NovelToon NovelToon
Clean Off

Clean Off

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Nomella Kamiyama, mahasiswi pindahan dari New York, tiba di California dengan satu misi: mempertahankan kesempurnaan hidupnya—mulai dari penampilan, kecerdasan, hingga kontrol diri yang absolut.
Namun, panggung sempurnanya terusik oleh kehadiran Zeus Sterling, pria paling populer di kampus yang dikenal sangat hangat, narsis, dan gemar menebar pesona.
Di mata Nomella, Zeus hanyalah gangguan visual yang "sok ganteng," sementara bagi Zeus, Nomella adalah tantangan bagi egonya yang setinggi langit.
Namun, di balik senyum menawan dan keramahan yang luar biasa, Zeus menyimpan rahasia kelam. Ia adalah pria yang aslinya dingin dan hancur, yang kini hidup dalam "identitas" kakaknya, Zayn, yang tewas dalam kecelakaan balap tragis. Zeus menolak semua wanita dan hanya ingin langsung menikah, sebuah bentuk duka ekstrem yang ia jalani demi memenuhi ekspektasi orang tuanya dan dunia.
Ketegangan memuncak saat Nomella mulai membongkar topeng Zeus, memicu sisi gelap sang pria yang berbahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perdebatan sengit

Lampu parkiran kampus mulai menyala satu per satu, menciptakan bayangan panjang yang muram di aspal. Sandiwara "Pasangan Sempurna" yang dimainkan sepanjang hari itu akhirnya mencapai titik jenuh.

Di depan publik, mereka adalah calon orang tua yang romantis; namun begitu pintu Mercedes-Benz putih milik Nomella tertutup rapat dan mesin menderu, atmosfer di dalam kabin mewah itu berubah menjadi medan perang yang penuh kebencian.

Pegangan tangan yang tadi terlihat sangat protektif dilepaskan dengan sentakan kasar oleh Zeus. Tatapan hangat yang dipujanya oleh seluruh kampus menguap, digantikan oleh sorot mata sekelam lubang hitam.

"LEPAS!" bentak Zeus, meskipun Nomella bahkan sudah tidak menyentuhnya. Ia mengusap telapak tangannya ke celana jeans-nya seolah-olah baru saja menyentuh racun. "Kau benar-benar memuakkan, Nomella. Aktingmu, wajahmu, aromamu... semuanya membuatku ingin muntah."

Nomella tidak tinggal diam. Ia mencengkeram kemudi dengan buku jari yang memutih, menoleh ke arah Zeus dengan tatapan menghina.

"Aku memuakkan? Kau yang menjijikkan, Zeus! Kau berdiri di sana, di depan semua orang, memberikan pertunjukan sebagai calon ayah yang peduli, padahal di dalam kepalamu hanya ada pikiran kotor dan rencana busuk. Kau itu sampah yang dibungkus kertas kado emas!"

"Aku sampah?" Zeus tertawa hambar, sebuah tawa yang terdengar sangat dingin dan menusuk. "Lalu kau apa? Wanita yang semalam datang ke apartemenku, menciumku seperti pelacur yang haus, lalu tiba-tiba mengeluarkan senjata pembalutmu? Kau hampir membuatku menggigit benda itu, Mella! Kau menggunakan kelemahan pria dengan cara yang paling rendah yang pernah aku lihat!"

"Itu namanya perlindungan diri!" balas Nomella, suaranya naik satu oktav.

"Kau yang mulai menyerangku di Parkiran , ditoilet, kau yang meremas dadaku sampai nyeri, dan kau pikir aku akan diam saja? Aku memberimu pelajaran agar kau tahu bahwa tubuhku bukan mainanmu!"

"Dan sebagai balasannya, kau membuatku terlihat seperti pria gila yang memuja selangkanganmu sepanjang hari di kantin?" Zeus mendekatkan wajahnya ke arah Nomella, rahangnya mengeras hebat.

"Aku terpaksa mengatakan kau hamil hanya untuk membungkam mulut George yang terus bertanya hal-hal medis yang bodoh karena ulahmu!"

Nomella tertawa sinis, sebuah tawa yang sangat meremehkan. "Drama kehamilan itu murni kebodohanmu, Zeus. Kau yang mulai, kau yang menjebak dirimu sendiri. Dan bagian yang paling lucu? Kau bicara seakan-akan kau benar-benar bisa membuat anak. Hah! Pria pengecut yang hidup di bawah bayang-bayang kakaknya sendiri mana mungkin punya nyali untuk benar-benar menjadi seorang pria di atas ranjang."

Wajah Zeus memerah padam. Hinaan itu menghantam egonya tepat di titik paling sensitif. "Apa kau bilang? Aku tidak punya nyali?"

"Ya! Kau hanya bisa menggertak," tantang Nomella, matanya berkilat penuh kemenangan.

"Lagipula, kalaupun—dalam mimpi burukku yang paling gila, aku benar-benar hamil anakmu, aku kasihan pada anak itu. Dia pasti akan mewarisi gen pengecutmu. Dan oh, lihatlah tanganmu..." Nomella meraih tangan kanan Zeus, mengangkatnya di depan wajah pria itu dengan gerakan menghina. "Jari-jarimu ini... sepertinya mereka terlalu pendek untuk bisa memberikan kepuasan apa pun. Anak itu nanti pasti akan malu memiliki ayah dengan jari-jari yang tidak berguna seperti ini."

Keheningan yang mencekam menyelimuti kabin mobil itu selama beberapa detik. Zeus menarik napas dalam-dalam, kemarahannya mencapai titik didih yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Hinaan Nomella tentang jari-jarinya benar-benar konyol, namun sangat efektif menghancurkan martabatnya.

"Apa kau bilang? Jariku pendek?" Zeus mengulang kalimat itu dengan suara yang sangat rendah, hampir seperti geraman predator.

Tiba-tiba, dengan gerakan yang terlalu cepat untuk diantisipasi Nomella, Zeus menarik tangan gadis itu dan menguncinya ke belakang jok. Ia condong ke depan, mengurung Nomella dengan tubuhnya yang besar, hingga wajah mereka hanya berjarak satu inci.

"Kau ingin tahu seberapa panjang jari-jariku, Mella?" Zeus menatap langsung ke dalam mata Nomella yang kini mulai menunjukkan kilatan panik. Ia mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya tepat di depan bibir Nomella.

"Jangan pernah meremehkan apa yang bisa dilakukan tangan ini padamu. Kau bicara soal anak, soal tidur, soal kepuasan... Kau ingin aku membuktikannya sekarang? Di parkiran ini?"

Nomella mencoba membuang muka, namun Zeus mencengkeram rahangnya dengan tangan yang lain.

"Lihat ini, Nomella," desis Zeus, suaranya sarat dengan nada gelap yang membuat bulu kuduk Nomella meremang. "Jariku ini... kalau kau tidak menjaga mulut lancangmu itu, aku bisa memastikan mereka masuk begitu dalam hingga menyentuh lambungmu. Aku akan membuatmu lupa bagaimana caranya bicara, dan hanya memberimu ruang untuk memohon ampun."

Nomella menegang. "Kau... kau hanya menggertak, Zeus. Lepaskan aku, kau gila!"

"Aku memang gila, kan? Itu yang kau katakan pada semua orang semalam," Zeus tertawa tipis, sebuah senyuman yang tidak sampai ke mata. "Jadi jangan terkejut jika orang gila ini melakukan hal-hal yang tidak masuk akal pada tubuhmu yang 'sempurna' ini. Kau ingin bermain kotor soal selangkangan dan tidur? Mari kita lakukan. Tapi jangan menangis saat kau menyadari bahwa jari pendek yang kau hina ini adalah satu-satunya hal yang bisa membuatmu bertekuk lutut."

Zeus melepaskan cengkeramannya dengan sentakan kasar, membuat kepala Nomella terbentur sedikit ke jendela. Ia merapikan kemejanya, menarik napas panjang untuk menetralkan adrenalinnya yang meluap.

"Keluar dari mobilmu, Mella. Aku muak menghirup udara yang sama denganmu," perintah Zeus dingin.

"Ini mobilku, bodoh! Kau yang keluar!" maki Nomella sambil mengusap rahangnya yang terasa nyeri.

Zeus tertegun sejenak, menyadari kekonyolannya karena emosi yang meluap. Tanpa kata lagi, ia membuka pintu mobil dan melompat keluar, membantingnya dengan kekuatan yang membuat seluruh mobil berguncang.

Nomella menatap punggung Zeus yang berjalan menjauh di bawah lampu parkiran yang remang-remang. Tangannya gemetar saat ia memegang kemudi.

Pertengkaran tadi benar-benar konyol, kasar, dan jauh dari citra elegan yang selalu ia jaga. Namun di balik rasa terhina itu, ada ketakutan baru yang merayap: Zeus Sterling bukan lagi sekadar pria yang memakai topeng. Dia adalah bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak dan menghancurkan segala hal yang Nomella miliki—termasuk kendali atas dirinya sendiri.

"Brengsek kau, Zeus," bisik Nomella pada kesunyian mobilnya. "Jarimu... aku akan memastikan jari itu patah sebelum sempat menyentuhku lagi."

Di luar, Zeus berjalan menuju mobilnya sendiri dengan langkah lebar. Pikirannya masih kacau. Hinaan Nomella tentang fisiknya terus berputar di kepalanya. Ia tidak pernah merasa sehina ini sebelumnya, dan yang paling membuatnya marah adalah kenyataan bahwa Nomella Kamiyama adalah satu-satunya orang yang bisa memancing keluar sifat aslinya yang paling kasar dan paling primitif.

Malam itu di California, perang mereka telah bergeser dari sekadar rahasia masa lalu menjadi pertarungan fisik dan mental yang jauh lebih intim dan berbahaya.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!