"jangan om, aku masih perawan, "!! kata seorang gadis yang sudah berada di bawah kungkungan seorang laki laki tampan ,namun terlihat bagitu arogan.
"siapa yang menyuruhmu kesini ,"! sahut laki laki tersebut dengan suara yang terdengar paro, sambil menahan sesuatu yang sudah ingin meledak saat itu juga.
"om, jangan macam-macam atau aku tendang itu ular arab mu ya"!! ancam gadis tersebut yang masih mencoba mempertahan kan dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 13
"Kita mau makan dimana,boss"
"Caffe x"!
"Baik boss"!.Jo pun akhinya melajukan mobil nya menuju cafe x,yang malam itu nampak ramai pengunjung.
"Ck, bilang saja mau ketemu nona clara,bukankah semalam sudah bersamanya ya"! Geruntu jo dalam hati sambil membukakan pintu mobil untuk devan.
" Pelanggan vip"! Bisik bisik para karyawan saat melihat langkah devan dan jo memasuki cafe tersebut .
"Kalau yang ini tips nya tidak kaleng kaleng mah"! Sahut rini pelayan paling centil di cafe tersebut.
"Hemmmm, biar aku saja yang menawarkan pesanan"! Srobot rini sambil meraih buku menu yang di bawa tania.
"Dasar mak lampir"! Sahut tania kesal.
"Permisi tuan ,silahkan "! Kata rini sambil meletakan buku menu di hadapan jo dan devan.
Namun mata devan masih menelisik ke setiap penjuru cafe seperti mencari sesuatu .
"Dimana dia ,apa dia tidak masuk kerja"! Gumam devan saat matanya tidak menemukan keberadaan clara disana.
"Boss itu nona clara"! Bisik jo yang melihat clara keluar dari arah yang menuju kitchen.
"Aku ingin di yang melayaniku"! Kata Devan sambil menunjuk clara yang baru saja keluar.
"Apaa"!! Sahut rini dengan mata membulat sempurna .
"Apa kau budek,nona"! Kata jo sambil menatap kearah pelayan cafe yang masih bengong.
"I-iya tuan"! Rini pun segera beranjak dari tempatnya dan berjalan menghampiri clara.
"Meja vip no 7 memintamu untuk melayani mereka"! Kata rini dengan ketusnya .
"Haaah"..
"Haaa,hee,haa, hee"! Sahut rini kesal sambil menarik lengan clara begitu saja .
"Dasar nini lampir ,sabar cla ,orang tajir yang makan pasti dapat tips banyak". Bisik tania kepada clara .
"Waah benarkah "!
Emmmm"! Sahut tania sambil mengangguk mantap.
"Baiklah kalau begitu."
"Jangan lupa bagi hasil cla"! Kata rini sebelum clara beranjak dari tempatnya.
Clara hanya mengangkat satu jempolnya ke udara .
"Awas saja kau anak baru"! Geruntu Rini kesal plus malu menjadi satu.
"Permisi ,silah----"!! Ucapan clara pun menggantung di udara saat melihat seseorang yang tidak asing baginya.
"Dengan senang hati,baby"! Kata devan sambil meraih buku menu dan mulai melihatnya..
"ya tuhan, ingin sekali muntah aku rasanya mendengar ucapan boss ku barusan"! Gumam jo di dalam hati sambil menundukan kepalanya dengan wajah yang memerah .
Sedangkan clara sudah memalingkan wajahnya karena malu.
"Berikan aku makanan dan minuman terenak di caffe ini" ucapan Devan dengan mata masih menatap kagum kepada gadis cantik dengan kuncir kuda tersebut.
"Baik tuan"! Sahut Clara dengan jantung yang sudah dag dig dur.
"Apa maksudnya coba dia makan disini,atau memang sengaja ya"! Gumam clara dalam hati sambil meletakan kertas pesanan diatas meja saji.
Tring.
5 menit berlalu pesanan yang di minta devan sudah siap.
"Tan,bantu aku"! Kata clara yang melihat tania kelihatan nganggur.
"Okey"! Akhirnya clara dan tania pun membawa nampan yang berisi makanan pesanan devan dan jo.
"Silahkan tuan"! Kata clara sambil meletakan makanan tersebut di hadapan devan.
"Aku ingin kamu menemaniku makan"!
"Kau gila ya, "! Pekik clara yang sudah nampak kesal dengan laki laki tampan di hadapannya itu.
"Dugh"!!.
"Jangan bodoh cla"! Bisik Tania sambil menyenggol lengan clara begitu saja.
"Apa sih"! Sahut clara matanya yang sudah melirik tajam ke arah tania.
"Jo,panggilkan riky,suruh dia memecat gadis ini"! Kata devan yang mampu membuat mata clara dan Tania ingin lepas dari tempatnya.
"Duduklah cepat cla,dari pada di pecat oleh pak Riky "! Sahut Tania sambil menarik kursi dan mendudukan clara dengan kasar di kursi tersebut.
"Si-silahkan tuan nikmati makan malam anda"! Kata tania lalu berjalan cepat meninggalkan clara yang masih duduk di meja vip tersebut.
"Gila , tampan tampan berhati iblis,dasar psikopat tampan "! Oceh tania sambil mengelus dada nya sendiri.
Clara duduk dengan wajah kesalnya menatap dua laki laki yang sedang menikmati makan malam mereka.
"Apa kamu yakin tidak ingin makan malam bersamaku"! Tanya devan sekali lagi .
"Tidak"! Sahut clara dengan ketus .
Devan hanya menaikan kedua bahunya singkat mendengar jawaban dari clara.
Hampir satu jam clara menemani devan dan jo makan di ruang vip tersebut tidak ada percakapan bahkan hanya decingan sendok yang beradu pada piring keduanya.
"Apa makan malam anda sudah selesai,tuan"!
"Apa kamu berniat mengusir ku"! Sahut Devan.
"Tidak saya hanya bertanya".
"Oooh".
"Jangan membereskan nya sendiri panggil temanmu untuk membantumu"! Sergah devan saat clara akan membereskan piring sisa makan devan dan jo.
"Tidak masalah,saya bisa sendiri,tuan"!
"Jangan ngeyel". Celetuk devan yang tak ingin ada penolakan.
Dengan helaan nafas berat clara pun beranjak dari duduknya dan kembali memanggil tania.
"Cla,apa kamu mengenal mereka "! Tanya tania saat sedang membawa piring kotor keluar dari ruang vip tersebut .
"Yaaa"!!
"Gila kau ,dari mana kau mengenal orang kaya seperti tuan devan"! .
"dari tv". Sahut clara asal.
"Anjir,aku kira kenal beneran cuk"!pekik tania yang tidak jadi heboh seketika.
" Sudah kamu antarkan makanan ini kemeja tadi"!
"Ogah ah , tampan sih tapi serem" sahut tania menolak secara terang teranga.
Ck"!! Akhirnya Clara kembali sambil membawa kan sebuah puding untuk devan dan jo.
"Silahkan"!! Clara pun kembali meletakan makanan di atas meja di depan devan.
"Tring"!.
Bunyi m- banking pada ponsel clara.
Segera clara mengambil benda pipih tersebut dengan mata membulat sempuna saat melihat nominal yang masuk di ponselnya.
"2 juta" gumanya pelan.
"Bayar makan ini dan sisanya tips untuk mu"! Kata devan sambil meraih puding dan kulai menyuapkannya ke dalam mulutnya.
"Orang kaya mah bebas," kata clara lirih sambil berjalan keluar meninggalkan ruang vip tersebut.
1 jam setelah kepergian devan dari caffe nampak mulai sepi dan tak berselang lama tutup.
Clara dan Tania beriringan berjalan menuju kosanya .
"Aku lelah sekali"! Gumam clara sambil sesekali memijat tengkuknya sendiri.
"Jo pesankan makanan untuknya"! Kata devan dari kursi penumpang di belakang Jo.
"Baik boss"!! Jawab jo dengan cepat meraih benda pipih di saku celananya dan mulai memesankan makanan sesuai perintah bossnya.