NovelToon NovelToon
Si Manis Kesayangan Sang Mafia

Si Manis Kesayangan Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Vampir / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi Wanita
Popularitas:19k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Xavier benci dua hal di dunia ini, kekacauan dan bulu kucing. Sebagai seorang mafia yang disegani hidupnya harus selalu steril dan terkendali.

Namun, semua itu hancur saat seekor kucing liar yang ia temui tiba-tiba berubah menjadi gadis cantik nan polos bernama Luna.

​Luna tidak tahu cara menjadi manusia. Dia berisik, manja, dan hobi mengacaukan ruang kerja Xavier yang rapi.

Xavier ingin mengusirnya, tapi setiap kali melihat mata bulat Luna, hatinya goyah.

Bagaimana bisa sang pemangsa justru tak berdaya di tangan mahluk manis seperti Luna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17

Xavier akhirnya berhasil keluar kamar. Pikirannya masih kacau. Bagaimana tidak? Ia baru saja membuat kesepakatan paling gila dalam sejarah hidupnya. Ia berjanji membiarkan seorang gadis aneh menyentuh miliknya hanya agar gadis itu melepaskan pelukan di kakinya.

"Kau benar-benar sudah tidak waras, Vier! Kau menyembunyikan seorang gadis di kamarmu, dan gadis itu terlihat seperti tidak pernah sekolah!" gumam Xavier sembari mengusap pelipisnya yang mulai berdenyut. Keringat tipis masih membasahi lehernya, bukan karena olahraga, melainkan karena pertempuran mental melawan Luna.

Di ruang utama, Xander sudah duduk dengan gaya angkuh. Ia melirik jam tangannya sebelum beralih menatap adiknya dengan tatapan meremehkan.

"Wow, tuan muda sudah muncul. Apa kau sedang sibuk gym di kamar sampai berkeringat begitu? Atau kau sedang belajar cara berjalan lagi setelah tersesat di hutan?" ejek Xander, menyilangkan kaki sembari memainkan ponsel mahalnya.

"Xander," desis Xavier. Tatapan matanya tajam dan menusuk, seolah ingin melubangi kepala kakaknya saat itu juga.

"Sudah lama, ya, kita tidak bertemu, Adik Kecil?" Xander menyeringai tipis, sebuah seringai yang selalu berhasil memancing emosi Xavier.

"Hampir seminggu hilang, aku pikir aku harus memesan karangan bunga duka cita."

Xavier mengepalkan tangannya di samping tubuh. Pertemuan ini adalah hal terakhir yang ia inginkan setelah seminggu penuh penderitaan. "Sayang sekali, doamu tidak terkabul. Aku masih hidup untuk mengacaukan harimu."

"Apa ini sambutan untuk kakakmu? Ayolah, Vier, berikan aku pelukan hangatmu sebagai tanda rindu," ucap Xander bangkit berdiri dan merentangkan kedua tangannya.

"Hanya dalam mimpimu! Kau tahu bukan kalau aku alergi—"

"Bersentuhan?" potong Xander cepat. Ia mendekat, mengintimidasi ruang gerak adiknya. "Apa itu juga berlaku untuk kakakmu sendiri? Kau takut kulit sucimu terkontaminasi olehku?"

"Ya! Terutama jika orang itu adalah kau," jawab Xavier dingin.

Xander tertawa hambar, lalu dengan gerakan tiba-tiba ia memukul pelan lengan Xavier, sebuah provokasi fisik yang sengaja dilakukan. Xavier yang tak terima, secara refleks menangkis dan balik melayangkan pukulan cepat ke arah bahu Xander.

Dalam sekejap, terjadi adegan saling serang pendek. Pukulan dan tangkisan terjadi begitu cepat, namun anehnya, mereka tetap menjaga jarak agar kulit mereka tidak benar-benar bersentuhan secara langsung.

Ya, kebiasaan aneh dua bersaudara yang sama-sama kaku.

"Cukup! Mau sampai kapan kau bertingkah seperti anak-anak begini, hah!" maki Xander sembari mundur selangkah, merapikan jas yang sedikit berantakan.

Xavier hanya mendengus, bersikap acuh seolah perkelahian singkat tadi hanyalah angin lalu. "Kau yang memulai."

"Kau tahu, aku sudah satu jam lebih menunggu di sini? Apa kau sengaja menguji kesabaranku?!" Xander menatap Xavier dengan kemarahan yang mulai meluap.

"Mungkin," jawab Xavier. Ia malas sekali berdebat. Baginya, Xander adalah gangguan yang lebih besar daripada krisis ekonomi dunia. Hubungan mereka memang lebih mirip anjing dan kucing dibandingkan keluarga hangat pada umumnya.

"Meong... meong!"

Tiba-tiba, suasana tegang itu pecah. Luna, yang entah sejak kapan kembali ke bentuk kucing putih, berjalan santai menghampiri Xavier. Ia dengan manja menduselkan kepalanya di kaki Xavier, mengabaikan kehadiran Xander yang membeku di tempat.

"Hei, kau kembali?!" seru Xavier. Ia membungkuk, menggendong Luna ke dalam pelukannya dan mengusap halus kepala kucing itu.

Mata Xander melebar. Ia menatap lekat kucing putih di pelukan adiknya itu dengan binar yang tak biasa. "My sweety?" gumam Xander pelan.

"Siapa yang kau panggil sweety?" sahut Xavier kesal, ia memeluk Luna lebih erat. "Jangan coba-coba, Xander. Aku tahu kau gila kucing, tapi yang satu ini adalah milikku."

Xavier tidak mau kucing ini direbut. Sudah cukup kedua orang tuanya selalu memihak Xander karena kepintarannya. Urusan kucing, Xavier tidak akan mengalah.

"Bukan siapa-siapa," jawab Xander cepat, namun matanya tetap tak lepas mengamati setiap inci tubuh kucing putih itu. Ada kilat pengenalan di matanya yang dalam.

Xavier kemudian duduk di sofa, menidurkan Luna di pangkuannya dan mulai menggelitik perut kucing itu dengan gemas.

"Meong! Meong!" Luna menggeliat.

Astaga, perut Luna lama-lama bisa kaku karena ulah Sapir. Dia pikir Luna ini mainan? batin Luna dalam hati sembari berusaha menggigit jari Xavier dengan manja.

"Sepertinya dia tidak nyaman denganmu, Vier. Kau terlalu kasar," ucap Xander. "Boleh tidak aku menggendongnya?" tanyanya tiba-tiba.

"Tidak boleh!" seru Xavier tegas.

Xander tampak sangat kecewa. Ia hanya bisa pasrah melihat interaksi intim adiknya dengan kucing itu. Padahal, Xander adalah pecinta kucing garis keras, sedangkan Xavier? Seingatnya, Xavier adalah orang yang akan bersin-bersin jika melihat bulu hewan.

"Sejak kapan kau mulai menyukai kucing? Kau dulu selalu bilang mereka makhluk yang menjijikkan," tanya Xander curiga.

"Apa pertanyaanmu penting untuk aku jawab?" balas Xavier tanpa menoleh.

"Kau alergi kucing dan bahkan membencinya! Apa kau sudah kehilangan akal sehatmu saat hilang di hutan kemarin?!" Xander mulai meninggikan suara, emosinya terpancing karena rasa iri.

"Apa alergiku terlihat kambuh? Aku justru merasa sangat baik dari sebelumnya," balas Xavier tak kalah sengit. Ia menatap Xander dengan senyum kemenangan.

Xander mengepalkan tangannya erat. Ada sesuatu yang janggal dari kucing itu, dan ia bersumpah akan mencari tahu.

Aku pasti akan mendapatkan mu, my sweety. Xander menyeringai dingin penuh dengan ambisi. Matanya terus menatap Luna yang sedang menjilat tangan Xavier.

1
Dew666
💜💜💜💜💜
Eva Karmita
cerita nya keren 👌🥰 aku suka ...😍😍
Eva Karmita
dasar Gery salut bikin mute pak bos hilang 😜😄😄
Tiara Bella
ganggu aja nh asisten Geri....udh tw mw bikin debay malah diganggu
Senja: hheee
total 1 replies
Keysha Aurelie
gemes banget sama Vier😂 sudah mengakui menyukai Luna lagi🤣 suka aku dengan kejujuran ini😂
Luna itu bukan cacing 😭 tenang Vier nanti bisa dilanjutkan lagi , kamu bisa kasih pemahaman ke Luna😂
Senja: Tp paham ga tuh anak wkwk
total 2 replies
partini
dasar Gery lucknat 🤭🤭
uhhh cakep banget visual nya 👍👍👍👍 thanks Thor
Senja: mana dia emut permen tuh, pengen tak gigit
total 3 replies
Al Fatih
waow ...,, cocok bngt Kaka...,, utk Xavier dan Luna....,, pas bngt visualnya.

Vier..... pelan2 tho yooo jangan asal nyosor,, ntar Luna trauma lagi 😂
Senja: Makssih kak🤭
total 1 replies
Opi Sofiyanti
akhirnyaaaaaa.... nymp jg bc ampe part ini.... stlh terpending sekian hr..... maaf y kak g ber mksd menimbun bab, tp emng aku g smpt bgt bc lama2....
Senja: Nah iya maknya ini, bulan ini blm buat buku baru lagi, habis lebaran saja.
total 3 replies
Eva Karmita
Sapir tahan ya jangan sampai Luna Lo amboxsing 😜🤭😄😄
Eva Karmita
ternyata Luna adalah obat mujarab untuk Sapir 🥰🥰🥰🥰
partini
kasih visual Thor dari belakang juga boleh 🤭
partini
buset dah cat menggatal sekali kau ini,kan aslinya kuncung ya menjilat dan mencakar,lost control ga ini sapir sering banget no baju baju
Keysha Aurelie
Vier ternyata Luna itu penawar terbaikmu , tanpa mendatangkan dokter , menuju Luna saja akan menjadi candu yang menenangkan 🤣 dan membuat ketagihan🤣🤣 kelihatan sayang banget Luna sama kamu Vier
Keysha Aurelie
pengganggu seperti Cat itu mending dimusnahkan atau dikasih pelajaran biar takut dan tak berani mengganggu atau mendekati lagi , kalau ada Cat muncul rasanya pengen tak dorong biar jatuh dari ketinggian 😂
partini
kaya Diego ga bisa sentuh sembarang balik gih skin to skin sama Luna biar sembuh ,,bagus juga Kya pesikopat ayo bunuh segera di cat
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Senja: Siapppp mak
total 1 replies
Natsa
when cemburu dibawa ke tempat kerja /Facepalm/
Natsa
diem salah jawab salah /Facepalm/
Dew666
🍎🍎🍎🍎🍎
partini
segampang itu si Luna Thor , Secara gitu dari awal konek ke sapir cuma daging doang udah beda aiahhhhh kucing anehhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!