NovelToon NovelToon
Puteri Sampah Yang Berubah

Puteri Sampah Yang Berubah

Status: tamat
Genre:Time Travel / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai / Tamat
Popularitas:49.5k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Mei Lin yang seorang agen mata mata terpaksa harus bunuh diri ketika tertangkap oleh Wang Yu, seorang Jenderal polisi negara x.

Namun , bukan nya mati, Mei Lin justru terperangkap ke dalam tubuh milik Bai Hua. Bai Hua adalah gadis lemah yang membutuhkan kursi roda untuk berjalan. Ia diejek oleh seluruh keluarga nya karena menjadi sampah. Bai Hua juga harus menikah dengan Pangeran Idiot!

Bagaimana jika jiwa Mei Lin yang mengambil alih tubuh Bai Hua untuk menikah dengan Pangeran itu? Dan bagaimana jika jiwa pangeran itu juga telah dirasuki entitas dari abad 21?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6 : Saat nya Mengaku

​Lilin di sudut ruangan meredup, mengeluarkan aroma sumbu terbakar yang tajam. Kamar pengantin yang luas itu kini hanya diterangi oleh sisa cahaya remang yang membuat bayangan benda-benda di sana tampak seperti raksasa hitam yang mengintip. Setelah menyantap hidangan dan mengobrol ringan dengan Bibi Pong,serta sesi menggosok minyak, Bai Hua memutuskan untuk istirahat.

​Bai Hua berbaring miring, menghadap ke arah Wan Long yang meringkuk di lantai. Punggungnya yang diolesi minyak gosok terasa panas terbakar, sebuah rasa sakit yang justru membuatnya tetap waspada. Matanya tidak lepas dari sosok kurus di bawah sana.

​Wan Long tampak sangat rapuh. Jubah merahnya tersingkap, memperlihatkan tulang selangka yang menonjol di balik kulit pucatnya. Dia terlihat seperti pria yang benar-benar hancur, namun Bai Hua tahu itu hanya bungkusnya.

​"Layang-layang... jangan robek..." gumam Wan Long. Suaranya serak, khas orang yang sedang bermimpi dalam.

​Bai Hua mendengus dingin. "Hei" bisiknya, sangat rendah hingga suaranya nyaris menyatu dengan deru angin di luar. "Berhenti bersandiwara. Tidak ada kamera pengawas atau perekam suara di sini. Hanya ada kau dan aku."

​Hening. Wan Long tetap bergeming. Hanya napasnya yang terdengar teratur.

​Bai Hua mengepalkan tangannya di balik selimut. Perasaan kesal mulai merayap. Ia merasa dipermainkan. "Kau pikir aku bodoh? Kode morse di meja tadi, cara kau membersihkan lukaku... tidak ada pangeran idiot di zaman ini yang punya keterampilan medis lapangan sepertimu."

​Tiba-tiba, suara dengkur Wan Long menghilang. Senyap yang mencekam menyelimuti kamar itu selama beberapa detik.

​Wan Long perlahan membuka matanya. Ia tidak bangun, tetap berbaring di lantai, namun sorot matanya yang semula kosong kini berubah menjadi setajam silet. Ia menoleh sedikit, menatap Bai Hua dari bawah.

​"Masih sama seperti dulu, Agen 859," suara itu keluar. Rendah, maskulin dan sama sekali tidak cempreng. "Selalu tidak sabaran dan terlalu cepat menyimpulkan."

​Jantung Bai Hua berdegup kencang.

Konfirmasi itu menghantamnya. "Jadi benar... itu kau, Wang Yu. Suara nafas mu dan cara berjalan mu juga masih sama persis. Tidak berubah."

Jam tangan plastik yang diberikan Profesor tua itu padaku, memicu reaksi ruang dan waktu. Sial, jika tau begini, tidak akan kuledakan. Batin Bai Hua mengamati kejadian satu per satu.

​Wan Long bangkit perlahan dan menuju ranjang. Gerakannya sangat sunyi, hampir tanpa suara, meski tubuhnya hanya tinggal tulang dan kulit. Ia duduk bersandar di pinggiran ranjang, tepat di samping kepala Bai Hua. Wajah tirusnya berada di bawah cahaya remang, membuatnya tampak sangat misterius.

​"Dasar brengsek," maki Bai Hua dengan suara bergetar. "Kenapa kau harus muncul di sini juga?"

​"Mungkin takdir ingin aku tetap mengawasimu agar kau tidak meledakkan dunia ini lagi," sahut Wan Long dengan senyum tipis yang meremehkan. Ia merogoh sesuatu dari balik bajunya---sebuah ikat rambut---dan memainkannya dengan jari-jarinya yang panjang. "Tapi lihat dirimu sekarang. Si Agen hebat yang dulu bisa melompat dari helikopter, sekarang bahkan tidak bisa menggerakkan jempol kakinya sendiri."

​Bai Hua berusaha bangkit untuk menampar wajah menyebalkan itu, tapi rasa sakit di punggung dan kakinya yang lumpuh membuatnya terjerembap kembali ke bantal. "Tutup mulutmu! Jika kakiku sembuh, aku akan menjadi orang pertama yang memenggal kepalamu!"

​Wan Long tidak marah. Ia justru menatap kaki Bai Hua yang tertutup selimut dengan pandangan yang sulit diartikan. Ia mengulurkan tangan kurusnya, menyentuh kaki Bai Hua di balik kain.

​"Jangan sentuh aku!" bentak Bai Hua.

​"Diamlah," desis Wan Long, kembali ke nada menekan nya sebagai jenderal. "Aku sudah memeriksa kakimu saat kau mandi tadi. Sarafmu tidak mati karena kecelakaan, tapi karena sesuatu yang masuk ke aliran darahmu secara berkala. Ada endapan racun di aliran darahmu. Kau diracuni secara perlahan, Kecil. Sejak kau masih kecil."

​Bai Hua tertegun. Amarahnya seketika mendingin, digantikan oleh rasa ngeri. "Racun? Sudah kuduga!"

​"Ya. Dan di rumah yang akan kita kunjungi tiga hari lagi, adalah tempat di mana semua racun itu berasal," Wan Long mendekatkan wajahnya ke telinga Bai Hua, bau harum cendana yang samar tercium dari napasnya. "Jadi, simpan tenagamu untuk membenciku. Kita butuh satu sama lain untuk bertahan hidup di sarang ular ini. Kau jadi otak di kursi rodamu, dan aku akan menjadi tangan yang bergerak di kegelapan sebagai si Pangeran Bodoh."

​Wan Long kemudian kembali berbaring di lantai, menarik bantalnya dan menutup matanya seolah percakapan serius itu tidak pernah terjadi.

​"Tidurlah. Besok aku harus belajar cara bermain kelereng lagi agar orang-orang istana tetap percaya aku sudah gila," gumamnya pelan sebelum kembali mengeluarkan suara igauan yang konyol.

​Bai Hua menatap langit-langit kamar dengan perasaan campur aduk. Lawan bicaranya adalah musuh bebuyutannya, namun di dunia asing ini, dialah satu-satunya orang yang memahaminya.

​"Wang Yu," panggil Bai Hua sekali lagi.

​"Hmm?"

"Bagaimana kau tau kalau ini aku."

"Kode morse. Orang jaman dulu tidak akan mengerti kan." balas Wan Long malas.

"Wang Yu." Panggil Bai Hua kembali.

"Apa lagi?"

​"Jangan pernah berani mandi bersamaku lagi. Atau aku akan benar-benar membunuhmu."

​Wan Long hanya tertawa kecil, suara tawa yang tenang di tengah malam. "Kita lihat saja nanti, Istriku."

"Jangan panggil aku dengan sapaan mengelikan itu."

***

Happy Reading ❤️

Jangan lupa like, komen, ikuti penulis noveltoon ANWi, vote(kalo ada) dan rate 5 , terimakasih

1
Meigha
jgn kau buat teka taki dong Thor,si pembaca penasaran nih🤣🤣ini benaran ediot atau normal sih😤
Dania
misi
Pa Muhsid
suka ceritanya gak bertele satset🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
ANWi/Berly Re: terimakasih kak pa muhsid~
total 1 replies
mimief
nice ending
beautiful story

menjadi penjahat ataupun pahlawan semua tergantung sudut pandang bukan?
terkadang kita terbentuk dan menjadi sesuatu karena lingkungan yg menempa kita
tidak selalu akan tampak baik dan buruk atas penilaian orang lain
selama kita tau batas nya,kita adalah orang baik menurut versi kita.
dan seenggaknya takdir sangat baik sama mereka. walaupun tidak berjodoh di waktu ini,maka waktu aka n menggeser supaya mereka akhirnya berjodoh 😍😍

terimakasih atas cerita indah nya Thor
ANWi/Berly Re: terimakasih kak mimief sudah membaca hingga akhir~❤️
total 1 replies
Roti Bakar
good job! happy ending , nice💪
ANWi/Berly Re: terimakasih kak roti bakar sudah mengukuti kisah mereka❤️
total 1 replies
sahabat pena
wah syukur lah happy ending .. ayuk dong kak.. krya yg lain di up jg
sahabat pena: ok siap kak
total 4 replies
Sulati Cus
semakin menarik
ANWi/Berly Re: makasi kak sulasti cus ulasan nya❤️
total 1 replies
☕︎⃝❥ᴍᴀʀɪᴀ
gak sadar udh tamat thorr.. cepatnya
ANWi/Berly Re: hehe iya kak, makasi sudah baca sampai akhir❤️
total 3 replies
mimief
yah... selesai
tapi yg penting dia orang ini akhirnya bahagia
aku udah happy
ANWi/Berly Re: iyah kak , makasih dah membaca sampe sini, nantikan part akhir nanti yah~
total 1 replies
mimief
huaaaaa....aku yg deg degan
ANWi/Berly Re: tenang kak~❤️
total 1 replies
☕︎⃝❥ᴍᴀʀɪᴀ
2 ☕️ thorr semangat up nya😍😍
ANWi/Berly Re: makasii kak Maria~❤️
total 1 replies
☕︎⃝❥ᴍᴀʀɪᴀ
keren banget melin.. bunuh sj semua pengkhianat tanpa sisa
☕︎⃝❥ᴍᴀʀɪᴀ
bangunnnn wan yu kamu gak boleh mati dulu..😭😭 ntar jadi omongan kaisar mati sebelum sempat merasakan nikmat malam pengantin🤣🤣🤣
ANWi/Berly Re: wkwww 🤣
total 3 replies
mimief
baru bahagian Thor
tega amet si ah🥹🥹
ANWi/Berly Re: gimana yah~❤️
total 1 replies
mimief
Wkwkwkkwkk
lucunya liat villain jatuh cinta 😜
mimief
Wkwkwkkwkk
lucunya liat villain jatuh cinta 😜
ANWi/Berly Re: hehe 🤣🤣
total 1 replies
☕︎⃝❥ᴍᴀʀɪᴀ
double up kopi nya thor semangat 💪💪
ANWi/Berly Re: makasi kak Maria ~❤️
total 1 replies
☕︎⃝❥ᴍᴀʀɪᴀ
dengar itu wang yu.. kamu harus sadar jan mati dulu karna belum melakukan aksi bahaya😭🤣🤣🤣
☕︎⃝❥ᴍᴀʀɪᴀ
😭😭sialaan para pemberontakkk mana org² yg masih setia.. kuat wang yu jngn matii dulu
Roti Bakar
kpn up?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!