Bayangin kalo kamu jadi Aku?
Aku punya sepupu di pesantren namanya Fattah!? dia itu populer banget di pondok guys! tapi anehnya Aku dan Fattah begitu terikat sampai banyak mata melihat ngiranya kita adalah pasangan Sah?
penasaran?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon camamutts_Sall29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terbongkarlah Semua {4}
January yang dingin🥶
next?
...
Aku merasakan sesak di dada tapi aku bingung mau mengatakannya kaya gimana ke Marissa dan Putri?
Di kamar Aku merasa saat ini wajahku sedang tidak baik baik saja. wajahku masam mata bengkak bola mata merah.
hari ini memasuki Curah musim hujan juga ulang tahun Fattah masih belum berakhir.
Pukuk 17;40 PM.
"Ri? kamu kenapa?"
Aku menoleh ternyata itu Marissa.
"Marissa... kamu tau ga?"
Namun Aku mengurung ucapannya karrna Marissa suka sama Fattah.
Bagaimana nanti Marissa membenciku? atau berbuat jahat sama Fattah?
"Tau apa? kok kamu diem? Apa yang buat kamu nangis kaya gini Ri?"
"Aku bohong aja kali ya?" bathinku.
"Ri? Astagfirullah melamun!?"
Aku terkejut. "anuu... tadi ohh iyaa Aku suka sama Nathan!"
Aku tersentak.
Tunggu dulu? kenapa Nathan sih?
Marissa terkejut. dan menepuk sebelah pipinya reflek.
"Apa Riana ga tau ya Nathan resek itu padahal lagi deketin dia pas ngambil kerupuk kemaren malam?"
bathin Marissa.
"Wihhh Putri kaget sih nanti..."
jawab Marissa.
Masuklah Putri ke kamar terlihat Habis mandi dan menyisir rambutnya.
"Ihhh Kamu kenapa Ri?" tanya Putri.
"Dia nangis karna suka sama Nathan!?" Marissa keceplosan.
Walau ada beberapa santriwati menyadari dan menoleh ke arahku semua.
"Bukannya kamu??"
Aku menggeleng ke putri.
Putri paham Aku suka sama Fattah tapi Marissa tidak boleh membenciku juga benci Fattah.
"Btw aku mau bicara berdua sama Putri bentaran ya?"
Marissa mengangguk."oke Aku juga mau mandi mumpung kamar mandi kosong."
****
Di luar asmara tepatnya bagian mau ke arah kantin Pesantren. udah lewatin Asrama perempuan lebih tepatnya mau ke gedung utamanya.
"Kenapa Ri?"
"Aku ciuman sama Fattah."
Putri terkejut.
"Istigfar Riana! kamu ga bercanda kan? seriusssss?"
"Astagfirullahhal azimmm, Aku serius. kita berdua sama sama di hasut setan Put, Aku ga nolak tapi Fattah yang mau akunya ikut aja."
"Aduh Ri... kalo Hamdan tau gimana ya?"
"Kenapa sama Hamdan?" kataku.
"Hamdan tuh suka sama kamu! Aku jadinya benci dia, ga tau deh benci banget."
"Put... kamu boleh ga suka balik sama sifat Hamdan ya, tapi jangan naro kebencian sama dia. Suka dan cinta itu ga bisa di paksa dan itu Murni."
"Kenapa Hamdan ga suka sama Aku Ri? aku bingung... Aku sedih! Pas tau Hamdan suka sama kamu Aku patah tau cemburu!"
"Aku ga merasakan apa apa ke Hamdan Put, cintaku lebih banyak ke Fattah." tangisanku pecah.
"Ya allah Ri..." Putri memelukku.
Nathan menyenggol Fattah karena mendapatiku dan Putri sedang berdua saja.
"KENAPA SIH? NANGIS AJAK AJAK DONG!"
Aku dan Putri melihat Nathan membawa Teh pucuk dan 2 roti di tangannya Namun ada Fattah disampingnya.
Fattah dengan tatapan itu.
Aku melihat mata Fattah dia mengalihkan pandangannya dan meninggalkanku yang masih bersedih.
"Yehh Fatt! Ada sepupu lu bukan dia Sapa malah pergi? marahan lu ama dia woooy! Anu... Riana? 1 rotinya buat lu nih kebetulan Tehnya dari uang Fattah kalo Roti pake Uang gua di makan ya."
Aku menerima kebaikannya tapi tak sadar tanganku menerima roti Nathan.
"Aku Ambil Nathan, Makasih."
Nathan tersipu,"iye sama sama Ri. kalo doyan besok gua beliin 4 truk roti ye," sambil mengedip 1 matanya.
"Nathan aduhh bisa bisanya." sambar Putri.
"Biasanya lu bilang NATHAN DOSA! itu kemana?" Nathan mengkode Putri.
"PERCUMA KAMU NGULANGIN LAGI."
"Iya juga si, tapi Riana cantik. sayang kalo ga di godain,"
Aku tertawa lepas dan membuka rotinya.
"Nahh kan ketawa!! tapi fakta Riana ye Gua ga maen maen sama ucapan Gua --lu tuh cantik banget mangkanya saingan gua Hamdan."
"Nathan ye Gue pikir ya lu suka sama Marissa kemaren godain dia?"
Aku terkejut dan menarik baju Nathan alhasil Kedua lututnya bersimpuh ke lantai dan jarak wajah Nathan begitu dekat dengan ku dan Putri.
"Kalian berdua ganti bahasanya jangan "LU GUA" bisa?"
"Wangi banget kamu Ri??"
Puji Nathan.
"Riana punya Fattah, Bahkan Aku ga di kasih izin Fattah untuk suka sama Riana." Hamdan tiba tiba muncul.
Aku terkejut dari mana datangnya Hamdan?
"Sialnya Aku mendengar masalah kamu Riana, Kamu ciuman sama Fattah itu sinyal kalo Aku harus mundur," Hamdan patah hati sebelum menembak.
Fattah datang dan menarik tanganku secepat itu.
"Fattah plis!! jangan tarik Aku di depan semua orang?" kataku menjeda langkah.
Darimana pula datangnya Fattah?
Aku kaget ga espek!
"Mereka teman temanku Ri, bukan orang lain paham?"
"Sama aja. Fatt Ngomongnya di sini aja?"
Fattah menolak dengan gelengan tipis.
"Fattah. Riananya ga mauu ko dipaksa woy!" sambar Nathan.
Nathan menarik tanganku reflek sampai terjengkang namun di Hamdan menangkapku.
Fattah melihat itu-- Adegan Nathan menyentuhku dan Hamdan memegangku dengan tangannya.
"Maaf Riana khilaf!" tegas Hamdan menjauh kemudian.
"Reflek Aku Ri sekali lagi cuma bantuin yee jangan salah paham Kesannya Nathan lagi yang pegang pegang?"
Aku hampir tertawa sialnya ini bukan waktunya melucu Nathan aja biang keroknya.
"Siapa yang suruh pegang Riana?" Kata Fattah pada Hamdan.
"Ga sengaja." Hamdan bicara singkat padat.
"Kata siapa narik Riana dia sepupu Aku!" tegasnya.
"Tau Fatt-- siapa tau Riana jodohnya Gua? atau-- Hamdan?"
Fattah terbakar cemburu.
Aku menoleh dan mendorong Nathan sampai Hamdan terjungkal.
"Ahahahah muka lu kaya Soang Fatt ngaca dah coba? Hampir Nathan jatuh tenang dan, di tangkep." Nathan terlihat puas sekali meledeknya.
Hamdan menahan tawanya,"gapapa santai." lalu dengan cepat mengusir kelucuan itu.
"Kalian bertiga Stop meledek Fattah ya?" Aku membela Fattah.
"Oke saat ini kalian ejek aja sepuasnya tahan banting Gua,"
"Tapi tenang Fatt Aku mundur, Buat kamu aja Nathan, Aku move on."
Hamdan terlihat pura pura tidak tahu.
"Buat Gua Riananya?" Nathan memastikan semua aman.
Hamdan mengangguk.
"Izin Gua dulu Nathanio Mahen." ujar Fattah.
"Keren kan nama lengkap Gua Anjay." Nathan kepedean sekali.
"NATHAN!" teriakku dan Putri.
"Sorry lagi nih reflek, kapan sih lulus nya sekolah! Gua mau ngomong anjay aja kok ribet?"
"Pas lulus," kata Hamdan.
"Mangkanya Ri-- nikah aja ama Gua nanti ye mau biar kamu bisa denger Aku ngomong Anjir."
Aku tertawa kelepasann dan Fattah menyadari itu semakin cemburu dia dan menarik tanganku.
"Tunggu Fatt! si Nathan kenapa buat Aku bengek terus ya! jangan tarik dulu," Aku menuntaskan ketawa membiarkan Nathan tertawa dari jauh bersama Hamdan disana.
Diam diam putri mengikutiku.
***
#di belakang dapur Santriwan.
.
.
"Kamu suka sama Hamdan?"
"Engga dong? kan Aku suka sama kamu Fatt?"
"Kamu udah berpaling Ri."
"Apanya berpaling Fattah? Kamu yang Cium Aku, Aku balas cium juga kan? berpalingnya dimananya?"
"Itu Ri Ketawa kamu?"
"Maksudnya? Aku semakin bingung.
"Ketawa kamu lebih bahagia sama Nathan itu, aku ga pernah denger tawa itu dari kita kenal Riana?"
"Fattah Akbar..." panggilku.
"Terbalik Sayang ..." balas Fattah.
"Akbar Al Fattah?? plis Jangan panggil Sayang!!!" seruku.
"Oke, ga akan lagi, namaku Ada yang ketinggalan..." katanya.
"AKBAR MUHAMMAD AL FATTAH! apa kamu puas?"
"Hmm."
"Oke. Ketawa ga ada kaitannya sama Cinta ya Fattah? ngaco!"
"Mata kamu ke Nathan kaya mata lirikan ke ---"
"STOPP FATTAH AKU LELAH!" mungkin menjambak rambut sendiri sedikit melepaskan stres kali ya.
"Tapi yang Aku liat gitu." Fattah juga stres takut Aku ninggalin Aku.
"Bener Fattah! Riana Cinta Sama kamu, Riana anggap kamu lebih dari sepupu. Riana ga suka sama Hamdan Fat, apalagi Nathan?"
Marissa datang dan menasehatinya.
oke, Marissa bohong sama Aku kalo Nathan padahal suka hanya saja Marissa takut ga laku jadi mau ngejar nathan setelah apa yang terjadi.
"Marissa Maaf!" kataku dan Fattah menyaksikan air mata patah hati Marissa.
Marissa mendengar semuanya sepertinya dan dia menangis.
"Ini ga bisa dibiarin, Nathan harus tauk!" kata Putri pergi dari menguping.
TBC.
Next ga???
simak terooooos mksh dah mampir
yaa 🥰
semangat tor