NovelToon NovelToon
Malam Yang Tak Terlupakan Dengan Pak Presiden

Malam Yang Tak Terlupakan Dengan Pak Presiden

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Violetta Gloretha

"Jawab jujur pertanyaan saya, apa kamu orang yang tidur dikamar hotel saya?" tanya Kaivandra Sanzio Artamevia.

Seana Xaviera Levannia menatap mata pria berbahaya itu, sebelum akhirnya perlahan&amp melangkah mundur. "B-bukan saya kok Pak--"

..

Kaivandra Sanzio Artamevia, seorang pria yang paling dikenal di kota ini. Di pria kejam dan haus darah dengan kecenderungan menggunakan metode brutal, dan tidak menusiawi. Tidak ada wanita yang berani mendambakannya, meskipun Zio diberkahi dengan penampilan yang tampan.

Tanpa diduga, seorang wanita berhasil tidur dengannya ketika dia sedang dalam keadaan mabuk! Ketika Zio mengacak-acak seluruh dunia hanya untuk mencari wanita misterius itu, dia baru menyadari bahwa tubuh sekretarisnya semakin berisi.

Apakah kebenaran yang selama ini ditutup rapat-rapat, akan terbongkar lewat kecurigaan Zio?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Gloretha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7

Seana dan Velia yang awalnya hari ini berencana untuk berbelanja. Namun, setelah mengetahui bahwa Sanzio masih mencari tahu tentang siapa sosok wanita dari malam itu, membuat Seana dan Velia kehilangan minat untuk berbelanja. Mereka memutuskan untuk kembali ke apartemen Seana dengan perasaan yang lesu.

Begitu masuk, Velia langsung merebahkan dirinya ke sofa besar di kamar tidur Seana. Lalu berkata. "Apa ngga lebih baik lo berhenti kerja aja dari sana?."

Seana menoleh kearah Velia sembari melemparkan tasnya begitu saja. Kemudian mendudukkan dirinya diatas tempat tidurnya. "Vel, aku jelas ngga bisa lah. Kan kamu tau aku masih punya cicilan kpr bulanan, enam juta. Aku ngga mampu kalo berhenti kerja gitu aja."

Raut wajah Velia menjadi muram. Dia memeluk bantal ke dadanya dan meremasnya beberapa kali, tetapi mendapati bahwa itu tidak berhasil menenangkannya.

"Kenapa rumah itu ngga dijual aja? Dengan begitu lo ngga akan punya cicilan lagi, iya kan?." Saran Velia.

Jika Seana tidak perlu membayar cicilan rumahnya, dia tidak akan takut berhenti dari pekerjaannya. Dan setelah Seana berhenti dari perusahan Kaivandra Internasional Group, Velia tidak akan terlibat dengan masalah ini lagi. Meskipun pemikiran ini agak terdengar egois, setidaknya salah satu dari mereka bisa selamat dari situasi ini.

"Rumah itu belum segenap satu tahun aku beli. Dan dari prosedurnya, aku belum bisa jual rumah itu gitu aja." Kata Seana.

Dikota ini, seseorang harus memegang hak atas properti selama dua tahun penuh sebelum dapat menjualnya.

Mendengar hal itu, Velia langsung putus asa.

Sementara Velia sendiri memiliki cicilan hipotek bulanan sebesar sepuluh juta rupiah yang harus dibayar setiap bulannya. Namun, semua kartu kreditnya telah disita oleh ayahnya. Ayahnya mengatakan kepadanya bahwa Velia tidak diizinkan pulang ke rumah sampai dia berhasil mendapatkan informasi yang berguna dari Kaivandra Internasional Group.

Meskipun Velia berasal dari keluarga kaya, dia terpaksa membiayai kebutuhan hidupnya sendiri.

Bagaimana pun, ini berarti Velia atau pun Seana tidak mampu untuk berhenti dari pekerjaan mereka masing-masing. Mereka saling bertukar pandangan, terlihat khawatir. Sementara jantung mereka berdebar kencang.

Setelah mempertimbangkannya, mereka memutuskan bahwa yang terbaik saat ini adalah menyembunyikan kebenaran itu dari Sanzio.

"Kalo gitu, lo harus berhati hati banget ketika ada didekat Pak Zio. Tingkah lo, cara lo bersikap, sekarang lo harus perhatiin itu. Oke, Seana?."

Seana tiba tiba tersenyum ceria. Sepertinya sesuatu baru saja terlintas di benaknya. "Aku punya ide! Aku bisa  minta pindah departemen!."

Velia mengernyitkan dahinya, mengetahui bahwa ide itu percuma saja. "Emangnya lo udah lupa Pak Zio sendiri yang sengaja mindahin lo dari departemen penjualan, supaya lo kerja sebagai asisten pribadinya yang ke dua?."

Seana awalnya bekerja sebagai karyawan biasa di departemen penjualan di Kaivandra Internasional Group. Tetapi disuatu hari, Sanzio mengamatinya dan tiba-tiba menghubungi departemen sdm agar memindahkan Seana untuk bekerja sebagai asistennya.

Pada saat itu, semua karyawan, terlebih karyawan wanita di perusahan mengira bahwa Sanzio menyukai Seana. Dan beberapa orang juga mengatakan bahwa Sanzio dan Seana diam-diam memiliki hubungan asmara. Tetapi belakangan ini, meski isu dan rumor itu masih terus terdengar, beberapa dari mereka mulai menyadari bahwa Seana memang sangat pandai dalam pekerjaannya. Hubungan Seana dan Sanzio hanyalah sebatas profesional, sehingga rumor tersebut mereda dengan sangat cepat.

Namun, meskipun hubungan Seana dan Sanzio hanya bersifat profesional, Sanzio secara pribadi meminta agar Seana dipindahkan ke bagiannya. Jika Seana tiba tiba mengajukan permohonan pemindahan departemen, maka departemen SDM mungkin tidak akan menyetujui permintaan itu begitu saja.

Raut wajah Seana berubah menjadi muram, setelah di ingatkan hal tersebut oleh Velia. "Terus aku harus gimana ini?." Memikirkan Sanzio yang sedang mencari informasi mengenai wanita yang tidur dengannya dimalam itu, membuat Seana tidak bisa membayangkan bagaimana dirinya akan menghadapi Sanzio dimasa depan.

"Cuma ada satu hal yang bisa lo lakuin buat saat ini. Lo harus pinter berpura-pura ngga ada yang terjadi." Saran Velia.

"Tapi Vel, aku selalu dibuat ketakutan. Aku juga takut, kalau ketakutan aku justru yang bikin masalah ini jadi semakin ribet!." Seana tiba tiba menangis. Dia benar-benar terlihat menyedihkan saat ini.

Velia tidak mengerti apa yang membuat Sanzio berpikir ingin memindahkan Seana menjadi asisten pribadinya sejak awal. Wanita itu mendengus. "Kalo ditanya, gue juga takut, Seana. Karena kalo gue jujur, kalo Pak Zio sampe tau cewek yang tidur sama dia di malam itu, gue juga akan terseret masalah sama kayak lo. Jadi, lo harus berusaha tenang."

Setelah berdiskusi, mereka menyimpulkan bahwa tidak ada pilihan lain. Mereka hanya bisa bertahan dan berharap yang terbaik untuk diri mereka masing-masing.

Untuk menghibur Seana, Velia mengajaknya pergi makan ke restoran dan mentraktirnya semua makanan yang lezat. Dan keesokan harinya, Velia berhasil membujuk agar Seana mau berangkat bekerja.

...

Suasana di perusahaan sangat ramai pagi ini. Sepertinya para karyawan berbondong-bondong untuk masuk kerja. Seana menunggu beberapa putaran, tetapi antrean masuk lift tetap saja padat, padahal ada 4 lift karyawan dan 1 lift khusus untuk presiden.

Seana mengecek jam di ponselnya, dan menyadari bahwa dirinya akan terlambat masuk kerja hari ini!

Seana merasa cemas, apalagi ketika mengingat bahwa Sanzio selalu datang setengah jam lebih awal ke kantor setiap harinya. Wanita muda itu menggertakkan giginya, berdesakan, dan memutuskan dengan berjalan menuju lift khusus presiden yang sepi.

Lift mulai naik dari basement. Saat pintu terbuka dengan bunyi "Ding", Seana melangkah masuk tanpa melihat kedepan. Namun, ketika dia mendongak karena melihat sepatu, saat itu juga dia bertatap muka dengan seseorang didalam lift, yang membuat jantungnya berdebar kencang.

"Pak Zio!."

Oh astaga, apakah kali ini Sanzio akan mengampuni Seana? Dia sudah lancang masuk ke dalam lift khusus, dan langsung ketahuan oleh pemilik lift nya?

Sementara itu, Sanzio hanya menatap dengan tatapan dinginnya dan tidak mengatakan sepatah kata pun.

Seana menelan salivanya. "Saya minta maaf, Pak." Katanya, lalu membungkuk memberi hormat, sebelum akhirnya berbalik dan hendak meninggalkan lift tersebut.

Namun, tepat ketika Seana akan melangkah, Dia mendengar suara Mike yang memanggilnya. "Seana, kamu mau kemana? Masuk aja ngga apa-apa. Lift yang lain penuh. Kamu nanti terlambat."

Mike sedari tadi memang berdiri dibelakang Sanzio. Mungkin, dia berangkat ke perusahaan bersama Sanzio. Dan begitu melihat Sanzio tidak keberatan dengan keberadaan Seana, Mike pun memanggilnya.

Mike juga tahu bahwa Seana takut pada Sanzio. Meski Seana sudah bekerja lama menjadi asisten pribadi Sanzio, namun Seana rupanya gagal untuk akrab dengan Sanzio seiring berjalan waktu, sebaliknya wanita muda itu justru semakin takut saja dengan Sanzio.

1
Yessi Kalila
Melani dalam bahaya.... ngga tau siapa Seana sekarang .... seenaknya nyuruh2
Yessi Kalila
wkwk.... lugu banget sih Seana... 🤣🤣🤣
Lisna
lanjutt thorr...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!