyak sudah saya baca novel kamu .. mudah"an suka dengan cerita" nya selamat ya.. terus lah berkarya 💪💪
vania larasati
lanjut
LibraGirls
bujan nya salah dewe yang lgsg pergi dr rumah 🙊 coba pake kepala dingin wemua tu gk akan terjadi ngadapin sediri
Setyowati Setyowati
lanjut yuk💃💃
Kar Genjreng
aku percaya kalau anak anak mudah di dekati ayah nya biasanya anak perempuan,,,
Fa Yun
sepertinya kakek tau ortunya kanaya
Marlina
semangat terus kak
Noor hidayati
kakek arjuna sepertinya mengetahui sesuatu,tabir mulai tersingkap siapa orang tua kanaya,makin seru thor
Ummee
siapa Laila?
akankah identitas Kanaya akan terungkap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!