NovelToon NovelToon
Black

Black

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Misteri / Mengubah Takdir / Romansa / Menyembunyikan Identitas / Penyelamat
Popularitas:812
Nilai: 5
Nama Author: ROGUES POINEX

Black--- Seorang pria misterius yang menjadi pelindung bumi. Di balik pakaian hitam dan topeng hitam nya, tidak ada yang tau wajah nya. Kecuali satu--- Sang kekasih hati-- Evelyn Savana Alexa.

Sampai sebuah kasus tiba - tiba muncul yang memaksa Black harus turun tangan untuk menyelesaikan nya.. Kasus tentang kematian misterius yang tidak bisa di pecahkan oleh pihak detektif kepolisian terpaksa harus melibatkan Black.

Namun.. Apa yang terjadi jika pelaku dari kasus tersebut tiba - tiba memanggilnya. " Ayah!"

Rahasia apakah yang ada di balik kasus kematian para korban. Dan Siapakah sosok pelaku misterius itu? Apakah dia kawan atau lawan?

----------

Update Senin & Kamis... Setiap Update 3 Bab.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Genetik

Rumah duka Menteri Pertahanan, pria yang masih berusia 35 Tahun itu, dipenuhi dengan karangan bunga duka cita yang berjejer rapi hingga ke gerbang luar. Di dalam, aromanya berat—campuran antara wangi bunga lili yang tajam dan sisa-sisa kemenyan yang samar. Meski dijaga ketat oleh personel militer bersenjata lengkap, udara di sana terasa dingin dan hampa.

Detektif Shyla melangkah masuk dengan bahu tegang. Pikirannya masih kacau setelah beberapa saat lalu bertemu dengan Elvira, wanita yang wajahnya benar-benar pinang dibelah dua dengan calon kakak iparnya. Namun, profesionalisme memaksanya menekan keterkejutan itu. Di depannya, Menteri Pertahanan duduk di sudut ruangan, tampak hancur namun tetap berusaha mempertahankan wibawa seorang jenderal bintang empat, meski perban masih melilit lengan kirinya akibat ledakan mall lima hari lalu

Shyla berhenti di depan Menteri Pertahanan membungkuk sedikit. "Turut berduka sedalam-dalamnya atas kepergian Ibu dan putri Anda, Pak Menteri. Saya tahu ini bukan waktu yang tepat, tapi saya Detektif Shyla dari divisi investigasi khusus."

Suara Menteri Pertahanan serak, matanya yang sembap menatap kosong."Terima kasih, Detektif. Tapi saya sudah memberikan keterangan pada tim forensik di rumah sakit kemarin. Apa lagi yang kalian butuhkan? Saya baru saja menguburkan separuh jiwa saya."

"Saya mengerti, Pak. Tapi ada sesuatu yang mengusik saya." Shyla mengeluarkan sebuah amplop cokelat, lalu menggeser dua lembar foto ke atas meja kecil di antara mereka. "Ini adalah foto jasad istri dan anak Anda yang diambil sesaat sebelum autopsi dilakukan."

Menteri Pertahanan menegang. Ia mencoba memalingkan wajah, namun Shyla melanjutkan dengan nada rendah yang menuntut perhatian.

"Perhatikan warna kulit mereka di area leher dan ujung jari. Warna ungu kebiruan ini... tidak biasa untuk korban ledakan termal. Hasil lab keluar satu jam yang lalu-- tidak ditemukan zat kimia berbahaya, tidak ada sianida, tidak ada gas saraf. Secara medis, mereka hanya meninggal karena shockwave ledakan. Tapi warna kulit ini... ini menandakan kematian sel yang tidak wajar dari dalam."

Shyla memejamkan mata sejenak. Di penglihatannya yang tersembunyi, ia melihat sisa-sisa residu aura sihir yang melilit foto itu—jejak sihir yang ia kenali dari darah keluarganya. Namun, ia menutup rapat mulutnya soal itu

Menteri Pertahanan mulai emosi. "Apa maksudmu? Kamu ingin bilang rumah sakit tidak kompeten? Istri dan anak saya terjebak di dalam kamar mandi saat api itu meledak! Saya melihatnya sendiri.. Sebelum Saya membawa mereka keluar!'

Syhla menghela nafas."Saya hanya ingin bertanya langsung pada Anda, Pak Menteri. Selama masa jabatan Anda, atau mungkin sebelum ini... apakah Anda memiliki musuh yang 'tidak biasa'? Seseorang yang mungkin tidak menyerang Anda dengan peluru atau politik, tapi dengan sesuatu yang lebih... pribadi?"

Dia terdiam, tangannya mengepal di atas lutut. "Musuh? Sebagai Menteri Pertahanan, daftar musuh saya sepanjang jalan protokol. Pemberontak, kartel senjata, pengkhianat negara. Tapi mereka semua bermain dengan logika, Detektif. Bukan dengan mengubah warna kulit jasad menjadi ungu."

Shyla menatap tajam, mencari kebohongan. " Lima hari yang lalu di mall itu, apakah Anda melihat seseorang yang mencurigakan? Atau mungkin merasakan hawa dingin yang mendadak sebelum ledakan terjadi?"

Menteri Pertahanan menatap Shyla dengan curiga. "Hawa dingin? Di tengah mall yang terbakar? Pertanyaanmu aneh, Detektif. Kamu seolah menyiratkan ada hal lain di balik ledakan itu selain bom C4

Shyla menghela napas, menyimpan kembali fotonya. "Saya hanya ingin memastikan setiap sudut tertutup, Pak. Jika tidak ada racun, dan tidak ada penjelasan medis, maka kita sedang berhadapan dengan sesuatu yang jauh lebih berbahaya dari sekadar teroris biasa. Saya sarankan Anda memperketat pengamanan... bukan cuma dengan senjata api, tapi juga dengan orang-orang yang bisa Anda percayai sepenuhnya."

"Saya sudah kehilangan segalanya. Apa lagi yang harus saya takutkan?" Katanya lesu.

Shyla berdiri, suaranya dingin namun penuh peringatan. "Seseorang tidak menghabiskan energi untuk membuat jasad berubah warna jika tujuannya hanya membunuh, Pak Menteri. Mereka sedang mengirim pesan. Dan saya curiga, pesan itu belum selesai disampaikan."

Setelah itu, Shyla berbalik dan melangkah keluar.

Dalam keheningan laboratorium bawah tanah yang hanya diterangi pendar biru dari deretan layar monitor, Sky bekerja dengan presisi seorang ahli bedah. Di tangannya, sebuah tabung kecil berisi sampel darah— milik istri dan anak Menteri Pertahanan—bergetar pelan saat ia memasukkannya ke dalam Aura-Spectrograph, mesin buatannya yang mampu memisahkan partikel biologis dari residu energi sihir.

Sky bergumam pelan, matanya tidak lepas dari mikroskop digital."Dingin. Darah ini terlalu dingin untuk korban ledakan, Mom."

Angel berdiri di samping Sky, memperhatikan dengan tatapan lembut namun waspada. "Shyla benar soal firasatnya. Jika mereka berada di toilet saat ledakan terjadi, seharusnya ada jejak karbon atau trauma panas yang lebih intens pada jaringan selnya. Tapi ini..."

"Kosong. Tidak ada jejak oksigen yang dipaksa keluar oleh ledakan. Mereka sudah berhenti bernapas sebelum api menyentuh kulit mereka. Shyla bilang dia mencium bau 'kematian yang dipaksakan' di TKP. Dia benar. Mereka dibunuh, apa mungkin ledakan itu hanya cara untuk menghilangkan jejak sihirnya."

"Jejak sihir tidak bisa di hilangkan dengan ledakan, Sky, "

Sky menekan tombol enter. Mesin mulai menderu. Cairan darah di dalam tabung berputar cepat, lalu cahaya ungu berpendar keluar, membiaskan grafik yang tidak lazim di layar utama.

Sky tertegun, wajahnya langsung pucat."Tunggu... ini tidak mungkin."

Angel menatap perubahan di wajah Sky dengan bingung."Ada apa, Sky? Apa yang kau temukan?"

Sky suaranya bergetar, teringat ucapan Shyla di rumah sakit waktu itu. "Shyla memperingatkan ku... Dia bilang ada kemungkinan pelaku menggunakan sihir yang memiliki tanda genetik yang mirip dengan kita. Aku pikir dia hanya kelelahan atau mungkin salah, tapi lihat ini, Mom."

Sky menunjuk ke arah layar monitor yang menampilkan struktur rantai DNA yang terikat oleh partikel sihir.. Namun! Itu sihir murni.. Bukan gelap.

Suara Sky bergetar."Mesin ini membaca tanda tangan sihirnya. Frekuensinya... polanya... ini identik dengan garis darah keluarga kita. Bagaimana bisa seseorang menggunakan sihir yang hanya dimiliki oleh keturunan kita untuk membunuh keluarga menteri. "

Angel menyentuh bahu Sky, suaranya merendah. "Hanya ada dua kemungkinan, Sky. Entah ada rahasia yang terkubur dari masa lalu keluarga kita, atau seseorang telah mencuri 'bagian' dari dirimu tanpa kau sadari."

Sky mengepalkan tangan. "Jika benar begitu, berarti ledakan di mall itu bukan hanya pembunuhan politik. Itu adalah pesan. Dan Shyla... dia sedang mengejar hantu yang memiliki wajah yang sama dengan kita."

Namun, bagaimana mungkin? Sebuah kebenaran yang melampaui logika waktu dan ruang mulai mengintip dari balik data digital tersebut--- jejak sihir itu bukan berasal dari masa lalu atau musuh yang mereka kenal, melainkan dari masa depan—sebuah tanda sihir genetik milik keturunannya sendiri yang secara mustahil hadir sebagai algojo di masa sekarang tanpa ia sadari.

"Siapa orang itu sebenarnya? Ada hubungan apa dengan keluarga ku?"

BERSAMBUNG

1
gaby
Ntar kalo Elvira pny anak jgn dikasih nama Elvis y thor, makin puyeng
gaby
Namanya agak bikin bingung, beberapa mirip, Elmira, elvira, Eveleyn. Ga ada nama lain apa, bikin puyeng
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
gaby
Mantap crazyup nya thor. Smangat👍👍
gaby
Bukannya anak Rodrigo dah mati di bunuh Elvira di toilet mall. Tp ko Vania msh hdp?? Kan vania anak Rodrigo
ROGUES POINEX: Yang di bunuh Elvira anak dan Istri dari Menteri Pertahanan
total 2 replies
gaby
Msh misteri, kebahagiaan siapa yg akan mreka hancurkan?? Karena yg kliatan lg bahagia cm Sky & Evelyn. Apa mreka mau menghancurkan kebahagiaan ortu mreka sendiri??
gaby
Kayanya critanya lbh seru dr kisah Angel & Langit di Judul sebelumnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!